
Pandangan Fai kini tertuju kepada sepasang suami istri yang nampak begitu serasi dengan pakaian berwarna ungu gelap.
Sang suami kini memeluk pinggang sang istri dari arah belakang selagi sang istri kini sibuk memainkan kakinya di atas kepala sang pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itu.
Kedua tangan kaisar Zhuang sampai saat ini masih merasa enggan untuk melepaskan pinggang ramping istri kecilnya ini. Kepalanya kini menunduk, ia menempelkan hidungnya di bahu sang istri dan menghirup aroma harum itu dalam dalam.
Sedangkan An xia saat ini tidak perduli akan hal itu. Pandangannya kini lebih tertarik untuk menatap wajah di bawah kakinya yang kini menunjukkan sebuah ekspresi yang begitu menggemaskan.
Lihatlah bagaimana cara sang pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran itu mengerutkan dahinya!.... ia saat ini seperti seseorang yang sedang menahan rasa sakit dan rasa takut yang bercampur menjadi satu.
Melihat betapa tidak berdayanya sang musuh, An xia pun tersenyum dengan begitu puasnya. Senyum yang begitu lebar hingga memperlihatkan deretan gigi putih itu tampak sangat menawan namun mengerikan di saat yang bersamaan.
“Kau senang, permaisuri ku? ” tanya kaisar Zhuang.
Mendengar pertanyaan dari sang suami, An xia pun kini tersadar bahwa ada sebuah tangan yang melingkar erat di pinggangnya.
Sadar akan keberadaan sang suami, An xia pun segera membalikkan badannya dan menjatuhkan tombak di tangannya.
Kemudian, kedua tangan An xia kini melingkar di leher kaisar Zhuang. “ Tentu saja, itu juga karena dirimu yang mengizinkan ku untuk melakukan apa pun yang aku mau!” Ucapnya lalu menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Sedangkan Kaisar Zhuang saat melirik kearah sekitar seperti sedang mencari cari sesuatu, namun nampaknya ia tidak menemukan apa yang ia cari.
Melihat hal itu An xia pun segera membuka mulutnya untuk bertanya. Namun, belum sempat ia mengeluarkan suara..... tiba tiba ia memekik saat merasakan sebuah tangan kekar yang mengangkat tubuh mungil nya dengan mudah.
“Suamiku, apa yang kau lakukan?!.... cepat turunkan aku, aku bisa berdiri sendiri!!” Ucap An xia dengan sedikit memberontak.
Rona merah di wajah An xia kini menunjukkan rasa malu yang ia alami saat ini. Bagaimana tidak?.... lihatlah apa yang kaisar Zhuang lakukan, ia saat ini menggendong An xia dengan satu tangan layaknya seorang ayah yang menggendong puti kecilnya.
Mendengar sang istri yang memprotes tindakannya, kaisar Zhuang pun membungkam mulut An xia dengan bibir nya lalu berkata. “Diam! atau aku akan menyuruhmu kembali ke istana saat ini juga!!” Perintahnya dengan tegas, namun kehangatan di pancaran matanya masih bisa di rasakan.
__ADS_1
An xia yang masih belum ingi kembali ke istana sebelum semua ini selesai pun terpaksa diam dan mematuhi perintah dari sang suami.
Pandangan kedua suami istri itu kini beralih untuk menatap kearah sekumpulan anak buah dari kelompok pembunuh bayaran yang kini kedua tangan mereka di tebas satu persatu oleh para prajurit istana.
Karena rasa sakit yang mereka rasakan, secara alami mereka pun berteriak kesakitan.
Teriakkan yang menggambarkan sebuah rasa sakit dan pedih itu terdengar begitu memilukan di telinga para manusia yang masih memiliki hati nurani.
Namun, jika itu manusia berhati iblis. Maka teriakkan itu akan terdengar seperti alunan lagu yang sangat merdu.
Tidak jauh dari sekumpulan orang orang itu, An xia dan kaisar Zhuang dapat melihat beberapa prajurit yang saat ini tengah sibuk melucuti setiap helai demi helai pakaian yang menempel di tubuh para jalang dari rumah pelacuran tadi.
Ekspedisi di wajah para jalang itu tampak ketakutan. Tidak jarang mereka mengeluarkan kata memohon dari mulut mulut mereka.
Air mata mereka yang mengalir deras itu pun sama sekali tidak membuat para prajurit menghentikan aksinya.
Permohonan demi permohonan untuk dilepaskan telah mereka ucapkan berkali kali, namun hal itupun tak urung membuat para prajurit melepaskan mereka dari permainan keras dan kasar ini.
Di pikiran para prajurit, mereka adalah wanita jalang!.... wanita wanita seperti itu memang sudah sering melakukan hal hal seperti ini dengan banyak pria di luar sana.
Jadi apa salahnya jika mereka memuaskan hasrat dengan cara memaksa?
Namun, walaupun hal itu memang benar apa adanya... Sebuah pemaksaan atas kehendak yang tidak mereka inginkan tetap saja menjadi masalah bagi para wanita tak terkecuali para jalang dari rumah pelacuran.
Apalagi jika para prajurit itu memperlakukan mereka dengan begitu kasar dan buas. Tidak hanya kasar, mereka juga melakukannya dengan cara bergilir.
Pemandangan itu memang terlihat menjijikkan dan memuakkan, namun senyum puas di wajah An xia kini menunjukkan bahwa ia merasa senang dengan pemandangan yang seperti itu.
Tidak berselang lama, dari arah dalam bangunan kaisar Zhuang dan An xia dapat melihat beberapa prajurit yang keluar bersama seorang wanita yang rambutnya di tarik dan diseret dengan begitu kasar dan tak berperasaan.
__ADS_1
An xia dan kaisar Zhuang menatap kearah wanita itu dengan tatapan dingin.
Dilihat dari penampilannya, kemungkinan ia seusia dengan An xia. Pakaiannya yang terlihat mewah serta perhiasan perhiasan berlebih yang menghiasi tubuhnya menandakan kalau wanita tersebut adalah sosok terpenting di kelompok ini.
Walaupun kecantikan wanita itu berada jauh di bawah An xia, namun tubuhnya yang sedikit berisi itu memiliki kesan seksi apalagi jika di padukan dengan pakaiannya yang ketat di bagian dada dan pinggul.
Hal pertama yang wanita itu lihat saat keluar dari bangunan adalah dua sosok berbaju ungu gelap yang tampak serasi bagai pasangan suami istri.
Pandangan wanita itu saat ini tertuju kepada sosok kaisar Zhuang. Pria yang terlihat begitu tampan dan gagah baginya.
Kemudian, pancaran mata wanita itu terlihat menggelap disaat pandangannya menatap kearah sosok cantik dalam gendongan kaisar Zhuang.
Kecantikan sosok itu yang melebihi kecantikan miliknya membuat rasa iri dalam hati wanita itu bergejolak.
Di saat ia larut dalam lamunannya, tiba tiba tubuhnya secara kasar di dorong hingga terjatuh di hadapan dua sosok tadi.
Prajurit yang mendorong wanita itu barusan pun berkata. “Yang mulia, wanita ini adalah putri dari pemimpin mereka! ” Ucapnya.
Mendengar itu, binar di wajah An xia pun semakin kentara. “Oh? benarkah itu?.... apakah dia putrimu? ” tanyanya kepada pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran yang saat ini terbaring di bawah kaki kaisar Zhuang.
Mendengar pertanyaan dari An xia, pemimpin itu hanya diam. rasa sakit yang ia rasakan saat ini membuatnya kesulitan untuk berbicara.
Namun, tatapan matanya kini memancarkan permohonan. Melihat putri kesayangannya yang telah tertangkap, ia pun memaksakan diri untuk berbicara. “Lepaskan dia!.... kalian.... bunuh saja aku!! ” ucapnya dengan suara lemah, kemudian pandangannya beralih untuk menatap sang putri tercinta. “Pu... putriku, pergilah dari sini.... mereka semua adalah iblis!! ” ucapnya lagi.
Mendengar suara yang begitu familiar baginya, ia pun segera menunduk untuk menatap Siapakah sosok yang berbicara dengannya.
Dan saat pandangannya menangkap keberadaan sang ayah, betapa terkejut dan sakit hatinya ia dikala melihat kondisi sang ayah yang begitu mengenaskan di bawah kaki pria yang sempat ia kagumi tadi.
“Ayah!!!... ” teriaknya dengan dengan air mata yang mengalir deras hingga membasahi wajah dan hati.
__ADS_1