
Senyum misterius kini samar samar terlihat di wajah sepasang suami-istri itu. Mengetahui keputusan apa yang para pelayan itu ambil, otak jahat merekapun kini mulai menyusun hal hal keji.
Masih melihat para pelayan yang nampak diam dengan raut wajah ragu, kaisar Zhuang pun berkata. “Katakan! waktu kami terlalu berharga untuk menunggu kebisuan kalian! ”Ucapnya dengan dingin.
Mendengar itu, salah seorang pelayan pun menatap kearah kaisar Zhuang dengan penuh rasa takut sambil berkata. “A... Aku akan mengatakannya! ”Ucapnya dengan gugup.
Setelah itu, ia pun mengatakan semua yang ia ketahui tentang Raja Bai Zhen. Tidak di sangka mulut kecil itu bisa menumpahkan berbagai rahasia yang seharusnya tidak boleh di ketahui oleh orang asing, apalagi pihak musuh.
Namun apalah daya?.... Baginya, nyawa adalah satu satunya hal terpenting di dunia. Walaupun merasa berat untuk berkhianat, namun situasi saat ini benar benar telah mendesak mereka untuk melakukannya.
Dari jumlah prajurit rahasia, hingga mata mata yang dikirimkan untuk mengawasi gerak gerik kaisar Zhuang. Para pelayan itu mengatakan semuanya.
Sungguh celaka bagi sang Raja Bai Zhen!
“Saat ini dia berusaha keras untuk memperkuat pasukan demi menyerang kerajaan han!....” Pelayan itu terdiam untuk sesaat, tenggorokan nya kini terasa kering akibat terlalu banyak bersuara. “.... Dengan memanfaatkan para mentri yang berkhianat kepada kerajaan ini, Raja Bai Zhen berniat untuk menyerang dari belakang secara sembunyi sembunyi!” Ucapnya yang berhenti sampai di sana.
Mendengar tidak ada lagi kata kata menguntungkan yang keluar dari mulut bak kendi bocor itu, kaisar Zhuang pun mengerutkan dahinya dan berkata. “Apakah hanya itu yang kau ketahui? ”Tanyanya dengan tatapan sinis yang begitu merendahkan.
Para pelayan itu pun mengangguk secara bersamaan. “Hanya... Hanya itu yang kami tau!.... Karena kami sudah mengatakannya, kalian harus menepati janji udah melepaskan kami! ” Ucap seorang pelayan wanita.
Secara bersamaan, An xia dan kaisar Zhuang terkekeh kecil. “Sesuai perjanjian? tapi aku tidak ingat kalau pernah menjanjikan sebuah kebebasan untuk kalian!?” Ucap An xia dengan senyuman licik di wajah cantik nya.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut An xia, para pelayan itu pun membelalakkan matanya. “Apa? tapi kenapa?!!.... kami sudah menceritakan semuanya dan telah setuju untuk bergabung di pihak kalian!! ” Ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “Tidakkah informasi yang kami berikan begitu membantu kalian?.... sebagai imbalannya, kami hanya menginginkan kebebasan, itu saja!! ” Ucapnya lagi dengan wajah yang sudah pucat akibat rasa takut.
Tepat setelah pelayan itu menyelesaikan ucapnya. Suara tawa kecil yang begitu merdu pun terdengar. “Hahaha! baiklah baiklah!.... Aku akan membebaskan kalian, tapi sebelum itu jawab pertanyaan ku dulu! ”Ucapnya dengan menahan tawa yang masih ada.
__ADS_1
Walaupun merasa bosan dengan pertanyaan pertanyaan yang An xia ajukan kepada mereka, namun mereka masih berkata. “Yang mulia permaisuri, apapun pertanyaannya kami akan menjawabnya!.... asalkan setelah itu kalian mau membebaskan kami! ” Ucapnya dengan tatapan mata memelas.
Terlihat begitu tidak berdaya bagai hewan kecil yang tertindas, namun hal itu justru membuat jiwa iblis seseorang merasa puas ketika melihatnya.
An xia menganggukkan kepalanya, dan secara diam diam tersenyum licik dalam hati. “Aku hanya ingin tau, bagaimana bisa kalian menjadi pengikut raja itu?” Tanyanya, kemudian tersenyum dan kembali berkata. “Apakah dia memaksa kalian? ”Tanyanya lagi.
Entah karena bodoh atau apa, mereka secara serempak menggelengkan kepalanya. “Kami berasal dari keluarga miskin, Raja Bai Zhen menolong kami dan memberi pelatihan kepada kami untuk dijadikan mata matanya! ” Jawabnya dengan jujur.
Mereka memang dari keluarga miskin yang secara tidak sengaja bertemu dengan raja itu. Dan semenjak saat itu, merekapun hidup dengan lebih layak walau bekerja sebagai mata mata.
Mendengar jawaban itu, kaisar Zhuang pun tersenyum sinis dan memutar bola matanya dengan jengah. “Jika kalian bisa mengkhianati orang yang sudah menolong kalian, lalu bagaimana dengan kami yang telah mengancam nyawa kalian semua? ”Tanyanya yang entah mengapa sedikit merasa lucu dengan para pelayan itu.
An xia tersenyum, kemudian melingkarkan kedua tangannya di lengan kaisar Zhuang dengan manja seraya berkata. “Bawahan kami sudah cukup banyak, dan merekapun juga merupakan orang orang yang setia hingga memilih mati daripada berkhianat! ” Ia menoleh dan melirik para pelayan itu yang kini nampak sangat sangat pucat dengan keringat dingin yang bercucuran. “Bukan seperti kalian yang langsung berpindah arah dan membocorkan rahasia dengan hanya diperlihatkan sebuah kepala!.... kalian sungguh tidak pantas!! ” Ucapnya lagi dengan tatapan dingin.
“Ta... Tapi.... Tapi kalian telah setuju untuk membebaskan kami! ” Ucap salah seorang di antara mereka dengan setengah berteriak.
Jujur mereka saat ini benar benar menyesal karena telah menaruh begitu banyak harapan kepada sepasang iblis keji di hadapan mereka saat ini.
Merasakan hawa tidak enak dari para pelayan itu, An xia pun tersenyum dan berkata. “Bunuh mereka!.... pukul tubuh mereka dengan balok kayu hingga mati, setelah itu penggal kepalanya!!” Ucapnya tanpa ada belas kasihan sedikit pun.
Mendengar ucapan sang istri, kaisar Zhuang pun segera berkata. “Kalian!!.... apakah kalian mendengar perintah permaisuri? ” Tanyanya dengan wajah datar dan dingin.
Mendengar pertanyaan dari sang kaisar, salah seorang prajurit pun maju dan berdiri di depan jeruji kayu itu lalu berkata. “Ya, yang mulia!.... kami mendengarnya.” Jawabannya dengan kepala yang menunduk, sama sekali tidak memiliki keberanian walau hanya menatap untuk sekilas saja.
Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya, kemudian berkata. “Segera laksanakan!” Perintah nya kepada para prajurit, kemudian kaisar itu melirik kearah para pelayan pelayan tadi. “Hukuman ini pantas bagi para penghianat seperti kalian, jadi nikmatilah! ”Ucapnya lalu pergi begitu saja dengan An xia yang masih bergelayut manja di lengan kekarnya.
__ADS_1
Sedangkan para pelayan yang melihat kepergian sang kaisar dan permaisuri itu pun berteriak. “Yang mulia!!! kalian begitu kejam!!!..... dasar pemimpin licik!! lepaskan kami!!! ” Teriaknya sambil berusaha mengejar kepergian kaisar Zhuang dan An xia.
Namun sayangnya sebelum ia sempat keluar, para prajurit terlebih dahulu menangkapnya dan memukulinya tanpa ampun.
...»»————>❀<————««...
Langkah kaki sepasang suami istri itu kini terlihat keluar dari penjara bawah tanah dengan begitu santainya.
Walaupun telah menjatuhkan hukuman yang begitu keji, namun raut wajah mereka saat ini sama sekali tidak menunjukkan adanya sebuah penyesalan.
Alih alih menyesal, mereka berdua kini justru nampak tersenyum kepada satu sama lain. “Masalah pelayan pelayan itu telah selesai, lalu apa yang akan kita lakukan kepada para pengkhianat yang lain?” Tanya An xia kepada kaisar Zhuang.
Mendengar pertanyaan dari sang istri tercinta, kaisar Zhuang pun berkata. “Aku akan menyuruh orang untuk mencari bukti kebusukkan mereka! ” Ia memberi jeda, kemudian melanjutkan. “Berhubung dia adalah salah satu pejabat penting di Kerajaan, kita tidak bisa sembarangan menjatuhkan hukuman tanpa bukti yang jelas! ” Ucapnya lagi.
Mendengar penjelasan dari sang suami, An xia pun setuju dan menganggukkan kepalanya. “Aku setuju!..... setelah semua bukti didapatkan, maka dia dan seluruh keluarganya harus dibantai habis. ” Ucapnya dengan seringai keji.
Merasa gemas dengan kelakuan sang istri, kaisar Zhuang pun melingkarkan tangannya di pinggang An xia dan berkata. “Apakah hanya itu yang ada di otak mu?..... Sayang, aku curiga kalau nanti anak kita akan mirip seperti ibunya! ” Candanya tak lupa dengan tangan yang kini membelai perut An xia secara diam diam.
Salah satu tangan An xia kini menyentuh tangan kaisar Zhuang yang ada di perutnya dan berkata. “Hem? tapi aku ingin anak kita nanti mirip seperti ayahnya! ” Ucapnya seraya mengedipkan salah satu matanya dengan begitu genit kearah kaisar Zhuang.
Merasa tergoda dengan tindakan sang istri tercinta, kaisar Zhuang pun mendekatkan wajahnya dan berkata. “An xia, jangan menantang ku! ” Tegur nya yang memberi peringatan.
An xia kini menatap kaisar Zhuang dengan tatapan memelas, wajahnya pun kini nampak begitu ketakutan bagai kelinci kecil yang akan dimangsa oleh serigala buas. “Yang mulia, aku hanya seorang wanita biasa, lemah lembut dan rapuh!..... Mana berani menantang seorang pria agung sepertimu?” Ucapnya yang tentunya hanya gurauan semata.
Mendengar ucapan sang istri, kaisar Zhuang pun terkekeh kecil dan mencium bibir itu dengan begitu gemas. “Dasar rubah kecil!..... beraninya kau mempermainkan ku seperti itu! ”Bisik nya tepat di telinga An xia.
__ADS_1