Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Tidak pekah!!


__ADS_3

Tidak ada rasa takut dan terkejut, An xia dengan santainya memberi hormat kepada kaisar itu seakan akan ia bukanlah penjahat yang telah membuat kekacauan di wilayahnya.


Setelah memberi hormat, An xia kembali menegakkan tubuhnya, matanya menatap lurus kearah kaisar itu yang kini juga tengah menatap dirinya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Untuk sekilas, ada sebuah rasa kagum yang An xia rasakan saat menatap kaisar itu. Di bawah sinar rembulan, wajah rupawan bak dewa milik kaisar itu..... bagai sebuah lukisan yang dilukis tuhan dengan penuh kehati hatian.


Sempurnah!!....


Itulah satu kata yang sempat terlintas didalam benak An xia saat memandang kaisar itu. An xia bisa merasakan ada sesuatu hal yang sangat menarik dalam diri kaisar itu.


Mata mereka saling bertemu untuk waktu yang cukup lama, dalam hati mereka saling mengagumi satu sama lain.


Kaisar itu melangkahkan kakinya, pandangannya maish terus terpaku kepada sosok An xia, wajah kaisar itu datar, namun jantungnya kini berdebar dengan sangat kencang.


Kaisar itu menghentikan langkahnya tepat di hadapan An xia, tangan kekarnya terulur dan menyentuh pipi An xia dengan lembut.


Mata kaisar itu terus menelusuri setiap inci wajah An xia, walaupun berdandan bak seorang pria, namun kecantikan gadis ini sama sekali tidak bisa di samarkan.


Tatapan dingin yang bisa kaisar itu tunjukkan kini hilang dan digantikan dengan tatapan yang sedikit lembut.


An xia membelalakkan matanya saat merasakan sebuah tangan kekar milik seorang pria yang kini menyentuh pipinya dengan lembut.


Dan lebih anehnya, An xia sama sekali tidak merasa terganggu dengan sentuhan itu. Perasaan yang ia rasakan saat ini begitu berbeda dengan saat pangeran kedua ataupun putra mahkota yang menyentuhnya.


Kali ini sama sekali tidak ada rasa jijik dan kesal, justru ada sebuah perasaan yang menggelitik di dalam hatinya..... perasaan bahagia, itulah yang An xia rasakan.


“Apa kau baik baik saja?” Tiba tiba suara dingin itu membangunkan An xia dari lamunannya.


An xia mendongakkan kepalanya untuk menatap Kaisar itu, wajahnya merona saat menyadari jarak diantara mereka berdua begitu dekat.


Dengan gugup An xia menganggukkan kepalanya seraya berkata. “Iya! aku baik baik saja.” dan tanpa sadar, An xia tidak menyamarkan suaranya, alhasil kini suara merdu kahs seorang wanitalah yang terdengar.


Dan hal itu mengejutkan mereka yang memang belum tau kebenaran tentang An xai.


Tuan Eiji menarik nafasnya dalam dalam, ia berusaha menekan keterkejutannya agar tidak menyakiti jantungnya yang sudah tua itu.


Bibir tuan Eiji begetar saat berkata. “Bocah ini.... seorang gadis?!!” Ia bertanya karena merasa tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Tuan Eiji menatap sang Kaisar Han, tatapan itu seperti menuntut sebuah jawaban.

__ADS_1


Kaisar itu menganggukkan kepalanya, mengiyakan apa yang ada dalam pikiran pria paruh baya berdarah Jepang itu.


Tubuh tuan Eiji melemas, ia hampir saja jatuh kebelakang jika saja anak buahnya tidak menangkap tubuhnya tepat waktu.


Kini pikirannya melayang kemana mana, ia menatap An xia dengan tatapan bodoh.


Jadi selama ini pemuda yang ia kagum kagumi adalah seorang gadis?..... pemuda dengan kepintaran dan kemampuan bertarung yang luar biasa.... sebenarnya adalah seorang gadis?.... pemuda yang kini menjadi salah satu orang terkaya di kota dalam waktu semalam adalah seorang gadis?...


Tuan Eiji menelan air liurnya susah payah, tenggorokannya terasa begitu kering akibat terserang rasa terkejut yang luar bisa.


Bahkan ia hampir saja muntah darah sangking terkejutnya


Tidak pernah dalam seumur hidupnya ia mendengar ada seorang wanita yang bisa melakukan semua hal seperti ini.


Sedangkan saat ini An xia masih menatap mata tajam kaisar itu, rasa rasanya ia pernah melihat mata itu, mata tajam dan dingin bagaikan mata elang.


Rumah bordir!!....


Tiba tiba An xia teringat dengan tempat itu, dan kemudian ia menyadari kalau pria bercadar yang telah berhasil membuka kedoknya adalah sang kaisar Han.


Tangan An xia terangkat untuk menyentuh tangan kaisar yang ada di pipinya, An xia menjauhkan tangan kaisar itu, matanya kini menatap kaisar itu dengan penuh curiga.


Mendengar pertanyaan dari An xia, kaisar mengangkat salah satu alisnya, ia merasa heran.... bukankah sudah jelas kalau semua yang ia lalukan adalah sebuah bentuk dari rasa perduli, rasa suka dan rasa ketertarikan?.....


Tidakkah gadis ini mengeri?!


Kaisar itu kembali memasang wajah datarnya, sedikit merasa kesal dengan ketidak pekahan An xia.


Kaisar itu menatap An xia dengan dingin seraya berkata. “Memang kenapa?.... apa itu tidak boleh?” Tanya kaisar itu dengan dingin.


An xia melipat kedua tangannya di depan perut, dan dengan angkuhnya ia berkata. “Maka jangan mengharapkan balas budi dariku!! karena ini adalah inisiatif yang mulia kaisar sendiri!!” Ucapnya tanpa rasa takut sedikitpun.


Inilah sifat An xia yang selalu membuat kaisar itu merasa tertarik kepadanya.


Kaisar itu menaikkan dagunya, ia berusaha menunjukkan kalau dirinya jauh lebih sombong dari An xia. “Kaisar ini tidak pernah mengharapkan balas budi dari gadis kecil sepertimu!!” ucapnya sambil mendengus sebal.


Mereka berdua saling bertatapan, sama sekali tidak berkedip sedikitpun, tidak ada di antara mereka berdua yang ingin mengalah, kedua orang itu sama sama keras kepalanya.


Kontak mata antara An xia dan kaisar itu baru berhenti saat mendengar ada seseorang yang bersuara.

__ADS_1


“Maafkan bawahan ini yang mengganggu kedua yang mulia, namun bagaimana dengan mayat mayat ini?” Itu adalah suara Fai yang bertanya.


Kaisar itu mengahlikan tatapannya dari An xia, dan kini ia menatap Fai dengan datar. “Bakar saja!! sekalian dengan kediaman ini juga!!” Ucap Kaisar itu dengan sarkasnya.


Fai mengangguk patuh, ia kemudian pergi mencai minyak untuk membakar kediaman ini beserta mayat mayatnya sekalian.


Sedangkan An xia kini berjalan mendekati tuan Eiji. “Apa tuan Eiji baik baik saja?.... aku harap kau tidak akan mati konyol sebelum menikmati harta harta ini!!” Ucap An xia dengan santainya.


Tuan Eiji yang baru berhasil keluar dari keterkejutannya itu kini menatap An xia dengan kesal. “Gadis muda! umurku masih panjang, tidak mungkin aku akan mati hanya karena hal seperti itu!!” Ucapnya remeh.


Mendengar perkataan prai itu, An xia memutar bola matanya malas. “Kalau begitu kita pergi saja dari tempat ini!! aku harus mencari penginapan dulu.” Ucap An xia kepada tuan Eiji.


Tuan Eijipun menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


An xia kemudian kembali menghadap kaisar, dengan sikap tenang An xia berkata. “Yang mulia! urusan kami di sini telah selesai, jadi kami pamit undur diri!!” Ucap An xia dengan sopan.


Kaisar itu mendengus dalam hati, gadis itu tadi begitu sombong, dan dalam sekecap sifat sombongnya berubah menjadi sikap sopan.


Benar benar manusia dengan seribu topeng!!


Kaisar itu melambaikan tangannya, dengan wajah acuh ia berkata. “Terserah!!” Ucap Kaisar itu singkat.


Walaupun wajahnya tampak acuh, sebenarnya kaisar itu sedari tadi mengharapkan sebuah ucapan terima kasih yang sederhana dari An xia.


Namun rupa rupanya gadis itu sama sekali tidak mau berterimakasih!!!....


Tanpa merasa bersalah karena telah membuat hati seseorang kecewa, An xia bersama rombongan tuan Eiji langsung saja pergi dari tempat itu.


Sedangkan Kaisar Han yang melihat gadis kesayangannya pergi begitu saja hanya bisa menahan dan menelan kembali rasa kesalannya dalam hati.


“Gadis itu!!.... dasar tidak pekah!!!” Kaisar itu menggerutu dalam hati.


Mata tajam kaisar itu terus memperhatikan punggung An xia yang semakin lama semakin menjauh dan menghilang dibalik dinding, dan secara bersamaan, Fai tadang dengan beberapa kendi berisi minyak tanah.


Kaisar itu kemudian menatap Fai dengan marah, karena masih merasa kesal kaisar itu menjadikan bawahanya sebagai sasaran untuk melampiaskan amarah.


“Kenapa lama sekali?!!... cepat bakar semua ini sampai habis tak tersisa!!!” Teriak Kaisar itu kepada Fai yang malang, dan setelah meneriaki Fai, kaisar itu langsung pergi begitu saja.


Fai menghelah nafas berat dibuatnya, sungguh malang sekali nasipnya sampai sampai dijadikan bahan pelampiasan kaisar itu.

__ADS_1


__ADS_2