
Di dalam ruangan, An xia saat ini menatap pintu yang tertutup itu dengan tatapan datar nanti dinginnya. Ada sebuah aura mencengkam yang samar samar keluar dari dalam dirinya. “Dasar tidak tau diri, mengganggu tidur kaisar hanya untuk membahas mengenai dua putri bodohnya itu! ” ia mengepalkan kedua tangannya, menahan emosi yang akan membludak di pikirannya. “Cih, dia pikir dirinya itu siapa?!! ” Gumamnya lagi.
An xia kemudian membalikan badannya, menatap kearah ranjang di mana sang suami masih tertidur lelap dengan kedua matanya yang terpejam erat. “Dia masih tertidur? ” gumamnya, kemudian menghela nafas lega. “Baguslah kalau begitu, jika seperti ini.... ” ia melangkahkan kakinya mendekat, mendudukkan dirinya di tepi ranjang dengan sebuah senyuman penuh arti. “.... jika seperti ini aku akan merasa puas!.... setidaknya pria tua itu akan menunggu dalam waktu yang cukup lama. ” Gumamnya lagi dalam hati.
Kemudian, salah satu tangannya kini terulur dan menyentuh kening suaminya itu dengan lembut. Tatapan matanya yang semula terlihat dingin dan mencekam itu saat ini telah digantikan dengan tatapan lembut penuh kasih. “Apakah kau begitu lelah?.....” Tangannya yang indah itu kini mulai bergerak dan memberikan belaian lembut. “.....Tidurmu benar benar lelap, bagaimana bisa aku tega membangun kamu hanya untuk masalah ini? ” Ucapnya dengan suara lirih, lebih terdengar seperti sebuah bisikan kecil.
Perlahan ia membungkukkan badannya, mendekatkan wajahnya dan memberikan sebuah kecupan singkat di kening kaisar Zhuang.
Melihat suaminya yang masih tertidur, An xia merebahkan tubuhnya tepat di samping kaisar Zhuang. Salah satu tangannya kini memeluk tubuh kekar di sampingnya selagi tangan yang lain membelai perut dimana buah hatinya tumbuh saat ini.
Dan tak butuh waktu lama, An xia pun ikut tertidur lelap. Namun di saat yang bersamaan, kedua mata kaisar Zhuang pun kini terbuka.
Pria itu kini menatap kearah sosok cantik di sampingnya, pandangannya yang begitu lembut dan hangat itu sungguh berbeda jika di bandingkan dengan tatapan dingin yang selalu ia tunjukkan pada dunia.
“Tidak ku sangka kau begitu memperdulikan ku! ” Ia bergumam dalam hati, merasakan kebahagiaan yang luar biasa di saat mengetahui bahwa perhatian istrinya itu sepenuhnya tertuju padanya.
Sedari awal ia memang sudah terbangun, ketukan pintu yang begitu keras tadi tentu saja mengganggu tidurnya hingga ia terbangun.
Namun saat mengetahui siapa yang ingin menemuinya, kaisar Zhuang pun memutuskan untuk terus menutup matanya dan berpura pura seakan akan ia masih larut dalam tidur lelapnya.
__ADS_1
Dengan begitu, ia dapat melihat secara diam-diam apa saja yang akan istrinya itu perbuat.
“Mengabaikan kedatangan seorang pejabat tinggi dan membiarkannya menunggu?... ” kini ia tersenyum, sebuah senyum penuh arti dengan tatapan mata yang sulit untuk diartikan. “... Istriku, kau benar benar menunjukkan rasa tidak sukamu terhadapnya kali ini!” Gumamnya lagi dalam hati.
...»»————>❀<————««...
An xia membuka matanya disaat hari sudah mulai petang, pandangannya kini menatap kesamping dimana sang suami tertidur tadi.
Namun, sebuah kerutan pun timbul di antara kedua alisnya di saat ia mendapati bahwa orang yang dia cari itu tidak ada. “Dimana dia?!... ” Ia bergumam, kesadarannya yang belum terkumpul setelah bangun dari tidur itupun membuatnya tidak dapat berfikir jernih. “.... Apakah sesuatu telah terjadi?! ” gumamnya lagi.
“Kenapa kau begitu panik?.... sebenarnya apa yang sedang kau cari saat ini, istriku?! ” Tanya dari seseorang yang tengah terduduk santai di sebuah kursi tak jauh dari tempat An xia berbaring saat ini.
Mendengar suara itu, An xia seketika menoleh. Ia kini bernafas lega, senyum tipis di wajahnya pun mulai tampak di saat mulutnya berkata. “Tidak apa apa, aku hanya berfikir bahwa kau hilang! ” ucapnya dengan rona merah di wajahnya.
Seorang kaisar hilang secara tiba tiba di tempat tidur?.... tidakkah itu terdengar seperti lelucon yang aneh?!
Melihat istrinya yang melamun seperti itu, kaisar Zhuang pun mendekat sembari berkata. “Aku ada di sini, dan karena kau sudah bangun.... ” ia tersenyum, memberikan sebuah perasaan aneh dalam diri An xia. “.... maka aku akan segera menemui tuan besar shen! ” lanjutnya.
Mendengar hal itu, An xia pun sedikit membelalakkan matanya. Sama sekali tidak menyangka bahwa suaminya itu telah mengetahuinya. “Ka...Kau sudah tau?....” ia bertanya dengan nada ragu.
__ADS_1
Kaisar Zhuang pun menganggukkan kepalanya, memberi jawaban kepada istrinya itu bahwa ia memang telah mengetahuinya. “Dengan suaramu yang cukup keras tadi, mana mungkin aku tidak mendengarnya? ” Ucapnya dengan nada menggoda.
Membuat An xia yang mendengarnya pun kembali membelalakkan matanya untuk yang kedua kalinya. “Itu artinya kau memang sudah terbangun sedari tadi?.... ” ia bertanya, menatap kearah suaminya itu dengan ekspresi terkejut. “.... lalu kenapa kau berpura pura tidur?!.... aku membiarkan tuan besar shen menunggu karena aku tidak tega untuk membangunkan mu!” ucapnya lagi.
Namun sebuah kecupan singkat pun tiba tiba mendarat di bibir An xia, membuat mulut wanita itu bungkam dengan kedua mata yang masih memancarkan keterkejutan. “ Aku hanya ingin melihat apa yang akan kau lakukan!.... ” ia terdiam untuk sesaat, menatap kearah sang istri dengan tatapan penuh arti. “.... sungguh menyenangkan rasanya disaat melihatmu bersikap seperti itu! ” Ucapnya lagi.
Mendengar itu, An xia pun menaikkan salah satu alisnya. Membentuk sebuah ekspresi heran dikala ia mendengar apa yang suaminya itu katakan barusan. “Jika kau memang sudah terbangun sedari awal, mengapa masih di sini dan membiarkan tuan besar shen menunggu? ” Tanyanya.
Kemudian, ia melirik kearah luar jendela. Melihat bahwa hari sudah mulai petang, An xia pun semakin mengerutkan dahinya. “Hah? aku kini ragu apakah pria tua itu masih berada di sini untuk menunggu mu! ” Ia terdiam, menoleh kearah kaisar Zhuang dengan tatapan curiga. “.... Yang mulia, aku merasa bahwa kaulah yang sengaja membuat tuan besar shen menunggu! ” Ucapnya lagi yang melemparkan tuduhan kepada suaminya.
Mendengar apa yang istri kecilnya itu katakan, kaisar Zhuang pun terkekeh kecil. Salah satu tangan pria itu menarik pinggang An xia, membuat jarak di antara mereka kini semakin dekat. “Dia pantas untuk menunggu!.... lagipula mengganggu kesenanganmu adalah sebuah hal terlarang bagiku bukan?! ” Tanyanya, yang lagi lagi berusaha untuk menggoda.
Entah karena ia sudah begitu merindukan istrinya, atau memang pikirannya saja yang selalu dipenuhi dengan hal hal fantasi yang ambigu. Kaisar Zhuang pun kini menarik ikat pinggang An xia secara perlahan sembari berkata. “Bagaimana kalau kita membiarkannya menunggu lebih lama lagi?.... melatih kesabaran seseorang adalah sebuah hal yang mulia. ” Ucapnya dengan sebuah senyuman lebar, ekspresi diwajahnya kini menunjukkan bahwa ia merasa begitu bangga dengan apa yang baru saja ia katakan barusan.
Sedangkan An xia yang mendengar hal itupun kini memasang wajah datar. Sembari berusaha mendorong tubuh suaminya itu untuk menjauh, ia pun berkata. “Hal mulia apa yang kau maksud?!.... jelas jelas kau sedang menggodaku saat ini!! ” Ucapnya dengan ketus.
“Kenapa? bukannya itu yang kau inginkan?.... semakin lama pria tua itu menunggu maka kau akan semakin senang bukan?! ” Tanyanya sembari berusaha untuk menarik pakaian yang An xia kenakan saat ini.
Melihat hal itu, An xia pun dengan segera mengambil tindakan tegas. Kedua tangannya kini mendorong tubuh kaisar Zhuang untuk menjauh, lalu dengan teganya ia berkata. “Jika kau terus menggoda dan memaksaku untuk melakukan hal ‘itu’ saat ini.... Maka keesokan harinya aku akan kembali ke kediaman ayahku!! ” Ucapnya dengan begitu tegas.
__ADS_1
Mendengar hal itu, ekspresi di wajah kaisar Zhuang pun berubah panik. Merasa tidak rela dengan apa yang istrinya itu katakan, ia pun segera berkata. “Kau tidak bisa melakukannya selama aku masih hidup!! ” Tegasnya yang benar benar tidak mau kalah.
Jika dilihat lihat, kedua orang itu memang memiliki sikap keras kepala yang begitu tinggi. Bahkan karena perdebatan itu, mereka sampai melupakan sesuatu yang lebih penting.