
Sebuah rasa sakit yang begitu menusuk punggungnya itu membuat Wen zitian mengerang kesakitan. Pria itu mengigit bibir bagian bawahnya, berusaha menahan rasa perih yang amat teramat menyiksa itu.
Sedangkan Shen min yue yang melihat hal itu tepat di depan matanya pun seketika terkejut dan berteriak. “Shen Gao Yang, apa yang kau lakukan?!!! ” Ucapnya sembari menjauh untuk menjaga jarak.
Mendengar teriakkan kakaknya itu, Shen Gao Yang pun menoleh dengan tatapan tajam dan berkata. “Dasar busuk!!!..... hari ini aku akan menghabisi kalian berdua dengan tanganku sendiri!!! ” Jawabnya dengan nada berteriak.
Merasa ada sebuah cairan yang membasahi tangannya, Shen Gao Yang pun menoleh dan menatap darah yang terus menerus mengalir dari punggung pria yang kini ia tusuk. “Kau juga adalah pria busuk!!!.... kalian berdua sama sama busuknya!!! ” Teriaknya, kemudian mencabut belati itu.
pria bernama Wen zitian itu mengerang kesakitan, rasa perih dan pedih kini dapat ia rasakan dari luka yang Shen Gao Yang torehkan. “Dasar wanita sialan!!... awas___”
Belum sempat pria itu mengutarakan seribu kata kata kasar untuk memaki Shen Gao Yang, sebuah benda tajam nan dingin pun tiba tiba menusuk kepalanya hingga membuatnya tak sadarkan diri.
Darah segar pun kini mulai mengalir deras, membasahi lantai dan meninggalkan noda yang begitu mengerikan.
Shen Gao Yang kemudian menoleh dan menatap kearah Shen min yang kini juga sedang menatap dirinya dengan tatapan terkejut sekaligus takut.
Melihat rasa takut dalam diri sang kakak, Shen Gao Yang pun tersenyum. “Kenapa?.... kau takut? ” Tanyanya. “Oh, aku tau!.... kau pasti merasa sedih bukan? ” tanyanya lagi sembari berusaha untuk mencabut belati yang tertancap di kepala pria itu. “Kakak, adikmu ini tidak suka jika kau merasa sedih!.... maka dari itu aku akan membuatmu menyusul nya, dengan begitu kalian bisa bersama dan bahagia di neraka hahahaha!!! ” Ucapnya lagi dengan di sertai suara tawa yang keras dan mengerikan.
Merasa bahwa nyawanya kini tengah terancam, Shen min yue pun berusaha melarikan diri sembari berteriak. “Aaaaaaa!!!.... Shen Gao Yang, kau sudah gila!!!!! ”
Gadis itu berlari keluar dari kamarnya, keringat dingin pun kini mulai membasahi wajahnya di saat rasa takut dan was-was menyerang pikirannya. “Dia sudah gila, dia sudah gila!!..... aku harus segera kabur sebelum kegilaannya itu juga membunuhku!” Gumamnya dalam hati.
Shen min yue berlari sekuat tenaganya, berharap dengan itu ia dapat terhindar dari kejaran sang adik yang kini tengah menggila.
Disisi lain, Shen Gao Yang saat ini juga tengah berlari untuk mengejar sang kakak. Mungkin ini terlihat seperti dua saudara yang tengah bermain kejar kejaran, namun dengan sebuah belati berlumurkan darah di salah satu tangan si pengejar...... tidakkah itu terlihat bak film horor?
Apalagi dengan ekspresi Shen min yue yang nampak begitu panik dan ketakutan itu!.... gadis itu terlihat seperti hewan yang tengah diburu untuk dimutilasi.
__ADS_1
“Percuma kau berlari!!!.... cepat atau lambat aku pasti akan membunuhmu!!!! ”
Suara teriakan seseorang dari arah belakangnya itu seketika membuat jantung Shen min yue semakin berdebar kencang. Kini ia bertambah panik, apalagi nafasnya yang sudah mulai menipis akibat memaksakan diri untuk berlari.
“Aaaaaaa!!!!!...... siapapun!!!.... siapapun tolong aku!!!..... Shen Gao Yang telah kehilangan akalnya!!!.... dia berusaha membunuh ku!!!! ” Teriaknya dengan suara kencang, berharap dengan itu ada seseorang yang akan mendengar dan langsung menolongnya.
Shen min yue mulai merasakan bahwa kakinya kini tak sanggup lagi untuk terus berlari. Masih dengan perasaan panik bercampur takut, gadis itupun menoleh kebelakang dan mendapati bahwa adiknya kini semakin dekat untuk mengejar dirinya.
Celaka!!!....
Ini sungguh celaka!!!...
Akibat terlalu panik dan terburu buru, Shen min yue pun tidak sadar bahwa ada seseorang yang kini juga berlari kearahnya dari arah lain. “Nona, tadi aku mendengar suara__”
Ucapan pemilik suara itu tiba tiba terhenti di saat tubuh Shen min yue menabraknya dengan cukup keras hingga membuat mereka berdua terjatuh di atas tanah.
“Ah!... nona___”
Walaupun masih merasa bingung dengan apa yang baru saja terjadi, pelayan yang Shen min yue tabrak itu hanya menganggukkan kepalanya dan segera berlari meninggal kan tempat itu hingga melupakan keselamatan seseorang.
Aaaaaaaaaaaaahh!!!!......
Walau jaraknya telah cukup jauh dari tempat ia terjatuh tadi, pelayan itu masih dapat mendengar suara teriakan seseorang yang begitu kencang.
Ingin sekali pelayan itu menoleh dan menyaksikan hal apa yang sedang terjadi. Namun mendengar suara teriakan yang begitu mengerikan itu, ia pun merasa takut dan mengurungkan niatnya.
Aaaah!!......
__ADS_1
Aaaaaaaaahhhh!!!!.....
Saat suara teriakan itu kembali terdengar untuk yang kedua kalinya, pelayan itu pun semakin berlari kencang dan mulai merasa ketakutan. “Huwaa!!!.... Tuan besar!!! ”
...»»————>❀<————««...
Di sisi lain, suara pecahan dari benda rapuh yang dibanting dengan begitu keras itupun dapat terdengar dan mengejutkan beberapa orang yang berjaga di luar ruangan.
Para pelayan dan pengawal pun hanya bisa terdiam. Walaupun pintu ruangan itu tertutup rapat, namun suara suara gaduh dari dalam ruangan masih dapat mereka dengar.
“Tidakkah kau mengerti bahwa apa yang aku lakukan itu semata mata hanya untuk menjaga nama baik keluarga?!! ” Bentak seorang pria yang tidak lain adalah sang tuan besar Shen.
“Tapi belum tentu pemuda itu adalah pasangan yang tepat untuk putri kita!” Balas sang nyonya besar Shen dengan nada bicara yang meninggi.
Di dalam ruangan itu, sang tuan besar Shen saat ini menatap istrinya dengan tatapan marah. Kekesalan pun dapat terlihat dari kerutan kerutan di wajahnya. “Jika dia bukan pasangan yang tepat, maka salahkan saja putrimu yang begitu murahan itu!! ” Bentaknya lagi.
Mendengar itu, sang nyonya besar Shen pun membalas. “Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?!!..... dia adalah putrimu!..... bagaimana jika sesuatu terjadi kepadanya?!! ” Ucapnya yang masih berusaha untuk membatalkan keputusan yang suaminya itu buat.
Namun sayangnya, tuan besar Shen itu sangat keras kepala dan masih tetap kukuh dalam keputusan yang telah ia ambil.
“Sesuatu yang akan terjadi? ” Tanyanya dengan dahi yang berkerut, tatapan matanya yang menajam menandakan bahwa suasana hatinya kini benar benar memburuk. “Tidakkah kau lihat sesuatu memang telah terjadi?!..... lalu sesuatu apa lagi yang sedang kau bicarakan ha?!! ” Tanyanya dengan membentak.
Salah satu tangannya kini terangkat dan menunjuk nunjuk kearah nyonya besar Shen. “Tidakkah ini semua sudah cukup?..... lama lama aku bisa mati karena kelakuan putrimu itu!!! ” Lagi lagi ia membentak, kemudian mengatur nafasnya dan berusaha keras untuk menenangkan diri. “Baik, aku akan memberimu dua pilihan! ” Ucapnya sembari menghela nafas panjang.
Sang nyonya besar Shen yang mendengarnya pada saat itu pun seketika menoleh dan menatap penuh harap. “Apa dua pilihan yang harus aku ambil? ” tanyanya dengan rasa penasaran.
Tuan besar Shen membalikkan badannya, membelakangi sang istri yang kini menatapnya penuh harap. “Pilihan pertama adalah menikahkan putrimu dengan pemuda itu.... ” Ia memberi jeda, sedikit melirik kebelakang kemudian berkata. “.... dan yang kedua adalah mengusirnya dari kediaman untuk selama lamanya, dengan begitu dia tidak akan lagi memiliki hubungan apapun dengan keluarga Shen! ” Ucapnya dengan tegas dan tanpa rasa ragu sedikitpun.
__ADS_1
Mendengar pilihan yang ditawarkan suaminya itu, kedua mata sang nyonya besar Shen pun terbelalak lebar dan seakan akan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Mengusirnya?... ” ia bertanya, kemudian melangkah mendekat dan menarik lengan suaminya itu agar ia menatap wajahnya. “... itu bahkan sebuah pilihan yang lebih buruk dari pilihan pertama!” Ucapnya sembari menitihkan air mata.
Sembari menyeka air matanya dengan lengan bajunya, Wanita paruh baya itu kemudian kembali berkata. “Tidak bisakah kita membiarkan tinggal?..... untuk menutupi perbuatannya, kita bisa mengurungnya didalam kediaman bukan?.... selama tidak ada yang membocorkan kejadian ini, maka nama baik kita akan tetap aman!. ” Ucapnya yang berusaha untuk membujuk dan terus membujuk.