Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
keberangkatan!


__ADS_3

Mendengar ucapan yang keluar dari bibir merah menggoda itu, pangeran kedua pun mengepalkan kedua tangannya dan berusaha keras untuk tidak berbuat lebih. “An Xia, walaupun kau menjadi selir ku.... Namun aku akan tetap lebih mencintaimu dibanding putri itu!! ” Ucapnya dengan bersungguh sungguh.


Sedangkan An Xia kini menghela nafas berat, merasa begitu letih jika harus berhadapan dengan pangeran seperti ini. “Walaupun kau memberikan duniamu padaku, aku tetap tidak mau menjadi selir mu sampai kapanpun juga! ” Ucapnya yang menolak untuk yang kesekian kalinya.


Pangeran kedua yang mendengar penolak kan itupun menundukkan kepala. Berusaha keras untuk tetap mengendalikan dirinya walau tangannya kini terkepal begitu erat. “Kau tidak ingin bersama denganku karena masalah yang waktu itu bukan? ” Tanyanya, kemudian ia kembali menatap kearah An Xia dengan sebuah senyum penuh arti. “Kau tau sendiri kalau putri itu menjebak ku, lalu bagaimana jika aku melakukan hal yang sama kepadamu saat ini?! ” Tanyanya lagi.


Walaupun pangeran itu tidak mengatakannya secara langsung, namun An Xia bukanlah seorang gadis polos yang tidak mengerti dengan kata kata seperti itu.


Ingatlah kalau ia pernah berhubungan dengan kaisar Zhuang!.... Dan bahasa semacam itu sudah sering ia dengar saat sang kaisar Han merayunya.


An Xia kini menatap pangeran kedua dengan ekspresi wajah yang begitu datar dan dingin. Sebelum hal buruk akan terjadi, ia harus segera menyelesaikan ini. “Kalian, antar kan pangeran kedua keluar dari kediaman An!.....Pastikan untuk tidak bersikap kasar kepadanya!!” Perintahnya kepada para penjaga bayangan yang bersembunyi di balik kegelapan malam.


Sedangkan pangeran kedua yang mendengar itu pun mengerutkan dahinya. Ia sedikit merasa bingung dengan ucapan An Xia barusan. “xia'er, apa maksu___” Belum sempat pangeran itu menyelesaikan ucapannya, jendela yang tadinya terbuka kini tiba tiba tertutup dan terkunci dari dalam.


Melihat itu, kedua mata pangeran pun terbelalak. “Xia'er, buka jendelanya!! ” Perintahnya dengan penuh nada paksaan.


Namun, saat tangan pangeran itu akan membuka jendela kamar An Xia. Tiba tiba dari arah belakang ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya.


Merasakan ada hal yang aneh, pangeran kedua itu pun membalikkan badan untuk menatap orang yang menepuk pundaknya tersebut. “Kau__” Saat akan memaki orang tersebut, tiba tiba suaranya serasa hilang saat melihat banyaknya orang orang berpakaian serba hitam. “Apa?!!.... Siapa kalian semua ini?!! ” Tanyanya dengan sedikit nada terkejut.


Bukannya menjawab pertanyaan dari sang pangeran kedua. Para penjaga bayangan itu justru menaburkan bubuk tidur tepat di wajah pangeran itu tanpa ada permisi sedikitpun.


Sedangkan pangeran kedua yang secara tidak sengaja menghirup bubuk itupun mulai kehilangan kesadarannya hanya dalam hitungan detik.

__ADS_1


»»————>❀<————««


Hari masih begitu pagi, namun beberapa rombongan dari Kerajaan Han kini telah menunggu di depan pintu masuk kediaman sang Jendral besar An untuk menjemput sang calon permaisuri mereka.


Begitu juga dengan sang kasim yang kemarin datang. Ia saat ini tengah menunggu calon permaisurinya dengan hati yang berdegup kencang.


Walaupun ini bukan pernikahannya, namun kasim itu merasa begitu tidak sabar untuk memanggil sang nona pertama An sebagai ‘Yang mulia permaisuri’.


Tidak berselang lama, An changyi, sang Jendral besar itu keluar dari kediamannya bersama anggota keluarga yang lain.


Melihat hal itu, kasim pun membungkuk untuk memberi hormat. Namun, saat sosok cantik An Xia muncul dan menampakkan dirinya.... Tidak hanya sang kasim yang membungkukkan badannya, melainkan seluruh perajurit yang di utus untuk menjaga rombongan keluarga An saat perjalanan pun juga ikut membungkuk.


An Xia pun hanya tersenyum dan mengangguk kecil sebagai tanda bahwa ia menerima salam dari mereka.


Melihat hal itu, An Xia segera menepuk punggung kasim dengan lembut dan berkata. “Apa yang anda lakukan, walau bagaimanapun kau jauh lebih tua dariku!” Kemudian, ia tersenyum, senyum yang begitu indah dan menawan. “Berdirilah!.... Fai akan membantuku.” ucapnya lagi.


Kasim pun kembali menegakkan tubuhnya, dan tersenyum dengan begitu cerah. “Tidak hanya cantik, namun ia juga begitu baik dan lemah lembut! ” Gumam sang kasim dalam hati. Namun, tiba tiba ia teringat akan satu hal. “Apa?.... Pengawal Fai ada di sini?! ” Ucapnya yang bergumam kepada diri sendiri.


Di saat sang kasim itu masih larut dalam pikirannya, Fai kini melangkah mendekat dan membantu An Xia untuk menaiki kereta kuda dengan begitu hati hati.


Mengingat kalau sang nona pertama An saat ini tengah mengandung penerus dari Kaisar nya, maka Fai harus selalu bersikap hati hati jika menyangkut hal ini.


Setelah An Xia menaiki kereta kuda, sebuah suara yang berasal dari mulut seorang bocah laki laki pun terdengar dan menyadarkan sang kasim dari lamunannya. “Kasim, apa yang sedang anda pikirkan?” Tanyanya yang bertujuan untuk menyadarkan kasim itu.

__ADS_1


Sang kasim pun tersentak dari lamunannya, ia mengedipkan matanya beberapa kaki karena rasa terkejut. Kemudian, ia menundukkan kepalanya, menatap kearah bocah laki laki yang kini juga tengah menatap kearahnya. “Ah!.... Kau pasti tuan muda kelima, maafkan aku karena telah melamun!! ” Ucapnya dengan senyum canggung.


Bagaimana bisa ia melamun di saat saat seperti ini?!!


Sedangkan An Chen hanya menganggukkan kepalanya lalu naik ke dalam kereta kuda yang sama dengan An Xia.


Tidak ingin terlalu lama membuang buang waktu, rombongan itupun mulai berangkat meninggalkan kediaman An dan pergi menuju kerajaan Han.


Di dalam perjalanan, An chen, bocah laki laki itu tidak henti hentinya mengoceh dan memohon mohon kepada sang kakak dengan tampang memelas nya. “Kakak kedua, tolong bujuk ayah untuk membiarkanku pergi berkeliling di sana nanti!!! ” Rengek nya.


Sedangkan An Xia yang sedari tadi menutup matanya untuk menghilangkan rasa pening dan mual kini berkata. “Kau bisa memintanya sendiri, kenapa harus aku? ” Tanyanya dengan begitu santai.


An chen mendengus kesal, kemudian ia menjawab. “Ayah tidak akan membiarkan aku pergi jika aku yang memintanya, namun jika itu kakak ia pasti akan setuju!!” Ucapnya yang merengek selayaknya anak kecil.


An Xia membuka matanya, adik kecilnya ini benar benar mengganggu saja!


“Baiklah, aku akan melakukannya asalkan kau diam! ” Ucapnya yang lebih memilih menyerah dari pada harus mendengar celotehan sang adik di sepanjang jalan nanti.


Mendengar persetujuan dari sang kakak tercinta, An chen pun tersenyum. Bukan sebuah senyum bahagia atau semacamnya, namun senyumnya kali ini memiliki sejumlah artian yang tidak dapat di ungkapkan dengan sebuah kata kata.


Melihat hal itu, An Xia pun hanya bisa menghela nafas. Sebagai orang yang mengajari An Chen tentang dunia, maka ia tentunya kurang lebih tau apa yang sedang adik kesayangan nya itu pikirkan.


“Seseorang tolong ingatkan kepadaku, mengapa aku bisa sampai memiliki adik seperti ini?!!” Gumamnya dalam hati seraya menghela nafas berat.

__ADS_1


__ADS_2