Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
An chen melawan jenderal Rong!


__ADS_3

Suara dentingan pedang yang saling bersautan kini terdengar begitu keras di arena berlatih. Dua orang jenderal dari dua kerajaan saat ini nampak sedang melawan dua orang laki laki berbeda usia.


An Changyi mengayunkan pedangnya kearah kaisar Zhuang. Gerakkan nya yang begitu akurat dan dengan tenaga yang begitu besar pun berhasil membuat pedang di tangan kaisar Zhuang sedikit bergetar saat menangkis nya.


Di sisi lain, jenderal Rong yang tidak lain adalah jenderal besar dari Kerajaan han saat ini terlihat begitu serius dan antusias ketika melawan seorang bocah laki laki.


Serangan bertubi tubi yang dilancarkan An chen kepadanya membuat sang jenderal besar Rong sedikit kesulitan untuk menyerang balik.


Tidak hanya itu, kekuatan yang di kerahkan oleh tubuh kecil itu tidaklah main main. Walaupun ia bisa menepis dan menghindari serangan An chen dengan mudah, perlahan demi perlahan tenaganya kini sedikit terkuras.


Sedangkan bocah laki laki itu saat ini bahkan belum mengeluarkan keringat sedikitpun.


Selagi An Changyi dan kaisar Zhuang saat ini tengah beradu pedang bersama. Jenderal Rong kini diam diam tersenyum. “Di usianya yang begitu muda, kemampuan bocah ini sungguh luar biasa! ” Pandangannya kini beralih untuk menatap kearah An Changyi. “Hem, Tidak heran!.... putra dari seorang jenderal haruslah memiliki kemampuan bertarung!! ” Gumamnya dalam hati.


Trriiiingggggggg!!....


“Jenderal Rong, jangan melamun di saat pertarungan sedang berlanjut!! ” Ucap An chen dengan begitu tegas.


Pedang yang di ayunkan dengan penuh tenaga itu hampir saja menggores bahunya. Namun beruntungnya jenderal Rong dapat menyadari serangan itu dan menepisnya dengan pedangnya di waktu yang tepat.


Tidak ingin menyerah begitu saja, An chen kembali menyerang jenderal itu dan mencoba untuk menebas kakinya. Akan tetapi, jenderal itu bisa membaca gerakkan An chen dan segera melompat untuk menghindari serangan bocah laki laki itu.


Melihat ada cela untuk menyerang balik, Jenderal Rong pun segera mengarahkan pedangnya dan berniat menusuk pergelangan An chen.

__ADS_1


Menyadari hal itu, An chen dengan segera menghindar. Namun saat ia akan melayang kan sebuah serangan, tiba tiba sebuah pedang yang membentur pedang di tangannya dengan begitu keras pun mengakibatkan pedang di tangannya itu terpental jauh.


Dan detik berikutnya, An chen bisa merasakan adanya sebuah besi dingin yang bertengger apik di bahu nya. An chen menarik nafas dan menahannya untuk waktu yang cukup lama, pandangannya kini beradu dengan pandangan jenderal Rong.


Jika di lihat dengan teliti, ada sebuah kilatan persaingan yang terpancar dari kedua mata mereka.


“An chen, Terima saja kekalahan mu itu! ” Tiba tiba suara seorang pria pun terdengar dan memecahkan ketegangan di antara An chen dan jenderal Rong tadi.


Kepala An chen kini menoleh kesamping untuk menatap orang yang berbicara dengannya tadi. “A... Ayah?!! ” Panggil nya.


Sadar kalau saat ini ia memang telah kalah, ia pun berkata. “Jenderal Rong begitu hebat, An chen menerima kekalahan ini dengan lapang dada!” Ucapnya.


Sedangkan jenderal Rong yang mendengar nya pun terkekeh. “Tuan muda An juga bukan lawan yang mudah!... ” Ia berhenti untuk sesaat dan menoleh untuk menatap kearah An Changyi. “Jenderal besar An, cara putramu bertarung itu membuatku sempat berfikir bahwa ia berniat membunuhku.” Ucapnya dengan nada guyonan.


Jenderal Rong kini nampak tersenyum aneh, kemudian ia berkata. “Jenderal An, yang kurang dari putramu hanyalah pengalaman!.... untuk anak seusianya, ia cukup hebat. Lalu, bagaimana jika kau berikan saja dia kepadaku.... dan kau bisa mengambil putraku sebagai gantinya?! ” Ucapnya yang mengundang gelak tawa An Changyi.


Di sisi lain, kaisar Zhuang kini tengah melangkah kan kakinya menuju ke arah An xia yang saat ini tengah bersantai di sebuah kursi empuk dengan satu pelayan yang memegang payung dan satu pelayan yang lain memegang kipas di sisi kiri dan kanannya.


Sedangkan An xia yang melihat suaminya berjalan mendekat pun segera berdiri dari duduknya. “Yang mulia, kau begitu hebat hingga bisa mengalahkan ayahku dengan mudah!” Ucapnya seraya mengeluarkan sebuah sapu tangan dan mengelap keringat di dahi dan leher kaisar Zhuang.


Mendengar itu, kaisar Zhuang pun tersenyum tipis. Kemudian salah satu tangannya ia lingkarkan di pinggang ramping An xia selagi tangan yang lain menangkap tangan An xia yang mengelap keringatnya tadi.


“Tentu saja, jika tidak lalu bagaimana aku bisa menjagamu dan.... anak kita nanti?!!” Ucapnya dengan berbisik di telinga An xia.

__ADS_1


Salah satu tangan An xia yang terbebas kini menyentuh rahang tegas kaisar Zhuang dan membelainya dengan lembut. “Aku harap anak kita nanti akan tumbuh dan menjadi pemimpin hebat seperti mu!” Ucapnya dengan senyum lembut yang terlihat begitu menawan.


Kaisar Zhuang mendarat kan sebuah kecupan lembut di kening An xia, sedangkan para pelayan yang melihatnya pun segera membalikkan badan agar tidak melihat kemesraan di antara kaisar dan permaisuri mereka.


An xia sedikit mendorong tubuh kaisar Zhuang untuk menjauh, pandangannya kini melirik sekitar dengan raut wajah panik. “A... Apa yang kau lakukan?!.... ayahku melihat kita, kau tidak tau malu!! ” Tegur nya dengan wajah yang bersemu merah.


Namun, sayang kaisar Zhuang sama sekali tidak memiliki niat untuk melepas istrinya itu. “Kau adalah istriku, tidak perlu malu!” Ucapnya, kemudian ia teringat akan sesuatu. “Hem, ada satu hal yang ingin aku katakan! ”


“Apa itu? ” Tanya An xia.


Kaisar Zhuang tidak langsung menjawab, ia kini menggandeng tangan An xia dan melangkah pergi dari tempat latihan itu.


Melihat kemesraan di antara mereka, An Changyi pun kini dapat tersenyum lega tanpa beban lagi. “Sukur lah kaisar han adalah orang yang benar benar mencintai putriku! ” Memikirkan hal itu, senyum di wajahnya pun semakin mengembang. “Xia'er, kau sungguh beruntung! ” Gumamnya lagi.


“Jenderal An, aku lihat kaisar kami begitu mencintai putrimu!” Ucap jenderal Rong secara tiba tiba dan mengejutkan An Changyi dari lamunannya.


Mendengar itu, An Changyi pun tersenyum kaku dan berkata. “Sejujurnya aku sendiri masih bingung bagaimana hal ini bisa terjadi!” Ucapnya helahan nafas ringan.


Mendengar percakapan antara dua jenderal itu, An chen pun hanya bisa memutar bola matanya malas.


...»»————>❀<————««...


An xia yang di tarik keluar pun hanya diam saja dan mengikuti kemanapun kaisar itu membawanya pergi. Sampai pada saat mereka memasuki suatu halaman paviliun yang sepi, barulah kaisar Zhuang berkata. “Apakah kau masih ingat dengan keinginanmu yang waktu itu? ” Tanyanya yang hanya di balas dengan anggukkan kecil dari An xia.

__ADS_1


Dengan mesra, kaisar Zhuang memeluk tubuh istrinya itu dari belakang, Kemudian ia berkata. “Bawahan ku telah menemukan persembunyian mereka, jika istri tercintaku ini menginginkan pembantaian.... maka kita akan melakukannya malam nanti! ”


__ADS_2