
Semua pelayan tau bahwa bangunan itu adalah tempat yang begitu terpencil, bahkan tidak ada orang yang ingin mendekati bangunan itu lantaran takut dengan rumor rumor berhantu.
Akan tetapi, ketiga pelayan tadi saat ini dapat melihat setitik cahaya lilin yang begitu samar samar. Membuat mereka tau bahwa saat ini ada seseorang yang berada di dalamnya.
Merasa penasaran dengan siapa orang yang begitu berani mendatangi bangunan yang terkenal menyeramkan itu, seorang pelayan kecil pun berkata kepada dua pelayan yang lain. “Lihat-Lihat!!..... ada cahaya di bangunan itu! ” Ujarnya, seraya menunduk nunjuk kan jarinya. “Tidakkah kalian merasa penasaran?.... bagaimana kalau kita melihat nya sebentar?!! ” Ucapnya lagi dengan penuh semangat.
Namun kedua pelayan yang lain rupa rupanya tidak sependapat dengannya. “Apakah kau sudah gila?!..... bagaimana jika orang itu adalah seorang penjahat?!! ” Ucapnya dengan berbisik, berusaha untuk mencari aman dengan tidak memancing keributan.
“Dia benar!.... jika itu orang jahat, maka kita bisa saja di bunuh!!! ” Ucapnya dengan ekspresi wajah yang mengerikan, sengaja ia tunjukkan untuk menakut nakuti pelayan kecil tadi.
Sedangkan pelayan kecil yang mendengar hal itupun kini mulai merasa takut. “Ta.... Tapi... Tapi bagaimana kalau itu bukan__” Belum sempat ia menyelesaikan kata katanya, kedua pelayan tadi pun kembali berkata.
“Suussst!!!....kecilkan suara mu itu!!.... Apakah kau tau apa yang biasa penjahat lakukan sebelum membunuh seorang gadis seperti kita?! ” Tanyanya yang hanya di balas dengan gelengan kepala oleh pelayan kecil tadi.
“Jika korbannya adalah seorang wanita, maka para penjahat biasanya akan ‘meniduri nya’ terlebih dahulu!...” Ia terdiam untuk sesaat, menciptakan suasana sunyi yang mencekam. “.... Dan setelah merasa puas dengan semua kenikmatan yang ia dapat, barulah ia membunuh korbannya agar kejahatannya itu tidak di ketahui siapapun! ” Ucapnya lagi.
Mendengar cerita itu, sang pelayan kecil pun seketika bergidik ngeri. Tentu saja ia masih ingin hidup dengan aman di sini, bagaimana bisa ia akan membiarkan dirinya mati dengan cara yang memalukan dan kotor seperti itu?
“Ka... Kalau begitu, se.... sebaiknya kita segera pergi dari sini! ” Ia melirik sekitarnya dengan takut, Kemudian merapat kan tubuhnya kepada dua pelayan tadi untuk mencari rasa aman.
Melihat ketakutan pada diri pelayan kecil itu, dua pelayan tadi pun tersenyum. “Ayo pergi!.... dia sudah begitu ketakutan. ” Ucapnya sembari menahan tawa.
Namun baru selangkah mereka menginjakkan kakinya untuk memulai langkah, tiba tiba suara suara ambigu pun dapat terdengar dari dalam bangunan terbengkalai itu.
“Uh! ... Cepat lakukan, aku sudah tidak tahan lagi!! ” Ucap seorang wanita yang terdengar seperti desahan.
“Dasar gadis nakal, kau begitu tidak sabaran!? ” Balas seorang pria dengan nada menggoda.
Ketiga pelayan tadi yang mendengar hal itupun seketika membeku di tempat, pikiran mereka kini mulai di banjiri dengan berbagai macam fantasi yang menakjubkan.
Saat mereka kembali sadar dari lamunannya, merekapun baru menyadari satu hal.
“Su... Suara itu!.... tidakkah suara wanita di dalam sana terdengar begitu familiar?!! ” Ucap salah satu dari mereka dengan wajah terkejut.
__ADS_1
“Tidak salah lagi, aku sangat mengenal suara itu! ” Sahut yang lainnya.
“Jangan bilang itu adalah suara.... ”
...»»————>❀<————««...
Suara ketukan pintu bertubi-tubi itu terdengar begitu keras, membuat orang orang yang larut dalam tidur nya pun seketika terbangun.
“Tuan besar!!... Tuan besar mohon bangunlah!!! ” Ucap seorang pelayan kecil sembari berteriak kencang.
Sang tuan besar shen yang mendengar suara teriakan dan pintu yang terketuk berkali kali itupun mau tidak mau harus membuka matanya.
Dan dengan kesal, pria paruh baya itu turun dari ranjangnya yang nyaman lalu melangkahkan kakinya dengan kesal ke arah pintu yang masih diketuk ketuk dari luar itu.
“Siapa orang yang begitu tidak sopan membangun ku di tengah tengah malam seperti ini?!!! ” Tanyanya dengan nada penuh penekan, bahkan raut wajahnya kini benar benar terlihat begitu marah.
Pintu pun di buka dengan begitu keras, namun sebelum tuan besar Shen ingin kembali membuka mulutnya untuk menegur pelayan kecil tadi..... pelayan itupun terlebih dahulu berkata.
Sedangkan tuan besar Shen yang melihat pelayannya terdiam tanpa ingin melanjutkan kata katanya pun merasa heran dan mengerutkan keningnya. “Siapa yang kau maksud?!! ” Tanyanya dengan tegas, namun ada sebuah perasaan tidak enak yang hinggap dihatinya.
Masih merasa enggan untuk mengatakan nya secara terus terang, pelayan kecil tadi pun berkata. “Se.... Sebaiknya, tuan besar melihatnya sendiri! ” Ia terdiam, kemudian melanjutkan. “Aku takut jika nanti akan mengatakan hal yang keliru, dan karena itulah___”
“Tunjukkan arahnya, biarkan aku melihat siapa orang yang berani berbuat kotor di dalam kediaman ku saat ini!!! ” Perintah sang tuan besar Shen dengan tegas, kemudian ia menunjuk beberapa penjaga untuk ikut bersamanya.
...»»————>❀<————««...
Langkah kaki sang tuan besar Shen itu terlihat begitu cepat, membuat pelayan kecil dan beberapa penjaga di belakangnya pun harus setengah berlari untuk menyeimbangkan kecepatan.
Sesampainya mereka di dekat bangunan terbengkalai tadi, pendengaran Sang tuan besar Shen pun mulai menangkap suara suara yang terdengar begitu menggoda hasrat.
Untuk beberapa lama pria paruh baya itu menghentikan langkahnya dengan ekspresi wajahnya yang tertegun.
Sedangkan para penjaga yang sedari tadi berada di belakangnya pun mulai menajamkan pendengarannya untuk mengamati situasi panas di dalam sana.
__ADS_1
“Ah!... Ah!... Ah!.... Lebih kuat lagi, aku.... emh.... ingin lebih!!! ” Ucap seorang wanita dengan di sertai suara suara desahan yang merdu dari mulutnya.
“Hahahaha!!..... kau sangat menyenangkan, tubuhmu begitu nikmat! ” Ucap dari seorang pria yang terbakar oleh gairahnya.
“ Hah!!.... ”
“Ah!... Ah!... Ah! ”
Suara desahan dan teriakan ambigu itu semakin menggila, membuat beberapa orang yang mendengar nya dari luar ikut terpancing dengan api gairah yang kedua sejoli itu keluarkan.
Namun sang tuan besar Shen kini justru tampak terdiam seraya menundukkan kepalanya, kedua tangannya pun mulai terkepal erat dengan tubuh yang sedikit bergetar.
Mungkin kah pria paruh baya itu juga ikut terpancing dengan nafsu?..... Namun, dilihat dari ekspresi nya saat ini ia jelas jelas terlihat lebih marah dari yang sebelumnya.
Dengan sekali tendangan, pria paruh baya itu berhasil membuka pintu bangunan yang sudah tua dan rapuh itu. Menimbulkan rekasi terkejut pada dua sejoli yang kini tengah memadu kasih dengan keringat dan tanda tanda merah di sekujur tubuh mereka.
“Apa yang sedang kau lakukan.... Shen Gao Yang?!!! ” Bentak sang tuan besar Shen dengan suara yang begitu lantang.
Sedangkan Shen Gao Yang yang mendengar suara ayahnya itupun segera menoleh. “A... Ayah?!! ” Ia nampak terkejut dan linglung dengan apa yang sedang terjadi saat ini. “A... Aku... Aku... ” Ia bingung harus berkata apa, lidahnya seakan akan mati rasa.
“Menjijikkan!!! ” Geram sang tuan besar Shen dengan suara yang rendah.
“Ayah!!.... Aku... Aku bisa menjelaskan ini semua!!! ” Ucapnya sembari berusaha bangkit dari posisinya saat ini.
Namun sayang, tubuhnya yang berada di bawah kungkungan seorang pria pun tak mampu untuk bergerak sesuka hati. Membuat sang nona kedua Shen itu terpaksa berteriak dengan kesal. “Cepat lepaskan aku!!!... dasar bajingan!!!.... Aku tidak mengenalmu, menjauhlah dari ku bodoh!!! ” Teriaknya sambil memukul mukul dada pria yang berada di atas tubuhnya itu.
Mendengar suara teriakkan itu, sang pria pun tersenyum licik dan pada akhirnya melepaskan sang nona kedua Shen dari kungkungan nya. “Menyesalinya pun sudah terlambat, kau sekarang adalah milikku! ” Bisik pria itu sebelum menyingkir dari tubuh Shen Gao Yang dengan keadaan tanpa busana.
Shen Gao Yang sama sekali tidak mendengar kan semua kata kata pria itu. Ia saat ini lebih fokus kepada sang ayah yang kini nampak begitu mengerikan dengan tatapan penuh amarah.
“Ayah, aku__” Belum sempat Shen Gao Yang menuntaskan kalimat nya, sang tuan besar Shen pun terlebih dahulu berkata.
“Pengawal, seret kedua orang itu keluar!!!..... perbuatan mereka saat ini benar benar telah membuat ku malu!!! ” Perintahnya sembari berteriak kencang.
__ADS_1