
An xia mengeratkan pelukannya, dan diam diam ia mencium wangi harum dari tubuh pria yang telah ia nikahi itu. Entah mengapa, setiap kata kata yang suaminya itu ucapkan selalu berhasil membuat dirinya merasa tenang.
Setelah beberapa lama, An xia pun melepaskan pelukannya. Kedua tangannya pun kini berada di kedua sisi wajah kaisar Zhuang selagi matanya menatap dengan nyalang. “Tapi aku tidak akan bisa puas jika pria itu tidak mati dengan cara yang mengenaskan!!! ” Ucapnya dengan penuh penekanan.
Dari aura yang wanita itu keluarkan, semua orang pun dengan yakin dapat menyimpulkan bahwa sosok cantik bak dewi itu memiliki nafsu membunuh yang cukup tinggi!!
Sedangkan para pria berpakaian hitam yang juga menyaksikannya pun sekarang akhirnya paham, ternyata kekejaman permaisuri mereka memang hanya di ketahui oleh beberapa orang tertentu.
Bahkan para pelayan dan prajurit istana pun tidak dapat melihat sisi kejam dari wanita berparas cantik itu! ..... kecuali para penjaga bayangan.
Sadar bahwa saat ini dirinya tengah di perhatikan oleh beberapa pasang mata, An xia pun menoleh dan berkata. “Apa yang kalian lihat?! ” Suara wanita itu terdengar begitu dingin dan mencekam, bahkan tatapan matanya pun bagaikan iblis yang siap menyeret siapapun masuk kedalam neraka. “Jika kalian masih ingin bernafas di kemudian hari, maka berhenti menatapku seperti itu!!! ” Ucapnya lagi dengan nada yang lebih tinggi.
Mendengar ucapan yang penuh akan ancaman dari mulut mungil yang begitu menggoda itu, mereka pun sontak menundukkan kepalanya sembari berseru. “Kami tau salah, mohon yang mulia memaafkan kami!! ” Ucap mereka dengan serempak.
Dengan pandangan mata yang menatap ke arah bawah, merekapun dapat melihat dengan jelas bahwa tangan dan lutut mereka kini tengah bergetar akibat guncangan dari rasa takut.
Siapakah permaisuri An itu?...... Dia adalah putri kesayangan dari jendral besar An Changyi, wanita yang di gadang gadang memiliki kecantikan yang tak dapat tertandingi.
Dari luarnya, memang wanita itu nampak seperti sosok yang begitu lemah dan rapuh!..... sosoknya yang bertubuh mungil dengan wajah cantik itu tampak seperti seorang dewi yang penuh akan kasih sayang.
Namun siapa yang menduga bahwa kecantikan dan kelembutan yang selama ini ia tunjukkan kepada semua orang hanyalah sebuah topeng buatan saja?!!..... bahkan dengan kekejaman dan keserakahannya dalam membunuh itu tak dapat melunturkan cinta seorang kaisar Zhuang.
Alih alih membenci dan meninggalkan An xia, perasaan kaisar itu kini justru semakin membara!
‘Cinta itu buta dan tuli ’
Kalimat yang begitu tidak asing itu sepertinya memang benar benar nyata!...... dan hubungan antara kaisar Zhuang dengan permaisuri An adalah sebuah bukti yang benar benar nyata.
__ADS_1
Di sisi lain, kaisar Zhuang kini tak henti hentinya memberikan pandangan mata yang begitu lembut kepada sang istri. Melihat dahi An xia yang berkerut akibat rasa kesal, tangan kaisar Zhuang pun terulur dan menyentuh dahi istrinya itu sembari berkata. “Tenanglah!.... ” ia mendaratkan sebuah kecupan lembut, kemudian kembali berkata. “Ini sudah sangat larut, sebaiknya kau beristirahat!.... aku akan menemanimu. ” Ucapnya lalu mengangkat tubuh ramping istrinya itu.
Dengan An xia yang berada di dalam gendongannya, kaisar Zhuang pun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan tersebut.
Para pria berpakaian hitam yang melihat nya pun hanya bisa terdiam. Walaupun mereka berdua sama sama memiliki sisi kejam, namun hebatnya mereka adalah pasangan yang begitu serasi.
“Beruntung aku tau siapa permaisuri An itu, kalau tidak mungkin saat ini aku pasti telah menaruh hati padanya!” Ucap salah seorang dari mereka dengan di sertai helahan nafas panjang.
Namun temannya yang mendengar ucapan pria itu pun tiba tiba memukul kepalanya dengan begitu kencang, kemudian ia berkata.“Apakah kau sudah gila?!!! ” Bentaknya, kemudian pandangannya pun melirik sekitar dengan takut. “Jangan berbicara sembarangan di sini!.... dinding dinding istana memiliki telinga. ” Ucapnya lagi dengan berbisik.
Mendengar hal itu, sontak pria yang berkata sembarangan tadi pun menutup mulutnya dengan kedua tangan. “A.... Aku minta maaf!!! ” Ucapnya masih dengan tangan yang menutupi mulutnya sendiri.
...»»————>❀<————««...
Kaisar Zhuang yang telah berada di dalam kamar itu pun segera membawa istrinya mendekat ke arah ranjang. Setelah berada di dekat ranjang, kaisar itu pun membaringkan tubuh istrinya dengan lembut dan penuh akan kehati hatian.
Mendengar itu, An xia pun menganggukkan kepalanya lalu berkata. “Aku mengerti!..... dan aku percaya bahwa kau akan selalu melindungi ku. ” Ucapnya sembari memejamkan matanya.
Dengan cahaya ruangan yang berasal dari beberapa lilin kecil. Perlahan demi perlahan mereka berdua pun akhirnya larut dalam arus mimpi masing masing.
...»»————>❀<————«...
Di sisi lain, tepatnya di kediaman Shen saat ini. Sang nona pertama dari kediaman tersebut kini nampak begitu gelisah!....... walaupun hari sudah begitu larut, namun beban yang berada di hati dan pikirannya itu pun seolah olah datang dan terus menerus menggangunya hingga membuat tidurnya terasa tak nyaman.
Kedua tangan gadis itu mencengkram selimut dengan begitu kencang, kuku kukunya yang tajam itupun hampir membuat kain selimut yang ia cengkram itu robek.
Dalam pikirannya saat ini, ia membayangkan saat saat dimana Shen Gao Yang mengenakan pakaian pernikahan dan menggenggam tangan kaisar Zhuang dengan senyuman yang penuh akan kebahagiaan.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan, ia juga membayangkan dirinya sendiri yang sedang menahan tangis ketika melihat adiknya itu pergi dengan pria yang ia cintai.
Bayangan bayangan yang begitu menyesakkan dadanya itupun membuat sebutir cairan bening mengalir turun dari sela sela matanya.
Merasakan sakit di hatinya, salah satu tangan Shen min yue pun memukul mukul dadanya pelan selagi tangan yang lain menghapus air mata yang terus menerus mengalir. “Hiks!... aku.... aku tidak akan bisa tenang sebelum aku menyingkirkan mu!!” Ia sedikit berteriak, menuangkan berbagai macam perasaan pedih dalam hatinya.
Tanpa sengaja, pandangan Shen min yue menangkap pantulan dirinya di cermin. Dari matanya, ia melihat sosok dirinya yang begitu menyedihkan.
Gadis muda itu terdiam untuk beberapa saat, lalu tiba tiba ia tertawa terbahak bahak sembari berkata. “Hahahaha!!.... lihatlah dirimu Shen min yue!!!....” Ia berdiri, kemudian melangkah kan kakinya dengan gontai menuju cermin tersebut. “..... Lihatlah, kau sekarang tampak begitu berantakan!.... jika seperti ini, bagaimana mungkin kaisar akan menyukai mu? ” Ia bertanya, air matanya terus menetes selagi bibirnya terus menerus mengeluarkan tawa bagaikan orang gila.
Kedua tangan Shen min yue terangkat dan secara perlahan mengusap wajahnya yang terlihat bersedih itu. “Ini semua karena Shen Gao Yang!!!..... Adik kesayangan ku itu kini telah menjadi jalang murahan!!!!.... bahkan ia telah menggoda kaisar Zhuang, pria yang aku cinta!!!” Ucapnya seraya menundukkan kepalanya dan terus meneteskan air matanya hingga membasahi lantai.
Dalam keheningan itu, suara isak tangis pun samar samar dapat terdengar. Hinga pada saat suara lain terdengar dan berkata....
“Sampai kapan kau akan menangis seperti itu?!! ”
Shen min yue membelalakkan matanya, merasa terkejut dengan adanya suara yang begitu familiar itu.
Masih dengan perasaan terkejut, gadis itu pun kembali mendongakkan kepalanya dan menatap pantulan dirinya sendiri di dalam cermin. “Kau?! ” ia bertanya dengan heran.
Sosok dirinya yang berada di cermin saat ini terlihat begitu berbeda bila di bandingkan dengan keadaan nya saat ini.
Sosok itu terlihat begitu percaya diri, tatapan matanya yang tajam dan senyum lebar di bibirnya itu seolah olah menggambarkan sisi kuat dalam dirinya.
Walaupun tau bahwa semua ini hanyalah sebuah ilusi yang tercipta akibat rasa hampa dalam dirinya, Shen min yue pun tetap berkata. “Kenapa kau ada di sini?! ” Tanyanya dengan ketus sembari mengusap air matanya yang masih menetes.
“Siapa?... aku?” Sosok dalam cermin itu balik bertanya, kemudian secara tiba tiba ia tertawa tanpa alasan. “Bodoh!!.... tidakkah kau tau siapa aku?.... aku adalah dirimu, dan kau adalah diriku! ” Ucapnya lagi.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu, Shen min yue pun kembali bertanya. “Lantas, apa yang kau inginkan dariku? ”