
An xia yang melihat ekspresi kurang mengenakkan dari wajah suaminya itupun kini sedikit mengerutkan dahi. Merasa penasaran, ia pun sedikit menengok dan berusaha untuk melihat apa isi dari surat itu.
Namun sebelum ia dapat membacanya, kaisar Zhuang terlebih dahulu mencengkram kertas kecil itu dan membuangnya kesembarang arah dengan kesal. “Bajingan, kali ini dia benar benar telah menantang ku!!!” Geramnya, dengan kedua tangan yang mengepal erat.
Melihat hal itu, salah satu tangan An xia pun terangkat dan menyentuh dada suaminya itu dengan lembut, kemudian ia berkata. “Tenanglah!... ” Ucapnya, kemudian melirik kertas kecil yang suaminya buang tadi. “.... Kenapa kau begitu marah?... sebenarnya apa isi dari surat itu?! ” Ucapnya lagi yang bertanya dengan raut wajah heran.
Merasa bahwa di sini bukanlah tempat yang tepat untuk membahas masalah sepenting itu, kaisar Zhuang pun berkata dengan nada rendah. “Nanti aku akan menjelaskannya... ” ia terdiam untuk sesaat, berusaha untuk menahan emosi yang akan meledak ledak dalam dirinya. “.... Untuk sekarang, sebaiknya kita segera kembali ke istana! ” Ucapnya lagi, dengan wajah datar nan dingin.
...»»————>❀<————««...
Gerbang istana kini terbuka, mempersilahkan sepasang suami-istri itu untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam wilayah Istana dengan beberapa penjaga yang mengikuti mereka dari belakang.
An xia sedari tadi hanya terdiam dan memperhatikan raut wajah kaisar Zhuang. Suaminya itu kini terlihat begitu dingin, membuatnya sedikit merasa enggan untuk membuka mulut dan mengatakan sesuatu.
Baru saja gerbang istana itu kembali tertutup dengan rapat, namun kaisar itu langsung membalikan badannya dan menatap kearah An xia dengan tatapan tegas. “Kau beristirahatlah terlebih dahulu, ada urusan yang harus aku selesaikan!” Ucapnya, yang lebih terdengar seperti sebuah perintah.
Heran dengan setiap perubahan sikap yang suaminya itu tunjukan kepadanya, An xia pun mengerutkan dahinya dengan tidak senang. Kemudian, wanita itu memberanikan diri untuk bertanya. “Bukannya tadi kau bilang akan menjelaskan semua yang__”
“Seseorang, antar permaisuri untuk kembali ke kamarnya!.... pastikan ia beristirahat dengan baik!! ” Ucap kaisar Zhuang yang menyela kata kata An xia dan memberi perintah kepada beberapa pelayan yang ada di sana.
Kemudian, kaisar Zhuang pun segera melangkah pergi tanpa mau melihat dan mendengar respon dari istrinya itu.
__ADS_1
Sedangkan An xia yang melihat hal itu pun kini membelalakkan matanya dengan tidak percaya, ini adalah kali pertama pria itu memperlakukan dirinya dengan begitu dingin. “Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini?.... bagaimana bisa sifatnya berubah secara tiba tiba?! ” Gumamnya, yang lebih cenderung merasa bingung ketimbang marah ataupun takut.
“Permaisuri?.... ” Panggil salah seorang pelayan yang menyadari bahwa An xia kini tengah melamun.
Mendengar panggilan itu, An xia pun langsung tersadar. Kemudian, ia melirik sekitarnya dan menatap para pelayan yang ada di sana satu persatu. “Baiklah, aku akan pergi!...” ia terdiam, kemudian kembali berkata. “.... Namun sebelum itu, aku ingin kalian memanggil seseorang untuk menghadap kepada ku sekarang juga!” Ucapnya lagi, yang memberi perintah dengan nada yang tidak kalah tegas dari kaisar Zhuang.
Para pelayan yang mendengar perintah dari permaisuri mereka pun kini saling melirik, ekspresi pada raut wajah mereka pun terlihat begitu kesulitan.
Tau kalau perintah yang keluar dari mulut wanita cantik itu adalah sebuah hal yang mutlak bagi mereka, para pelayan itupun menganggukkan kepalanya dengan patuh.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain, kaisar Zhuang kini mendudukkan dirinya di atas singgasana. Aura yang ia pancarkan pun masih tetap sama, sangat dingin dan begitu mencekam.
“Sepertinya, masalah kali ini benar benar serius!.... ” Ia menjeda, sedikit melirik kearah kaisar Zhuang secara diam diam. “.... Aku bahkan tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan! ” Gumamnya lagi dalam hati.
Melihat sang kaisar yang sedari tadi masih terdiam dan nampak sedang memikirkan sesuatu dengan serius, Fai dengan segenap keberanian dalam dirinya pun berkata. “Yang mulia, apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan? ” Ucapnya, yang bertanya dengan sedikit nada ragu.
Mendengar pertanyaan dari bawahannya itu, kaisar Zhuang pun memalingkan wajah dan berkata. “Tunggu sampai yang lain datang, setelah itu aku akan mengatakannya! ” Ucapnya, yang menjawab pertanyaan dari Fai tadi.
Tidak berselang lama, seorang kasim pun datang dan berkata. “Yang mulia, para menteri kini telah menunggu di luar! ” Ucapnya.
__ADS_1
Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya, kemudian ia melambaikan salah satu tangannya dan berkata. “Persilahkan mereka masuk, ada hal penting yang perlu aku sampaikan sekarang juga! ” Perintahnya, dengan suara yang tegas.
...»»————>❀<————««...
Di kamarnya, An xia kini terlihat begitu resah dan gelisah. Ada sebuah firasat tidak enak yang terus menerus mengganjal di hatinya, membuatnya seakan-akan merasa sesak untuk bernafas.
Sedari tadi ia terus memandang kearah pintu, menunggu kehadiran seseorang sembari memainkan jari-jarinya untuk melampiaskan kegelisahan yang ia rasakan saat ini. “Kenapa lama sekali?... ” Ia bertanya, kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar. “... Situasi ini, benar benar membuatku merasa tidak nyaman! ” Ucapnya lagi dalam hati.
Tiba tiba, sebuah ketukan pintu pun terdengar. Membuat An xia yang sedari tadi menanti-nanti pun kini segera melangkahkan kakinya dan membuka pintu itu lebar lebar. “Akhirnya kau datang!.... Rui, aku ingin kau melakukan sesuatu untuk ku!! ” Ucapnya, dengan masih menampilkan kegelisahan pada raut wajahnya.
...»»————>❀<————««...
Kembali pada situasi yang di alami oleh kaisar Zhuang saat ini.
Setelah ia mengatakan kepada para mentri itu tentang apa yang sebenarnya terjadi, seisi ruang aula pun menjadi ricuh.
Sebagian dari mereka kini menampilkan ekspresi panik, dan sebagiannya lagi saling berbisik antara satu sama lain untuk mendapatkan solusi beserta jalan keluar dari permasalahan itu.
“Yang mulia, selama ini pihak musuh hanya akan menyerang secara diam diam, dan itupun dalam skala kecil!.... lalu bagaimana bisa Raja Bai Zhen secara tiba tiba menyatakan perang dan menantang mu untuk beradu di medan perang?!! ” Tanya dari salah seorang pejabat.
Mendengar pertanyaan itu, para pejabat yang lain pun kini menganggukkan kepalanya secara diam-diam. Kemudian, seorang yang lain pun ikut membuka mulutnya dan berkata. “Yang mulia, setiap peperangan pasti akan membawa kerugian!.... Baik itu dari pihak lawan, ataupun pun pihak kita sendiri.... ” Ia terdiam sejenak, berusaha untuk mengatur diri agar tidak terlalu tegang saat berbicara. “..... Yang mulia, apakah tidak ada sebuah cara untuk menghindari perang ini?.... mungkin kita bisa membuat sebuah kesepakatan untuk berdamai? ” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Kaisar Zhuang yang mendengar hal itu pun tidak langsung menjawab, ia kini menyenderkan punggungnya, kemudian menghela nafas panjang dan berkata. “Surat itu mengatakan, aku harus menyerahkan istriku kepadanya sebagai jaminan perdamaian.... ” Ia terdiam, mengepalkan tangannya dan mengeram rendah. “.... jika tidak, maka perang akan berlanjut hingga penentuan menang dan kalah! ” Lanjutnya.