Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Nasib sang pelayan...


__ADS_3

Di tempat lain saat ini, suasana tegang yang begitu mencekam dari sepasang mata tajam bak elang pemangsa milik kaisar Zhuang membuat tiga pelayan wanita dan dua pelayan pria menundukkan kepalanya dengan penuh rasa takut.


Entah mengapa, para pelayan itu merasa sedang berhadapan dengan dewa maut yang sewaktu waktu dapat mencabut nyawa mereka bagai seseorang yang mencabut tanaman layu dari tanahnya.


Di sisi lain, sosok cantik An xia yang duduk tepat di sebelah kaisar Zhuang pun sama sekali tidak terlihat berbahaya di mata mereka. Apalagi dengan senyum lembut yang terpampang apik di wajahnya membuat sosok An xia bagai dewi kayangan yang turun ke bumi.


Hanya saja, tatapan mata tak terbaca yang An xia berikan itu membuat sesuatu dalam diri para pelayan meneriakkan sinyal bahaya.


Sejujurnya para pelayan itu kini merasa heran. Entah apa alasannya, namun kedua sosok rupawan di hadapan mereka ini membiarkan mereka larut dalam suasana hening yang begitu mencekam untuk waktu yang cukup lama.


Dan hal itu pun semakin membuat para pelayan itu yakin bahwa nyawa mereka saat ini benar benar dalam bahaya.


Seorang pelayan yang tadi sempat mengantarkan makanan dan juga mencuri curi pandang kepada kaisar Zhuang pun kini mulai membuka suara. “Yang mulia, adakah sesuatu yang ingin anda sampaikan kepada kami?” Tanyanya dengan senyum indah yang tampak menggoda.


Dalam hati, pelayan itu tersenyum licik. Selama ini tidak ada satupun pria yang bisa menolak godaan godaan yang ia berikan, dan hal itupun membuat keyakinan dalam diri pelayan itu untuk memikat hati kaisar Zhuang semakin kuat.


Namun, sayang sekali!!....Bukannya tatapan penuh nafsu, kaisar Zhuang kini justru melemparkan tatapan tajam yang terkesan begitu merendahkan.


“Lancang!! siapa yang menyuruh mu berbicara?!! ”Bentaknya dengan penuh amarah.


Dan hal itu pun membuat pelayan tadi kembali menundukkan kepalanya dengan wajah yang pucat. “Sial!.... Bagaimana bisa ini terjadi?!! ” Gumamnya dalam hati.


Melihat amarah pada diri kaisar Zhuang, pelayan itu pun segera berkata. “Yang mulia, aku.... aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah! ” Tatapan matanya kini terlihat sedih, namun ada kilatan menggoda didalamnya. “Yang mulia, kau bisa memberi ku hukuman ‘malam ini’!! ” Ucapnya lagi yang mana ucapan itu membuat para pelayan yang lain membelalakkan matanya akibat rasa terkejut.


Pandangan sebagian pelayan yang masih memiliki pikiran waras pun kini melirik kearah An xia. Sosok cantik itu sampai saat ini terlihat begitu tenang dengan senyum tipis yang masih awet diwajahnya.


Namun, samar samar mereka juga dapat melihat kilatan membunuh dari kedua mata yang memancar kan sinar penuh arti itu.


Sedangkan di sisi lain, Kaisar Zhuang kini mengerutkan dahinya. Membentuk sebuah ekspresi marah yang menunjukkan rasa tidak suka.


Sekilas, ucapan pelayan tadi terdengar seperti seseorang yang bersedia bertanggung jawab atas kesalahan yang telah ia perbuat.

__ADS_1


Akan tetapi, penambahan kata ‘malam ini’ yang terselip dalam ucapannya menimbulkan artian lain dalam benak orang orang yang mendengarnya.


Ucapan payan itu jelas memiliki arti. ‘Kau bisa bersenang senang bersamaku malam ini! ’


Merasa di tantang, An xia yang sedari tadi hanya diam pun kini mulai berbicara. “Suamiku, nona pelayan ini menginginkan hukuman dari mu! ” Senyum tipis di wajahnya kini telah tergantikan dengan sebuah senyum penuh arti. “Jadi berikan hukuman sesuai yang ia inginkan, tidak baik jika harus membuat seseorang kecewa bukan? ”Ucapnya yang membuat kaisar Zhuang menatapnya dengan raut wajahnya tertegun.


Untuk beberapa saat, kedua pasangan suami istri itu saling memandang. Tatapan penuh arti yang mereka tunjukkan kepada satu sama lain itu seolah olah memberitahukan bahwa mereka saat ini sedang berkomunikasi melalui pikiran.


Dan hal itupun mengakibatkan perasaan tidak enak dalam diri para pelayan semakin memburuk.


Entah karena apa, tiba tiba suara tawa kecil dari kaisar Zhuang membuat para pelayan itu kembali tersadar dari lamunannya.


Pandangan kaisar Zhuang itupun kini beralih untuk menatap pelayan tadi. “Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan memenuhinya! ” Ucapnya dengan sebuah senyuman penuh arti yang terkesan mengerikan.


Melihat hal itu, tubuh keempat pelayan yang lain pun kini seketika menegang. Jelas kaisar itu saat ini pasti sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan!.... Naasnya pelayan yang berusaha menggoda kaisar Zhuang justru tidak menyadarinya sama sekali.


Tiba tiba, Para pelayan itu merasakan bahwa kepala mereka saat ini terasa sangat berat. Kedua mata mereka pun terbuka dan tertutup bagaikan orang yang menahan kantuk.


“A... Apa yang terjadi?!! apakah kami terkena racun?” Gumamnya yang semakin lama kesadarannya semakin menipis. “Tapi sejak kapan?!..... ini sungguh... ” Kesadarannya pun menghilang sebelah ia menyelesaikan ucapannya, dan hal itupun membuat tubuhnya seketika ambruk di lantai diikuti dengan yang lain.


...»»————>❀<————««...


Perlahan demi perlahan, mata mereka kini mulai terbuka. Dilihatnya sebuah ruangan tertutup dengan suasana gelap gulita yang hanya menyisakan secercah cahaya yang menyelinap dari cela cela ruangan.


Saat mereka ingin menggerakkan tubuh guna merenggangkan otot otot yang terasa kebas. Mereka pun kini baru menyadari bahwa kedua tangan dan kaki mereka saat ini telah terikat.


Mengetahui hal itu, raut wajah mereka pun seketika berubah panik. Mereka kini jelas sedang berada di tempat yang begitu berbahaya.


“Apa... apa yang terjadi dengan kita?! ” Tanya salah seorang pelayan wanita.


Seorang pelayan pria yang mendengar pertanyaan itu pun berkata. “Aku tidak tau, tapi sepertinya kita saat ini ada di dalam penjara bawah tanah! ” Ucapnya yang menjawab pertanyaan dari pelayan wanita tadi.

__ADS_1


Mendengar hal itu, pelayan yang lainpun sontak membelalakkan matanya. Apa yang terjadi hingga mereka berlima kini berada dalam penjara bawah tanah?


Pandangan mereka pun melirik sekitar. Dari cela cela ruangan, mereka dapat melihat seberkas cahaya keemasan yang menandakan bahwa saat ini sudah pagi.


Dan hal itupun mengungkapkan bahwa mereka telah berada di tempat ini untuk semalaman.


“Dimana dia?! ” Tanya salah seorang pelayan wanita lain secara tiba tiba.


Merasa heran, pelayan wanita yang lainpun balik bertanya. “Apa maksud mu? kau bicara apa? ” Tanyanya dengan dahi yang berkerut.


“Dia, pelayan yang menggoda kaisar itu semalam!..... dia tidak bersama dengan kita? ” Tanya pelayan tadi.


Pertanyaan pelayan itupun membuat pelayan yang lain sadar bahwa jumlah mereka saat ini hanya menyisakan empat dari lima orang.


Suara dari langkah kaki seseorang pun samar samar dapat terdengar oleh pendengaran tajam mereka yang memang telah terlatih itu.


Melalui cela dari dinding jeruji kayu, mereka pun dapat melihat bayangan seseorang yang perlahan lahan semakin mendekat.


Dan tak lama setelah itu, sosok cantik yang tampak begitu anggun dengan pakaian mewah bak permaisuri pun muncul.


Sosok yang sama dengan yang mereka temui di rumah hiburan malam tadi, hanya saja kini ia tampak begitu cantik dan bersinar dengan berbagai perhiasan mewah yang menghiasi rambutnya.


“Bagaimana? apakah kalian merasa nyaman di sini? ” Suara merdu yang begitu menggelitik hati itupun terdengar bagai alunan lagu.


Membuat mereka yang mendengarnya merasa terhipnotis untuk sesaat.


Merasa tidak ada jawaban, An xia pun kembali berkata. “Kenapa diam? ” tanyanya, kemudian tersenyum. “Oh! apakah bermalam di sini tidak nyaman?..... tapi aku lihat salah satu teman kalian yang lain begitu bersenang senang malam tadi! ” Ucapnya dengan di sertai kekehan kecil.


Nada yang An xia gunakan memang terdengar lembut, sama sekali tidak ada secuil amarah yang terkandung di dalamnya. Namun, kata kata yang ia gunakan barusan membuat para pelayan itu tau bahwa salah seorang pelayan wanita yang tidak bersama dengan mereka saat ini pasti dalam kondisi buruk.


Walaupun merasa takut, salah satu di antara mereka pun memberanikan diri untuk bertanya. “A... Apa... apa yang kau lakukan kepadanya?!.... da... dan kenapa kau membawa kami kesini?!! ” Suaranya terbata bata, bibirnya kini sedikit bergetar akibat rasa takut yang kian menjadi jadi. “Yang mulia, apa salah kami?! ” Tanyanya lagi.

__ADS_1


Suaranya yang begitu lirih dan dipadukan dengan wajah sedih itu seperti memiliki sihir yang menarik rasa iba dalam diri manusia.


__ADS_2