Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Putra mahkota


__ADS_3

Setelah An zhuting dan lawanya memberi hormat kepada kaisar, mereka berdua kemudian berjalan untuk keluar dari arena bertarung.


Saat sedang berjalan, An zhuting melirik An xia untuk melihat reaksi adik kesayanganya itu...apakah An xia terlihat bangga kepadanya atau tidak?.... dan juga An zhuting ingin menunjukan kepada An xia kalau dia juga tidak kalah hebat darinya.


Namun saat An zhuting menatap An xia dengan wajah bangga, yang ia lihat adalah An xia atau adik kesayanganya itu yang sedang mengedipkan salah satu matanya untuk menggodanya sehingga wajah An zhuting bersemu merah karena tersipu malu.


Sedangkan An xia tertawa kecil saat melihat wajah kakaknya yang memerah karena dirinya, dan An xia merasa puas karena berhasil menggoda kakaknya itu.


Tapi yang tidak di ketahui An xia adalah.... perilakunya barusan dilihat oleh putra mahkota dan pangeran ke dua yang sedari tadi terus menerus memandangi An xia.


Pangeran ke dua terkekeh geli saat melihat perbuatan jahil An xia kepada An zhuting, tapi kemudian saat dia melihat An xia tertawa kecil, hati pangeran itu seperti dihujani bunga bunga yang harum dari surga, pangeran itu gembira saat melihat tawa An xia yang begitu indah.


" Gadis kecil, kau begitu menggemaskan!" Ucap pangeran ke dua dalam hati.


Sedangkan di sisi lain, putra makota yang melihat bagaimana cara An xia mengedipkan salah satu matanya, dan itu berhasil membuat putra makota menjadi semakin tergoda, jika saja itu di tunjukan untuknya dan bukan An zhuting, maka sudah di pastikan kalu putra mahkota akan langsung mencum An xia dan tidak memperdulikan keadaan sekitar.


" Gadis, cepat atau lambat aku akan mendapatkanmu!" Ucap putra mahkota dalam hati dan dengan tersenum licik saat menatap An xia.


Sedangkan An zhuting yang menjadi korban dari kedipan mata An xia mengumpat dalam hati sambil menundukan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang menerah.


" Sial!!!....Apakah gadis itu tidak tahu?!!..... sikapnya barusan itu sangat berbahaya untuk di tunjukan kepada sembarangan pria!!!" An zhuting terus menerus menggerutu dalam hatinya.


Setelah pertandingan selesai, Kaisar tiba tiba mengadakan rapat dengan para pejabat istanah secara mendadak untuk membahas sesuatu yang penting.


Rapat itu di adakan di aula istanah, terlihat perdana mentri yang sedang berlutut kepada kaisar untuk meminta bantuan.


" Yang mulia kaisar!!...yang kecil ini meminta tolong kepada kaisar yang agung untuk menyelidiki masalah ini!!." Ucap perdana mentri itu memohon.


Kaisar yang duduk di singgasana dan dengan aurah ketegasan yang menyelimuti dirinya berkata. "Aku sebagai kaisar pasti akan menyelidiki masalah ini....hal seperti ini tidak boleh di biarkan!!!.." Ucap kaisar itu dengan tegas.


Perdana mentri itu membungkuk."Hamba berterima kasih kepada kaisar!!!" Saat ini perasaan perdana mentri itu di landa kegelisahan, pelayan dan pengawal yang menjaga putri bungsunya di temukan mati dengan keadaan yang menggenaskan, sedangkan saat ini dirinya tidak tahu dimana keberadaan putri bungsunya itu.


Kemudian An Changyi menghadap kaisar dan berbicara sambil membungkuk.

__ADS_1


" Yang mulia, jenderal ini juga ingin melaporkan bahwa kemarin malam telah terjadi penyerangan di kediaman putra ke dua hamba!!" Ucapnya di hadapan kaisar itu.


Raut wajah kaisar semakin memburuk, dan tangannya mengepal erat ."Segera laksanakn penyelidikan.... masalah ini harus dituntaskan secepat mungkin!!!" Ucap kaisar dengan marah.


Para pejabat yang melihat kaisar marah, segera mereka bersujut.


"MOHON KEPADA KAISAR UNTUK MENENANGKAN DIRI!!!." ucap mereka semua secara kompak untuk menenangkan emosi kaisar itu.


Kaisar itu berusaha meredahkan emosinya.


" Bangunlah kalian semua!..." Perintah kaisar itu sambil melambaikan tanganya. " Untuk saat ini rapat di tutup dulu, besok setelah acara berburu selesai maka akan di adakan rapat lagi..." Ujarnya lalu bangkit dari singgasananya dan berjalan keluar dari aula istanah diikuti para pejabat yang lain.


Sedangkan di tempat lain An xia sedang berjalan jalan di istana sendirian, kali ini ia tidak ingin bersama dengan para pelayan, An xia lebih suka menyendiri.


Dan tibalah An xia di sebuah kolam yang terdapat sebuah gazebo di pinggir kolam itu, tempat itu berada jauh dari kerumunan, bisa di bilang itu adalah tempat terpencil di istana ini.


An xia duduk di Gazebo itu dan menyandarkan punggungnya di tiang, lalu gadis itu memejamkan matanya, terlihat rambut panjangnya menutupi wajah cantiknya karena diterpa hembusan angin.


An xia perlahan tertidur karena rasa nyaman saat wajahnya terkena hembusan angin, ia membiarkan rambutnya menari dengan indah selagi matanya terpejam.


Karena terlalu lelap dalam tidurnya, An xia tidak menyadari kedatangan putra mahkota yang kebetulan lewat di sana.


Putera mahkota tadinya hanya berniat untuk berjalan jalan, namun siapa sangka kalau ia akan bertemu dengan sosok yang secantik dewi yang sedang memejamkan matanya.


Saat putera mahkota melihat An xia, jantungnya langsung berdebar dengan kencang, ia sangat mengagumi kecantikan An xia yang tiada tara, kemudian putra mahkota itu berjalan mendekati An xia.


Putra mahkota itu duduk di samping An xia tanpa An xia sadari, An xia benar benar sudah terlelap dalam tidurnya. Sedangkan putra mahkota itu terus memandangi wajah damai An xia yang tengah tertidur, dan tanpa ia sadari sudut mulutnya melengkung membentuk senyuman.


Saat tubuh An xia akan terjatuh, putra mahkota itu dengan sigap menangkapnya, kemudian dipeluknya tubuh mungil An xia, dan kini An xia tertidur di dalam pelukan putra mahkota tanpa An xia sadari.


Putra mahkota merasa sangat senag bisa memeluk gadis pujaanya. dihirupnya bau harum bunga mawar dari tubuh An xia, harum bunga mawar itu begitu lembut dan sangat enak untuk di hirup, tanpa sadar putra mahkota itu menundukan kepalanya untuk mencium leher An xia yang putih mulus itu.


Sampai pada hidungnya yang berada dalam jarak yang begitu dekat dengan leher An xia, putra mahkota itu terus menghirup wangi tubuh An xia layaknya orang yang kecanduan.

__ADS_1


Putra mahkota itu semakin lama semakin dibuat gila dengan An xia, pikiranya sudak tak berkerja lagi, dan kini hanya ada hasrat dalam dirinya.


tangannya terulur untuk menyentuh pipi An xia, putra mahkota itu mengusap pipi An xia dengan lembut dan mendekatkan wajahnya ke wajah An xia untuk mencium bibir yang semerah merah ceri dan sangat menggoda itu.


Namun aksinya itu terhenti saat bulu mata lentik An xia bergerak, dan mata An xia perlahan terbuka.


An xia merasakan ada sesuatu yang menyentuh wajahnya, dan itu sangat mengganggu, lalu An xia membuka matanya perlahan dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah tampan seorang pria yang begitu dekat dengan wajahnya.


Karena An xia baru bangun dari tidur, An xia menatap pria di hadapanya dengan tatapan sayu.... dan itu semakin membuatnya terlihat begitu menggoda.


putra mahkota itu semakin dibuat tambah gila dengan tatapan An xia yang seperti itu, putra mahkota kemudian semakin memper erat pelukannya dan mendekatkan wajahnya untuk mencium An xia.


An xia segera tersadar dan langsung mendorong tubuh putra mahkota itu agar menjauh darinya, An xia kemudian dengan cepat langsung berdiri dan mengambil jarak aman dari putra mahkota itu.


" Yang mulia, apa yang kau lakukan!!!" Ucap An xia dengan nada marah dan tatapan tajam.


Putra mahkota itu terkekeh, kemudian ia berdiri dan menghampiri An xia, sedangkan An xia terus mundur untuk menjauhi putra mahkota itu.


Sampai pada akhirnya punggung An xia bertemu dengan tiang dan tubuhnya yang terkutung dengan kedua tangan putra mahkota yang bersandar di tiang itu.


" Aku hanya menjadi gila karenamu..." Bisik putra mahkota itu di telinga An xia.


An xia kembali mendorong tubuh putra mahkota itu, namun ternyata itu tidak berhasil. " Yang mulia, menjauhlah dariku!!!..." Ucap An xia setengah membentak.


Putra mahkota menjadi semakin tertarik dengan An xia, seumur hidup tidak ada wanita yang menolak dirinya....dan sebagai bukti, pangeran itu memiliki banya sekali selir di kediamannya.


" Kau sangat menarik gadis..." Ucapnya pelan, kemudian ia melepaskan An xia dan duduk dengan santai.


Sedangkan An xia menatap pria yang ia anggap gila di hadapanya itu dengan tajam, tanpa berkata apapu An xia langsung saja pergi, sungguh jika An xia di hadapkan dengan masalah ini ia sangat malas.


Sebelum An xia pergi menjauh, putra mahkota itu bertanya kepada An xia. " Nona pertama An, mengapa kau sama sekali tidak tertarik denganku?..." Putra mahkota itu bertanya dengan suara yang menggoda.


An xia menghentikan langkahnya, kemudian ia melirik putra mahkota itu.

__ADS_1


"Karena aku tidak ingin terkena penyakit AIDS atau Asquired Immuno Deficiency Syndrome." Ucap An xia tegas dengan menyebutkan nama penyakit ganas, setelah itu An xia kembali melanjutkan langkahnya.


Sedangkan putra mahkota menjadi bingung dengan kata kata An xia yang menurutnya begitu asing.


__ADS_2