Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Rui & Annchi


__ADS_3

An xia saat ini menatap pria paruh baya itu dengan dingin, dirinya sebagai seorang wanita merasa marah saat melihat keadaan adik perempuan dari budak yang baru saja dirinya beli.


Bagaimana tidak, gadis itu berjalan dengan tubuh yang terlihat lemas dan kaki yang pincang. An xia juga melihat banyaknya tanda merah merah di bagian sekitaran leher gadis itu.


Sudah jelas kalau gadis itu baru saja dilecehkan oleh seseorang!!...


An xia melirik budak laki laki yang dirinya beli tadi, An xia bisa melihat tangan budak laki laki itu terkepal erat sampai bergetar, wajahnya terlihat sangat marah dengan matanya yang merah dan sedikit berair.


Memang An xia merasa marah, namun inilah dunia gelap, begitu kotor dan mengerikan. Hal seperti ini bukanlah yang pertama kali An xia lihat, di kehidupan yang dulu ia sering melihat yang seperti ini.


An xia menghela nafas, ia berusaha meredam emosinya kali ini.“Katakan! berapa yang harus aku bayar untuk gadis itu?...”Tanya An xia pada pria paruh baya itu dengan dingin.


Bukanya menjawab, pria paruh baya itu justru balik bertanya.“Apakah tuan muda yakin ingin membeli gadis ini?....tapi, gadis ini sudah menjadi ‘bekasku’!...”pria paruh baya itu menampilkan senyum yang membuat An xia jijik.“Kalau tuan muda mau.....aku bisa menunjukan gadis yang masih suci untuk tuan muda jadikan sebagai penghangat di ranjang....”Tawar pria paruh baya itu.


Mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut kotor pria hina itu, An xia mengeluarkan aurah pembunuhnya yang begitu pekat sampai bisa membuat orang yang ada di sekitarnya kesulitan untuk bernafas.


“Katakan saja berapa harga yang hatus aku bayar!!...kalau kau terus berbicara sembarangan...” An xia mengeluarkan belatinya yang terlihat sangat tajam.“Aku akan membunuhmu dengan cara mengulitimu hidup hidup!!!...”Ucap An xia dengan tatapan iblisnya.


Tubuh pria paruh baya itu gemetar, dirinya benar benar merasa takut dengan tuan muda yang ada di hadapanya ini. Karena tidak ingin ancaman itu terjadi, pria paruh baya itu menjawab.“Se...sepuluh....sepuluh koin emas..”Ucapnya gugup dengan tubuh yang masih gemetaran.


An xia mengambil kantong yang berisi sepuluh koin emas dari balik bajunya, kemudian ia melempar kantong berisi koin emas kepada pria paruh baya itu.


Setelah menerima kantong berisikan koin emas dari An xia, pria paruh baya itu lalu mendorong adik dari budak yang di beli An xia dengan kasar.


Karena dorongan yang sangat kuat, gadis itu hampis saja jatuh, namun dengan sigap An xia menangkap tubuh gadis itu sebelum tubuh gadis itu membentur lantai.


An xia melepas jubah yang ia pakai, kemudian An xia menutupi tubuh gadis yang dirinya beli dengan jubah miliknya.“Pakai ini!..”Perintah An xia singkat.


Setelah itu, An xia melirik budak laki laki yang dirinya beli.“Kita pergi dari sini!!..” Perintahnya singkat.


Kemudian An xia beserta dua budak yang baru saja ia beli tadi, pergi dari tempat mengerikan itu.


An xia berjalan di depan untuk memimpin jalan, sedangkan kedua kakak beradik yang ia beli tadi berjalan mengikutinya dengan sang adik yang berjalan di bantu oleh kakaknya.


An xia membawa mereka di sebuah penginapan, An xia memesan dua kamar untuk kedua budak yang baru saja dirinya beli.


Dan saat ini An xia berada di sebuah kamar yang ada di penginapan itu bersama dengan kedua budak yang baru saja dirinya beli.


An xia duduk di hadapan ke dua budak itu, sedangkan kedua budak itu sedari tadi menundukan kepala.


“Aku memberi dua pilihan kepada kalian...” Ucap An xia tiba tiba.

__ADS_1


kedua bersaudara itu mendongak untuk menatap An xia, mereka tidak mengerti apa maksud dari tuan mudah berwajah datar dan dingin itu.


An xia mengubah wajah datarnya dan dinginnya, saat ini hanya ada senyum lembut yang terukir di wajah tampan An xia yang menyamar menjadi pria.


Kedua bersaudara itu terpaku dengan senyum lembut An xia, rasa takut dan was was yang mereka rasakan tadi, dalam sekejap digantikan dengan perasaan hangat dan aman.


“Aku memberikan dua pilihan kepada kalian berdua...”Kali ini suara itu begitu lembut. “Pilihan pertama, kalian akan ikut denganku dan berjanji akan setia kepadaku.” An xua menjeda. “dan pilihan ke dua, kalian bisa pergi dan menjalani hidup kalian dengan bebas.” Lanjutnya.


Kedua bersaudara itu membolakan matany saat mendengar ucapan An xia, sudah banyak sekali uang yang tuan muda itu korbankan untuk membeli mereka, dan tuan muda itu sekarang memberikan mereka pilihan seperti ini?....


Secara bersamaan, mereka bersujut di hadapan An xia.“Tuan muda, biarkan kami ikut bersama anda, kami berjanji akan setia kepada tuan muda!!...”Ucap budak Laki laki itu.


Adik dari budak laki laki itu melanjutkan.“Tuan muda sudah menolong kami dengan cara mengeluarkan kami dari tempat mengerikan itu, dan kami berjanji akan setia kepada tuan!!...”Ucapnya tulus.


An xia tersenym tipis penuh arti, dirinya sudah menduga mereka akan memilih mengikutinya dan akan menjadi orang yang setia.


“Bangunlah kalian berdua!!...”Perintah An xia dengan lembut.


Mereka mematuhi perintah An xia, Mereka sangat yakin dengan tuan baru mereka, walaupun nantinya mereka akan dijadikan seorang pelayan, itu tidaklah masalah jika tuan mereka adalah An xia.


“Aku senang dengan pilihan yang kalian ambil, mulai sekarang kalian akan menjadi orang kepercayaanku!...”Ucapnya masih dengan senyum lembut.


Kedua bersaudara itu menatap An xia dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan, perasaan mereka campur aduk. Mereka tidak bisa membedakan, apakah tuan muda di hadapan mereka itu baik atau buruk?...


Namun mereka masih tetap dalam pendirianya untuk setia kepada An xia . “Apapun yang akan terjadi di masa depan, kami akan tetap setia kepada tuan muda, walaupun nyawa taruhanya!!...”Ucap budak laki laki itu dengan penuh keyakinan.


An xia kembali tersenyum lembut. “Bagus!... aku sangat suka orang orang seperti kalian!” Ucapnya dengan puas.


“Sebelum itu aku juga ingin memberitahu satuhal lagi kepada kalain berdua...”Ucap An xia sambil melepaskan ikat rambutnya.


Dan tergerailah rambut hitam panjang An xia yang indah itu.“Aku adalah nona pertama An, putri tertua dari Jenderal besar An changyi.” Ucapnya lagi.


Seperti sebuah sihir, tuan muda tampan yang ada di hadapan mereka berdua dalam sekejap menghilang dan di gantikan oleh sosok gadis cantik bagaikan dewi yang turun dari kayangan.


Apakah kedua bersaudara itu terkejut?....jelas mereka terkejut. Siapa yang akan menyangka kalau putri Jenderal yang terkenal manja dan tidak bisa apa apa itu..... berada di pasar gelap dengan menyamar menjadi seorang pria.


Lidah mereka berdua seperti mati rasa sangking terkejutnya. Tuan muda yang menolong mereka tidak lain adalah nona pertama An?....sungguh, itu tidak pernah terpikir oleh otak normal mereka.


An xia terkekeh geli saat melihat raut wajah kedua bersaudara itu.“Tidak perluh terkejut!!... diriku ini memang nona muda yang aneh...” Ucapnya sambil tertawa kecil.


Sekali lagi, mereka berdua di buat terpesona dengan tawa An xia. Tawa itu terlihat begitu indah, begitu mempesona, begitu cantik sampai tak bisa di ungkapkan dengan kata kata.

__ADS_1


“Berhanti menatapku seperti itu!...”Tegur An xia yang berhasil menyadarkan kedua bersaudara itu dari lamunannya.


“Siapa nama kalian?....”Tanya An xia kepada dua bersaudara itu.


Budak laki laki itu menjawab terlebih dahulu. “Menjawab nona, nama budak ini adalah Rui!..” Jawabnya dengan semangat.


Dan dilanjutkan dengan adik perempuan Rui. “Dan nama hamba adalah Annchi...”Jawabnya dengan gugup.


An xia mengangguk, kemudian ia melihat rambut Annchi yang terlihat berantahkan dengan potongan asal.


“Annchi, kenapa dengan rambutmu?...”Tanya An xia lembut.


Pertanyaan An xia membuat tubuh Annchi bergetar, sepertinya gadis itu mengalami terauma, An xia yang melihat itu mengerti.


“Kemarilah!...”Perintah An xia lembut.


Annchi menatap An xia bingung, namun ia memilih patuh dan mendekat ke arah An xia.


“Berbaliklah!...”Perintah An xia lagi.


Annchi mematuhinya, ia membalikan badanya membelakangi An xia. Sedangkan kakak Annchi yaitu Rui sedari tadi hanya diam dan melihat apa yang akan di perbuat oleh nona muda yang saat ini menjadi majikanya.


An xia mengeluarkan sebuah gunting yang ia simpan di balik bajunya.“Aku akan merapihkan rambutmu!.....” Ucap An xia singkat, namun masih tetap dengan kelembutan.


An xia mulai merapikan rambut Annchi dengan memotong rambut itu, An xia memotong rambut Annchi sampai sepanjang leher.


Kini penampilan Annchi terlihat seperti gadis Jepang imut yang memiliki potongan rambut pendek dengan poni tipis sepanjang alis.


Rui merasa kagum dengan perubahan adik perempuanya. di zaman ini, wanita akan terlihat cantik dengan rambut panjang. Dirinya tidak menyangka kalau adik perempuannya akan terlihat sangat manis dengan rambut yang sependek itu.


“Sudah selesai...”Ucap An xia sambil meletakkan gunting di tanganya, kemudian An xia membawa Annchi menuju cermin yang ada di kamar itu.


“Annchi, lihatlah dirimu di cermin!...” Perintah An xia dengan lembut.


Annchi perlahan mendongakkan kepalanya untuk melihat cermim, dan saat Annchi melihat pantulan dirinya di cermin, Annchi membolakan matanya.


“I..ini...apakah ini aku?...”Tanya Annchi tidak percaya.


An xia mengangguk pelan.“Iya, kau terlihat sangat cantik dan manis, apakah kau menyukainya?...”Tanya An xia dengan senyum lembut.


Annchi mengangguk dengan penuh semangat.“Terima kasih...hiks...terima kasih banyak nona!!....”Ucap Annchi sambil menangis haru.

__ADS_1


__ADS_2