
Kedua mata tajam itu terus memandang sosok An xia yang tengah tertidur dengan pulas. Setatusnya yang seorang kaisar tidak membuatnya malu untuk duduk di lantai tanpa alas apapun hanya karena ingin melihat wajah An xia dari sudut pandang terbaik.
Tangan kaisar itu terjulur untuk mengusap wajah An xia, namun sebelum tangannya berhasil menyentuh wajah An xia.....
Sebuah tangan ramping terlebih dahulu menggenggam tangannya dengan erat. Tangan itu adalah milik An xia, dan tanpa sadar An xia meletakkan tangan kaisar itu di bibirnya yang merah dan menggoda itu.
Mata kaisar terbelalak, ia tidak pernah menyangka kalau gadis ini akan mecium tangannya dalam keadaan tidak sadar alias tertidur.
Kaisar itu merasakan kelembutan di bibir An xia, dan itu membuat jantungnya berdebar dengan sangat kencang.
Jika An xia sampai terbangun dan melihat ini maka sudah dipastikan ia akan di tendang keluar oleh gadis itu, namun di sisi lain kaisar itu merasa enggan untuk melepaskan tangannya dari rasa lembut di bibir itu.
Dan pada akhirnya kaisar itu memilih untuk membiarkan tangannya terus menempel di bibir An xia, dan itu ia lakukan dengan senang hati.
Soal resiko bisa di pikirkan nanti saja!!...
Kaisar itu tersenyum, kini senyumnya sedikit lebih lebar dari sebelumnya. Kebahagiaan yang ia rasakan saat ini seolah olah telah mencairkan gunung es di dalam hatinya.
Tidak hanya ciuman saja yang tangan kaisar itu rasakan, namun ia juga bisa merasakan sebuah nafas hangat yang berhembus secara teratur dan menerpa punggung tangannya itu.
“Seandainya yang kau cium bukan hanya itu, Sedandainya saja yang kau cium adalah__” Ucapan kaisar itu berhenti ketika ia merasakan jari telunjuknya kini masuk kedalam mulut An xia dan di gigit dengan sedikit keras.
“Sesss!!.... Lihatlah sekarang!, kau seperti seekor kucing saja!!” Gumam kaisar itu yang merasa lucu dengan tindakan An xia yang seperti ini.
Dengan perlahan lahan, kaisar itu mengeluarkan jari telunjuknya dari gigitan An xia. Ia sama sekali tidak merasa keberatan dengan tindakan An xia yang menggigitnya.
Kemudian ia mendekatkan wajahnya dengan wajah An xia, kaisar itu ingin memberikan sebuah kecupan kepada gaidis itu sebelum ia kembali ke istanah.
Namun di saat jarak kedua bibir itu tinggal satu inci, Kaisar menghentikan aksinya.
Ia kemudian kembali menegakkan tubuhnya, matanya terus menatap An xia dengan penuh harapan. “Aku tidak akan melakukannya tanpa persetujuanmu!!.... suatu saat kau sendirilah yang akan memberikannya, dan saat itu terjadi..... kau tidak akan pernah lepas dari kaisar ini!!” Ucap kaisar itu dengan penuh keyakinan.
Setelah mengatakan itu, kaisar Han kemudian langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu sebelum ia berubah menjadi gila.
•
•
•
•
•
Pagi harinya....
Atau lebih tepatnya pagi menjelang siang
An xia perlahan membuka matanya, kemudian ia menatap sekelilingnya. Awalnya ia sama sekali tidak merasa ada yang aneh, namun saat ia mengingat kejadian kemarin....
__ADS_1
Mata An xia terbelalak, bukannya ia kemarin tertidur di ruang kerja? lalu kenapa ia bisa sampai berakhir di kamar ini?...
Setelah An xia mengingat ingat kembali.... An xia sadar kalau saat itu ia dengan ceroboh tertidur begitu saja di hadapan seorang pria yang tidak lain adalah kaisar Han.
Waktu itu ia begitu mengantuk, kelopak matanya terasa begitu berat untuk dibuka, bahkan matanya terasa buram untuk melihat sangking mengantuknya.
An xia ingat karena tidak bisa menahan rasa kantuk, pada akhirnya ia tertidur...... namun di ruang kerjanya, saat bersama kaisar!!
Kemudian An xia baru menyadari kalau saat ini ada sebuah kain yang terasa berat dan sedang menyelimuti dirinya.
Kenapa kain selimut ini terasa berat?...
Setahunya ia sama sekali tidak memiliki selimut!...
Apalagi ini terasa sangat lembut dan nyaman.
Karena penasaran, An xia kemudian bangkit duduk dan melihat kain apa yang sedang menyelimuti tubuhnya itu.
Sebuah jubah berukuran sangat besar!!.... berwarna hitam dan memiliki sulaman emas di pinghirannya, terlihat sangat indah dan mewah...... Namun ini jelas milik keorang pria.
An xia ingat!!...
Jubah ini adalah jubah yang kaisar itu kenakan kemarin!!....
Deg!!.... apa itu artinya, yang membawanya kemari adalah kaisar Han? dan pria itu menyelimuti dirinya menggunakan jubanya?
Tanpa sadar, sebuah rona merah samar samar muncul di kedua pipi An xia, jantung An xia berdegup dengan sangat kencang saat memikirkan hal hal aneh.
Apakah dengan cara menngendongnya?
Atau menyeret dirinya?
Oh!! atau kaisar itu menyuruh Fai si kucing kecil untuk menggendongnya?
Dia tidak melakukan apapun kepadannya bukan?
An xiapun turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya dengan gonatai menuju pintu, bahkan jubah milik kaisar itu kini masih melekat di tubuh An xia.
Saat An xia membuka pintu, yang pertama kali ia lihat adalah Fai yang secara kebetulan akan mengetuk pintu itu.
“Ya...Yang mulia?!!” Panngil Fai dengan gugup.
Bagaimana Fai tidak gugup, di hadapannya saat ini sedang berdiri seorang gadis cantik yang baru saja bangun dari tidurnya.
Penampilan gadis itu sedikit berantahkan dengan rambut yang sedikit acak acakan namun masih terlihat sangat cantik..... bahakan sangat menggoda.
Apalagi dengan pakaiannya yang sedikit terbuka di bagian dada, namun untungnya ada sebuah jubah dengan ukuran yang lebih besar dari tubuh gadis itu yang menutup sebagian pemandangan yang berbahaya.
Tiba tiba mata Fai terbelalak saat melihat dan mengenali jubah milik siapa itu. “Jubah itu!!! bukankah itu milik yang mulia kaisar!!!.... dan apakah penampilan nona An ini karena ulah yang mulia kaisar?!!” Fai meneriakkan keterkejutannya di dalam hati.
__ADS_1
Jangan salah paham, penampilan An xia saat ini bukanlah ulah kaisar Han. Melainkan ini adalah ulah An xia sendiri yang banyak tingkah saat sedang tidur kemarin.
Namun apalah daya jika Fai memiliki pikiran dan hayalan sendiri....
Melihat arah pandang mata Fai itu, An xia langsung menutup bagian dadanya yang sedikit terbuka.
Gadis itu kemudian melotot kearah Fai. “Jaga pandanganmu itu jika kau masih ingin melihat dunia!!!” Ucap An xia dengan sarkasnya kepada Fai.
Fai langsung tersentak dari lamunannya saat mendengar perkataan An xia barusan, dengan tasa takut, malu, bercampur dengan gugup ia mengahlikan pandangannya ke samping.
“Ma...Maafkan bawahan yang tidak sopan ini yang mulia!!” Ucap Fai dengan perasaan campur aduk.
An xia masih menatap Fai, ia kemudian tersadar akan satu hal.
“Kenapa kau selalu memanggilku yang mulia? Aku bukan tuanmu!!, tuanmu adalah kaisar itu!!” Ucap An xia penasaran.
“Menjawab yang mulia, ini adalah printah dari yang mulia kaisat sendiri!!” Jawab Fai dengan jujur.
An xia mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban itu, kemudian ia ingat ada satu pertanyaan yang belum terjawabkan.
“Kucung kecil!! siapa yang membawaku kekamar semalam?” An xia bertanya kepada Fai.
Fai menghela nafas dalam hati, sampai kapan dirinya akan terus di panggil dengan julukan ‘Kucing kecil’ oleh gadis di hadapannya ini?!...
Apakah sampai saat kepalanya di penggal oleh kaisar itu karena kesalah pahaman?....
“Menjawab yang mulia, Semalam yang membawa anda kekamar adalah yang mulia kaisar!!” Fai menjawab sekai lagi dengan jujur.
An xia mengedipkan matanya beberapa kali, ternyata dugaannya benar!!!...
Dengan wajah yang memerah namun masih berusaha terlihat tenang, An xia kembali bertanya. “Dia... menggendongku?”
Fai menganggukkan kepalanya sebagai jawaban ‘Iya’.
Setelah itu, tanpa berkata apapun lagi An xia langsung saja pergi dan masuk di sebuah kamar mandi yang berada tepat di depan ruang kerja An xia.
Melihat gelagat An xia yang seperti itu membuat Fai semakin yakin dengan hayalannya.
“Sepertinya memang telah terjadi seauatu!!” Gumam Fai dengan wajah yang terlihat bersemangat.
****
Sedangkan di lanatai bawah saat ini, dua tuan muda dari keluarga terpandang di kekaisaran ini sedang duduk dan saling berhadapan.
Mereka berdua saat ini sedang berada di lantai dua, tepatnya di sebuah ruangan khusus untuk mereka saling berbincang bincang selagi melihat pertunjukan di lantai satu.
Namun tujuan mereka datang kesini bukanlah untuk melihat pertunjukkan ataupun menikmati hidangan hidangan mewah yang Yin lianhua sediakan.
Wajah kedua pria itu nampak sangat serius, mereka bahkan menyuruh pelayan pelayan yang melayani mereka untuk keluar dari ruangan.
__ADS_1
Sudah jelas kalau yang akan mereka bahas adalah sebuah hal yang sangat penting dan begitu rahasia.