Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kepulangan sang Jendral


__ADS_3

Akibat guncangan dari rasa terkejut yang melanda hati, tampa sadar Raja Bai Zhen melangkah kan kakinya mundur secara perlahan dengan tubuh yang bergetar ketakutan.


Dan secara tidak sengaja, kakinya tersandung oleh sesuatu hingga membuat tubuhnya condong kebelakang dan pada akhirnya terjatuh di tanah.


Namun, saat ia merasakan ada sesuatu di genggaman tangan kirinya, Raja Bai Zhen pun menoleh. Dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui sesuatu yang ia pegang saat ini adalah kepala sang pemimpin dari kelompok pembunuh bayaran ini.


Sontak Raja Bai Zhen pun menggeser tubuhnya menjauh dan menatap kepala itu dengan tatapan ngeri. Tidak jauh dari sana ia dapat melihat tubuh pemimpin itu dengan kondisi kedua tangan yang telah terpisah.


Kemudian, pandangannya kini menyapu sekitar. Terlihat jelas di matanya mayat mayat dengan tubuh yang sudah tidak lagi utuh. Bahkan ia kini juga dapat melihat beberapa kepala yang digantung di pepohonan bagai hiasan.


Raja Bai Zhen saat ini ingin segera pergi dari tempat ini, namun kakinya terasa lemas hingga tidak bisa ia gerakkan.


Tidak berselang lama, dua orang prajurit yang mengikutinya pun datang. Melihat sang raja yang saat ini terduduk lemas bagai orang bodoh di tanah, kedua prajurit itu pun segera turun dari kudanya dan membantu raja itu untuk kembali berdiri.


“Yang mulia, mohon berdirilah!” Ujar salah satu prajurit yang saat ini menarik lengan Raja Bai Zhen agar ia dapat kembali berdiri.


Dan saat raja itu telah berdiri tegak walau masih di bantu oleh dua prajurit nya, ia pun berkata. “Ka... Kaisar itu, aku tidak pernah tau jika kekejamannya bisa sampai seperti ini!!” Gumamnya yang masih menatap ngeri pemandangan di depan mata.


Mendengar gumaman dari sang raja, kedua prajurit tadi pun kini melirik sekitar. “Astaga!! ini sungguh mengerikan!!....”Seru salah satu prajurit yang lain, kemudian ia menoleh untuk menatap kearah Raja Bai Zhen. “.... Yang mulia, tidakkah ini sudah sangat keterlaluan?.... Kaisar han benar benar telah melampaui batasan!!” Ucapnya lagi dengan sedikit mengerang marah.


Sedangkan Raja Bai Zhen saat ini masih terdiam. Bau amis darah yang begitu menyengat kini menusuk indra penciuman nya. Membuat kepalanya terasa pening selagi perutnya terasa mual.


Dalam pikirannya, ia membayangkan sosok Kaisar Zhuang yang menusuk nusuk tubuhnya dengan pedang. Dan hal itupun membuat tubuhnya kembali lemas, beruntung kedua prajurit nya dengan sigap menangkap tubuhnya sehingga ia tidak sampai terjatuh di tanah untuk yang kedua kalinya.


Sadar dengan kondisi sang raja yang kini kurang membaik, salah satu prajurit pun berkata. “Yang mulia, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini!... ” ia memberi jeda, kemudian menghela nafas dan melanjutkan. “.... hamba akan menyuruh beberapa orang untuk membereskan kekacauan ini. sementara itu, mohon yang mulia menenangkan diri! ”Ucapnya lagi.

__ADS_1


...»»————>❀<————««...


Suara suara ambigu dalam ruangan tertutup itu membuat wajah para pelayan dan prajurit yang berjaga di luar memerah.


Walaupun suar suara itu terdengar samar, namun fantasi dalam pikiran mereka membuat debaran jantung menjadi semakin tidak karuan.


Entah sudah berapa lama Kaisar dan permaisuri mereka itu larut dalam lautan kasih. Mengingat saat ini adalah hari kepulangan sang Jendral besar An, para pelayan pun memiliki kewajiban untuk mengingatkan.


Namun jika situasinya seperti ini, apa yang harus mereka lakukan?..... Mengetuk pintu dan mengganggu perjuangan sang kaisar untuk mendapatkan keturunan?.... yang benar saja!!!


Di saat para pelayan tengah pusing memikirkan situasi yang ada, Kaisar Zhuang saat ini justru hilang akal dan berniat untuk melanjutkan kegiatan mereka.


Beruntung, An xia yang mengingat tentang kepulangan sang ayah pun segera berkata. “A-zhu!...Berhenti!! hari ini ayahku akan kembali ke kediaman An, kita harus segera bersiap siap!! ” Ucapnya dengan sedikit panik.


Mendengar ucapan An xia, Kaisar Zhuang pun dengan berat hati melepaskan sang istri. “Baiklah, hanya demi ayah mertua aku akan melepaskan mu kali ini!!” Bisik nya tepat di telinga An xia.


...»»————>❀<————««...


Beberapa prajurit kini telah berbaris rapi untuk mengantarkan kepergian sang Jendral besar An kembali ke kediamannya.


Sebelum pergi dan memulai perjalanan, An Changyi kini nampak sedang menunggu kehadiran seseorang bersama dengan An chen di sampingnya.


Selagi menunggu kedatangan An xia untuk mengantar kepergiannya, An Changyi pun kini melirik kearah An chen dan berkata. “Apakah kau yakin ingin tinggal di sini? sendirian bersama kakak kedua mu? ” Tanyanya yang berusaha menggoyah kan keinginan dari putra kecilnya itu.


An chen yang merasa di tanya itu pun segera menoleh dan berkata. “Tentu saja! Ayah kau tenang saja, aku tidak akan membuat masalah di sini!... ” Melihat raut wajah sang ayah yang masih nampak ragu, An chen manambahkan. “.... Jika ada waktu luang, aku akan kembali ke kediaman An. ayah tenang saja! ” Ucapnya lagi dengan sebuah senyuman manis nan polos.

__ADS_1


An Changyi menaikkan salah satu alisnya ketika mendengar ucapan sang anak yang satu ini. “Jika ada waktu luang?....”Ia memutar bola matanya malas, merasa sedikit aneh dengan kata kata itu. “.... Memang apa kesibukanmu di sini hingga harus mencari waktu luang?! ”Tanyanya dengan tatapan menyelidik.


Mendengar itu, An chen pun tersenyum kaku untuk menutupi rasa gugup nya. “Seperti itulah, aku masih belum merasa yakin.” Ucapnya dengan jawaban yang tidak pasti.


Membuat An Changyi semakin curiga.


Tidak berselang lama, sosok An xia dan Kaisar Zhuang pun terlihat sedang mendekati bersama dengan para pelayan dan prajurit yang berjalan di belakangnya.


Melihat hiasan rambut berbentuk burung Phoenix di kepala sang putri tercinta. Rasa bahagia dan syukur pun kini membanjiri hati An Changyi.


Apalagi saat melihat tangan putri nya yang menggandeng suaminya, Kaisar Zhuang. Senyum di wajah An Changyi pun semakin cerah.


Entah mengapa ia saat ini sangat ingin memeluk sang putri, namun saat mengetahui status permaisuri yang melekat dalam diri An xia. An Changyi pun merasa tidak pantas untuk melakukannya.


An xia yang melihat hal itu pun segera melepas genggaman tangannya dari sang suami lalu berjalan mendekat dan memeluk An Changyi dengan manja. “Ayah, sampaikan salam ku kepada ibu dan kakak pertama!” Ucapnya kemudian melepaskan pelukannya.


Nampak saat ini An Changyi sangat bangga terhadap putri tercinta itu. Walaupun telah menjadi seorang permaisuri, namun An xia tetap mengingatnya sebagai seorang ayah.


Tangan An Changyi pun terangkat dan menepuk pelan bahu sang putri. “Tentu saja, kau jagalah dirimu dan segera berikan aku cucu! ” Ujarnya dengan nada guyonan.


Mendengar itu, seketika wajah An xia pun merona merah di saat ingatannya berputar kepada kejadian pagi tadi. “A.. Ayah, kau__” Sebelum An xia sempat menyelesaikan ucapnya, Kaisar Zhuang terlebih dahulu menyahut.


“Jenderal An, masalah seperti itu serahkan saja kepada Kaisar ini! ” Kemudian salah satu tangannya melingkar dengan santai di pinggang ramping An xia. “Dalam waktu dekat kau pasti akan mendengar kabar baik itu! ” Ucapannya lagi.


Mendengar itu, An xia pun melemparkan sebuah tatapan tajam kearah Kaisar Zhuang. “Apakah dia ingin membocorkan rahasia?!!!!” Gerutunya dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan An Changyi kini tertawa girang ketika mendengar ucapan dari menantunya itu. “Semoga saja, aku akan menunggu kabar bahagia itu tiba!” Ucapnya.


__ADS_2