
Pandangan putra mahkota dan pangeran kedua kini masih terpaku kepada sosok gadis cantik yang melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu.
“Nona pertama An begitu cantik! ” Ucap seseorang yang berhasil membuat tatapan kedua pangeran itu beralih dari sosok An Xia.
Pangeran kedua yang mendengar perkataan itupun segera menoleh dan melemparkan sebuah tatapan tajam kepada seseorang tadi. “Apa maksudmu?!!..... pangeran Li Guang Fu dari Kerajaan Barat, aku harap kau tidak memiliki perasaan khusus kepada tunangan ku!!” Ucapnya dengan nada penuh penekanan, terkesan sedang mengancam.
Sedangkan putra mahkota kini mendengus. “Bersaing dengan Zhang Liang saja sudah begitu menyusahkan, dan sekarang harus bersaing dengan pangeran dari Kerajaan barat ini juga?...... yang benar saja!!” Gerutunya dalam hati.
Pangeran kelima Li Guang Fu dari Kerajaan barat itu terkekeh. Raut wajahnya saat ini nampak begitu santai, bahkan dengan aura mencekam dari kedua pangeran lain di hadapannya itu. “Putra mahkota, pangeran kedua. aku hanya sekedar memuji nona pertama An!....kenapa kalian begitu sensitif?” Tanyanya dengan alis kanan yang terangkat.
Kemudian, ia melirik kearah sosok An Xia yang semakin lama semakin menjauh dan hilang dari balik dinding. “Bukannya yang aku katakan adalah sebuah kebenaran?..... nona pertama An memang memiliki kecantikan yang tak tertandingi. ” Ia memberi jeda, menutup matanya dan membayangkan sosok An Xia. “Benar benar cantik!” Ucapnya lagi.
Baik putra mahkota maupun pangeran kedua kini mengepalkan tangannya erat erat..... berusaha menahan diri untuk tidak melayangkan sebuah tinjauan di wajah pangeran dari Kerajaan barat itu.
Hanya pangeran ketiga Zhang Li Kun sajalah yang nampak diam dengan ketegangan diantara tiga orang pangeran itu.
Putra mahkota maju satu langkah, dan kini dirinya berada tepat di hadapan pangeran Li Guang Fu dengan jarak satu jengkal. Begitu dekat dan terasa mencengkam dengan sepasang mata yang menatap dengan tajam. “Pangeran kelima, aku merasa pujian dari mu itu adalah sebuah pernyataan!.... ” Ia mendekatkan wajahnya dan semakin mengeluarkan aura pembunuhnya. “..... pernyataan suka dan rasa ketertarikan kepada nona pertama An! ” Ucapnya lagi.
Menyadari betapa dekatnya ia dengan sang putra mahkota, pangeran Li Guang Fu pun mengambil satu langkah mundur. “Hem, lalu kenapa jika aku memiliki perasaan kepadanya?..... selama dia tidak terikat dalam pernikahan, maka aku masih memiliki kesempatan.” Ucapnya dengan begitu tegas.
Mendengar perkataan itu, Salah satu tangan pangeran kedua terjulur dan mengarah ke leher pangeran Li Guang Fu. Berusaha untuk mencekik leher pangeran itu agar pita suaranya hancur!
Namun, beruntung kewaspadaan pangeran Li Guang Fu begitu tinggi sehingga ia dapat dengan cepat menghindar.
__ADS_1
“Bajingan!!!..... jangan pernah berharap bahwa gadisku akan menjadi milikku!! dia gadisku, nona pertama An adalah milikku!!!” Ucap pangeran kedua dengan nada membentak.
Dan hal itupun mengakibatkan beberapa pelayan yang tengah bekerja pun segera menghentikan kegiatannya dan menoleh untuk melihat perdebatan itu.
Sebuah tawa kecil kini terdengar dari mulut pangeran Li Guang Fu, Ia menatap putra mahkota dan pangeran kedua dengan begitu merendahkan. “Pangeran kedua, kau ingin membunuhku di dalam kediaman seorang Jenderal besar?” Tanyanya, kemudian ia tersenyum mengejek. “.... Bagaimana jika tunangan mu itu tau?.... apakah dia tidak akan membencimu? ” Ucapnya dengan senyum sinis.
Merasa di tantang, amarah dalam diri pangeran kedua pun semakin meledak ledak!..... tidak pernah dalam seumur hidupnya ia semarah ini kepada seseorang.
“Kau!! ___” Belum sempat pangeran kedua menyelesaikan ucapannya, tiba tiba pangeran ketiga Zhang Li Kun menyela.
“Kakak kedua, pangeran Li Guang Fu, dan...... kakak pertama!..... sebaiknya kita segera pergi dari disini!!” Ucapnya kemudian melirik sekitar. “Apakah kalian tidak malu?.... saat ini kalian seperti sebuah tontonan gratis bagi para pelayan kediaman An!!” Tegur nya dengan begitu tegas.
Mendengar teguran dari pangeran Zhang Li Kun, ketiga pangeran yang lain pun segera melirik kearah para pelayan yang kini tengah menatap ke arah mereka sambil saling berbisik.
Sedangkan, putra mahkota terlebih dahulu memberi pelototan tajam seraya menunjuk nunjuk kearah pangeran Li Guang Fu sebagai bentuk peringatan keras sebelum akhirnya pergi menyusul pangeran kedua.
Namun pangeran Li Guang Fu hanya menanggapinya dengan santai seraya memutar bola matanya malas.
Di sisi lain, pangeran ketiga yang sebagai pihak netral pun hanya bisa menghela nafas berat dan menggeleng geleng kan kepalanya. “Tidak heran!.... tidak heran jika mereka sangat meributkan nona pertama An. Gadis itu memang memiliki kecantikan yang luar biasa!!” Kemudian ia melirik tempat yang An Xia lewati tadi. “Beruntung aku masih belum tertarik dengan urusan cinta sehingga tidak menaruh perasaan terhadapnya! ” Gumam pangeran itu dalam hati.
...»»————>❀<————««...
Di sebuah kamar miliki sang nona pertama An saat ini. Seorang bocah laki laki kini menatap penuh selidik kearah kakaknya, yaitu An Xia.
__ADS_1
“Kakak kedua, yang benar saja! apakah kau saat ini benar benar... ”An chen menghentikan ucapannya selama sesaat dan melirik sekitar. “..... Sedang hamil? ” Tanyanya dengan berbisik.
Dan pertanyaan itupun hanya dibalas dengan sebuah anggukan kepala dari An Xia. “Iya, itu benar!” Ucapnya sambil menyentuh perutnya yang rata.
“Apakah ayahnya adalah kakak kaisar? ” Tanya An chen lagi.
“Tentu saja! ” Jawab An Xia singkat.
Mendengar ini, An chen pun menarik nafasnya dalam dalam dan menahannya untuk beberapa saat sebelum ia hembuskan secara kasar. “Kakak kedua!.... kau dan kakak kaisar sangat berani!!” Ucapnya dengan alis yang saling bertautan, nampak seperti sedang memberikan teguran.
Namun, saat berikutnya– ia terkekeh pelan dan berkata. “Apakah ini sungguhan?.... aku akan menjadi seorang paman? dan di usia semuda ini?” Guraunya, lalu kemudian raut wajah bocah itu berubah serius. “Ayah tau tentang ini? ” Tanyanya.
An Xia menggeleng kan kepalanya, dan berkata. “Tentu saja tidak!.... dan karena itulah.... kau sebagai adik kesayanganku harus menjaga rahasia!!” Ucapnya dengan sebuah senyum indah...
Membuat An chen yang melihatnya merasa tenggelam dalam indahnya senyum kakaknya itu sampai pada akhirnya mengangguk tanpa sadar.
Dan beberapa detik kemudian bocah itu baru tersadar dari lamunannya. “Ah!... lagi lagi kakak kedua memakai jurus andalannya, dasar curang!!” Gerutunya dengan kesal di dalam hati.
Namun, walaupun begitu ia sudah terlanjur mengiyakannya dan harus menepatinya. “Baiklah!.... karena kau adalah kakak yang baik dan ditambah ‘dia’ adalah keponakanku, aku akan menutup mulut!!” Ucapnya dengan serius.
Melihat itu, An Xia pun tersenyum lebar dan mengacak acak rambut adiknya itu dengan gemas. “Aku pegang janjimu itu!...namun untuk sekarang, bisakah kau pergi? kakak butuh istirahat sejenak.” ucapnya dengan lembut.
An chen pun mengangguk dan berkata. “Oh!... aku mengerti, kalau begitu aku pamit kakak kedua!! ” Ucapnya lalu segera pergi dari kamar An Xia dengan sedikit berlari.
__ADS_1
Yakin kalau sang adik telah pergi, An Xia pun membalikan badannya dan menoleh kearah jendela kamar yang terbuka seraya berkata. “Sejak kapan kau ada di sana?” Tanyanya kepada sosok yang bersembunyi di samping jendela.