Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
peperangan yang singkat!


__ADS_3

Pasir pasir dan debu debu kini berhamburan bersamaan dengan terciprat nya darah dari goresan luka prajurit yang tumbang.


Raja Bai Zhen yang melihat keadaan nya yang terpojok itupun mengepalkan tangannya, sebagian besar pasukannya kini telah banyak yang tumbang.


Padahal, kaisar Zhuang hanya membawa sedikit pasukan. Jumlah merekapun tidak lebih banyak dari sepertiga jumlah pasukan miliknya, namun bagaimana mungkin pasukannya yang memiliki jumlah lebih besar ini dapat dengan mudah dikalahkan?..... sungguh tidak masuk akal!!!


Mata Raja Bai Zhen melirik sekitar, pasukannya kini telah terkepung dari tiga arah, yaitu arah depan dan samping baik kanan ataupun kiri. “Cih, jika sudah seperti ini akan sangat sulit bagiku untuk kabur!! ” Gumamnya dalam hati.


Namun saat ia melihat ada cela di bagian belakang, Raja Bai Zhen pun segera berseru pada pasukannya yang masih tersisa. “Mundur!!! Semuanya cepat mundur!!!! ” Teriaknya, yang membuat pasukannya segera berlari mundur.


Dalam hati mungkin mereka berkata akan mengalahkan pasukan kaisar Zhuang di lain waktu, jadi tak apa jika sekarang mereka mundur untuk menyelamatkan diri dan mengulur waktu.


Apalagi dengan banyaknya jumlah pasukan mereka yang tumbang!


Sungguh mereka tidak memperkirakan semua ini. Karena pada awalnya, mereka sangat yakin akan menang!..... terutama saat mereka tau jika jumlah mereka lebih banyak dari jumlah lawan.


Namun siapa sangka?.... Ternyata, walaupun jumlah mereka sangat sedikit, pasukan pasukan itu terdiri dari para prajurit yang tangguh.


Tak heran jika kaisar Zhuang begitu percaya diri, apalagi dengan strategi cemerlang yang telah mereka susun.


Dan di saat pasukannya bergerak menjauh, Raja Bai Zhen pun segera menaiki sebuah kuda milik prajurit yang telah tumbang.


Baru ia akan mulai bergerak menjauh menyusul para pasukannya, tiba-tiba ada seseorang yang menebas kaki kuda yang ia tunggangi dengan pedangnya yang tajam.


Membuat kuda itu meringkik kesakitan dan menjatuhkan sosok Raja Bai Zhen dari atas punggungnya.


Punggung Raja Bai Zhen membentur tanah dengan sangat keras, kedua matanya terpejam erat menahan pening di kepala. Setelah beberapa saat, ia berusaha membuka mata dan menyanggah tubuhnya dengan salah satu tangan. “Sialan!!! siapa yang berani__” Ia memaki, namun ucapannya terhenti di saat pandangannya menatap sosok yang kini menghunuskan pedang tepat di lehernya.


“Kau__ sess!! ”


Ujung pedang itu menorehkan goresan tipis di lehernya, membuat mulutnya kembali bungkam.


“Ingin memakiku? ” Sosok itu tersenyum licik, kedua matanya yang tajam menatap Raja Bai Zhen dengan pandangan mengejek. “Kini nyawamu berada di tanganku!.... jika saja kau menjilati debu di kakiku seperti anjing, mungkin aku akan berbaik hati untuk tidak memberikan siksaan sebelum membunuhmu!” Ucap kaisar Zhuang, yang membuat Raja Bai Zhen menggertak kan gigi dengan geram.

__ADS_1


“Jangan mimpi!!! ”


Trrriiinggggg!!!......


Raja Bai Zhen dengan cepat mengambil pedangnya dan membenturkan pedang itu dengan pedang kaisar Zhuang, membuatnya sedikit memiliki cela untuk segera kabur.


Namun....


“Bergerak sedikit maka kepalamu akan tertusuk!!! ”


Raja Bai Zhen terdiam, tak berani bergerak di saat wajahnya kini berhadapan langsung dengan pedang tajam milik orang lain.


Pandangannya menengadah ke atas, mencari tau siapakah orang asing yang berani menodongkan senjata tepat di mukanya itu. “Kau?!! ” Kedua matanya melotot tajam, raut wajahnya kini memperlihatkan ekspresi terkejut yang begitu jelas. “Dasar pengkhianat!!! ” Geramnya, dengan nada penuh amarah.


Sedangkan Rui yang di sebut ‘pengkhianat’ oleh Raja Bai Zhen itupun menahan tawa, kemudian berkata. “Kau yang bodoh!!” Ucapnya singkat, yang membalas perkataan raja itu tadi.


Aaaaaaaaaa!!!!!.....


Tiba-tiba, suara teriakan itu terdengar dari kejauhan. Membuat pandangan Raja Bai Zhen secara otomatis melirik ke sumber suara.


“I... Ini... ini tidak mungkin!! ” Ia bergumam, jantung nya kini mulai berdetak kencang. Dengan kedua mata kepalanya sendiri, ia menyaksikan secara langsung bagaimana pasukan yang tadinya bergerak mundur kini seluruhnya tumbang dengan anak panah dan batu batu besar yang menghantam mereka.


“Dari mana asal batu batu itu?!!” Ia bertanya-tanya dalam hatinya, merasa bingung bagaimana bisa ada batu besar yang secara tiba-tiba menghantam para pasukannya.


Kemudian, ia memperhatikan arah batu batu itu berasal, hingga pandangannya tertuju pada sebuah bukit kecil yang letaknya tak jauh dari lokasi medan perang.


Dan karena jarak bukit itu yang tidak terlalu jauh, samar samar Raja Bai Zhen masih dapat melihat barisan prajurit yang meluncurkan anak panah, serta beberapa alat ketapel yang digunakan untuk melempar batu-batu pada pasukan yang berlari menjauh tadi.


“Bagaimana? masih tidak mau menerima kekalahan?! ” Tanya kaisar Zhuang, dengan nada bicara yang terkesan dingin.


Mendengar itu, Raja Bai Zhen menatap dengan penuh amarah pada sosok kaisar Zhuang yang berdiri gagah dengan pedang yang tertuju kearahnya. “Baji**an!!!! mati saja kau!!!! ” Ia berusaha bangkit dan mengangkat pedangnya untuk menyerang musuh besar di hadapannya itu.


Namun untuk yang kesekian kalinya, gerakannya itu kembali di hentikan oleh beberapa prajurit yang mengelilinginya dan memagari lehernya dengan ujung pedang mereka yang tajam.

__ADS_1


Nafas Raja Bai Zhen tercekat, jika ia bergerak walau hanya sedikit saja, mungkin kulit lehernya akan robek dengan tajamnya ujung pedang yang mengelilinginya itu.


“Kau dan para pasukan mu itu hanya sebuah lelucon!!!.... Ini bahkan belum menghabiskan setengah hari namun kalian semua sudah tumbang?! ” Ia mengangkat salah satu alisnya, samar samar ada sebuah kekecewaan dalam tatapan mata kaisar Zhuang. “Cih! aku mengira ini akan menjadi peperangan yang dasyat, tapi ternyata tidak!!..... ini semua bahkan tidak pantas untuk di sebut sebagai peperangan, mungkin kata ‘bermain’ jauh lebih cocok!!!” Ucapnya lagi, yang entah kenapa merasa sedikit kesal.


Raja Bai Zhen ini, kemampuannya tidak seberapa namun berani menantang dirinya untuk berperang?!!..... Awalnya kaisar Zhuang mengira ini akan menyenangkan, ia sudah lama ingin kembali merasakan perasaan tegang saat menghadapi musuh yang kuat.


Namun alih-alih merasa tegang, ia kini justru hampir tertawa!


“Sudahlah, permainan sudah berakhir!! ” Ia menatap ke arah Rui, kemudian berkata. “Ikat tangan dan kakinya, kemudian seret dia menggunakan kuda!! ” Perintahnya tegas.


Rui yang mendengar perintah dari kaisar nya itupun mengangguk dan segera mengambil tali. “Ini adalah peperangan paling singkat yang pernah aku temui!!! ” Ia bergumam dalam hati sembari mengikat kedua tangan dan kaki Raja Bai Zhen dengan kasar dan penuh rasa kesal. “Aku bahkan belum sempat melihat perlawanan mereka, namun sudah tumbang begitu saja!.... memang betul apa kata kaisar, ini semua memang hanyalah permainan anak anak!! ” Gumamnya lagi, yang terus menerus menggerutu.


Sebenarnya apa yang kaisar Zhuang katakan tidak sepenuhnya benar, sebagian dari kata katanya tadi hanyalah sebuah ejekan untuk Raja Bai Zhen yang terlalu percaya diri terhadapnya.


Jika pasukan Raja Bai Zhen memiliki kesempatan untuk menyerang, mungkin peperangan ini akan berlangsung lebih lama.


Namun apakah kaisar Zhuang memberi mereka kesempatan?..... tidak bukan?!


Bahkan saat menyerang, pasukan kaisar Zhuang tidak henti-hentinya meluncurkan anak panah. Dan itulah yang menjadi penyebab banyaknya pasukan Raja Bai Zhen yang tumbang.


Dari yang semula jumlahnya sangat banyak berubah menjadi sedikit, hingga kaisar Zhuang dengan mudahnya mengepung mereka dari tiga arah sekaligus.


Mereka saat itu bahkan tidak bisa berkutik sedikit pun!.....


Rui kini telah selesai menjalankan perintah, tali yang mengikat tangan serta kaki Raja Bai Zhen telah tersambung pada sebuah kuda yang akan digunakan untuk menyeret raja itu.


Kaisar Zhuang yang melihat bahwa Rui telah menyelesaikan perintahnya itupun mengangguk pelan, kemudian ia menunggangi kudanya dan berkata pada Raja Bai Zhen yang terdiam. “Untuk membayar kekecewaan ini, kau akan aku siksa dengan cara menyeret mu hingga sampai ke kerajaanmu sendiri!! ” Ucapnya dengan tegas dan tanpa ada rasa bimbang sedikit pun.


Mendengar ucapan kaisar Zhuang, Raja Bai Zhen pun mengerutkan dahinya dan berkata. “Apa yang akan kau perbuat kepadaku di sana?!!! ” Ia bertanya, dengan nada membentak.


Kaisar Zhuang hanya melirik nya sekilas, kemudian menjawab. “Tentu saja mempermalukan mu di hadapan rakyat mu sendiri, kemudian menghabisi orang-orang yang ada di dalam istanamu hingga tidak ada yang tersisa! ” Ucapnya, kemudian menyeringai. “Dan aku harap kau masih tetap hidup hingga sampai di sana!! ” Ucapnya lagi.


Kuda yang digunakan untuk menyeret tubuh Raja Bai Zhen mulai bergerak dan berlari kencang, membuat raja itu berteriak kesakitan disaat punggungnya mulai terasa perih.

__ADS_1


__ADS_2