
Jika biasanya Kaisar Zhuang yang memeluk An Xia dengan erat dan penuh cinta, kini An Xia pun juga melakukan hal yang sama.
Dalam hatinya, Kaisar itu telah mengukir namanya sebagai ayah dari anak yang akan segera lahir ke dunia. Tak hanya itu, setelah menjalani hari hari penuh drama bersama Kaisar Zhuang saat di Kerajaan Han....
Tanpa An Xia sadari, benih benih cinta pun mulai tumbuh dan mekar di dalam hatinya!.... ya, gadis itu telah mengakui kalau dirinya juga mencintai Kaisar Zhuang.
“Sayang, apakah kau juga mencintaiku? ” Tanya Kaisar Zhuang kepada An Xia.
Sedangkan An Xia hanya menganggukkan kepalanya, “Jika aku tidak mencintaimu, lalu bagaimana bisa aku mengandung anakmu saat ini?!!” Jawabnya seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kaisar Zhuang.
Mendengar jawaban An Xia membuat Kaisar itu terkekeh pelan, kemudian ia mencium rambut An Xia dan menghirup aromanya dalam dalam.
Sangat wangi dan menenangkan!
Kemudian, salah satu tangan Kaisar sedikit menarik pakaian An Xia untuk melonggarkan nya. Namun itu bukan karena dirinya mesum!!.... kaisar itu hanya tidak ingin membuat An Xia merasa gerah.
Apalagi saat dirinya melihat kening dan leher gadis itu yang sedikit berkeringat karena hawa panas.
An Xia yang mengerti tujuan Kaisar itupun hanya diam saja, ia lebih memilih untuk menikmati aroma maskulin khas seorang pria dewasa yang melekat di tubuh Kaisar Zhuang.
“Kau sangat menyukai aroma tubuhku, sayang? ” Tanya Kaisar Zhuang saat merasakan adanya hisapan udara di kulit bagian dadanya.
An Xia menggelengkan kepalanya, kemudian ia menjauhkan wajahnya dari dada bidang Kaisar itu dan menyentuh perutnya. “Bukan aku, tapi ‘dia’ yang menyukainya! ” Jawabnya yang maksud dari kata ‘dia’ adalah anak di dalam kandungannya itu.
Kaisar Zhuang pun kembali mengusap perut An Xia dengan lembut, lalu ia berkata. “Sayang, kita akan segera menjadi seorang ayah dan ibu!” Ia terdiam untuk beberapa saat dan menatap An Xia dalam dalam.
“Aku ingin segera menikahimu dan menjadikanmu permaisuriku!!” Ucapnya lagi dengan penuh keseriusan.
An Xia kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Kaisar Zhuang. kemudian ia berkata. “Bersabarlah!.... aku akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat. ” Setelah mengatakan itu, An Xia kemudian mendongakkan kepalanya untuk menatap Kaisar Zhuang. “Bagaimana dengan Yin Lianhua. apakah si tuabangka Eiji mengatasinya dengan baik?!” Tanyanya dengan nada bicara yang sedikit khawatir.
Kaisar Zhuang hanya membalasnya dengan anggukan singkat. Namun, saat melihat wajah khawatir An Xia, ia sedikit merasa kesal.
Dengan tatapan tajam dan kerutan di dahinya, Kaisar itu berkata. “Selama ini aku selalu memikirkan mu!! namun kau malah memikirkan tentang rumah hiburan?.... wah! sungguh hebat dirimu itu.” Sendirinya, kemudian ia membalikkan badannya untuk membelakangi An Xia.
__ADS_1
Mungkin dengan berpura pura marah, An Xia akan lebih perhatian terhadap dirinya!
“A-Zhu, apakah kau marah? ” An Xia bertanya.
Kaisar Zhuang mendengus, kemudian ia berkata. “Tidak!!” Jawabnya dengan ketus.
“Lalu kenapa kau membalikkan badanmu?.... aku masih membutuhkan aroma tubuhmu!!” Ucap An Xia sambil menarik baju Kaisar Zhuang agar berbalik dan berhadapan dengannya.
Namun, tangan An Xia di tepis olehnya.“Kau masih membutuhkanku?... lalu kenapa menghawatirkan rumah hiburan itu?!!! ” Lagi lagi, ia berkata dengan nada ketus.
“Itu karena aku masih membutuhkan uang!” Gumam An Xia pelan namun masih dapat didengar oleh Kaisar Zhuang.
Sedangkan Kaisar Zhuang yang mendengarkannya pun semakin di buat kesal. apa katanya tadi?.... ia masih membutuhkan uang?!!
Kaisar itu membalikan badan untuk berhadapan dengan An Xia, kemudian mencubit pipi gadis itu dengan gemas seraya berkata. “Apakah mulutmu ini tidak bisa mengatakan kata kata manis untuk membujuk ku?!!!..... dengan semua harta yang kau miliki, kau masih memikirkan uang? benar benar wanita yang serakah!!’’
An Xia menepis tangan Kaisar Zhuang yang mencubit pipinya, jika boleh jujur.... rasanya itu lumayan sakit!
Setelah cubitan itu terlepas, An Xia kemudian menatap Kaisar di hadapannya itu dengan tajam. “Kenapa kau melakukannya?!!!” Tanya An Xia dengan wajah marah.
“Itu karena__”
Sebelum An Xia menyelesaikan ucapannya, tiba tiba Annchi datang dan mengetuk pintu dari luar. “Nona, tuan besar memanggilmu di ruang kerjanya! ” Ucapnya dari balik pintu.
An Xia terdiam untuk sejenak, kemudian ia berkata. “Baiklah, aku akan segera kesana!”
Dan setelah mengatakan itu, An Xia pun bangkit dan turun dari ranjang. Namun sebelum itu, tangannya di tahan oleh Kaisar Zhuang.
“Ada apa? ” Tanya An Xia dengan sedikit berbisik.
Kaisar Zhuang tersenyum dan mengecup punggung tangan An Xia, kemudian ia berkata. “Sampaikan salamku kepada Ayah mertua!”
“Kau gila?!! ” Desisnya, kemudian An Xia mencoba untuk melepaskan tangannya dari cengkraman Kaisar Zhuang. “A-Zhu, lepaskan aku!!” Perintahnya dengan kesal.
__ADS_1
Kenapa Kaisar ini bisa lebih kuat darinya?!!!
Sedangkan Kaisar Zhuang kini merasa terhibur disaat melihat wajah kesal An Xia. “Ingin aku lepaskan? ” Tanyanya. Kemudian ia menunjuk ke arah bibirnya. “Cium aku dan akan aku lepaskan dirimu!” Ucapnya yang justru mendapat Pelototan tajam dari An Xia.
Jika saja dia bukanlah pria yang ia cintai sekaligus ayah dari anaknya, sudah pasti An Xia akan membunuhnya detik ini juga. “A-Zhu, ayah sudah menungguku!!” Ucapnya yang memaksa untuk di lepaskan.
Tetapi ucapan An Xia sama sekali tidak di hiraukan oleh Kaisar Zhuang. Bahkan Kaisar itu kini malah menarik tangan An Xia agar terjatuh kedalam pelukannya.
“Sebelum kau melakukannya, jangan harap untuk bisa lepas dariku! ” Bisiknya tepat di telinga An Xia.
Karena tau kalau ia tidak akan bisa melepaskan diri dari Kaisar itu, An Xia pun menyerah.
Dan pada akhirnya, ia mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir Kaisar Zhuang.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan. Sesuai ucapannya tadi, Kaisar Zhuang pun melepaskan An Xia. “Baiklah, sekarang kau boleh pergi! ” Ucapnya dengan sebuah senyum kemenangan.
Baru setelah itu An Xia pun dapat melangkah pergi dari kamarnya.
...»»————>❀<————««...
Di sebuah ruangan, An Xia kini tengah duduk di hadapan sang jenderal besar An Changyi yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.
Dan dari yang An Xia lihat, sepertinya saat ini ia sedang dalam masalah. Hal itu bisa ia ketahui dari ekspresi wajah An Changyi yang menunjukkan kerutan kerutan amarah.
Ruangan itu bahkan terasa hening, belum ada di antara meraka berdua yang memulai pembicaraan.
Sang Jendral besar, An Changyi kini masih terdiam untuk menatap wajah putrinya, mencari cari apakah ada kegugupan di dalam sana.
Namun. ekspresi yang terlukis di wajah putrinya itu begitu tenang, sama sekali tidak dapat dibaca.
Dan itulah yang membuatnya resah!..... putrinya itu terlalu sulit untuk di tebak.
Merasa kalau kesunyian ini sudah tidak diperlukan lagi, An Changyi pun mulai membuka suara. “Xia’er, kau telah pergi untuk berdoa di kuil itu bukan?” Tanyanya dengan penuh penekanan.
__ADS_1
An Xia pun hanya mengangguk. “Itu benar, ayah! ” Jawabnya singkat.
Mendengar jawaban An Xia itu, An Changyi pun membanting buku di tangannya ke atas meja. “Jangan berbohong, aku tau kau tidak pergi kesana” Bentaknya dengan marah.