
Fai berdiri dengan tubuh kaku di depan pintu kamar itu, jantungnya kini seperti tidak dapat berdetak saat mendengar suara suara aneh dari dalam kamar.
Tadinya ia kemari ingin memberitahukan sesuatu kepada kaisar Han, sebelum tangannya bisa menyentuh pintu itu, ia tiba tiba dibuat terkejut dengan suara suara yang terdengar begitu menggelitik jiwa dan raga dari dalam sana.
Semakin lama ia berdiri di sana, suara itu semakin menjadi. Ia bisa menjamin kalau itu adalah suara An xia dan kaisar.
Fai merasa resah dan gelisah, ia merasa begitu penasaran dengan kejadian yang kini sedang berlangsung di dalam kamar itu. Sesuatu dalam dirinya seperti membara, namun dengan sekuat tenaga ia tahan.
Mata Fai kini tertuju kepada pintu itu, pintu yang seakan akan ada hanya untuk menyembunyikan sesuatu di dalam sana dari penglihatannya.
“Ah!..... pelan pelan!!”
Suara itu semakin keras, dan hal itu berhasil membuat Fai panik, Pikirannya kini melayang kemana mana, dadanya terasa sesak di saat nafasnya mulai tidak beraturan.
Fai kemudian menutup kedua telinganya dengan telapak tangan, ia berusaha untuk tidak mendengar suara suara yang aneh itu.
Sungguh, dia adalah seorang pria yang masih lajang!!
Ia bisa gila jika terus di situ dan mendengarkan apa yang seharusnya tidak ia dengar, dan pada akhirnya Fai memilih untuk pergi dari sana. Mungkin itu adalah jalan yang terbaik.
*****
Di dalam kamar itu, kini An xia sedang berbaring di atas ranjang selagi sang kaisar duduk di tepi ranjang itu.
Mereka berdua sama sekali tidak melakukan hal hal aneh seperti apa yang Fai pikirkan itu.
Saat ini kaisar itu sedang meletakkan kaki An xia di atas pangkuannya selagi tangannya yang kini dengan telaten memijat pergelangan kaki gadis itu yang sedikit membengkak karena terkilir tadi.
“A-Zhu!! apakah sudah selesai?” An xia bertanya.
Kaisar itu masih sibuk memijat kaki An xia layaknya seorang budak, bahkan ia sama sekali tidak memperdulikan setatusnya yang seorang kaisar hanya untuk gadis kesayangannya itu.
Kaisar itu menurunkan kaki An xia dari pangkuannya dengan perlahan setelah selesai ia pijat.
“Sudah!! kakimu akan segera sembuh, mungkin akan sedikit bengkak tapi itu tidak apa apa!!” Ucap Kaisar itu dengan tetap memasang wajah datar.
An xia menganggukkan kepalanya, kemudian gadis itu mengibas ngibaskan tangannya seraya berkata. “Kalau begitu kau boleh pergi!!” Ucap An xia yang dengan berani mengusir kaisar itu layaknya majikan yang mengusir bawahannya.
Kesal, itulah yang kaisar itu rasakan saat melihat prilaku gadis itu kepadanya. Ia tidak terima, mau bagaimanapun ia adalah seorang Kaisar yang sangat di hormati.
Dengan kesal, kaisar itu menepuk kaki An xia yang terkilir tadi, walaupun tidak cukup kencang tapi itu tetap saja sakit.
“Aduh!!... apa yang kau lakukan?!!” Tanya An xia dengan kesal.
“Apa yang aku lakukan?” Kaisar itu mengulangi pertanyaan An xia dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Kaisar itu menatap An xia dengan tatapan yang tajam selagi berkata. “Kau!! kau berani mengusir kaisar ini setelah apa yang kaisar ini lakukan kepadamu?” Ia bertanya dengan tidak percaya, sifat gadis ini benar benar menyebalkan, namun sifat itulah yang membuatnya selalu membuatnya rindu akan sosok An xia.
An xia memutar bola matanya dengan malas tanpa merasa takut ataupun bersalah. “Heh!! aku tidak memintamu untuk melakukannya!!” Balasnya dengan wajah angkuh.
Kaisar itu semakin kesal dengan ucapan An xia, ia kemudian mendekati An xia dan naik keatas ranjang sehingga posisinya saat ini berada tepat di atas tubuh An xia, namun tubuh mereka tidak sampai menempel.
Kaisar itu menatap mata An xia, wajahnya kini nampak begitu kesal.“Kau iblis kecil yang tidak tau berterima kasih!!!” Makinya, kemudian ia kembali berkata. “Apakah kau tidak ingat saat kau tergelincir di sana?....saat itu kau tidak bisa berdiri lalu aku menggendongmu sampai kesini!!!” Kaisar itu semakin mendekat . “Dan tidakkah kau iangat apa yang barusan ku lakukan untukmu?.... aku memijat kakimu yang terkilir!!” Kaisar itu berkata sambil terus mendekatkan dirnya dengan perlahan ke tubuh An xia yang ada di bawahnya itu.
Sedangkan An xia menelan air liurnya dengan susah payah, jujur ia saat ini merasa sangat gugup kepada kaisar itu. Dan entah mengapa, ia sama sekali tidak bisa menolak saat kaisar itu semakin mendekat kearahnya.
“Lalu, kau mau apa?!!” An xia bertanya dengan gugup.
Kaisar itu semakin mendekat, entah sejak kapan tubuh kekar kaisar itu menindih tubuh mungil An xia.... Namun yang jelas saat ini yang menjadi pembatas antara mereka hanya beberapa helai kain yang mereka pakai saja.
An xia menahan nafasnya saat sebuah hembusan nafas hangat menerpa wajahnya, ia ingin berbicara namun lidahnya kini seperti mati rasa.
Kaisar itu mendekatkan bibirnya ke telinga An xia dan membisikkan sesuatu. “Aku akan memberimu hukuman karena telah bersikap buruk kepada kaisar sepertiku!!” Ucapnya tepat di telinga An xia.
Dan itu membuat An xia merasa geli, namun ia masih tetap berusaha untuk tenang. “Hukuman? aku sam__” Ucapan An xia tiba tiba terhenti saat bibirnya kini bersentuhan dengan bibir seorang pria.
Mata An xia terbelalak, gadis itu sangat terkejut dengan tindakan kaisar itu yang secara tiba tiba mencium dirinya.
An xia ingin memberontak, namun sesuatu dalam dirinya membuatnya tidak bisa melakukannya, ia tidak bisa menolak ciuman itu.
Tadinya Kaisar itu ingin memberikan sebuah kecupan singkat hanya untuk menghukum gadis itu, namun rasa lembut dan manis di bibir gadis itu membuatnya menginginkan lebih.
Dengan lembut kaisar itu mulai memainkan lidahahnya untuk menikmati rasa manis yang ada pada bibir An xia.
Lama kelamaan An xia juga mulai menutup matanya dan menikmati setiap permainan itu, bahkan tanpa sadar kini tangannya melingkar di leher kaisar itu dan mendorongnya untuk semakin mendekat.
Kaisar itu membuka matanya saat merasakan tangan An xia yang kini melingkar di lehernya dan mendoronya untuk semakin mendekat, hal itu berarti gadis ini tidak menolaknya, dan bahkan gadis ini menerima ciuman darinya.
Ia pun melanjutkan ciuman itu, Namun suara pintu ketukan pintu kamar tiba tiba terdengar dan mengejutkan mereka berdua dari kegilaan itu.
An xia baru sadar dengan apa yang ia lakukan, gadis itu dapat merasakan bibirnya yang kini terasa basah karena kaisar itu.
Begitu juga dengan kaisar, ia menjilat bibirnya yang memiliki rasa manis dari bibir An xia.
Untuk beberapa lama mereka berdua saling memandang, namun lagi lagi ketukan pintu itu kembali terdengar.
Kali ini, An xia mendorong tubuh kaisar itu untuk menyingkir dari hadapannya, namun saat ingin berdiri....
Tiba tiba kaisar itu menghentikannya. “Tunggu!! biar aku saja.” Ucapnya yang menghentikan gadis itu gara tidak turun dari ranjang.
An xia hanya mengangguk dengan kaku, gadis itu kini memegang dadanya yang berdegup dengan kencang, bahkan kedua pipinya kini merona merah karena malu.
__ADS_1
Kaisar itu membuka pintunya dengan perasaan kesal, bagaimana tidak? waktu dan momen berharga itu hilang hanya karena ketukan pintu dari manusia yang tak tau diri.
Pintu terbuka dengan cukup kencang, kini kaisar itu menatap tajam kearah tiga orang pria yang kini berdiri di hadapannya dengan wajah yang nampak terkejut.
“YANG MULIA KAISAR?!!” Ketiga pria itu berseru karena terkejut.
Kaisar itu menatap mereka dengan tatapan tajam. “Apa yang membuat kalian datang kemari di tengah malam seperti ini?!!” Kaisar itu bertanya dengan nada yang terkesan mengancam.
Ketiga pria itu masih mematung karena rasa terkejut mereka saat melihat sosok kaisar, namun yang membuat mereka lebih terkejut adalah.
“A-Zhu, siapa itu?” An xia bertanya.
Kaisar itu menoleh ke arah An xia, kemudian ia berkata. “Tuan Eiji, tuan mida Qiao, dan tuan muda Han datang kemari!” Jawabnya.
“Begitukah? kalau begitu kita bicara di ruang kerjaku saja!!” Ucap An xia yang kini berjalan dengan kaki pincang kearah pintu.
Kaisar itu langsung mendekat kearah An xia saat melihat gadis itu yang kesulitan untuk berjalan.
“Jangan berjalan jika masih terasa sakit!!” Ucap Kaisar itu yang semakin membuat pikiran mereka melayang kemana mana,
Kemudian Kaisar itu menggendong An xia tanpa memperdulikan orang lain yang kini sedang menatap kearahnya.
Mata An xia terbelalak, ia menepuk bahu kaisar itu pelan sambil berkata. “A-zhu!! cepat turunkan aku!! mereka melihatnya!!” Ucap An xia yang ingin memberontak.
Kaisarpun menatap ketiga pria itu dengan tatapan yang terkesan mengintimidasi. “Apakah kalian merasa keberatan?” Kaisar itu tidak bertanya, namun ia saat ini sedang mengancam.
Dengan kompak ketiga pria itu menggelangkan kepalanya.
****
Saat ini mereka sedang berada di ruang kerja An xia, suasana di ruangan itu terasa begitu canggung, semuanya orang di sana sama sama diam.
Tuan Eiji melirik An xia dan Kaisar itu sekilas. “Aku tau hubungan mereka memang tidaklah sederhana, tapi berada di dalam satu kamar pada malam hari?” Ia bergumam di dapam hati.
Sedangkan Qiao Feng dan Han Dong kini paham akan satuhal. Gadis itu adalah wanita kesayangan sang kaisar agung ini!!.... pantas saja Fai begitu ketat dalam menjaga gadis itu.
“Jadi, apa yang membuat kalian datang kemari?” An xia bertanya untuk memecah keheningan.
Di sini, tuan Eijilah yang paling tua, jadi dialah yang menjawab. “Kami dengar kalau kau sudah mendapatkan informasi tentang Bai Zhen, jadi kami kemari untuk melihatnya!!” Ucapnya yang menjawab pertanyaan itu.
“Di tengah malam seperti ini? kenapa tidak besok saja? kalian benar benar tidak sopan!!” Ucap Kaisar dengan marah.
Ketiganya hanya bisa terdiam, mana mereka tau kalau kaisar itu juga sedang berada di sini.
Dalam hati ketiga pria itu saat ini sedang memaki maki Fai, jika pengawal itu memberitahu mereka alasan mengapa ia melarang mereka masuk, maka ini tidak akan terjadi!!.
__ADS_1