Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Rasa perduli.


__ADS_3

Sayang rasanya jika harus membunuh orang orang dengan kekuatan hebat seperti mereka. Namun mengingat kalau keselamatan putri dan putranya kini tengah di pertaruhkan, An changyi pun tidak akan segan segan untuk membunuh dan menebas Kepala mereka.


An changyi beserta para prajurit yang tersisa kini tengah berjuang mati matian untuk mengalahkan pihak lawan yang semakin lama jumlah mereka malah semakin bertambah.


Walaupun lawan mereka cukup kuat, namun untuk mengalahkan seorang jenderal besar yang telah sering berkecimpung di medan perang seperti An changyi bukanlah hal yang mudah untuk di lakukan.


Menjadi seorang jenderal besar itu bukanlah perkara yang mudah, sudah banyak sekali rintangan yang telah An changyi lewati demi bisa mencapai posisi ini.


Dan dengan begitu, masalah seperti ini pun bukanlah hal yang pertamanya kali ia hadapi!!


Di saat para prajurit telah banyak yang gugur, dan An changyi yang mulai tampak kelelahan. An Xia yang berada di dalam kereta pun kini mulai mengeluarkan belati kesayangannya dan bersiap untuk menyerang.


Namun, saat ia akan keluar dari kereta kuda. Tiba tiba dari arah lain ia bisa mendengar suara ketukan langkah kaki kuda yang melaju dengan cepat ke arah sini.


Tidak hanya satu atau dua, namun puluhan. Mengetahui hal itu, An Xia pun menyeringai. “Hem, seseorang yang akan menjadi tumbal ku! ” Gumamnya pelan.


Namun, tiba tiba ia mendengar ada sebuah suara yang berkata. “Segera habisi mereka semua!!! ” Perintah seseorang dengan begitu tegas kepada bawahannya yang lain.


Sedangkan para bawahan yang di perintah itupun segera bergerak cepat dan mengarahkan pedangnya.


Namun, bukannya menyerang An changyi ataupun An Xia. Orang orang itu justru menyerang dan menebas kepala parah musuh yang berniat untuk membunuhnya.


An Xia yang melihat itupun mengerutkan dahinya, kemudian ia menoleh kearah sosok pria yang duduk dengan gagahnya di atas seekor kuda dengan bulu sehitam malam.


Saat pandangannya bertemu dengan pandangan sosok pria tersebut. An Xia pun tersenyum. “A-Zhu, kau datang? ” Gumamnya dengan suara lirih.

__ADS_1


Lain halnya dengan An changyi yang melihat sosok kaisar Zhuang. Saat ia melihat sosok kaisar itu, ia hanya bisa tercengang. “Dia... Begitu muda? ” Gumamnya lirih.


Memang ia tau kalau sang kaisar Han adalah kaisar muda, namun ia tidak menyangka kalau kaisar itu ternyata lebih mudah dari perkiraannya.


Di lihat dari penampilannya, mungkin umur kaisar itu tidak jauh berbeda dengan umur An zhuting!!


Nampak saat ini kaisar itu tengah turun dari kudanya dan berjalan dengan langkah cepat menuju kearah An Xia.


Melihat arah langkah kaisar Zhuang, An changyi pun menoleh kebelakang dan melihat sosok An Xia yang akan turun dari kereta kuda.


Melihat hal itu, An changyi pun mengerutkan dahinya. “Apa yang akan dia lakukan? ” Gumamnya kepada diri sendiri.


Tidak hanya An changyi, namun para prajurit yang telah bertarung kini juga menatap heran kearah An Xia dan kaisar mereka.


Mendengar ucapan kaisar itu, pandangan semua orang kini beralih untuk menatap ke arah sepasang belati yang di genggam erat oleh kedua tangan putih mulus An Xia.


Apakah kaisar mereka mengkhawatirkan gadis bernama An Xia itu?!!....


Para prajurit dari Kerajaan Han kini tidak tau harus berkata apa lagi. Jika sang kaisar memang mengkhawatirkan putri jenderal itu.... Maka hal itu adalah sebuah mukjizat bagi mereka!!


Di saat pikiran mereka mulai menerawang kemana mana, suara dingin kaisar Zhuang pun kembali terdengar. “Jangan bilang kalau kau juga akan ikut bertarung?!! ” Tanyanya dengan dingin kepada An Xia.


Sedangkan An Xia yang di tanya seperti itupun mengigit bibir bagian bawahnya dan menyembunyikan kedua belati nya di balik punggung.


Berharap kalau Ayah dari anak yang berada di kandungannya itu tidak akan menyita mainan kesayangannya ini.

__ADS_1


An Xia terdiam untuk sesaat dan melirik ke arah lain, kemudian ia berkata. “Aku hanya ingin membantu!” Jawabnya dengan sedikit rasa ragu.


Mendengar jawaban dari ‘calon permaisuri nya’ itu, raut wajah kaisar Zhuang kini semakin memburuk. “Membantu dengan cara bertarung?.... Tidakkah kau tau itu bisa membahayakan keselamatanmu?!! ” Ucapnya dengan penuh penekanan.


Walaupun kaisar itu terlihat begitu marah, namun dari apa yang semua orang lihat. Marahnya kaisar Zhuang terhadap An Xia adalah sebuah bentuk kasih sayang dan rasa perduli.


Dan hal itupun membuat para prajurit dan yang melihatnya ternganga tak percaya!!


Awalannya mereka semua mengira pernikahan ini adalah karena sebuah tujuan politik, namun siapa sangka kalau pernikahan di antara keduanya adalah murni karena sebuah perasaan....


Perasaan ‘Cinta’!!!....


Mengetahui hal itu, kini sosok An Xia bagi para prajurit adalah seseorang yang berharga.


Seseorang yang mampu memikat hati keras dan beku milik kaisar Zhuang tentunya adalah seseorang yang sangat berharga bukan?!


Sedangkan An changyi yang melihatnya pun juga tidak kalah tercengang nya. Tadi ia sempat meragukan apakah sang kaisar Han itu bisa memberikan sebuah kasih sayang kepada putrinya atau tidak.


Namun, saat melihat kejadian ini. Rasa ragu dalam diri jenderal itu menghilang dan digantikan dengan perasaan lega!....


Rupanya menikahkan putri kesayangannya dengan kaisar Han adalah sebuah keputusan yang begitu tepat menurutnya.


Fai yang baru saja selesai menebas kepala seorang musuh yang tersisa pun kini berjalan menghampiri kaisar Zhuang dan membungkuk. “Yang mulia, musuh telah berhasil kami pukul mundur! ” kemudian ia melirik ke arah prajurit prajurit yang telah gugur. “.... Namun korban yang berjatuhan juga cukup banyak, ini menandakan bahwa kelompok itu bukanlah pembunuh biasa!” Ucapnya lagi.


Kaisar Zhuang melirik ke arah Fai sekilas lalu berkata. “Segera suruh orang untuk membereskan mereka, dan jangan lupa untuk menyelidiki tentang masalah ini!!...” Kemudian ia kembali menatap ke arah An Xia. “.... Dan kau sebaiknya kembali masuk, kita akan melanjutkan perjalanan ini! ” Ucapnya lagi lalu kembali menunggangi kuda hitamnya.

__ADS_1


__ADS_2