Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Pertunangan!


__ADS_3

Mendengar perkataan Ayahnya itu, kini sudah waktunya bagi An Xia untuk memasang wajah lega. “Aku percaya kepadamu, Ayah! ” Ucapnya dengan senyum lembut.


Namun, saat saat berikutnya, senyuman itu menghilang. “Namun, bisakah aku percaya kepada pangeran kedua dan putri Li yue xi? ” An Xia bertanya dan memalingkan wajahnya.


Menghindari tatapan An Changyi yang terlihat begitu kesulitan saat mendengar pertanyaan darinya.


“Xia’er!.... ” Panggil An Changyi dengan suara lirih.


Pria itu ingin sekali menjawab pertanyaan putrinya, namun ia tidak tau jawaban apa yang paling tepat.


Sejujurnya, An Changyi juga sedikit merasa ragu!..... putri dari Kerajaan barat, putri Li yue xi itu adalah gadis yang cantik. Tidak hanya cantik, namun dirinya adalah seorang putri.


Menjadikan gadis seperti itu sebagai seorang istri adalah sebuah keberuntungan bagi para pangeran untuk mencapai Tahta kaisar.


Melihat ayahnya yang terdiam seperti itu, untuk sesaat An xia tersenyum penuh arti. “Ayah, aku akan kembali! ” Kemudian, ia berbalik. Namun, sebelum melangkah pergi ia berkata. “Apapun yang terjadi, maka terjadilah!” Gumamnya lalu melangkah pergi.


Meninggalkan An Changyi yang merasa tertegun dengan gumaman putrinya yang ia dengar secara tidak sengaja.


Pandangan An Changyi kini masih tertuju kepada sosok An Xia yang perlahan mulai menjauh dan menghilang dari balik pintu. “Entah mengapa, firasat ku mengatakan kalau sesuatu yang besar akan terjadi sebentar lagi!” Gumamnya dalam hati.


...»»————>❀<————««...


Ke esokan harinya, rombongan keluarga An kini telah berada di perjalanan menuju istana.


Di dalam sebuah kereta, An Xia dan An chen kini nampak sedang membicarakan sesuatu yang serius.


“An chen, setidaknya bisakah kau diam dan berhenti bertanya?.... kau akan mengetahuinya sendiri nanti! ” Tegur An Xia saat adik kecilnya itu tidak henti hentinya melemparkan sejumlah pertanyaan berturut-turut.


Nampak An chen saat ini mengerutkan keningnya dengan kesal, bibirnya kini juga mengerucut dan membentuk sebuah ekspresi wajah yang lucu. “Apa salahnya jika aku bertanya?..... jika aku tau maka aku bisa mempersiapkan diri untuk tidak terkejut nanti!” Gerutunya sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


Melihat itu, An xia pun hanya bisa menggeleng geleng kan kepalanya. “Kau hanya perlu melakukan apa yang sudah aku jelaskan tadi! ”Ucapnya lalu mengacak acak rambut An chen dengan gemas.

__ADS_1


Mendengar itu, An chen mendengus dan berkata. “Itu adalah hal yang mudah!!.... kakak, kau terlalu meremehkan ku sehingga memberiku peran kecil!!” Ucapnya dengan begitu ketus.


Sebelum An Xia sempat menjawab dan baru membuka mulutnya untuk bersuara. Tiba tiba ia merasakan kereta kuda yang ia tumpangi saat ini berhenti.


“Nona, tuan muda!... kita sudah sampai! ” Ucap sang kusir dari luar.


“Aku mengerti! ” Jawab An xia, kemudian melirik ke arah An chen. “Berhenti memasang wajah seperti itu, sudah waktunya kita turun!! ” Ucapnya yang menegur.


An chen berdiri dan akan keluar dari kereta kuda. Saat ada seorang pelayanan yang akan membantunya untuk turun, dengan sikap kekanak kanakan nya An chen justru melompat dan turun dari kereta.


“An chen, jaga sikap! ” Tegur An Xia sekali lagi.


Bukannya merasa takut atau bersalah, An chen justru tersenyum manis. Tangan kecilnya terjulur kearah An Xia sambil berkata. “Kakak kedua, biarkan adikmu ini menunjukkan baktinya kepadamu!” Ucapnya yang mengundang gelak tawa bagi orang orang sekitar.


Melihat itu An Xia pun terkekeh dan menerima uluran tangan adiknya lalu turun dari kereta dengan begitu hati hati. “Terimakasih An chen, kau begitu perhatian! ” Pujinya yang membuat senyum di wajah adiknya itu semakin lebar.


An yueyin yang melihat keakraban antara putrinya An xia, dan putranya An chen itu tersenyum. “Senang melihat mu begitu perhatian terhadap saudarimu, An chen!” Kemudian, senyum di wajah wanita itu luntur dan di gantikan dengan raut wajah sedih. “Kau bahkan tidak pernah bersikap semanis itu kepada ibumu! ” Ucapnya yang menyendiri.


Membuat ibunya, An yueyin tertawa garing lalu berkata. “Dasar!!.... kau hanya menyayangi kakak kedua mu! ”


Tiba tiba, dari arah samping seorang pelayan datang dan berkata. “Jenderal besar! ” Panggilnya kepada An Changyi.


Sedangkan An Changyi yang merasa di panggil pun menoleh. “Ah!... baiklah, aku mengerti. ” Ucapnya kepada pelayan itu, lalu ia melirik ke arah keluarganya. “Sebaiknya kita segera pergi ke aula istana, bukanlah hal yang baik jika kita datang di paling akhir! ”


Setelah mengatakan itu, An Changyi pun melangkah pergi dan diikuti oleh yang lain.


...»»————>❀<————««...


Saat mereka telah berada di aula istana, bisa dilihat kalau saat ini sangat kaisar dan permaisuri telah berada di atas tahtanya.


Begitu juga dengan para pangeran yang telah menepati posisinya masing masing.

__ADS_1


Saat An Xia memasuki aula bersama dengan keluarganya, ia bisa merasakan kalau tatapan sebagian besar orang orang kini tertuju kearahnya.


Dan secara tidak sengaja, pandangan An Xia bertemu dengan pandangan pangeran kedua yang saat ini tengah tersenyum kearahnya.


Melihat itu, An Xia pun membalasnya dengan sebuah senyuman yang begitu indah. Membuat pria mana pun yang melihatnya akan terlena.


Di sisi lain, putri Li yue xi yang melihat An Xia yang menjadi pusat perhatian pun mengepalkan kedua tangannya. Kemudian ia melirik ke arah kakaknya, pangeran Li Guang Fu yang saat ini juga tengah menatap ke arah An Xia dengan penuh minat.


“Ja**ng sialan itu, dia lebih mirip seperti rubah betina yang suka menggoda pria!!! ” Geramnya dalam hati yang merasa tidak terima jika perhatian semua orang hanya tertuju kepada An Xia dan bukan dirinya.


Setelah memberikan salam kepada sang kaisar dan permaisuri, An Xia beserta yang lain pun segera duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Di belakang An Xia kini terdapat Annchi dan seorang pelayan lain darin istana. Sedangkan di samping nya duduklah si kecil An chen yang selalu menempel kepadanya seperti sebuah bayangan.


Kedua mata An Xia kini melirik dan memperhatikan sekitarnya. Kursi kursi yang tadinya kosong kini telah terisi, menandakan kalau sebentar lagi acara akan segera di mulai.


Dan benar saja, selang beberapa saat. Kaisar, sang pria agung itu berdiri dari duduknya dan berkata. “Pangeran ketiga, putri Li yue xi. Kemarilah!” Perintahnya dengan sebuah senyum lembut.


Pangeran ketiga Zhang Li Kun dan putri Li yue xi pun berdiri dari duduknya dan melangkah mendekat ke arah kaisar.


Saat mereka berdua telah mendekat, permaisuri pun berdiri dari duduknya dan menyatukan tangan pangeran ketiga dan putri Li yue xi agar mereka saling bergandengan.


“Pangeran, putri!.... hari ini, kalian akan terikat dengan hubungan pertunangan. ” Ucap permaisuri, kemudian sang wanita agung itu tersenyum lembut. “Dan itu artinya, cepat atau lambat kalian berdua akan segera menikah! ” Ucapnya lagi.


Sang kaisar menganggukkan kepalanya, merasa setuju dengan ucapan istrinya itu. “Ngomong ngomong soal pernikahan, aku masih memiliki sesuatu untuk di umumkan... ” Ia berhenti untuk sesaat dan melirik ke arah pangeran kedua Zhang Liang dan An Xia secara bersama. “.... Telah aku tetapkan, pernikahan antara putraku, pangeran kedua dan nona pertama An akan dilaksanakan seminggu lagi! ” Ucapnya lagi dengan begitu lantang.


Orang orang yang mendengarnya pun mulai saling berbisik. “Satu minggu?!!.... tidakkah itu terlalu cepat?!!” Bisik seorang tuan muda kepada orang di sampingnya.


Sedangkan orang yang di ajak bicara itu pun mengangguk setuju. “Itu sangat cepat!... aku yakin ini pasti karena pangeran kedua yang begitu tidak sabaran! ” Gerutunya seraya mendengus kesal.


Seorang pemuda yang lain pun menyahut. “Tidak heran jika pangeran kedua begitu tergesa-gesa .... ” Pandangannya kini melirik sosok cantik An Xia yang kini tengah saling bertatapan dengan pangeran kedua. “.... Nona pertama An, gadis itu sungguh luar biasa!!.... jika aku berada di posisi pangeran kedua, jelas diriku ini akan melakukan hal yang sama. ” Ucapnya sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


__ADS_2