Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Perkampungan Jepang


__ADS_3

Suara ramai orang orang yang sedang beraktifitas di pusat kota memeriahkan pendengaran, hal itu membuat suasana di pusat kota kerajaan Han ini terasa begitu menyenangkan.


Bagunan baguanan bertingkat dengan gaya kuno terlihat begitu mengagumkan, di tambah lagi dengan dengan lampion lampion yang menggantung di setiap jalanan sebagai hiasan, benar benar memuaskan mata An xia


Dari jauh, An xia bisa melihat gunung yang menjulang tinggi sampai menembus awan. An xia nerasa terpukau dengan pemandangan itu, gunung yang terlihat berdiri dengan kokoh bagai penjaga kerajaan Han.


An xia turun dari kudanya, ia memutuskan untuk berjalan kaki. lagipula hari masih terbilang cukup pagi, udara di sini sangatlah sejuk, tanah yang An xia injak terlihat basah, kentara kalau tempat ini barusaja di guyur air hujan.


Bau tanah basah semakin menambah sensasi sejuk di tempat ini, udaranya bisa di bilang dingin. An xia menyentuh kedua pipinya, ia merasakan kalau kulit di wajahnya itu terasa dingin dan lembap karena udara dingin nan sejuk di pagi hari.


“This is amazing!!!!” Gumam An xia yang merasa sangat kagum dengan tempat ini.


Dengan semangat, An xia terus melangkahkan kakinya menyusuri jalanan itu. Sampai pada akhirnya ia merasa lapar karena mencium aroma makanan dari sebuah rumah makan.


An xia kemudian memasuki rumah makan itu dan memesan satu porsi makanan dan minuman untuk mengisi perutnya.


Saat sedang menunggu makanan, An xia tidak sengaja melihat seseorang yang baru masuk kedalam rumah makan ini. An xia melihat ada yang berbeda, dan aneh dengan orang itu.


An xia memperhatikan orang itu, seorang pria paru baya. ia tidak menggenakan pakaian yang sama seperti orang cina, namun ia memakai kimono.


Gaya rambiut pria itu juga terbilang unik, mirip seperti gaya rambut seorang samurai, tidak hanya itu, di pinggang pria itu juga terdapat Katana (Sejenis pedang yang biasa digunakan oleh para samurai).


“Tidak mungkin! jangan bilang lakau dia orang jepang!!” Gumam An xia dalam hati.


Karena merasa sangat penasaran, An xia memutuskan untuk bertanya. “Tuan, apakah anda berasal dari Jepang?” Tanya An xia dengan menggunakan bahasa jepang.


Mendengar ada yang berbicara menggunakan bahasanya, pria itu yakin kalau orang itu sedang berbicara kepada dirinya, iapun menoleh untuk melihat siapa yang berbicara.


Dan saat ia menoleh, Ia melihat seorang pemuda berwajah cantik yang sedang menatapnya dengan penasaran.

__ADS_1


Pria itu kemudian berjalan mendekati An xia, dan ia kemudian duduk tepat di sebelah gadis itu.


“Iya, aku memang dari negri Jepang. kenapa memangnya?!” Jawab pria itu dengan suara yang terdengar begitu tegas.


An xia tersenyum dalam hati, ia memperhatikan pria itu dari atas sampai bawah. Tubuh pria paruh baya itu terlihat sangat kuat namun badannya sedikit pendek, tatapan matanya juga sangat tajam bagaikan elang, matanya hitam dan jernih dengan sekelibat kobaran api.


Masih dengan senyum indahnya, An xia berkata. “Tidak ada, aku hanya sedikit terkejut. tidak ku sangka kalau aku bisa bertemu orang Jepang di kerajaan ini!” Ucap An xia dengan menggunakan bahasa jepang.


Pria itu juga memandang An xia dari atas sampai bawah. menurut penilaiannya, An xia adalah pemuda yang sangat pintar dan berwawasan luas, pria itu yakin kalau umur An xia masih sangat muda, bahkan tubuh An xia juga terlihat sangat mungil.


Pancaran mata An xia juga tidak biasa, mata bulat dan jernih itu bagaikan pusaran air yang akan menyeret seiapapun masuk kedalamnya dan akhirnya menenggelamkannya.


Menurutnya, pemuda ini sangat menarik!!...


Pria itu tersenyum, sebenarnya ia hanya tersenyum kepada orang yang menurutnya menarik. “Dari ucapanmu, sepertinya kau juga bukan dari kerajaan ini...” Ucap pria itu.


Pria itu mengangguk tanda mengerti. “Hei bocah!!.... jika kau mau kau bisa datang ke perkampungan Jepang yang ada di kerajaan ini!!” Ucap pria itu, harus ia akui kalau pemuda di hadapannya adalah orang yang cukup bagus untuk di jadikan teman.


An xia menoleh dan menatap pria itu dengan wajah berseri seri. “Apakah tadi kau bilang perkampungan Jepang?” Tanya An xia untuk memastikan kalau pendengarannya tidak bermasalah.


Pria itu mengangguk. “Iya, aku tinggal di sana!!.... bagai mana kalau kita kesana, aku akan mengajakmu berkeliling!” Tawar pria itu.


Dengan senyum lebar dan mata yang berbinar, An xia menganggukkan kepalanya dengan antusias. “Itu ide bagus!! kapan kita ke sana?!!” Tanya An xia dengan tidak sabaran.


Pria itu sedikit berfikir. “Bagaimana kalau sekarang?” Ucapnya menyarankan.


An xia mengangguk setuju, ia melupakan rasa laparnya, dan sekarang yang ada di pikirannya adalah pergi ke perkampungan Jepang.


“Baiklah baiklah, kalau begitu ayo!!!...” Ucap An xia dengan semangat yang tinggi.

__ADS_1


Pria itu terkekeh melihat tingkah An xia. “Kau bocah yang tidak sabaran rupanya...” Ujarnya yang merasa terhibur.


Saat mereka akan pergi, seorang pelayan datang. “Tuan muda!! anda mau kemana?, ini adalah pesanan anda!!” Ucap pelayan itu.


An xia lupa kalau ia sudah memesan makanan, namun ia sudah tidak lapar lagi, An xia kemudian membayar makanan yang ia pesan sambil berkata. “Ini uangnya, tapi aku tidak makan, kau saja yang makan!!” Ucap An xia terburu buru.


Setelah membayar, An xia kemudian berjalan mengikuti pria paruh baya yang tadi.Mereka berdua berjalan dengan santai dan sesekali berbincang bincang.


Pria paruh baya itu melirik An xia, kemudian ia berkata. “Apakah kau memiliki urusan penting di kerajaan ini?” Ia bertanya.


An xia menoleh untuk menatap pria itu, ia kemudian menggeleng. “Tidak, aku hanya ingin melihat lihat seperti apa kerajaan Han.” Jawabnya.


Pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya.


Di sepanjang perjalanan, banyak sekali tatapan orang orang yang tertuju kepada mereka berdua. Sebenarnya pria paruh baya yang bersama An xia itu memang cukup terkenal di sini.


“Siapa yang bersama dengan tuan Eiji?” Tanya seorang pria berpakaian coklat tua.


“Entahlah, aku tidak pernah melihat pemuda itu sebelumnya” Jawab seorang pria berpakaian biru.


“Siapapun dia, yang jelas jangan pernah menyinggungnya, karena setiap orang yang bersama tuan Eiji bukanlah orang sembarangan!!” Ucap seorang pria berpakaian kuning cerah.


“Tapi dia terlihat sangat tampan dan begitu muda!!” Puji seorang wanita dengan gaun merah menyala.


“Kau benar!! dilihat dari penampilannya, dia sepertinya dari kalangan atas!” Ucap seorang wanita yang lain.


Mendengar ucapan mereka, An xia yakin kalau orang yang sedang bersamanya saat ini bukanlah orang sembarangan, sedari tadi An xia melihat kalau semua orang begitu menatap penuh hormat kepada pria paruh bayah itu.


“Tuan Eiji, ya?” An xia bergumam dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2