
Di sisi lain, seorang wanita berparas cantik kini terlihat duduk dengan begitu tenangnya di dalam sebuah kereta kuda yang melaju secara perlahan.
Merasa sedikit bosan, tangan wanita itu pun terulur untuk membuka tirai jendela dan mengintip situasi di luar saat ini. Melihat banyaknya orang orang yang nampak sibuk dengan berbagai hiasan berupa lentera dan semacamnya, wanita itu pun berkata. “Annchi, apakah akan ada festival?.... aku lihat ada banyak sekali orang orang yang sibuk hari ini. ” Tanyanya kepada gadis pelayanan yang duduk di hadapannya itu.
Mendengar pertanyaan dari sang permaisuri, Annchi pun sedikit memiringkan kepalanya guna melihat situasi di luar sana. “Menjawab yang mulia, sejujurnya aku sendiri kurang tau! ” Ia berhenti sesaat, dan ketika melihat raut wajah permaisurinya yang begitu penasaran ia pun berkata. “Yang mulia, haruskah aku turun dan menanyakannya kepada salah satu warga? ” Tanyanya.
Merasa jika itu bukan suatu urusan yang begitu penting, An xia pun menggelengkan kepalanya dan berkata. “Itu tidak perlu! ” Ucapnya yang menolak tawaran Annchi barusan.
...»»————>❀<————««...
Ketika kereta kuda itu berhenti tepat di depan pintu masuk sebuah kediaman, sosok wanita cantik pun akhirnya turun dari kereta tersebut dengan bantuan seorang pelayan.
Para warga yang memperhatikan kereta itu pun seketika terkesima dengan sosok cantik yang menampakkan dirinya dari kereta kuda itu.
Melihat mahkota Phoenix dan gaun sutra mahal yang ia kenakan, para warga pun dengan cepat mengetahui siapa sosok cantik bak dewi kayangan itu.
Sedangkan An xia yang merasa di perhatikan pun menoleh dan melemparkan sebuah senyum lembut yang begitu mempesona.
“Yang mulia permaisuri! ” Panggilan yang keluar dari mulut seorang pria pun membuat An xia mengalihkan perhatiannya dari menatap para warga yang masih terbengong itu.
Melihat siapa yang memanggilnya, An xia pun tersenyum dan berkata. “Rui, bagaimana kabarmu? ” Tanyanya dengan suara selembut sutra.
Mendengar pertanyaan itu, Rui pun tersenyum bahagia dan berkata. “Bawahan ini baik, terimakasih atas perhatian yang mulia. ” Ucapnya seraya membungkuk hormat, kemudian ia melirik sekitarnya dan kembali berkata. “Yang mulia, sebaiknya anda segera masuk!.... tidak baik bagimu untuk terus berada di luar seperti ini. ” Mintanya saat melihat tatapan yang para warga berikan kepada majikan kesayangannya itu.
__ADS_1
An xia pun menganggukkan kepalanya, kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman dengan gaya yang begitu anggun dan berwibawa.
Barulah setelah sosok cantik An xia menghilang dari pandangan, para warga pun akhirnya tersadar dari lamunannya.
“Apakah itu sungguh permaisuri kita? ” Tanya salah seorang wanita paruh baya dengan tidak percaya.
Mendengar pertanyaan itu, seorang pria pun berkata. “Rumor memang mengatakan kalau permaisuri memiliki paras yang begitu cantik, tapi aku tidak menyangka bila secantik ini!” Ucapnya yang di angguki oleh semua orang.
Sungguh mengagumkan bagaimana mereka berfikir kalau sosok An xia adalah wanita yang anggun dan lemah lembut. Mengingat bagaimana caranya tersenyum, mereka semua pun yakin bahwa permaisuri mereka memanglah seorang yang baik.
...»»————>❀<————««...
Wajah yang tadinya terlihat menggambarkan sesosok wanita lemah lembut nan penuh kasih kini telah tergantikan dengan wajah datar dengan pancaran mata yang penuh akan kelicikan.
Selagi berjalan menuju ke suatu tempat, An xia pun membuka mulutnya dan berkata. “Rui, bagaimana dengan perkembangan mereka? ” Ia bertanya dengan wajah datar dan dinginnya.
Rui yang melihat perubahan tak wajar dari sang permaisuri itu nampaknya sama sekali tidak merasa terkejut. Ia bahkan bisa dengan santai menjawab. “Semuanya baik baik saja! di lihat dari kemampuannya, mereka sangatlah mahir dalam menggunakan panah dan tombak. ” Ia terdiam untuk berfikir sesaat, kemudian melanjutkan. “Walaupun kemampuan berpedang mereka tidak sebaik memanah dan menggunakan tombak, namun itu sudah lebih dari cukup! ” Jelasnya.
An xia menganggukkan kepalanya pertanda mengerti, kemudian ia kembali bertanya. “Lalu, apakah ketiga orang itu sudah tiba? ” Ucapnya yang menanyakan tuan Eiji dan kedua tuan muda itu.
Belum sempat Rui membuka mulutnya, tiba tiba seseorang dari arah lainpun menyahut. “Gadis busuk, akhirnya kau datang juga! ” Ucapnya tanpa ada rasa takut sedikit pun.
Bukannya marah, An xia kimi justru tersenyum ketika mendengar suara orang tersebut. “Tuan Eiji, Kau sungguh tidak takut mati! ” Ucapnya dengan nada guyonan.
__ADS_1
Sedangkan tuan Eiji kini terkekeh kecil. “Kau akan rugi besar jika aku mati! ” Ucapnya masih dengan tanpa rasa takut sedikitpun.
Mungkin hanya dialah orang luar yang memiliki keberanian bersikap seperti itu kepada An xia tanpa rasa takut sedikitpun.
Di sisi lain, kedua tuan muda yang tidak lain adalah Qiao Feng dan Han Dong itu kini justru berkeringat dingin tanpa sebab. Entah mengapa, walaupun bukan mereka yang bersikap lancang namun rasa takut itu masih tetap ada.
Sedangkan Annchi yang mengingat kondisi permaisuri nya yang sedang hamil itu pun segera berkata. “Yang mulia, sebaiknya anda segera masuk kedalam ruangan! ” pandangannya kini melirik kearah perut An xia yang masih rata itu, kemudian tersenyum dan berkata. “Tidak baik jika sampai kelelahan!” ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, tuan muda Qiao Feng pun berkata. “Itu benar! jika sesuatu terjadi, kama kaisar Zhuang pasti akan langsung memenggal kepala kami semua. ” Ucapnya yang tentunya itu adalah sebuah kebenaran.
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain saat ini, Seorang pria paruh baya yang adalah seorang pejabat penting di istana kini dengan percaya dirinya mengusulkan kepada kaisar Zhuang untuk mengambil beberapa selir.
Dan hal itu pastilah membuat sang kaisar Zhuang merasa geram. “Katakan kepadaku! apa yang membuatmu berkata bahwa aku harus mengambil seorang selir?!! ” Tanyanya dengan nada penuh penekanan, sangat kentara dari raut wajahnya kalau kaisar itu sangat ini sedang marah.
Sadar akan hal itu, para pejabat yang lain pun segera bersujud dan berkata. “Mohon yang mulia menenangkan diri!!! ” Ucap mereka secara serempak.
Walaupun tau kalau pembahasan mengenai selir bisa menimbulkan amarah bagi sang kaisar, namun mereka harus mencobanya demi mendorong anak gadis mereka untuk masuk kedalam lingkungan keluarga kerajaan.
Walaupun hanya menjadi seorang selir, namun itu sudah lebih dari cukup untuk mendobrak status sosial mereka ke tingkat yang lebih tinggi.
Sedangkan kaisar Zhuang bukanlah seorang pria bodoh yang tidak mengerti dengan jalan pikir para pejabat itu. Dengan tangan yang mengepal erat, kaisar itu pun berkata. “Untuk terakhir kalinya, aku akan menegaskan kepada kalian bahwa tidak akan ada selir di Istana ini!!!” Ucapnya dengan begitu tegas dan tanpa ragu.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari kaisar Zhuang itu, pejabat yang memberi usulan tadi pun berkata. “Tapi yang mulia, apa salahnya jika mengambil beberapa selir?..... yang mulia adalah seorang pemimpin yang hebat, anda pantas mendapatkan lebih! ” Ucapnya yang masih mencoba memaksa walaupun dengan cara yang begitu lembut dan penuh pujian.