Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Para pembunuh bayaran.


__ADS_3

Saat ini An xia sudah berada di dekat kediaman Jenderal besar An. Kemudian An xia masuk melalui pintu belakang karena disana tidak terlalu banyak penjaga.


An xia terus melesat dari satu atap ke atap yang lain, saat An xia akan menuju kediaman miliknya, An xia melewati kediaman milik adik laki lakiny yaitu An Chen.


An xia matanya terbelalak untuk sesaat, di sana ia melihat adik laki lakinya yang sedang bertarung melawan beberapa orang berpakaian hitam bersama dengan dua pengawal, An xia melihat adik laki lakinya itu mendapatkan luka dari sayatan pedang milik orang orang berpakaian hitam itu.


Terrriiing!!!!....


Terrriiing!!!....


Suara dentingan pedang yang begitu nyaring di telinga terdengar begitu keras. An Chen dan kedua pengawalnya itu terlihat hanya bisa menghindar dan menangkis serangan pembunuh bayaran itu.


" Siapa kalian?....mengapa kalian menyerang kediaman tuan muda?!!!!" Tanya salah satu pengawal yang bertugas melindungi An Chen.


Terrriiing!!!...


Terrriiing!!!...


"Aaaakg!!!!..." An chen berteriak kesakitan saat kulitnya tersayat pedang dari salah satu pembunuh bayaran itu.


"Tuan muda!!!....sebaiknya anda lari saja, biar kami yang mengatasi mereka!!!" Ucap perajurit lain yang menyuruh An Chen meninggalkan tempat itu agar bisa menghindar dari bahaya.


" Tidak!!!...Aku tidak mungkin meninggalkan kalian!!!..." Jawab An Chen dengan serius.


An xia bisa memastikan kalau orang orang itu adalah pembunuh bayaran. Tanpa basa basi An xia melompat dari atas dan menyerang sekawanan pembunuh bayaran itu, dengan menggunakan dua belatih kesayanganya itu An xia memotong kepala mereka satu persatu dengan gerakan secepat kilat.


Sesssrrt!!!...


Sessssrrrt!!!....


Sessssrrrt!!!....


Brrruuuk!!!...


Brrruuuk!!!..


Tubuh para pembunuh bayaran itu terjatuh beserta kepala mereka yang menggelinding di tanah. Sedangkan yang membunuh mereka tidak lain dan tidak buakn adalah An xia, Gadis itu berdiri dengan kokoh di antara mayat mayat tak berkepala itu.


Wajah An xia yang tidak lagi tertutup cadar terlihat bersinar saat terkena cahaya rembulan, angin angin malam yang berhembus menerpa rambut hitam panjang yang di ikat ke atas dan terlihat begitu indah, kedua tangan yang putih mulus itu kini memegang belatih yang memiliki ukiran indah dan juga dengan darah yang melumuri belatih itu.


An xia saat ini terlihat begitu mengerikan....atau lebih tepatnya ia terlihat keren dengan penampilan yang seperti itu, dan di tambah dengan wajahnya yang datar dan juga sedingin es.

__ADS_1


An Chen memandang An xia dengan mata yang melotot tak percaya, begitu pula kedua pengwal yang menjaga An chen....mereka berdua bahkan lebih tidak peraya dan tentunya merasa terkejut saat melihat aksi An xia yang menurut mereka begitu brutal.


" Ka...kakak ke dua!!!....a..apakah itu dirimu?." Tanya An chen memastikan, jujur saja jika ia saat ini merasa ragu dengan siapa yang berada di hadapanya.


An xia hanya melirik adik laki lakinya itu sekilas, kemudia An xia membelakangi adiknya itu." Sebaiknya kita memanggil ayah dan kakak pertama kemari untuk mengurus ini semua!!" Ucap An xia dengan dingin.


Namun tidak perlu di panggil, orang yang ingin mereka pangil kemari sudah datang dengan sendirinya.


" Apa yang telah terjadi di sini?!!!" Suara yang begitu tegas dan lantang itu berasal dari An Changyi yang sedang berjalan menuju An chen.


Dan terlihat kakak laki laki An xia yaitu An zhuting yang juga ikut berjalan di belakang ayahnya, Mereka berdua bahkan sungguh tidak menyadari keberadaan An xia di situ.


" Salam kepada jenderal besar!!!." Ucap kedua pengwal yang bertugas menjaga An chen secara bersamaan.


"Katakan apa yang sudah terjadi disini?!!!" Tanya An changyi dengan begitu tegas kepada kedua pengawal itu.


" Menjawab jenderal, kediaman tuan muda ke lima di serang oleh beberapa orang tak di kenal." Ucap salah satu pengwal itu.


Baik An chengyi dan An zhuting memasang wajah yang begitu tidak enak untuk di pandang, mereka berdua terlihat begitu marah saat mendengar hal itu.


Kemudian An zhuting melihat begitu banyaknya tubuh tak berkapala di tanah, lalu ia kembali memandang kedua perajurit itu dengan tatapan yang benunjukan bahwa ia terkesan." Aku salut kepada kalian bertiga yang berhasil membasmi mereka semua..." Ucapnya yang berhasil membuat kedua penjaga itu kikuk.


" An Chen, apakah kau baik baik saja?" Tanya jenderal itu dengan kahwatir.


An chen menggelengkan kepalanya." Aku baik baik saja ayah, hanya beberapa luka tidak akan membuatku sengsara." Ucapnya kemudian melirik kedua penjaga itu." Tapi bukan kami yang mengalahkan mereka." Uacapny lagi sambil menundukan kepalanya.


Secara bersamaan An Chengyi dan An zhuting mengerutkan dahinya. jika bukan mereka yang membunuh orang orang itu lalu siapa?..... Kemudian mereka berdua melirik ke dua penjaga itu untuk meminta penjelasan.


Kedua penjaga itu secara bersamaan bersujut di hadapan jenderal besar itu.


" Ampun jenderal, Para orang orang bayaran itu terlalu kuat, kami hanya bisa menghindar dan menangkis serangan dari mereka, kami bahkan tidak cukup kuat untuk menyerang mereka balik." Ucapnya dengan ketakutan.


Lalu penjaga yang satunya melanjutkan.


" Tapi untunglah nona pertama An xia datang dan dengan cepat mengalahkan mereka..." Jedanya sambil melirik An xia dengan takut." No...nona pertama An melompat dari atas atap dan kemudian dengan begitu cepat memenggal kepala mereka."lanjutnya lagi dengan suara gemetar ketakutan.


An chengyi dan An zhuting mengikuti arah pandang pengawal itu, sampai pada akhirnya pandangan mereka tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang membersihkan belatih miliknya menggunakan saputangan.


An Changyi melihat putrinya itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, pria paruh baya itu kemudian mengambil langkah besar untuk menghampiri An xia. " Xia'er!!!...apakah kau tidak apa apa?." Tanya An changyi dengan lebih kahwatir.


An xia hanya memberikan senyuman tipis.

__ADS_1


" Putrimu ini baik baik saja, tidak perlu kahwatir!!..." Ujarnya dengan lembut.


An chengyi menghembuskan nafas legah, ia bersyukur bahwa putri kesayangannya itu dalam keadan baik....namun ia baru teringat satu hal." Xia'er, apakah kau yang membunuh mereka?..." Jenderal itu bertanya dengan ragu kepada putri kesayangannya itu.


Senyum tipis An xia seketika menghilang dan di gantikan dengan wajah yang kembali datar.


" Iya....aku yang membunuh mereka, namun itu hanya untuk melindungi adikku tersayang." Ucapnya dengan tegas.


An changyi mengerjapkan matanya beberapa kali, ia sungguh terkejut dengan putrinya itu.


" Pu...putriku ini.....sanggup untuk membunuh?" Ucapnya dalam hati, kemudia pandangannya menyapau mayat mayat yang terpisah dari kepalanya." Bahkan ia membunuh mereka dengan cara yang mengerikan." Sungguh jenderal itu di buat merinding dengan perubahan putrinya itu.


Tunggu sampai ia tahu bagai mana An xia menyiksa nona muda dari keluarga perdana mentri itu sampai mati dengan menggenaskan!!!....


An zhuting memandang An xia dengan begitu rumit. Ada rasa kagum, ada juga rasa takut di hatinya saat melihat An xia....namun ia menyadari satuhal!!!...


" Adik ke dua, bagaimana kau bisa berada di sini?.....bukanya kau sedang beristirahat di kamarmu?" Tanya An zhuting dengan curiga.


"Sial!!!..." umpat An xia dalam hati.


An xia kemudian menatap kakaknya, kemudia ia menjawab dengan santai." Diriku ini hanya ingin jalan jalan, dan tidak sengaja aku mendengar keributan dari kediaman An Chen, aku kemudian melihat ada beberapa orang yang sedang menyrang An chen." An xia memberi jeda untuk menghirup udara dan menghembuskanya dengan kasar.


"Aku kemudian membunuh mereka..." Lanjutnya sambil menatap mayat mayat itu dengan tatapan dingin.


An Zhuting masih merasa janggal dengan An xia, kemudian ia melihat pakaian yang digunakan oleh An xia. " Mengapa kau keluar dengan pakaian yang seperti itu?" Tanya An zhuting dengan penuh curinga.


An xia hanya memasang wajah santai.


" Aku tadi baru saja selesai berlatih." Jawabnya singkat." kakaku yang satu ini sungguh banyak tanya!!!" Grutunya dalam hati.


An zhuting hanya bisa percaya dengan apa yang di ucapkan oleh adiknya itu, walaupun ia masih merasa ada yang di sembunyikan oleh An xia.


An Changyi kemudian berkata." Kalian kembalilah ke tempat masing masing...ini sudah malam, dan kalian harus bagun pagi pagi untuk kembali hadir di istanah besok!!!" Printahnya kepada ke tiga anaknya itu.


Sebelum pergi, An Zhuting bertanya kepada ayahnya." Lalu bagaimana dengan mayat mayat ini?." Tanya kepada An changyi.


" Biarkan para pengawal yang mengurus mereka." Jawab An Changyi.


An xia bersama An zhuting kemudian melangkah pergi dari kediaman An Chen, An changyi terus menerus memandang punggung putrinya itu sampai menghilang dari kejahuan.


" Putri kesayanganku yang manja itu benar benar sudah berubah....bukan hanya berubah, tapi ia terlihat berbeda." Gumamnya dalam hati, kemudian ia menghembuskan nafasnya dengan berat.

__ADS_1


__ADS_2