
Sedari tadi, di belakang kedua selir itu terdapat sebuah bara api yang di gunakan untuk memanaskan besi.
An Zhuu dan An Wei yang baru menyadarinya pun terbelalak. Kini mereka benar benar takut!!
Apakah An Xia benar benar akan membakar mereka dengan besi panas?.... memikirkannya saja sudah sangat mengerikan.
Dua orang pria berbadan kekar dan bertelanjang dada mendekat kearah besi yang di panaskan di bara api itu.
Saat besi besi itu di keluarkan dari bara api. Nampak sangat jelas kalau besi besi itu bersinar dengan warna merah menyala yang sangat mengerikan.
Melihat hal itu, An Zhuu maupun An Wei pun menjadi semakin panik. Kedua selir itu memberontak sekuat tenaga, bulir bulir keringat kini telah membasahi wajah mereka.
An Zhuu mengais, namun pancaran kebencian masih terlihat jelas di matanya itu. “Tidak!!!!.... berhenti!! berhenti!!!.... jangan mendekat!!! aku bilang jangan mendekat!!!” Teriaknya kencang.
Namun kencang apapun selir itu berteriak, hal itu sama sekali tidak berarti.
Selir kedua, An Wei menatap An Xia dan Kaisar Zhuang dengan tatapan memelas. “Aku mohon!! tolong lepaskan aku!!.... aku..... aku berjanji tidak akan lagi mengganggu kalian! aku akan pergi, dan tidak akan muncul lagi!!.... jadi, aku mohon tolong lepaskan aku!!!” Ucapnya yang memohon untuk dirinya sendiri.
An Xia yang melihat ketakutan di wajah merekapun menjadi bertambah senang. Bahkan senyum di wajah cantiknya itu semakin lebar dengan tatapan mata yang mengerikan.
Sedangkan, Kaisar Zhuang saat ini justru tidak memperdulikan kedua selir itu. Malahan, kaisar itu kini tengah sibuk menciumi leher putih An Xia dan memeluk gadi itu tanpa memperdulikan sekitar.
Bahkan kaisar itu tak segan segan untuk meninggalkan jejak jejak kepemilikannya.
An Xia yang diperlakukan seperti itu sebenarnya merasa geli. Namun, gadis itu lebih terfokus kepada pemandangan menyenangkan di hadapannya.
Besi panas yang berwarna merah menyala itu pertama tama di arahkan di wajah An Zhuu, sang selir pertama.
Rasa takut dalam diri An Zhuu pun semakin menjadi jadi. Selir itu memberontak dengan sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri dari ikatan yang mengekang tubuhnya.
An Zhuu menggelengkan kepalanya, jantungnya kini berdebar dengan sangat kencang. “Tidak!!! jangan!! jangan sakiti wajahku!!!.... Tidak! tidak!!” Ia terus menerus berteriak ketakutan, berharap akan adanya seorang penyelamat yang membebaskannya dari neraka ini.
Tapi sayang, harapannya itu hanyalah sekedar harapan!
Besi panas itu didekatkan secara perlahan di wajah An Zhuu, sengaja untuk memancing reaksi ketakutan dalam diri selir itu sebelum melanjutkan penyiksaan.
Walaupun lehernya kini terasa sangat geli karena ulah kaisar Zhuang. Namun tatapan An Xia masih terfokus kepada selir pertama ayahnya.
__ADS_1
Dan dalam hati, gadis itu berhitung mundur dari....
...3...
...2...
...1...
Creessssss!!!......
Aaaaaaaaa!!!!!.....
Suara teriakan kesakitan menggema di saat sebuah kulit yang putih mulus bersentuhan dengan sebuah besi yang telah di panaskan sampai berwarna merah menyala.
Tangan dan kaki An Zhuu meronta- tonta dikala rasa sakit yang amat teramat sangat itu menyerang di area wajah yang terbakar tadi.
Rasanya begitu panas!! begitu pedih dan sangat sangat menyakitkan!!!
An Wei yang melihat betapa mengerikannya siksaan itupun muntah dan mengeluarkan isi perutnya.
Di sisi lain. An Zhuu, sang selir pertama itu masih meronta rona karena menahan rasa sakit. Matanya terpejam untuk menahan air mata yang akan jatuh agar tidak semakin menambah rasa sakit.
Sembari melampiaskan rasa sakit, An Zhuu menatap An Xia tajam dan berkata. “Haaaaa!!!!.... An Xia!!! dasar kau ja**ng!!!!..... mati saja kau!!! mati!! mati!!!!!” Teriaknya dengan makian.
An Xia di sana terkekeh. Lihatlah betapa indahnya luka bakar di pipi selir rendahan itu!!..... warna merah pada daging yang terbakar itu sangat sangat menjijikkan. Namun tidak bagi penikmat seperti An Xia.
Menurutnya itu adalah sebuah maha karya yang membuat hatinya puas!!
“Lakukan lagi!!” Perintah An Xia.
Besi panas pun kembali di dekatkan kearah sisi wajah An Zhuu yang satunya lagi.
An Zhuu pun kembali berteriak. “Tidak!!! berhenti!! berhenti!!!.... terkutuk kau An Xia!!!! dasar wanita iblis!!! kau sangat keja___” Sebelum selir itu menyelesaikan kata katanya. kulitnya yang putih mulus itu kembali bersentuhan dengan permukaan besi yang panas.
Creeeeessss!!!!.....
Aaaaaaaa!!!!!.....
__ADS_1
Aaaaaa!!!!!.....
Teriakannya kini lebih kencang dan lebih memilukan dari pada sebelumnya. Wajah An Zhuu kini telah hancur se hancurnya!!!..... ia bagaikan monster atau hantu.
Tidak hanya wajahnya yang hancur. Namun hatinya juga hancur, bagaimana tidak?..... kini ia telah menjadi buruk rupa, dan yang lebih parahnya adalah ia tidak yakin kalau dirinya bisa bernafas sampai matahari terbit esok.
Melihat An Zhuu yang sudah lemah dan sepertinya tidak memiliki tenaga lagi untuk mengeluarkan teriakan pilu. An Xia pun merasa bosan.
Kini ia tidak lagi memiliki alasan untuk membiarkan selir itu tetap hidup, dan karena itulah ia berkata. “Sekarang aku ingin dia mati, emm..... ” An Xia melirik An Zhuu dari atas sampai bawa, mengira ngira kematian apakah yang paling cocok. Dan setelah lama berfikir, gadis itupun telah menetapkannya pilihan. “..... Dia harus mati dengan kedua tangan yang terpisah dari tubuhnya!!” Perintahnya kepada dua orang yang bertugas menyiksa selir selir itu tadi.
Namun, bukannya melaksanakan perintah dari An Xia. Kedua orang itu kini justru melirik kearah kaisar Zhuang yang sedang sibuk dengan kegiatannya sendiri.
An Xia pun mengerutkan dahinya saat perintahnya tidak segera di patuhi. Walau sepele, namun itu mampu membuat dirinya kesal.
“Kenapa kalian diam saja?!!” An Xia membentak kedua orang itu.
Kaisar Zhuang yang mendengar bentakan dari gadis kesayangannya pun menghentikan aksi mesumnya. Kemudian Kaisar itu mengalihkan tatapannya dari leher An Xia ke dua orang yang tadi.
Dengan tatapan mata tajam, Kaisar Zhuang pun berkata. “Kenapa kalian masih diam?!! apakah kalian tuli sehingga tidak mendengar perintah dari permaisuri?!! ” Ucapnya yang berhasil membuat kedua orang itu merasa terintimidasi.
Karena tidak ingin terkena hukuman dari seorang Kaisar Zhuang. kedua orang itupun dengan segera mengambil pedang dan mengayunkan nya kearah lengan An Zhuu yang hampir pingsan itu.
Craaaasssss!!......
Craaaasssss!!!!.....
Semburan darah yang berwarna merah pekat itu keluar dari lengan An Zhuu. kali ini ia sama sekali tidak berteriak, bukan karena pingsan. Namun, itu karena dirinya telah mati!!
Tubuhnya yang telah terpisah dari kedua tangannya pun ambruk ke depan selagi kedua tangannya masih menggantung di tali.
Lantai yang tadinya kotor dengan debu, kini basah dengan darah.
An Xia dan Kaisar Zhuang memandang itu semua dengan ekspresi wajah yang penuh akan kepuasan.
Karena satu mainannya telah terbuang, An Xia pun melirik mainan lain yang kini masih dalam keadaan pingsan.
Sebuah senyum iblis pun terukir, kemudian gadis itu berkata. “Sekarang gilirannya!!”
__ADS_1