Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Berburu...


__ADS_3

Terlihat rombongan keluarga An sudah berada di tempat dimana semua orang berkumpul untuk mengikuti acara berburu.


Keluarga kerajaan juga sudah berada di tempat. Kali ini para pangeran juga mengikuti acara perburuan, ketiga pangeran itu bahkan suda menunggangi kudanya masing masing.


Putra mahkota menunggangi kuda berwarna coklat tua, kuda itu terlihat begitu gagah dan kuat, kuda yang dapat berlari dengan sangat kencang.


Sedari tadi pangeran putra mahkota seperti sedang mencari sesuatu.....atau mungkin mencari seseorang dari rombongan keluarga An, Siapa lagi kalau bukan An xia.


“Hemm....dimana gadis itu?.....kenapa aku tidak melihatnya datang bersama rombongan Jenderal besar An?...” putra mahkota itu bertanya tanya dalam hati.


Begitu juga dengan pangeran ke dua yang juga sedang mencari cari keberadaan An xia. Pangeran itu duduk dengan begitu gagahnya di atas tubuh seekor kuda jantan berwarna hitam malam, yang membuat kuda itu unik adalah warna rambut kuda itu yang berwarna putih dan sangat bertolak belakang dengan tubuh kuda itu yang berwarna hitam.


Pangeran ke dua itu menghampiri An zhuting yang sedang mengelus kuda miliknya, pangeran ke dua itu turun dari kudanya dan berjalan mendekati An zhuting untuk bertanya di mana An xia.


“Tuan muda An!!!....” Panggil pangeran ke dua itu kepada An zhuting.


Merasa namanya di panggil, An zhuting segera menoleh ke arah sumber suara, dan yang An zhuting lihat adalah pangeran ke dua yang sedang berjalan ke arahnya.


Karena setatus pangeran ke dua yang lebih tinggi, An zhuting membungkuk untuk memberi hormat.“ Salam kepada pangeran ke dua!!!....” An zhuting memberi jeda.“adakah yang bisa hamba bantu yang mulia?....”Lanjutnya yang bertanya dengan sopan.


Pangeran menepuk bahu An zhuting agar pria itu berhenti membungkuk.“ Tidak perlu se sungkan itu padaku, tuan muda An!!...” Ucap pangeran kedua itu dengan senyum lembut.


“Aku kemari hanya ingin menyapa dirimu saja, bukanya kita sudah jarang sekali berbincang bincang?...” Pangeran itu berbasa basi terlebih dahulu sebelum menanyakan perihal An xia, tidak mungkin bukan jika dirinya langsung menanyakan di mana An xia?.....


itu akan terasa kurang sopan!!!...


An zhuting tersenyum, kemudian dia berkata.


“ Hamba merasa terhormat bisa berbincang dengan pangeran ke dua...” Ucapnya dengan menampilkan senyum ramah.


Pangeran ke dua itu menoleh ke kanan dan kekiri sambil berpura pura memasang wajah bingung.“Sepertinya aku melihat ada yang kurang....” Gumamnya pelan namun masih cukup jelas di telinga An zhuting.“ Apa ada salah satu dari keluargamu yang belum hadir?...” Tanya pangeran ke dua itu.


An zhuting sekarang mengerti apa tujuan sebenarnya pangeran itu menyapa dirinya, An zhuting bukan orang bodoh yang tidak bisa menyadari maksut tertentu dari seseorang!...


Sedari awal pangeran ke dua itu menyapa dirinya hanya untuk menanyakan keberadaan An xia. An zhuting terkekeh pelan, kemudian ia menjawab.“ Adik perempuanku An xia sedikit terlambat, gadis itu sedang memilih kuda untuk mengikuti perburuan ini...” Ucapnya menjelaskan.


Pangeran ke dua itu memandang An zhuting.


“ Nona pertama An akan ikut berburu?...” tanya pangeran itu.“ Sepertinya ini akan menyenangkan...” gumamnya dalam hati.


“ Tuan muda An!...bangai mana kalu kita berburu bersama, aku belum mendapat teman berburu...” ucap pangeran ke dua itu.


An zhuting tahu benar kalau pangeran ke dua itu sedang berbohong. kalau pangeran itu mau.... dia bisa mengajak pangeran ke tiga untuk menjadi teman berburunya, pangeran itu mengajak An zhuting hanya agar bisa mendekati An xia.

__ADS_1


Sebagai kakak dari An xia, An zhuting merasa senang karena pangeran ke dua itu tertarik kepada An xia, selain itu pangeran ke dua adalah pangeran yang ramah dan lembut kepada semua orang.


“ Sungguh sebua kehormatan bisa menjadi rekan yang mulia dalam perburuan ini...” ucap An zhuting.“ Kalau yang mulia tidak keberatan, hamba juga ingin mengajak An xia untuk bergabung. Itupun jikalau yang mulia tidak keberatan.” Ucapan An zhuting itu membuat wajah pangeran ke dua berbinar.


Tentu pangeran ke dua tidak akan keberatan, dan bisa di pastikan kalau pangeran ke dua itu saat ini sedang menahan diri untuk tidak berteriak girang di hadapan An zhuting.


“ Tentu saja, aku sama selali tidak keberatan”


Ucap pangeran itu.“ Mana mungkin aku merasa keberatan dengan kesempatan emas ini....” Ucapnya lagi dalam hati.


Tiba tiba terdengar suara orang orang yang sedang membicarakan seseorang yang baru saja datang.


“ Ya tuhan, lihat itu!!!...gadis itu terlihat sangat mengagumkan!!...” Ucap salah seorang yang ada di sana.


“ Kau benar!!...lihat bagaimana dia menunggangi kudanya!!...” Ucap yang lain.


“ Gadis itu bagaikan seorang dewi!!!...begitu cantik dan mengagumkan!!...” Sahut yang lain.


Karena merasa penasaran, An zhuting dan pangeran ke dua menoleh untuk melihat sosok yang di bicarakan.


Mata pangeran ke dua menangkap sosok cantik dan anggun bagaikan seorang dewi yang sedang menunggangi seekor kuda putih yang gagah.


Pangeran ke dua itu dibuat terpukau dengan apa yang dirinya lihat. Sosok yang menjadi pusat perhatian itu tidak lain adalah An xia, gadis itu menunggangi kudanya dengan menggunakan pakaian berwarna biru bercampur putih.



(Gambar ilustrasi An xia menunggang kuda)


An xia mengarahkan kudanya untuk mendekat ke An zhuting dan pangeran kedua.


Saat sudah dekat, An xia kemudian turun dari kudanya dan berjalan mendekat ke arah dua orang pria dan yang salah satu dari mereka adalah kakaknya.


Pangeran ke dua yang melihat An xia mendekat ke arahnya menjadi sangat gugup, jantungnya juga berdebar sangat kencang, matanya bahkan tidak bisa ber ahli dari sosok An xia.


An xia menghampiri kakaknya, kemudian An xia melihat pangeran ke dua yang sedang berdiri di samping An zhuting dan saat ini sedang memandang dirinya.


An xia membungkuk dan memberi salam kepada pangeran ke dua.“ An xia memberi salam kepada pangeran ke dua...” Ucap An xia yang mendahulukan salam untuk pangeran ke dua, kemudian An xia memberi salam ke pada kakanya.“ Salam kepada kakak pertama!!... maafkan adikmu ini yang sudah datang terlambat.” Ucapnya dengan begitu sopan dan anggun.


An zhuting menggelengkan kepalanya.“ itu tidak masalah!!...lagi pula acara masih belum di mulai...” kemudian An zhuting melirik pangeran ke dua.“ Oh...iya, pangeran ke dua akan menjadi rekan kita saat berburu nanti. Apa kau keberatan?...” Tanya An zhuting.


Ingin sekali An xia memutar bola matanya malas, kakaknya itu sudah tahu jika dirinya tidak mungkin menolak pangeran ke dua!!!... lalu untuk apa bertanya apa dirinya keberatan atau tidak.


“ Bagaimana mungkin diriku yang hanya seorang gadis biasa bisa ‘keberatan’...” Balas An xia yang berniat menyindir pangeran ke dua.

__ADS_1


Pangeran ke dua terkekeh dalam hati saat mendengar perkataan yang mengandung racun tak terlihat dari mulut gadis cantik di hadapanya itu. Pangeran ke dua itu tahu dengan jelas kalau An xia sedang menyindir dirinya.


“ Mulutmu itu benar benar harus aku beri pelajaran!!....” Gumam pangeran ke dua dalam hati yang sedang memikirkan sesuatu yang pastinya dapat membuat An xia murka.


Tak lama kemudian, acara perburuan sudah di mulai, para peserta juga sudah memacu kudanya untuk masuk ke dalam hutan mencari hewan untuk di buru.


Begitu juga dengan An xia dan kedua pria yang tidak lain adalah An zhuting dan pangeran ke dua. Mereka bertiga mengendarai kudanya masuk ke dalam hutan.


An xia dan kedua pria itu menunggang kudan dengan santai, mereka tidak ingin terburu buru untuk menangkap hewan buruan.


Sedari tadi An xia merasa risih dengan pangeran ke dua. Bagaimana tidak! pangeran itu terus menerus memperhatikanya tanpa merasa malu, atau pangeran itu memang tidak tahu malu...


Karena sudah tidak tahan, An xia menoleh ke arah pangeran ke dua itu sambil memberikan senyuman manis....walaupun itu adalah senyuman terpaksa.


“Yang mulia, apakah ada sesuatu di wajahku?...” Tanya An xia dengan suara lembut namun menyimpan sekelebat nada kekesalan.


Bukanya merasa gugup karena ketahuan sedang memandang seorang gadis, pangeran itu justru mengambil kesempatan untuk menggoda An xia.


Pangeran itu mengangguk.“ Iya, ada sesuatu di wajahmu...” Ucapnya Berbohong.


An xia mengerutkan alisnya, gadis itu tidak menduga kalau pria di hadapanya itu akan mengiyakan ucapanya. Dan hal yang sama sekali tidak di duga An xia terjadi.


Tangan pangeran ke dua itu terulur dan mengusap pipi mulus An xia dengan lembut, dan hal itu berhasil membuat An xia membeku untuk sesaat.


“Nah.... sudah tidak ada, wajahmu sudah bersih!!...” Ucapnya dengan senyum lebar. Jujur saja pangeran itu sangat senag bisa menyentuh bahkan mengusap pipi An xia.


“ Kulitnya sangat halus, namun sedikit terasa dingin...” Gumamnya dalam hati.


An xia tersadar dari keterkejutanya, kemudian An xia menoleh ke arah kakaknya untuk mencari tahu apakah An zhuting melihat kejadian barusan, jika sampai An zhuting melihatnya bisa bisa An xia akan merasa sangat malu.


An xia merasa legah katena An zhuting sedang melihat ke sisi lain, kemudian An xia kembali menoleh untuk menatap pangeran ke dua.“ Yang mulia, apa yang kau lakukan?!!...” Tanya An xia sambil berbisik agar kakaknya tidak mendengar.


Pangeran ke dua itu berpura pura tidak mendengar “ Kau bilang apa?...” Tanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah An xia.


An xia sedikit menjauhkan wajahnya dari pangeran yang licik itu.“Yang mulia, aku tahu kau mendengarnya dengan jelas. Berhenti berpura pura!!...” Kini An xia berbicara dengan nada kesal.


Pangeran ke dua itu terkekeh.“Nona pertama An, aku hanya membersihkan kotoran di wajahmu itu....” Ucapnya dengan senyum yang menggoda.


An xia memberi tatapan tajam kepada pangeran yang menurutnya sudah sinting, gila, dan miring otaknya itu.


“ Yang mulia, kau sedang membohongiku?..” Pertanyaan An xia itu lebih seperti sebuah pernyataan.


Pangeran ke dua terkekeh pelan, kemudia ia tersenyum penuh arti kepada An xia

__ADS_1


“ Aku hanya sedang berbuat baik....Xia'er!!!...”


__ADS_2