
Mendengar itu, wajah An xia pun berubah dari cerah menjadi murung. Jika hanya melihat saja, maka bagaimana ia bisa bersenag senang?
Tiba tiba, An xia memeluk tubuh suaminya itu dengan begitu erat. Entah apa yang sedang ia pikirkan, tidak ada yang tau!
Sedangkan kaisar Zhuang yang melihatnya pun tersenyum dan mengangkat tubuh ringan itu dan mendudukkan nya di atas pangkuannya.
“Jangan mencoba merayuku!.... kau hamil, ikut berlatih adalah ide yang buruk. ” Ucapnya dengan lembut namun terdapat sedikit nada penekanan dalam setiap kalimat.
Tau kalau usahanya itu akan berujung kepada kesia siaan, An xia pun segera melepaskan pelukannya dan memalingkan wajahnya dengan kesal. “Setelah menjadi suami, kau begitu banyak bicara. Yang mulia!! ” Ucapnya dengan ketus.
Namun bukannya rasa kesal, kaisar Zhuang kini justru merasakan debaran hebat dalam hati. “Hem? begitu juga denganmu!...setelah menjadi istri, kau sekarang terlihat lebih manja. ” Ucapnya balik.
Sedangkan An xia yang begitu malas berdebat pun berkata. “Cek!... hentikan perdebatan konyol ini!!... aku ingin segera membersihkan diri!! ” Ucapnya yang akan turun dari pangkuan kaisar Zhuang.
Namun sebelum kakinya menginjak lantai, secara tiba tiba kaisar Zhuang mengangkat tubuhnya dan menggendongnya. “Kalau begitu biarkan suamimu ini membantu! ” Ucapnya dengan sebuah senyuman penuh arti.
Mendengar itu, wajah An xia pun seketika memerah. “Aku ragu__” Belum sempat ia menyelesaikan ucapnya, tiba tiba kaisar Zhuang sudah membungkam mulutnya dengan sebuah kecupan singkat.
...»»————>❀<————««...
Sedangkan di sisi lain saat ini. putra mahkota yang kini telah berada di perbatasan timur untuk menjalankan hukuman itu di kabar kabarkan tengah mengidap penyakit yang sangat parah.
Di atas ranjang, seorang pria dengan tubuh kurus dan kulit yang putih pucat terbaring dengan lemas bagai mayat hidup.
Matanya kini menatap langit langit ruangan dengan pancaran mata yang terlihat begitu lemah. Entah apa yang terjadi dengannya, namun penyakit yang ia derita saat ini rasanya sungguh menyakitkan!!
__ADS_1
Tidak jauh dari ranjang, seorang tabib kini tengah sibuk dengan berbagai ramuan dan obat obatan. Sejujurnya tabib itu tidak mengerti penyakit apa yang kini di derita oleh sang putra mahkota, namun yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah mengurangi rasa sakitnya dan berdoa agar sang putra mahkota itu segera di beri kesembuhan.
Setelah selesai menyiapkan ramuan, tabib pun segera berjalan menghampiri sang putra mahkota yang kini tengah terbaring lemah di atas ranjang.
Putra mahkota yang sedang bertelanjang dada itu pun membuat sang tabib dengan jelas melihat betapa kurus keringnya dia.
Setelah berada dekat, sang tabib pun segera mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Kemudian salah satu tangannya dengan lembut dan penuh hati hati mendudukkan tubuh sang putra mahkota dan membantunya untuk meminum obat.
Merasakan tubuh yang begitu ringan dan tak bertenaga itu, sang tabib pun hanya bisa menghela nafas dalam hati. “Bagaimana bisa seseorang sekurus ini hanya dalam hitungan hari? ” Gumamnya dalam hati.
Sungguh jika ada keluarga kerajaan yang melihat kondisinya saat ini, mereka pasti akan sangat terkejut!!
Dengan perlahan, sang tabib menyodorkan mangkuk berisikan ramuan di bibir sang putra mahkota.
Darah!
Tabib itu melihat dengan jelas bagaimana sang putra mahkota memuntahkan banyak darah dari mulutnya. “Yang mulia!!!.... apa yang terjadi?!! ” Ucapnya dengan berseru.
Tabib itu kini panik, ia merasa begitu khawatir dengan kondisi sang putra mahkota yang semakin hari semakin memperihatinkan.
Dengan hati hati, tabib itu meraih pergelangan tangan putra mahkota dan mengecek nadinya. “Lemah!.... nadinya begitu lemah! ” Gumamnya yang merasa begitu prihatin dalam hati.
Tidak berselang lama, seorang pria dengan penampilan seperti prajurit pun memasuki ruangan dan segera berjalan menghampiri sang tabib.
“Tabib, bagaimana keadaan yang mulai putra mahkota?! ” Tanyanya dengan raut wajah yang menggambarkan rasa khawatir.
__ADS_1
Tabib itu tidak langsung menjawab, ia kini melirik kearah putra mahkota untuk sekilas lalu menarik prajurit itu keluar dari tenda.
Sang Prajurit yang di tarik keluar pun mengerutkan dahinya. “Tabib ada apa? ” Tanyanya saat sudah berada di luar ruangan.
Sang tabib terlebih dahulu menutup pintu, kemudian ia mendekatkan dirinya dan berkata. “Buruk, keadaan putra mahkota semakin hari semakin buruk saja! ” Ucapnya dengan berbisik.
Mendengar ucapan tabib itu, prajurit yang tadi pun membelalakkan matanya dan melirik kearah pintu ruangan yang tertutup. “Tapi, apakah kau bisa menyembuhkannya? ” Tanyanya dengan berbisik juga.
Sang tabib pun menghela nafas berat, raut wajahnya Kini nampak lesu dan tidak berdaya. “Sejujurnya, aku sama sekali tidak yakin! ” Ia melirik kearah pintu, kemudian kembali menatap prajurit tadi. “... Dalam sehari ia sudah memuntahkan begitu banyak darah, aku khawatir kalau ajalnya.... sudah dekat! ” Ucapnya lirih di akhir kalimat.
“Tabib, jangan berbicara sembarangan!! ” Tegur prajurit tadi, kemudian ia melirik sekitar untuk memastikan tidak ada orang yang menguping. “Putra mahkota adalah penerus kaisar, jika kaisar tau kau mengucapkan kata kata sial itu.... maka habis sudah!! ” Ucapnya lagi.
Sadar akan kesalahannya, sang tabib pun segera menampar mulutnya sendiri. “Astaga, bagaimana bisa aku mengatakan itu?!! ” Gumamnya.
Sedangkan prajurit tadi kini hanya menghela nafas berat. “Jadi, apakah kau tau apa penyebabnya? ” Tanyanya. “Penyakit putra mahkota yang begitu parah seharusnya memiliki penyebab bukan? ” Tanyanya lagi.
Mendengar pertanyaan itu, sang tabib pun sedikit terdiam dan termenung. Kerutan di dahinya yang begitu dalam menandakan kalau sang tabib kini sedang berfikir keras. “Aku masih belum yakin!.... namun, aku curiga jika penyebab dari semua ini adalah racun! ” Ucapnya dengan cara berbisik yang membuat tubuh prajurit itu tadi menegang.
Prajurit itu menelan air liur nya dengan kasar, ucapan tabib itu barusan terdengar seperti musibah baginya. “Apakah kau serius?!!.... Racun?.... siapa yang akan berani meracuni putra mahkota?!.... dan racun apa yang mereka gunakan?!! ” Tanyanya.
Sang tabib menggelengkan kepalanya, lalu ia berkata. “Siapapun yang meracuni putra mahkota pastilah ia memiliki dendam tersendiri! ” Ia memberi jeda, kemudian melanjutkan. “Racun yang ia gunakan adalah racun yang cara kerjanya lambat, membuat sang putra mahkota menderita secara perlahan! ” Ucapnya.
Sang tabib itu menundukkan kepalanya, menatap lurus kearah tanah yang ia injak saat ini. “Sekilas kondisi putra mahkota itu terlihat seperti penyakit alami. Namun, darah yang ia muntah kan memiliki bau yang mencurigakan! ” Ucapnya lagi.
Mendengar itu, prajurit tadi pun nampak sedang berfikir keras. “Siapa?.... siapa yang mengincar nyawa putra mahkota?” Untuk beberapa saat ia terdiam, kemudian menggelengkan kepalanya disaat menyadari suatu hal. “Ah!... tidak juga!!.... putra mahkota adalah penerus kaisar. Mengincar nyawa dari seorang penerus kaisar adalah sebuah hal yang wajar!!” Gumamnya dalam hati.
__ADS_1