
Kali ini An Xia sama sekali tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut di wajahnya. Sebenarnya, ia merasa bingung!.... bagaimana bisa ayahnya itu mengetahuinya?
Apa sekarang ia sudah ketahuan?
“Ayah, aku___” Sebelum ucapannya itu selesai, An Xia tiba-tiba berhenti.
Gadis itu menyadari satu hal. An Changyi hanya mengatakan kalau dirinya tidak berada di kuil, namun pria itu sama sekali tidak bilang kalau dirinya pergi ke Kerajaan Han!
Berarti, kemungkinan besar ayahnya itu hanya mengetahui setengah dari cerita yang sebenarnya.
Karena tidak ingin bersikap ceroboh saat menjawab pertanyaan dari An Changyi, An Xia pun balik bertanya. “Ayah, apa saja yang kau ketahui? ” Kemudian, gadis itu memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah ayahnya. “Mengapa ayah tampak ragu saat aku menanyakan itu?.... memang apa saja yang ayah ketahui?” Tanyanya lagi.
Dan dengan pertanyaan itu, An Changyi pun seketika ragu dengan pemikirannya sendiri. Memang, apa yang ia ketahui?..... ia hanya mengetahui kalau putrinya itu pulang tanpa bersama pelayan dan pengawal yang lain.
“Jika kau memang berada di kuil itu, lalu dimana para pelayan dan pengawal yang mengikutimu?” An Changyi bertanya kepada An Xia.
An Xia tersenyum tipis, ternyata keberadaannya di Kerajaan Han selama ini tidak di ketahui oleh An Changyi.
Dengan begitu, rahasianya aman!...
Melihat putrinya yang masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya, An Changyi pun kembali berkata. “Xia’er, apa yang kau pikirkan?.... ayo, jawab pertanyaan dariku!!! ” Perintahnya dengan tegas.
Tanpa sadar, An Xia menyentuh perutnya. Gadis itu kini menunjukkan ekspresi kesulitan diwajahnya. “Jadi, ayah belum tau?” gadis itu menghela nafas berat, kemudian ia kembali berkata. “Mereka semua telah mati, ayah! ” ucapnya lagi dengan lirih.
Mendengar perkataan putrinya itu, An Changyi pun membelalakkan matanya. “Apa?!!!.... bagaimana bisa? sebenarnya apa yang terjadi, cepat katakan kepadaku!!” Ia bertanya dengan berseru.
Wajah An Xia kini nampak ketakutan, tentu saja ia hanya berpura pura. “Saat itu, ada dua orang pembunuh yang datang secara tiba tiba.... dan... dan mereka membunuh semua pelayan dan pengawal itu tanpa ampun! ” Ceritanya, dan tentunya dua pembunuh yang An Xia maksud adalah Annchi dan Rui.
__ADS_1
An Changyi berdiri dari duduknya, kemudian ia menghampiri An Xia. “Lalu, bagaimana denganmu? apakah kau baik baik saja?” Tanyanya dengan khawatir.
Bahkan kecurigaan yang ia tunjukan tadi telah hilang dan digantikan dengan keresahan.
“A... Aku baik baik saja! saat itu aku berhasil melarikan diri bersama dengan seorang pelayan dan dua orang pengawal.” Jawabnya, kemudian gadis itu menyeka air matanya yang tidak ada. “Tapi yang lainnya telah mati terbunuh!” Ucapnya lagi.
Mendengar kalau para pelayan dan pengawal yang ia tugaskan untuk melindungi putrinya telah mati, dan itupun karena terbunuh..... membuat amarah dalam diri sang Jendral besar pun tersulut.
An Changyi mengepalkan tangannya, wajahnya kini menggelap karena amarah yang mengebuh ngebuh. “Beraninya mereka!! apakah mereka tidak tau kalau yang mereka usik adalah putri dari seorang Jendral besar?!!! ” Geramnya.
Kemudian ia melirik ke arah An Xia. Putrinya itu tampak begitu menyedihkan, kejadian yang putrinya alami sangat mengerikkan.
An Changyi menghela nafas dalam dalam untuk menenangkan amarahnya. “Xia’er, putriku!..... hal itu pasti sangat berat bagimu, untuk sekarang kau boleh pergi.” Ucapnya dengan lembut.
An Xia pun menganggukkan kepalanya dengan lemah. “Baiklah ayah, aku pamit! ” Setelah mengatakan itu, ia pun segera pergi sambil menahan sebuah senyum.
Masalah ini tidak bisa di biarkan begitu saja!!..... kali ini yang menjadi taruhannya adalah putri kesayangannya.
Sebagai seorang ayah, pastinya ia tidak akan tinggal diam!!.... pelaku itu, harus tertangkap bagaimanapun caranya.
...»»————>❀<————««...
Baru saja An Xia keluar dari ruangan itu. kedua selir ayahnya kini berada di hadapannya dengan sebuah senyum yang menjengkelkan.
Selir pertama, An zhuu kini menatap An Xia dari atas sampai bawah. “Lama tidak bertemu, dan kini kau semakin terlihat cantik saja Xia’er! ” Pujinya namun dengan nada ejekan.
An Xia tersenyum dengan begitu manisnya, namun senyuman itu bukan untuk bersikap ramah atau semacamnya..... yang jelas, senyuman di bibir An Xia bukanlah hal yang baik.
__ADS_1
“Terima kasih atas pujiannya! ” Kemudian, An Xia juga melirik mereka dari atas sampai bawah. “Hem?... kedua ibu selir juga demikian, setelah lama tak bertemu.... kalian juga semakin cantik! ” Kata kata An Xia kali ini penuh dengan pujian, namun....
“Sepertinya ayahku telah memberikan kalian banyak uang!...” An Xia menutup senyum lebarnya dengan kipas lipat yang ia bawa, lalu ia kembali berkata. “...Kalian memanfaatkan uang itu dengan sangat baik, aku merasa kagum! ” Setelah menyindir kedua selir rendahan itu, An Xia pun langsung melangkah pergi.
Selir kedua, An wei menatap kepergian An Xia dengan tajam. “Gadis itu!!!.... kenapa semakin lama, ia semakin menyebalkan!!! ”Geramnya.
Mendengar itu. selir pertama, An zhuu mendengus. “Bahkan lidahnya begitu tajam dan beracun!!”
Sebenarnya, dulu mereka berdua tidak terlalu membenci An Xia. Namun, setelah gadis itu berubah menjadi lebih baik.... kebencian dalam hati mereka semakin bertambah.
Mereka berdua merasa takut kalau putri mereka, An Fengying dan An shilin akan kalah tersaingi.
Apalagi saat mengetahui An Xia yang akan dinikahkan dengan pangeran kedua!!.... Tentu saja mereka merasa iri. Mereka juga ingin putri putri menikah dengan seorang pangeran.
Dan karena keinginan itu, merekapun sampai berusaha keras membujuk An Changyi untuk menikahkan putri mereka dengan salah satu pangeran.
Walaupun menjadi selir, itu tidaklah masalah!!
Dan setelah berusaha cukup keras, merekapun akhirnya berhasil memasukkan kedua putri mereka kedalam kediaman pangeran mahkota sebagai selir.
Namun tampaknya mereka masih tidak cukup puas. Nyatanya, An Xia akan menikah dan menjadi seorang istri sah dari pangeran kedua!!
“Seandainya saja!!.... seandainya saja gadis itu bisa mati di tanganku!!! ” Geram selir pertama, An zhuu.
Selir kedua, An wei yang mendengar itupun segera membungkam mulut An zhuu. “Kakak, jangan keras keras!!” kemudian ia melirik sekitarnya untuk memastikan tidak ada siapapun, setelah itu ia kembali berkata. “Bagaimana jika ada yang mendengarnya?!!!.... kau harus berhati hati!! ” Tegurnya dengan berbisik.
An Zhuu mendengus kesal, dan menggerutu. “Huh!!.... cepat atau lambat, aku pasti akan membunuh ja**ng kecil itu!!”
__ADS_1
“Kakak, untuk membunuhnya kita harus memikirkan cara yang matang terlebih dahulu!!” Kemudian ia melirik tempat dimana An Xia melangkah pergi tadi. “Ular sepertinya tidak akan mudah untuk di habisi.” Gumamnya pelan.