Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Mereka datang.


__ADS_3

Mendengar bahwa Annchi saat ini tengah berada di luar kamar. Kaisar Zhuang pun dengan berat hati harus melepaskan An Xia dari pelukannya dan mulai berpakaian.


Kaisar Zhuang mulai mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai lalu memakainya. Setelah itu, ia berbalik untuk menatap An Xia dan berkata. “Sayang, ada urusan penting yang harus aku selesaikan.” Ijinnya, lalu Kaisar itu mendaratkan sebuah kecupan penuh cinta di kening gadis itu. “Aku akan segera kembali, kau tenang saja! ” Ucapnya lagi lalu segera melesat keluar melalui jendela kamar.


Sedangkan, An Xia hanya menghela nafas berat saat memandang kepergian Kaisar Zhuang dari hadapannya. “Dasar!!” Gerutunya saat merasa tak ada tenaga untuk berdiri.


“Annchi, masuklah dan bantu aku bersiap siap!” Perintah An Xia kepada gadis pelayan itu.


Annchi yang mendengar perintah An Xia dari luar pun mengangguk dan segera memasuki kamar. “Nona, aku akan membantumu! ” Ucapnya yang segera berjalan mendekat kearah ranjang.


An Xia yang melihat Annchi yang mendekat pun segera menutup tubuhnya dengan selimut tebal karena sudah tak ada waktu lagi untuk memakai pakaiannya kembali. “Hei! Annchi, bantu aku membersihkan diri! ” Perintahnya dengan gugup, sedikit malu jika tanda tanda merah di tubuhnya harus di lihat oleh bawahannya yang satu itu.


Annchi cukup pintar dalam menilai situasi. Dilihat dari seberapa berantakan nya kamar nona nya ini, ia bisa tau kalau malam tadi telah terjadi sebuah tragedi. “Nona, kenapa kau harus malu?..... haiss!! nona aku bisa menebaknya. ” Ucapnya dengan nada yang terkesan menggoda.


Dan An Xia yang menyadarinya pun segera melemparkan sebuah bantal tepat di wajah Annchi. “Kau!! rupanya aku sudah terlalu memanjakan mu ya Annchi?!!” Geramnya sambil menunjuk nunjuk kearah pelayan pribadinya itu. “Cepat tutup mulut mu dan bantu aku!!” Perintahnya lagi dengan penuh ketegasan.


Annchi mengangguk patuh. Walaupun tau kalau nona nya itu hanya sekedar menegur, tetapi ia tetap tidak ingin mengambil resiko untuk menerima hukuman.


Alhasil, gadis pelayan itupun segera melaksanakan tugasnya dengan mulut yang tertutup rapat.


...»»————>❀<————««...

__ADS_1


Setelah acara pemakaman, kediaman An kini tengah berkabung atas kematian kedua selir. Namun, di tengah perkabungan itu, tiba tiba seorang pelayan datang dan membisikkan sesuatu kepada An Changyi.


“Tuan besar! ” Panggil pelayan itu dengan suara lirih.


Merasa di panggil, An Changyi pun membalikkan badannya untuk menatap pelayan itu dan berkata. “Ada apa?.... tidakkah kau lihat kalau kami__” Sebelum ia menyelesaikan ucapannya, dengan berani pelayan itu menyela.


“Tuan besar, para pangeran berkunjung! ” Ucapnya dengan cepat, walaupun tau kalau tindakannya begitu tidak sopan. Namun, kabar ini harus segera di sampaikan.


Sedangkan An Changyi yang mendengar itupun terbelalak. Dalam hati, ia sama sekali tidak menyangka kalau para pangeran akan mengunjungi kediamannya hanya karena kematian dua orang selir.


Menyampingkan rasa keterkejutan nya, An Changyi pun segera tersadar dan memberi perintah. “Tunggu apa lagi? persilahkan mereka masuk!! ” Ucapnya kepada pelayan itu.


Pelayan itu pun segera mengangguk dan pergi untuk melaksanakan perintah. Dan tak lama kemudian, An Changyi dapat melihat kehadiran sosok pangeran mahkota, pangeran kedua, dan pangeran ketiga.


Kalau kedatangan tiga pangeran dari kerajaannya mungkin An Changyi masih bisa mencernanya dengan akal sehat. Namun pangeran dan putri dari Kerajaan Barat itu?


An Changyi mengerutkan dahinya, sedikit merasa curiga dengan kehadiran parah orang orang penting itu. “Aku harap kedatangan mereka semua bukanlah pertanda dari bencana! ” Gumamnya dalam hati.


Pangeran mahkota yang berjalan di paling depan pun segera membuka suara. “Salam kepada jenderal besar An!!.....kami turut berduka cita atas kematian kedua selir, dan maaf jika kedatangan kami begitu tiba tiba seperti ini!” Ucapnya dengan begitu sopan, tidak seperti biasanya.


Melihat betapa sopan sang pangeran mahkota itu terhadap dirinya, An Changyi pun membeku untuk beberapa saat. “Apa?.... kenapa? ada apa dengannya?..... sungguh ini semua semakin membuatku takut!! ” Gumamnya lagi dalam hati.

__ADS_1


Setelah sadar dari rasa keterkejutan itu, An Changyi pun segera berkata. “Yang mulia terlalu sungkan!.... diriku ini merasa begitu senang atas kedatangan para yang mulia!!” Ucapnya dengan penuh kerendahan hati.


Kemudian, ia melirik ke arah pangeran Kerajaan Barat Li Guang Fu dan putri Li yue xi. “Emm, kedua yang mulia ini?.....”


Melihat keraguan dalam tatapan sang Jendral besar An Changyi, Li Guang Fu pun membuka suara. “Nona pertama An adalah penyelamat kami, jadi tidak enak rasanya kalau kami tidak ikut datang dan ikut berduka atas meninggalnya kedua ibu selirnya!” Ucapan untuk menghindari kecurigaan An Changyi kepada dirinya.


An Changyi menganggukkan kepalanya. walau masih merasa ragu, namun ia berusaha untuk tidak berpikiran buruk.


Tetapi, saat pandangan An Changyi tertuju kepada Li yue xi, sang putri dari Kerajaan Barat itu. Hatinya mulai merasa gelisah!..... Pasalnya yang An Changyi lihat saat ini adalah tatapan penuh akan kekaguman dari sang putri yang tertuju kepada pangeran kedua Zhang Liang.


Hal itu, membuat firasat dalam diri An Changyi meneriakkan pertanda bencana. “Pangeran kedua adalah tunangan putriku, An Xia!..... namun, mengapa putri dari Kerajaan Barat itu..... ” Ia menghela nafas selagi tangannya terkepal. “.... ini tidak benar!!!.... putri dari Kerajaan Barat itu akan di jodohkan dengan pangeran ketiga. Jika sampai sang putri memiliki perasaan terhadap pangeran kedua makan..... bagaimana dengan putriku? ” Ucapnya yang gelisah di dalam hati.


Sedangkan pangeran kedua yang sedari tadi diam dan menoleh kesana-kemari pun mulai bersuara. “Dimana nona pertama An?” Tanyanya dengan tidak sabaran.


Mendengar pertanyaan dari pangeran kedua itu, wajah Li yue xi pun menggelap. “Lagi lagi!!!.... kenapa... Kenapa pangeran kedua harus di jodohkan dengan gadis itu!!!” Kemudian putri itu menoleh ke arah pangeran ketiga. “Dan kenapa aku harus di jodohkan dengannya?!!..... aku menginginkan pangeran kedua!!! ” Teriaknya dalam hati dengan kilatan kebencian di matanya.


Pangeran ketiga yang merasakan tatapan Li yue xi pun menoleh. “Ada apa?.... apakah ada yang salah denganku, putri? ” Tanyanya dengan senyum lembut.


Li yue xi langsung tersentak dari lamunannya ketika mendengar pertanyaan dari pangeran ketiga itu. Ia pun menggelengkan kepalanya dengan senyum yang di paksakan. “Ah! em, Tidak ada apa apa!..... aku... aku hanya sedang mengagumimu!! ” Ucapnya dengan kaku.


Senyum di wajah pangeran ketiga semakin lebar, kemudian ia berkata. “Senang mendengarnya!” Ucapnya dengar nada penuh kegembiraan. Namun...

__ADS_1


“Apakah gadis ini berfikir kalau aku bodoh?.... jelas jelas yang sedari tadi ia kagumi adalah kakak kedua!!..... Cih! pembohong!!! ” Cibir pangeran itu dalam hati.


__ADS_2