
Terdapat percikan percikan air di kolam pemandian itu akibat gerakan gerakan dari dua orang yang berdebat di dalamnya.
“A-Zhu, kau semakin tidak waras!!.... cepat lepaskan aku dan pergi dari sini!!! ” Usir seorang gadis kepada seorang pria gila yang sedari tadi terus menempel kepadanya.
Kaisar Zhuang menggelengkan kepalanya, tangannya kini masih melingkar di pinggang ramping gadis itu dan memeluknya dari belakang. “Kau akan pergi, biarkan saja aku memelukmu!! ” Ucapnya dengan santai.
Tangan An Xia kini memukul mukul tangan Kaisar Zhuang yang berada di pinggangnya. Wajah gadis itu kini nampak merah, entah karena malu atau marah. “Aku bilang lepaskan aku!..... biarkan aku mandi dengan tenang!! ” Teriaknya kesal.
Pakaian mereka berdua kini telah basah dengan air. Namun, nampaknya Kaisar Zhuang sama sekali tidak memiliki niat untuk melepaskan gadis itu sedikitpun.
Gadisnya itu akan pergi, dan sekarang ia ingin menghabiskan setiap waktu yang tersisa untuk bermanja-manja dengannya.
Menyuruhnya pergi di saat seperti ini?..... heh, enak saja!!!
“Aku akan membantumu!” Ucap Kaisar Zhuang yang membuat An Xia memelototinya dengan horor.
Melihat hal itu, Kaisar Zhuang hanya bisa tersenyum penuh arti. “Tidak apa apa, aku sudah melihatnya, jangan malu. sayang!! ” Ucapnya dengan nada menggoda yang mana itu justru membuat bulu kuduk An Xia merinding.
An xia semakin memberontak, jangan sampai kejadian itu terulang lagi. “A-Zhu, berhenti bersikap berengsek seperti ini!!!” Dan dengan sekuat tenaga An Xia mencoba melepaskan diri, namun sayang sekali usahanya itu sia sia.
Mengetahui itu, An Xia pun menyerah nafas dengan wajah tak berdaya. “A-Zhu!! ” Panggilnya dengan memelas.
“Hemm?!! ”
“Lepaskan aku!”
“Apa keuntungan yang aku dapat jika aku melepaskan mu?!”
An Xia mengernyitkan dahinya dikala mendengar pertanyaan itu. Apa yang Kaisar itu inginkan?....... apakah...... Tidak!!!!.... An Xia tidak mau melakukannya.
“Ka... Kau seorang pedofil!!..... aku masih di bawah umur!! ” Teriak An Xia dengan wajah yang sudah benar benar memerah.
Salah satu alis Kaisar Zhuang terangkat. kemudian ia mengecup pipi An Xia singkat lalu berkata. “Umurmu lima belas. itu artinya kau sudah dewasa, bahkan untuk mempunyai anak dariku!” Ucapnya dengan seenak hati.
Ingin sekali An Xia menepuk keningnya dengan keras, namun sayang tangannya kini dikurung dengan dekapan Kaisar itu. Bagaimana dirinya bisa lupa jika saat ini ia berada di zaman kuno?......
Tiba tiba An Xia tersentak kaget dari lamunannya disaat menyadari ada hal yang aneh dari pria yang memeluk dirinya itu. “A-Zhu, tenangkan dirimu!!.... Kita bisa bicara baik baik!! ” Gadis itu panik, ia tau kalau saat ini dirinya harus segera terbebas dari cengkraman Kaisar itu sebelum sang Kaisar kehilangan kendali.
“Sayang!” Panggil Kaisar Zhuang lirih.
“A-Zhu, Tidak!!!! ”
__ADS_1
...»»————>❀<————««...
Hari saat ini hampir siang, dan Kini An Xia telah siap dengan segala keperluan untuk menjemput Annchi dan Rui di kuil setelah itu kembali pulang.
Walaupun hari nampak cerah dengan matahari yang terik, An Xia kini justru menggunakan pakaian yang begitu tertutup. Bahkan gadis itu menggunakan selendang panjang untuk menutupi lehernya.
Entah apa alasannya, tidak ada yang tau itu!
Sebuah kuda dengan tubuh yang berwarna hitam Sehitam langit malam kini berdiri dengan gagah di sampingnya.
Itu adalah kuda perang milik Kaisar Zhuang. Seekor kuda yang dapat berlari dengan kecepatan yang begitu tinggi, sekaligus kuda kesayangan yang sering di pakai oleh Kaisar Zhuang sendiri.
Kaisar Zhuang tersenyum disaat membelai kepala kuda kesayangannya itu. “Kau akan sampai di kuil itu dalam waktu satu minggu jika menunggangi kuda ini! ” Ucapnya lembut kepada gadis yang berdiri di samping kudanya itu.
An Xia hanya mendengus sebal, malas rasanya untuk berbicara kepada Kaisar tak berakhlak yang satu itu.
Dan tanpa basa basi An Xia langsung saja menaiki kuda hitam yang gagah itu. Dan tanpa memperdulikan Kaisar Zhuang, An Xia segera melajukan kudanya meninggalkan gerbang istana yang memang sudah terbuka sedari tadi untuk mempersilahkan nya pergi.
Melihat gadis kesayangannya itu pergi begitu saja tanpa berbasa-basi dengannya, Kaisar Zhuang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Kemudian Kaisar Zhuang melirik ke arah Fai. “Kau cepatlah pergi dan menyusulnya!...... jika terjadi sesuatu kepadanya, kau tau sendiri akibatnya!!” Ucapnya dengan dingin dan penuh penekanan. Membuat siapapun akan merasa terintimidasi.
Walaupun merasa ketakutan yang luar bisa. Namun Fai hanya mengangguk patu, kemudian membungkuk hormat untuk berpamitan dan menaiki kudanya lalu segera pergi dari sana.
Apalagi Fai tau kalau An Xia telah menaruh dendam kepadanya karena kebohongan yang ia ciptakan di desa hujan tempo hari.
Sedangkan di sisi lain, sosok An Xia yang menggunakan cadar kini melajukan kudanya dengan begitu cepat di tengah keramaian ibu kota Kerajaan Han.
Semua orang yang melihatnya segera berhamburan dan menepi agar tidak terkena terjangan dari kuda yang meju dengan cepat itu.
Para warga melihat seorang gadis bercadar dan bertubuh mungil yang duduk di atas tubuh kuda hitam bertubuh besar nan gagah itu.
Seorang anak kecil terjatuh di tengah jalan, dan yang lebih mengerikannya lagi........ kuda yang An Xia tunggangi melaju dengan cepat ke arah anak kecil itu.
Melihat hal itu, seluruh warga berteriak panik. Banyak di antara mereka yang meneriaki An Xia agar menghentikan kudanya, dan ada juga yang meneriaki anak kecil itu untuk segera menyingkir dari sana.
Anak kecil itu nampak terduduk kaku di tanah, tubuhnya gemetar hebat selagi air matanya terus membanjiri wajah polosnya.
Anak kecil itu ingin berlari dan menyingkir dari tempat itu. Namun, rasa takut yang ia alami membuat kakinya lemas dan mati rasa.
Ibu dari anak itu berlari dan memeluk anak itu, air matanya mengalir selagi tubuhnya bersiap siap untuk menerima terjangan keras dari kuda yang An Xia tunggangi.
__ADS_1
Mengetahui hal itu. An Xia kini justru tersenyum jahat, bukannya menghentikan laju kudanya, gadis itu justru mempercepat lajunya ke arah ibu dan anak itu.
Di saat jarak mereka telah cukup dekat, semua orang hanya bisa pasrah dan mengasihani nasib ibu dan anak itu.
Namun, sebelum kuda yang An Xia tunggangi itu menerjang ibu dan anak kecil tadi.....
“Hiyaaa!!!!!”
Kuda itu melompat tinggi di atas kepala ibu dan anak kecil yang saling memeluk tadi.
Semua orang terkesima menyaksikan adegan itu. Tadinya, mereka pikir ibu dan anak kecil itu akan terkena terjangan dari kuda.
Namun nyatanya tidak!!
Kuda itu melompat dengan tinggi sehingga tidak sampai menerjang dan melukai ibu dan akan kecil tadi.
Namun tetap saja yang tadi itu adalah pemandangan yang mengerikan!!..... Semua orang kini bisa merasakan tangan mereka yang berkeringat dingin selagi wajah mereka pucat pasi karena rasa takut.
Bagaikan seorang iblis. An Xia di sana tertawa dikala melihat wajah wajah ketakutan itu, tawa yang terdengar merdu namun sangat mengerikkan jika di sandingkan dengan keadaan saat ini.
Setelah hal yang tak senonoh kaisar Zhuang lakukan kepadanya pagi tadi dan membuat suasana hatinya memburuk....... Namun, hanya dengan melihat wajah ketakutan dari para manusia naif lah yang dapat membuat hatinya gembira.
Bagi gadis itu, rasa takut adalah hal yang indah untuk di nikmati!
An Xia jahat?..... itu memang kenyataannya. Karena An Xia menjadi manusia jahat mungkin karena gangguan kejiwaan yang pernah ia alami di kehidupan pertamanya.
Gangguan jiwa yang membuatnya seringkali membunuh hewan hewan tak bersalah seperti anjing dan kucing dengan sadisnya di usia yang masih kanak-kanak.
Dan berganti membunuh manusia di saat usianya menginjak remaja!
Namun semua itu ia lakukan dengan hati hati tanpa jejak sedikitpun.
Kembali ke cerita saat ini. Fai yang baru menyusul kini dibuat terheran heran dengan para para warga yang membeku di tempat selagi wajah mereka semua pucat seperti seseorang yang mengalami trauma.
“Apakah ini semua ulah gadis itu? ” Fai bergumam dalam hati, sedikit menaruh kecurigaan kepada seseorang.
“Gadis bercadar dan kuda hitamnya tadi begitu mengerikkan! ” Ujar salah satu warga.
Warga yang lain menganggukkan kepalanya. “Kau benar, dia bahkan tertawa bagai iblis!!” Sahutnya dengan wajah yang masih pucat.
Para warga yang lain pun mulai bergosip tentang hal mendebarkan tadi. Tak sedikit dari mereka yang merasa penasaran dengan sosok An Xia, namun tak sedikit pula yang memberikan caki maki.
__ADS_1
Fai yang tak sengaja mendengar itupun menghla nafas berat, jelas dari wajahnya kalau pengawal itu telah mengetahui siapa biang kerok dari masalah ini.
“Tuhan, Kuatkan aku!..... ini akan sangat menyusahkan.” Gumamnya seraya menatap langit yang cerah itu.