Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Orang orang berkulit hitam.


__ADS_3

Tatapan mata yang tuan Eiji berikan kepadanya membuat dahi An chen berkerut dan membentuk sebuah ekspresi wajah tidak senang.


Merasa telah di abaikan, An chen pun berkata. “Hei, Tuan!.... apakah kau mendengar apa yang aku ucapkan?!! ” Tanyanya dengan sedikit nada kesal.


Mendengar itu, Tuan Eiji pun tersadar dari lamunannya. “Kau tuan muda kelima An?” Berbicara tentang keluarga An, ingatan tuan Eiji kini berputar dan mengingat sebuah nama ‘An Xia’.


Tuan Eiji mendongakkan kepalanya dan menatap kosong kearah langit langit ruangan. Seolah olah ia saat ini sedang membayangkan sesuatu. “Keluarga An.... An Xia?! ” Ia bergumam, kemudian kembali menatap kearah An chen. “Ya Tuhan!!... kenapa aku baru sadar kalau bocah ini sangatlah mirip dengan gadis tengil itu? ” Gumamnya dalam hati.


Sadar kalau raut muka An chen saat ini terlihat begitu kesal, tuan Eiji pun segera berkata. “Apakah kau... salah satu anggota dari keluarga jenderal besar An? ” Tanyanya untuk memastikan.


An chen pun menganggukkan kepalanya, kemudian dengan santainya ia berkata. “Iya, aku adalah tuan muda kelima An!.... adik dari nona permata An, An xia!! ” Ucapnya dengan sedikit penekanan di akhir kalimat.


Mendengar itu, tuan Eiji pun mengedipkan matanya beberapa kali akibat rasa tertegun. pandangannya kini terfokus kepada sepasang manik mata coklat itu.


Warna mata bocah ini sangat berbeda dengan An xia, namun pancaran matanya dan caranya menatap lawan bicara terlihat begitu mirip dengan gadis aneh itu.


Pancaran mata itu terlihat sangat jernih, namun kedalaman nya sama sekali tidak bisa dilihat.


Tiba tiba, tuan Eiji itu tersenyum dengan begitu lebar sambil berkata. “Kau bilang kakak kedua mu ingin menemui ku?..... Apakah itu An xia?.... apakah dia telah kembali lagi?! ” Tanyanya dengan begitu tidak sabaran.


Sedangkan An chen yang melihat reaksi berlebihan itupun sekarang tau, kalau pria tua di hadapannya ini adalah teman dekat kakak kedua nya.


Sadar kalau tuan Eiji baru saja melemparkan beberapa pertanyaan kepadanya, An chen segera berkata. "Iya, kakak kedua ku An xia ingin bertemu dengan mu! ” Ia terdiam untuk sejenak kemudian melanjutkan. “... Dan kakak kedua ku berpesan untuk mengajak tuan muda Qiao Feng dan tuan muda Han Dong! ” Ucapnya lagi.


Tuan Eiji pun menganggukkan kepalanya, menandakan kalau ia telah mengerti maksud kedatangan An chen ke tempat ini. “Baiklah, kalau begitu aku akan segera ke sana bersama kedua tuan muda itu. ” Setelah mengatakan itu, ia pun berdiri dari duduknya dan diikuti dengan An chen.


Melihat An chen yang juga bangkit berdiri, Tuan Eiji pun kembali berkata. “Apakah kau akan ikut denganku untuk menjemput kedua tuan muda itu? ” Tanyanya kepada An chen.


An chen pun menggeleng kan kepalanya, “Tidak, aku masih memiliki urusan lain... ” Tiba tiba, bocah laki laki itu tersenyum dengan begitu aneh. “... Untuk urusan yang satu ini, aku serahkan kepadamu.... tuan Eija! ” Ucapnya lalu segera berbalik dan melangkah pergi.

__ADS_1


“Bocah kecil, namaku Eiji!!!” Ucap tuan Eiji yang mengulangi namanya saat mendengar penyebutan nama yang salah dari An chen.


Sedangkan An chen yang mendengarkannya pun hanya bisa memutar bola matanya malas. “Andai saja aku perduli! ” Gumamnya dalam hati namun ia tetap berkata. “Baiklah tuan Eiji, kalau begitu aku pergi sekarang! ” Ucapnya.


Dan setelah itu, An chen pun kembali melanjutkan langkahnya dan keluar dari ruangan itu.


Tuan Eiji yang melihat kepergian bocah laki laki itu pun menghela nafas berat. Sudah jelas dari cara bocah itu menatap dan bicara... ia sangatlah mirip dengan sosok kakaknya, yaitu An xia.


Wajah bocah itu yang polos merupakan sebuah topeng yang sempurna untuk menutupi kelicikan dan kebusukannya.


“Apakah orang orang dari keluarga An se berbahaya itu? ” Tiba tiba, bulu kuduk tuan Eiji bergidik ngeri seolah olah ia tengah memikirkan sesuatu yang sangat mengerikan. “Jika memang seperti itu, sebaiknya aku mengambil sumpah untuk tidak akan pernah terlibat masalah dengan mereka! ” Gumamnya lagi dalam hati.


...»»————>❀<————««...


An chen kini telah melangkahkan kakinya keluar dari pintu Yin lianhua setelah merasa kalau urusannya di tempat ini telah usai.


Terlihat seorang gadis kecil turun dan keluar dari dalam kereta tadi tepat di hadapan An chen.


An chen yang melihatnya pun mengernyitkan dahi. Awalnya ia berniat untuk menegur orang yang berada di dalam kereta kuda itu, namun saat mengetahui kalau itu adalah seorang gadis kecil.... An chen pun mengurungkan niatnya.


“Berdebat dengan seorang gadis hanya akan membuang buang waktu saja! ” Gumamnya dalam hati seraya melangkahkan kakinya untuk pergi.


Tidak berselang lama, sosok Fai dan Annchi yang tadinya tertinggal pun kini terlihat sedang berlarian kecil menuju ke arahnya. “Tuan muda kelima, tunggu!!.... jangan berjalan sendirian, nanti anda bisa tersesat!! ” Ucap Annchi yang berseru kepada An chen.


An chen yang mendengar pun tidak perduli dan memilih untuk terus melangkah tanpa menghiraukan kedua orang itu.


Sedangkan gadis kecil tadi yang juga mendengar suara Annchi yang memanggil An chen pun segera menoleh kebelakang.


Saat gadis kecil itu menoleh kebelakang, ia dapat melihat sosok An chen yang berjalan memunggungi nya dan semakin menjauh seiring dengan langkah yang bocah laki laki itu ambil.

__ADS_1


Merasa itu tidaklah penting dan memang bukanlah urusannya, gadis kecil itupun memilih untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam bangunan bernama Yin lianhua.


Baru saja ia menginjakkan kakinya masuk kedalam bangunan itu, tiba tiba dari dalam sebuah suara milik seorang pria pun terdengar. “Izayoi, apa yang kau lakukan disini? ” Tanya pria yang tidak lain adalah tuan Eiji.


Gadis yang di panggil dengan nama Izayoi itupun menoleh dan berkata. “Ayah, aku ingin menemui mu!..... berada di kediaman membuatku bosan, sekali kali ajaklah aku untuk berjalan jalan!! ” Ucapnya dengan begitu manja.


Tuan Eiji yang melihat putrinya seperti itupun tersenyum kemudian mengacak acak rambut sang putri dengan begitu gemas seraya berkat. “Baiklah, bagaimana kalau kau ikut dengan ku? ” Tawarnya.


Gadis bernama Izayoi yang mendengar nya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan begitu antusias. “Iya, aku akan ikut!!”


...»»————>❀<————««...


Saat An chen tengah dalam perjalanan menuju kediaman yang kaisar Zhuang berikan kepadanya. Tiba tiba ia menghentikan langkahnya saat kedua matanya melihat sesuatu yang begitu menarik.


Annchi yang melihat An chen berhenti dan terdiam di tempat selagi menatap ke suatu arah pun berkata. "Tuan muda, ada apa? ”Tanyanya.


Mendengar pertanyaan itu, An chen pun menjawab tanpa menoleh sedikitpun. “Itu.... apakah orang orang itu adalah budak? ” Tanyanya sambil menunjuk ke suatu tempat.


Baik Annchi maupun Fai yang mendengarkan nya pun segera menoleh ke arah tempat yang An chen tunjuk tadi.


Dan yang mereka lihat adalah dua orang pria berkulit putih dan berpenampilan khas timur Tengah yang sedang memperdagangkan budak budak berkulit hitam.


Annchi mengedipkan matanya beberapa kali, ia baru pertama kali melihat ada seseorang dengan kulit yang begitu hitam.


Sedangkan Fai yang sudah terbiasa melihatnya pun berkata. “Dua orang berkulit putih itu adalah para orang orang yang memperdagangkan budak!...” kemudian pandangannya beralih untuk menatap para budak berkulit hitam itu. “... sedangkan orang orang yang berkulit hitam itu adalah budak yang mereka perdagangkan. ” Ucapnya yang menjelaskan.


Pandangan An chen kini tidak henti henti nya menatap kearah orang orang berkulit hitam itu. Sudut bibirnya pun kini melengkung dan membentuk sebuah senyuman. “Mereka sangatlah menarik, walaupun tampak sedikit kurus namun sepertinya kekuatan mereka cukup kuat!” Gumamnya dalam hati.


Dengan mata penuh binar, An chen pun melirik kearah Fai dan berkata. “Pengawal Fai, aku menginginkan orang orang itu untuk menjadi prajurit ku!!”

__ADS_1


__ADS_2