Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Biarkan dia menunggu!


__ADS_3

Mendengar suara yang begitu familiar di telinganya, An xia pun secara reflek menoleh untuk menatap sosok yang kini melangkahkan kakinya mendekat kearahnya.


“Yang mulia, a.... aku kira kau tidak akan datang secepat ini! ” Ucapnya dengan kaku, sedikit merasa tidak enak karena suaminya itu mendengar perbincangannya tadi.


Melihat istrinya yang bersikap seperti itu kepadanya, kaisar Zhuang pun tersenyum dan menatap An xia dengan tatapan penuh arti. “Hem? begitukah? ” Ia kini menghentikan langkahnya, sedikit membungkukkan badan dan mendekatkan wajahnya yang rupawan itu. “Namun sepertinya tebakkan mu itu keliru!.... pekerjaanku telah selesai lebih awal, karena itulah aku berniat untuk menghabiskan waktu bersamamu saat ini.” Ucapnya lagi.


Kemudian, pria agung itu memberi sebuah lirikan tajam kepada Annchi. Memberi isyarat tidak langsung kepada gadis pelayan itu untuk segera meninggalkan mereka berdua.


Sedangkan Annchi yang masih sayang nyawa dan mengerti situasi pun segera mengambil langkah cepat untuk keluar dari ruangan itu sesegera mungkin. “Ini dia yang aku takutkan!.... tatapan kaisar itu, benar benar terlihat seperti tatapan iblis!.... sungguh mengerikan untuk dilihat!! ” Gumamnya dalam hati.


Di sisi lain, An xia yang melihat itu semua pun mulai merasakan firasat yang buruk. Apalagi saat ia merasakan sebuah ciuman yang datang secara tiba tiba dan membentur bibirnya dengan lembut.


Sedangkan kaisar Zhuang kini memejamkan matanya, merasakan sensasi lembut pada bibir merah merona yang sangat menggoda gairah itu. “Aku sangat merindukan mu, tidakkah kau merasakan hal yang sama terhadapku? ” Tanyanya dengan suara yang terdengar berat.


Tangannya kini memeluk tubuh mungil An xia dengan erat, merasakan kehangatan dan aroma lembut pada tubuh istrinya itu. “Temani aku untuk beristirahat!.... sangat sulit bagiku untuk tidur tanpa dirimu di sisiku. ” Ucapnya, yang bergumam tepat di telinga An xia.


Mendengar hal itu, An xia kini menatap suaminya dengan heran. Kemudian tanpa berfikir panjang ia pun berkata. “Hanya istirahat?.... Jadi kau hanya akan tidur bersamaku?” ia menatap kaisar Zhuang dengan tatapan penuh tanya. “Tidak lebih? ” Ucapnya lagi.


Melihat tatapan yang istrinya itu berikan padanya, serta pertanyaan aneh yang secara tidak langsung mengatakan bahwa ia adalah serigala buas yang lapar. Kaisar Zhuang pun kini mengerutkan dahinya dengan tidak senang. “Sebenarnya, hal lebih seperti apa yang sedang istriku pikirkan saat ini? ” ia menyeringai, melingkarkan tangannya di pinggang An xia sembari berkata. “Jika kau menginginkan nya, maka dengan senang hati aku akan melakukannya sekarang juga! ” Ucapnya lagi dengan berbisik.


Mendengar hal itu, An xia pun kini memutar otaknya untuk mendapatkan jalan keluar yang aman. “Yang mulia, kau terlalu banyak berfikir!” ia tersenyum kaku, kemudian menyentuh wajah suaminya itu dengan salah satu tangannya. “Kau pasti merasa lelah, sebaiknya segera beristirahat untuk menyegarkan tubuhmu kembali! ” Ucapnya lagi.

__ADS_1


Melihat ekpresi di wajah istrinya itu, kaisar Zhuang pun terkekeh kecil. Kemudian tanpa aba aba ia mengangkat tubuh mungil itu dan membaringkan nya di atas ranjang dengan hati hati. “Istriku begitu perhatian, sebagai gantinya aku akan memberimu izin keluar istana!....” Ia membaringkan tubuhnya tepat di samping An xia, kemudian memeluknya dengan erat. “.... Namun sebelum itu, biarkan aku tidur sembari memelukmu! ” Ucapnya lagi.


An xia yang mendengar hal itupun akhirnya dapat bernafas legah, apalagi saat kaisar Zhuang mengizinkan nya untuk keluar istana. “Terimakasih!” ia bergumam, kemudian memberi sebuah kecupan singkat pada kening suaminya itu.


Kaisar Zhuang mulai memejamkan matanya, wangi harum pada tubuh An xia benar benar memberikan ketenangan pada pikirannya. “Aku mencintaimu! ” ucapnya sebelum matanya benar benar terpejam.


Sudut bibir An xia kini terangkat dengan sempurna, membentuk sebuah senyum lembut di saat kedua matanya memandang wajah damai kaisar Zhuang yang tengah tertidur lelap. “aku juga mencintaimu, dan karena itulah kau hanya boleh menjadi milikku! ” Gumamnya dalam hati.


Jika seseorang menyebutnya egois, maka biarkan saja!.... apa yang telah menjadi miliknya tidak boleh menjadi milik orang lain, karena itulah ia rela membunuh siapapun yang dianggap mengganggu.


...»»————>❀<————««...


Hari sudah mulai siang, suasana pagi yang sejuk pun kini mulai digantikan dengan suasana panas khas siang hari. Walaupun begitu, kaisar Zhuang nampaknya masih enggan untuk membuka matanya.


Entah sudah berapa lama An xia menatap wajah kaisar Zhuang, namun anehnya ia tidak merasa bosan sedikitpun. Bahkan waktu seolah olah berhenti di sekitarnya, memberikannya ruang tersendiri untuk menikmati suasana yang ada.


An xia kini menyentuh perutnya, membelainya dengan lembut sembari tersenyum tipis. “Aku rasa kau akan sangat mirip dengan ayahmu nanti! ” Gumamnya dalam hati


Namun suara pintu yang diketuk dari luar pun seketika membuat senyum di wajah cantiknya itu luntur. Jujur ia sangat tidak senang jika ada orang yang mengganggu waktu berharganya.


“Yang mulia, tuan besar Shen ingin bertemu denganmu! ” Ucap seseorang dari luar.

__ADS_1


Mendengar hal itu, An xia pun mengerutkan dahinya. Sedikit merasa bingung dengan tujuan pria tua itu saat ini. “Datang secara tiba tiba seperti ini, benar benar tidak memiliki sopan santun! ” Geramnya dalam hati.


Melihat suaminya yang masih tertidur lelap, An xia pun menghela nafas. Kemudian dengan hati hati ia menyingkirkan tangan kaisar Zhuang yang berada di pinggangnya.


Barulah setelah itu ia membenarkan pakaiannya yang sedikit berantakan lalu turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah pintu. “Ada urusan apa hingga tuan besar Shen ingin bertemu secara mendadak?! ”Tanyanya sembari membuka pintu yang tertutup itu.


“Tidakkah dia tau bahwa yang mulia kini tengah beristirahat?! ” Tanyanya lagi dengan nada marah.


Dan hal itupun sukses membuat seorang kasim yang menyampaikan kedatangan sang tuan besar Shen tadi menundukkan kepalanya dengan takut. “Permaisuri, tuan besar Shen bilang ia ingin membicarakan sesuatu hal yang penting!... ” ia terdiam untuk sesaat, sedikit melirik kearah An xia yang kini menatap tajam kearahnya. “... ini mengenai kedua putrinya! ” Ucapnya lagi.


Dirasa bahwa itu bukanlah sebuah hal yang penting, An xia pun mendengus kesal dan berkata. “Yang mulia kini tengah beristirahat, sama sekali tidak memiliki waktu untuk membahas hal hal yang tidak berkaitan dengan urusan politik!...” ia terdiam untuk sesaat, kemudian melanjutkan. “.... Suruh ia pergi dan datang lagi di lain waktu!!! ” Ucapnya dengan begitu ketus.


Menunjukkan bahwa ia kini benar benar merasa tidak senang dengan kedatangan tuan besar Shen itu.


Akan tetapi, sebelum An xia kembali menutup pintunya.... kasim itu kembali berkata. “Permaisuri, tuan besar Shen berkata ia tidak akan pergi sebelum bertemu dengan yang mulia kaisar!!....” tubuhnya kini gemetar, benar benar merasa takut dengan tatapan yang An xia berikan kepadanya. “.... kami sudah berusaha untuk membujuknya, namun ia tetap keras kepala dan memaksa untuk bertemu__”


“Kalau begitu biarkan dia menunggu!! ” Ucapnya dengan tegas, membuat sang kasim memotong kata katanya di tengah jalan.


“Tapi__”


“Ini adalah kemauannya sendiri!! ” An xia kembali menyahut, membuat kasim itu membungkam mulutnya. “Aku ingin melihat, seberapa keras kepalanya dia! ”Ucapnya lagi, kemudian menutup pintunya rapat rapat.

__ADS_1


Melihat tindakan sang permaisuri, kasim itu pun kini menghela nafas berat. “Terkadang ia bersikap lembut bak dewi, dan terkadang lagi ia bersikap kejam bak iblis!.... ” pandangannya kini menatap ngeri kearah pintu yang tertutup tadi. “Sungguh mengerikan, bagaimana bisa seseorang memiliki dua sisi yang berbeda?..... antara hitam dan putih, tidak ada yang bisa menebaknya! ” Gumamnya dalam hati.


__ADS_2