Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
keluar istana...


__ADS_3

Rombongan yang mengantar kepergian An Changyi kini telah pergi menjauh dari pandangan An xia. Melihat kepergian sang ayah, bukannya bersedih atau murung An xia kini malah tersenyum dengan lebarnya.


Sedangkan An chen kini hanya diam, menatap lurus ke depan dimana terdapat rombongan An Changyi yang semakin lama semakin menjauh dari pandangan matanya. “Kakak kedua__ah! maksudku, yang mulia permaisuri. ”panggilnya yang berhasil mengalihkan perhatian An xia untuk menatap kearahnya. “ Rui saat ini menungguku untuk mulai berlatih bersama yang lain, karena itu aku__”


“An chen, kau terlalu sungkan!.... jika ingin pergi maka pergilah, tidak akan ada yang melarang mu. ” Ucap An xia dengan lembut.


Mendengar persetujuan dari sang kakak tercinta, senyum di wajah An chen pun semakin mengembang. “Kalau begitu, aku pergi dulu kakak, dan kakak kaisar! ” Ucapnya.


Namun sebelum ia mulai melangkah, An xia tiba tiba berkata. “Tunggu!.... katakan kepada Rui untuk menemui ku secepatnya!” Perintahnya yang hanya di balas anggukan kecil dari An chen.


Sedangkan kaisar Zhuang yang melihat An chen telah pergi pun berkata. “Permaisuri ku, sekarang apa yang ingin kau lakukan? ” Tanya kaisar Zhuang dengan nada curiga.


Mendengar pertanyaan dari sang suami tercinta, An xia pun tersenyum dan berkata. “Yang mulia, jangan berpura pura tidak tahu!” Ucapnya kemudian bergelayut manja di lengan kekar kaisar Zhuang. “Aku ingin berjalan jalan, maukah kau menemaniku? ”Tanyanya yang berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.


Kaisar Zhuang tentunya tau dengan jelas bahwa istri kesayangannya itu saat ini sedang mengalihkan pembicaraan. Namun, entah mengapa senyum manis di wajah cantik itu selalu berhasil meluluhkan hatinya.


Merasa tidak berdaya, kaisar Zhuang hanya bisa menghela nafas dan berkata. “Baiklah, aku akan menemanimu! ” Ucapnya kemudian melingkarkan salah satu tangannya di pinggang An xia dengan lembut.


...»»————>❀<————««...


Langkah kaki kaisar Zhuang yang begitu santai memudahkan An xia untuk mengimbangi kecepatannya. Melihat sang suami yang sedari tadi hanya diam dengan raut wajah datar, An xia pun mendengus dan berkata. “Suamiku, sampai kapan kau akan seperti itu?” Tanyanya dengan sedikit mengguncang guncang lengan kaisar Zhuang.


Kaisar Zhuang hanya melirik An xia untuk sekilas, kemudian pandangannya beralih untuk menatap para pelayan dan pengawal yang berjalan rapi di belakangnya.


“Pergi!! ” Ucapnya singkat yang memberi perintah kepada para pelayan dan pengawal untuk pergi menjauh selagi ia berbicara dengan sang permaisurinya.

__ADS_1


Sedangkan mereka yang mendapat perintah itupun hanya membungkuk dan segera pergi tanpa mengatakan apapun. Melihat dan merasakan ketegangan di antara kaisar dan permaisuri, mereka tentunya tau bahwa pembicaraan kali ini sangatlah penting.


Merasa kalau tidak ada lagi orang selain mereka berdua, kaisar Zhuang pun segera memojokkan tubuh An xia hingga menempel di dinding. “An xia, aku tidak akan pernah melarang mu untuk melakukan hal yang kau sukai!.... tapi setidaknya jangan melakukannya sendiri, itu terlalu berbahaya untuk mu!! ” Ucapnya dengan nada penuh penekanan.


Sampai saat ini An xia masih terlihat begitu tenang. Walaupun cengkraman kaisar Zhuang pada kedua bahunya semakin erat, An xia sama sekali tidak mempermasalahkannya. “Suamiku, bukan maksudku untuk menyembunyikan ini darimu!.... lagipula kau pasti akan mengetahuinya dari para kucing hitam itu!!” Ucapnya seraya memberikan lirik kan tajam ke suatu arah dimana para penjaga bayangan berada.


Mendengar itu, kaisar Zhuang pun melonggarkan cengkraman nya. Mengingat bahwa sang istri yang saat ini tengah mengandung anaknya, kaisar Zhuang pun harus berusaha menahan diri untuk tetap sabar.


Dengan menghela nafas panjang, kaisar Zhuang berusaha untuk tetap tenang. Merasa kalau pikirannya dan hatinya telah membaik, ia pun berkata. “Lain kali jika kau ingin melakukan sesuatu, katakanlah kepadaku! ” tangannya terangkat dan menangkup kedua sisi wajah An xia selagi matanya menatap lurus ke arah sepasang mata berkilau milik istrinya itu. “Jangan pernah melakukan hal berbahaya sendiri!.... Masalah putra mahkota itu, aku sudah menyuruh orang untuk mengurusnya.” Ucapnya dengan lembut, kemudian ia mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening An xia.


An xia saat ini memejamkan matanya. Merasakan sentuhan lembut penuh cinta pada keningnya itu membuat senyum diwajahnya semakin melebar. “Baiklah, aku mengerti!..... lain kali aku akan memberitahumu terlebih dahulu.” Ucapnya yang akhirnya berusaha untuk menuruti kaisar Zhuang.


Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum dan kembali mengecup kening An xia untuk yang kedua kalinya. “Aku mencintaimu! ” Ucapnya dengan suara pelan, namun masih dapat terdengar dengan jelas oleh An xia.


Tanpa berkata apapun, An xia tiba tiba memeluk kaisar Zhuang dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. “Aku ingin keluar Istana, apakah kau akan mengijinkannya? ” Tanyanya dengan ekspresi wajah memelas.


Namun saat mengingat sifat asli istri tercintanya ini, entah mengapa ekspresi memelas yang begitu meyakinkan itu terasa sedikit mengerikan.


“Asalkan aku ikut denganmu, maka itu tidak masalah! ” Ucapnya yang mengiyakan permintaan An xia barusan.


...»»————>❀<————««...


Warna merah keemasan dari langit sore kini nampak begitu indah bila di pandang dengan seksama. Banyaknya orang orang yang berlalu lalang di jalanan pun membuat suasana di ibu kota ini menjadi semakin ramai.


Suara suara para pedagang yang berteriak demi menarik minat pembeli pun menambah kesan meriah.

__ADS_1


Dan dengan lentera merah yang tergantung di pinggir atap bangunan menjadikan bangunan bangunan kuno itu nampak lebih indah dengan cahaya merah.


Sepasang suami istri kini tengah melangkah kan kakinya dengan begitu santai di tengah keramaian. Pakaian mereka yang begitu sederhana itu membuat sosok mereka tidak terlihat mencolok hingga menarik perhatian.


Walaupun beberapa warga sempat melirik kearah mereka, namun cadar yang menutupi wajah mereka membuat para warga sama sekali tidak dapat mengenalinya dan hanya menganggap mereka tidak lebih dari sekedar orang lewat saja.


Seperti pasangan pada umumnya, sepasang suami istri itu kini nampak mesra dengan kedua tangan yang saling bergandengan.


Pandangan An xia kini melirik sekitarnya. Walaupun setengah wajahnya tertutupi oleh cadar, kebahagiaan yang terpancar dari matanya pun tak mampu untuk di sembunyikan lagi.


Melihat kebahagiaan sang istri, kaisar Zhuang pun tersenyum dari balik cadarnya dan berkata. “Sedari tadi kau hanya berkeliling dan melihat sana sini, tidakkah ada sesuatu yang ingin kau beli?” Tanya kaisar Zhuang kepada An xia.


Mendengar pertanyaan itu, An xia pun menggelengkan kepalanya lalu berkata. “Tidak, tujuanku kemari hanya sekedar cuci mata!.... lagi pula apa yang belum aku miliki? pakaian? perhiasan? itu semua sudah lengkap dalam lemari ku. ” Ucapnya dengan disertai kekehan kecil.


Walaupun An xia termasuk gila harta, namun kemewahan yang diberikan oleh sang suami membuat barang barang di depan matanya saat ini nampak biasa biasa saja.


Mendengar hal itu, kaisar Zhuang pun tersenyum bangga pada diri sendiri. “Tentu saja, bagaimana bisa aku membiarkan istri kecil ku ini merasa kekurangan?!” Ucapnya dengan begitu sombong.


Kemudian, dengan mesra kaisar Zhuang kini melingkarkan salah satu tanyanya di pinggang ramping itu. “Kenapa kau begitu kurus?.... jika seperti ini bagaimana bisa anakku muat di dalam sana?!” Ucapnya dengan nada mengejek.


An xia tampak sedang menundukkan kepalanya, kemudian pandangannya secara tidak sengaja menangkap keberadaan seorang wanita hamil yang perutnya sudah terlihat buncit.


Sungguh suatu hal yang berbeda jika di bandingkan dengan perutnya yang rata saat ini.


Dengan dahi yang berkerut entah karena kesal atau heran, An xia pun berkata. “Aku tidak kurus! ” elaknya dengan nada yang begitu ketus. “Ini bahkan belum sampai tiga bulan, karena itulah dia tidak terlihat!” Ucapnya lagi seraya mengusap perutnya yang masih rata itu dengan lembut.

__ADS_1


Mendengar itu, kaisar Zhuang pun tertawa kecil. Sedangkan An xia kini terdiam saat mengingat sesuatu. “Suamiku, aku merindukan Yin lianhua!” Ucapnya secara tiba-tiba.


Mengerti dengan apa yang istrinya itu inginkan, kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya dan berkata. “Kalau begitu kita pergi ke sana! ” Ucapnya.


__ADS_2