Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
pertunjukan yang menarik?


__ADS_3

Tanpa memberikan aba aba terlebih dahulu, Kaisar Zhuang secara tiba tiba menerkam bibir manis nan lembut milik istrinya itu dengan rakus.


Kedua tangannya pun kini tak tinggal diam. Ikat pinggang An xia kini benar benar di tarik lepas, membuat pakaian yang ia kenakan menjadi sedikit terbuka.


“Yang mulia__ehmp!! ” Ia ingin berbicara, namun ******* pada bibirnya itu seolah olah menyegel mulutnya. Membuatnya hanya bisa terdiam dan mengikuti permainan yang suaminya itu lakukan.


Salah satu tangan Kaisar Zhuang pun kini berada di pinggang ramping An xia selagi tangan yang lain meraba kesana dan kesini. “Malam ini jadilah gadis baik!....” Tubuh mereka kini semakin merapat, lidah mereka pun saling beradu dan menyalurkan setiap rasa pada satu sama lain. “.... Aku janji akan melakukannya dengan lembut! ” Ucapnya lagi, kemudian membawa tubuh istrinya itu untuk berbaring di atas ranjang.


An xia kini menatap Kaisar Zhuang dengan tatapan sayu, kedua tangannya pun kini berada di dada bidang pria itu untuk mencegah agar ia tidak terlalu menindih tubuhnya. “Tidak, Jangan posisi ini!...” Ia menggelengkan kepalanya, memperlihatkan ekspresi memelas pada wajah cantik nya. “.... aku mohon ganti yang lain, aku merasa tidak nyaman! ” Ucapnya lagi.


Sedangkan Kaisar Zhuang yang melihat ekspresi menggoda pada istrinya itupun mengerang rendah. Matanya yang tajam itu dapat melihat dengan jelas bagaimana bibir manis itu bergerak dan memohon kepadanya. “Kau__” ucapannya tersendat selagi kedua tangannya terkepal erat. “Tahan! dia sekarang sedang mengandung anakmu!.... kau harus menahan diri!! ” Gumamnya dalam hati, yang memperingatkan diri sendiri.


Perlahan, ia mulai menghela nafas panjang. Berusaha untuk memadamkan api yang terlalu membara dalam dirinya akibat tindakan sang istri. “Jika itu yang kau mau, maka baiklah! ” Turut nya, lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di kening An xia.


Kali ini ia harus melakukannya dengan lembut. Walau bagaimanapun ia juga harus memikirkan kondisi janin dalam perut istrinya itu. Lagipula bermain secara perlahan juga bukanlah sebuah ide yang buruk, setidaknya mereka bisa menikmatinya dengan santai bukan?


...»»————>❀<————««...


Di pagi hari, An xia kini mulai terbangun dari tidurnya. Kedua matanya yang terpejam pun kini mulai terbuka dan tertutup secara perlahan, berusaha untuk menyesuaikan cahaya pada ruangan yang nampak sedikit gelap itu.


Namun saat ia akan beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri, sebuah pelukan erat dari arah belakang pun tiba tiba menghentikan pergerakannya. Membuat An xia yang merasa penasaran pun membalikan badannya untuk menatap sosok yang saat ini sedang memeluk erat dirinya.


“Apa yang kau lakukan?.... cepat lepaskan aku! ” Ucap An xia yang memberi perintah kepada sosok tampan yang berbaring di sampingnya itu.

__ADS_1


Mata Kaisar Zhuang yang semula tertutup kini perlahan mulai terbuka di saat pendengarannya menangkap suara merdu sang istri.


Melihat bahwa wanita nya itu kini sedang memberontak dan berusaha untuk melepaskan diri darinya, Kaisar itu pun tersenyum lucu dan berkata. “Ini masih terlalu pagi, tidurlah lebih lama!.... atau kau masih ingin melanjutkan yang semalam? ” Ucapnya, dengan sebuah senyuman menggoda.


Melihat hal itu, An xia pun kini mulai mengerutkan dahinya. Ekspresi yang ia tunjukkan saat ini benar benar terlihat marah, namun juga terlihat menggemaskan di saat yang bersamaan. “Aku mengandung anakmu, namun kau dengan kejamnya terus menyiksaku! ” ia terdiam, menatap tajam pada sang suami yang kini juga menatap dirinya dengan tatapan penuh arti. “Sepertinya aku harus membawakan beberapa selir untuk kau mainkan!!”Ucapnya lagi dengan ketus.


Merasa tidak senang dengan apa yang An xia katakan, Kaisar Zhuang pun mendaratkan sebuah ciuman singkat untuk membungkam mulut istrinya itu. “Aku tidak membutuhkan selir, lagipula cepat atau lambat mereka akan mati di tanganmu! ” Ucapnya yang membalas perkataan An xia tadi.


Sedangkan An xia yang merasa tersindir pun kini mendengus kesal. Pelukan yang suaminya itu berikan benar benar erat, seperti sebuah borgol yang membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali. “Kau berkata seakan akan aku adalah seorang pembunuh! ” Ia kembali memberontak, berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan erat itu. “Cepat lepaskan aku, jika tidak aku akan membuatmu menyesalinya!! ” Ucapnya lagi dengan nada penuh ancaman.


Mendengar hal itu, bukannya merasa takut atau menuruti apa yang An xia mau. Kaisar Zhuang justru tersenyum licik, kemudian dengan nakal ia mulai menggoda tubuh istrinya itu dengan beberapa sentuhan sentuhan sensitif. “Oh? aku ingin lihat bagaimana caramu untuk membuat ku menyesal! ”Ucapnya, yang berusaha untuk memancing tindakan An xia.


Namun, tanpa di duga sebuah gigitan tajam pun mendarat di pundaknya. Membuatnya sedikit mengerang rendah di saat gigi tajam istrinya itu berusaha untuk mengoyak kulit dan dagingnya. “Kau berani mengigit ku?! ” Ia bertanya dengan tidak percaya.


Kedua mata Kaisar Zhuang kini melirik An xia dengan tajam, kerutan di dahinya pun kini mulai timbul di saat sebuah rasa tertentu mulai bangkit dari dalam dirinya. “Percayalah bahwa aku sama sekali tidak merasa keberatan jika kau mengigit ku seperti ini!... ” Ucapannya itu terhenti untuk sesaat, kemudian ia melanjutkan. “...namun jika kau teruskan, maka jangan salahkan aku jika kita melewatkan pertunjukan menarik yang telah aku janjikan semalam!! ” Ucapnya lagi.


Mendengar hal itu, An xia pun segera menghentikan aksinya. Kemudian, ia kini mulai menatap Kaisar Zhuang dengan ekspresi penuh tanya. “Pertunjukan apa yang kau maksud? ” Ucapnya yang benar benar tidak tau mengenai hal ini.


...»»————>❀<————««...


Sebuah kepala kini menggantung di sebuah tiang kayu yang terletak di tengah tengah kota. Membuat beberapa orang yang merasa penasaran pun mulai mendekat dan mengerumuni are itu.


Di bawah tiang kayu itu juga terdapat sebuah tubuh yang diletakkan di atas tumpukan kayu kering. Ada beberapa prajurit dari istana yang terlihat sibuk menumpuk kayu dan menyiram minyak tanah di atas tubuh tak bernyawa itu.

__ADS_1


Beberapa orang yang melihatnya itupun mulai berbisik bisik dan membicarakan mengenai hal apa yang sedang terjadi saat ini.


“Apakah mereka akan membakarnya? ” Tanya salah seorang wanita dengan nada berbisik.


Sedangkan seorang wanita lain yang mendengar itupun kini menganggukkan kepalanya dan berkata. “Dia adalah seorang pengkhianat, karena itulah Kaisar menjatuhkan hukuman berat kepadanya! ” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan tadi.


Kemudian, seorang pria yang secara kebetulan berdiri di dekat kedua wanita itu tadi dan dengan tidak sengaja mendengar obrolan mereka berdua pun kini membuka suara. “Aku dengar dia adalah tuan besar shen!.... kemarin ia datang ke istana lalu membuat keributan, dan hal itupun membuat yang mulia Kaisar murka, di tambah lagi ia mengatakan hal yang tidak tidak mengenai permaisuri An!!” ucapnya yang membuat kedua wanita tadi menoleh dan menatap kearahnya.


“Kau juga mendengarnya?...” Tanya salah satu dari dua orang wanita tadi. “.... Tuan besar shen menuduh permaisuri An atas kematian kedua putrinya, namun semua orang di kota tahu bahwa hal itu sama sekali tidak benar!....mana mungkin seorang wanita yang begitu lembut dan penuh kasih dapat bertindak sekejam itu?!!” Ucapnya lagi dengan kesal.


Bagaimana pun An xia adalah seorang permaisuri, dan tentunya ia secara otomatis akan menjadi idola dan panutan bagi sebagian besar wanita di berbagai kalangan.


Tak heran bila tuan besar shen kini menerima kecamatan dari masyarakat!..... apalagi statusnya yang seorang pengkhianat saat ini.


Dan tanpa di sadari siapapun, sosok An xia kini tengah berdiri dan menunggu dengan santai di antara kerumunan orang orang itu.


Tatapan matanya terlihat begitu dingin dan datar, wajahnya pun sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Bahkan, ia sama sekali tidak merasa ngeri ataupun takut saat melihat tubuh tanpa kepala yang tengah menjadi tontonan saat ini.


“Apakah mereka masih lama?.... mau sampai kapan aku harus menunggu hingga pertunjukannya dimulai?!! ” Ia bertanya dengan nada kesal pada sosok pria yang berdiri tepat di belakangnya.


Sosok itu adalah kaisar Zhuang, pakaian sederhana yang pria itu kenakan membuatnya tidak terlalu mencolok di antara kerumunan.


Melihat sang istri yang begitu tidak sabaran, kaisar itupun tersenyum dan berkata. “Lihatlah, api sudah mulai dinyalakan! ” ucapnya, sambil menunjuk ke suatu arah.

__ADS_1


__ADS_2