Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Pilih aku saja!!


__ADS_3

Suara gemersik dedaunan yang tertiup oleh angin malam kini menjadi sebuah alunan lagu yang menemani suasana sunyi di malam hari.


Di dalam kamar sang nona pertama An, An Xia kini tengah berbaring di atas tempat tidur seraya memejamkan matanya dan larut kedalam lautan mimpi.


Namun, tiba tiba kedua mata dengan bulu bulu mata lentik itu terbuka saat pendengarannya yang tajam terganggu dengan sebuah suara ketukan jendela.


Sadar kalau ada orang lain yang kini berada di sekitar kamarnya, An Xia pun dengan segera bangkit dan berjalan ke arah jendela.


Ia ingin tau siapa yang telah berani datang di kamarnya tengah malam seperti ini.


“Yang jelas dia bukan A-Zhu!!” Ujarnya dalam hati.


An Xia mengenal betul bagaimana kebiasaan kaisar yang satu itu. jika ia datang untuk menemuinya, maka kaisar itu pasti akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan tanpa ada yang bisa menyadari.


Saat berada di dekat jendela, An Xia nampak mengerutkan dahinya. kemudian, dengan perlahan ia membuka jendela itu hingga menampakkan kehadiran sosok pria yang begitu rupawan.


“Pangeran kedua, kau__ apa yang kau lakukan di sini?!! ” Tanya An Xia dengan begitu panik dan terkejut.


Sedangkan pangeran kedua saat ini tengah terbengong, pandangannya kini tak henti henti nya menatap kearah An Xia dengan penuh kagum.


Lihatlah penampilan gadis itu saat ini!..... Rambut panjang yang tergerai indah, pakaian tipis berwarna putih yang tampak longgar, kulit yang bersinar akibat cahaya bulan, serta wajahnya yang cantik bak seorang dewi itu membuat sang pangeran kedua begitu terlena.


Namun, pangeran itu segera menggelengkan kepalanya agar kesadarannya kembali.

__ADS_1


Ia harus ingat dan tetap fokus kepada tujuannya untuk datang kemari.


“Pangeran kedua, aku bertanya kepadamu!! ” Suara An Xia itu terkesan begitu ketus, namun juga terdengar merdu bak alunan lagu secara bersamaan.


Pangeran kedua itu kini telah tersadar dari lamunannya, kemudian ia menatap ke arah An Xia dengan begitu serius. “Xia'er, apakah kau akan benar benar menikahinya?.... Menikah dengan kaisar dari Kerajaan Han?!! ” Tanyanya.


An Xia pun mengangguk, tatapan yang ia berikan kepada pangeran kedua itu begitu dingin.


Melebihi dinginnya malam saat ini!!


“Iya, aku akan segera menikah dengannya! ” Ucap An Xia, kemudian gadis itu memalingkan wajahnya dan dengan acuh berkata. “pangeran kedua, lebih baik kau segera pergi dari sini!..... Aku akan segera menikah, tidak baik jika harus berduaan dengan pria lain di malam hari seperti ini. ” Ucapnya yang bermaksud untuk mengusir pangeran itu.


Walaupun bahasa yang di gunakan terdengar baik, namun nada bicara An Xia yang begitu ketus itu membuat hati sang pangeran kedua menjadi tidak senang.


“Pangeran kedua, aku tidak perduli lagi dengan itu semua!” Ucapnya dengan tegas, dan tanpa sadar salah satu tangannya kini menyentuh perut dimana sang anak tumbuh saat ini.


“Xia'er, aku__”


“Pangeran, aku mohon kepadamu!! ” Sahutnya lagi dengan sedikit membentak, kemudian ia menghela nafas. Mencoba untuk bersikap tenang dengan mengendalikan amarahnya. “Itu semua telah terjadi, kau dan putri itu sepertinya telah di takdirikan untuk bersama!” Ucapnya lagi dengan nada bicara yang terdengar begitu lembut.


Tentu saja kelembutan itu hanya sebuah penyamaran belaka!


Sedangkan pangeran kedua yang mendengar itu semakin mengeratkan cengkraman nya. “Tapi aku hanya mencintaimu!!.... Aku hanya ingin bersama dengan mu An Xia!!! ”Ucapnya dengan berteriak. Meluapkan semua emosi yang ia pendam akibat rasa gelisah dan kekesalan yang ia rasakan.

__ADS_1


Kini An Xia mulai kesal, beraninya pangeran itu berteriak kepadanya. “Aku menghargai perasaanmu padaku itu, namun aku akan segera menikah dengan ‘Dia’ dan kau juga akan menikah dengan putri itu!... ” Ia menghempaskan tangan pangeran kedua dengan kasar hingga genggaman itu terlepas. “.... jadi, sebaiknya kau segera pergi dari sini!” Usir nya sekali lagi.


Mendengar itu, pangeran kedua pun menggertak kan giginya. “Kenapa.... kenapa kau lebih memilih dirinya ketimbang diriku An Xia?!!! ” Bentaknya sambil mendekat.


“Katakan kepadaku, apa yang kau inginkan?!..... Aku berjanji akan memenuhinya jika kau kembali kepadaku!!! ” Ucap pangeran kedua.


Sedangkan An Xia yang mendengar itu pun semakin di buat kesal dan marah. “Aku hanya ingin kau segera pergi dari sini, sekarang juga!! ” Kemudian tangannya menunjuk ke arah langit malam yang begitu gelap. “Lihat lah! Hari sudah begitu larut, dan kau mengganggu tidur ku!! ” Ucapnya lagi.


Namun, saat akan menutup pintu. tiba tiba tangannya kembali di genggam oleh sang pangeran kedua. “Mengganggu tidur mu?... Siapa?... Aku? ” Tanyanya sambil menunjuk ke arah wajahnya sendiri. “.... Jika aku mengganggu tidur mu, lalu bagaimana dengan dirimu sendiri?!!.... Karena memikirkan dirimu aku sampai tak bisa tidur!!! ”Ucapnya dengan penuh emosi.


An Xia kembali melepaskan tangannya dari genggaman pangeran kedua, raut wajahnya kini terlihat sedikit marah dengan kerutan di dahi. “Pangeran kedua, sebaiknya kau menjaga jarak denganku!... Jangan pernah menyentuhku lagi!! ” Perintahnya dengan nada bicara yang begitu dingin.


Pangeran kedua menatap wajah An Xia dalam dalam. Entah kenapa ia merasa kalau gadis di hadapannya ini bukanlah gadis yang ia kenal. “Xia'er, kau telah berubah!.... Tidak bisakah kau kembali seperti dulu?.... Dan kembali bersamaku?! ”Tanyanya dengan sendu.


Saat tangannya terjulur untuk menyentuh wajah cantik itu, An Xia terlebih dahulu menepisnya. “Pangeran, aku tidak pernah berubah!.... Kau saja yang tidak sepenuhnya mengenalku, lagipula apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan kembali kepadamu sebagai seorang selir? ”Tanyanya dengan begitu datar dan dingin.


Mendengar itu, pangeran kedua pun seketika terdiam. Ia ingin sekali menjawab, namun apa?.... Kata kata apa yang harus ia pakai untuk menjawab pertanyaan itu?!


“Xia'er, percayalah menjadi selir ku adalah hal yang lebih baik dibanding menjadi istri dari seorang kaisar Han!!” Ia terdiam untuk sesaat, menatap serius ke arah sepasang mata dengan daya tarik yang begitu kuat. “.... Xia'er, kaisar Han adalah orang kejam yang membunuh musuhnya dengan tanpa belas kasih sedikitpun!!.... Bahkan aku ragu dia akan mencintaimu saat setelah menikah nanti.” Ucapnya yang berusaha untuk menghasut An Xia agar membatalkan pernikahan ini.


Sedangkan An Xia saat ini terdiam dan menatap ke arah pangeran kedua layaknya seseorang yang menatap Seekor bebek bodoh. “Apakah pangeran ini berfikir kalau aku adalah seorang anak kecil yang bisa begitu mudah di hasut? ” Tanyanya dalam hati dengan alis kanan yang terangkat.


Pangeran kedua yang melihat raut wajah An Xia yang nampak heran itupun berfikir kalau gadis itu tidak mengetahui apa apa tentang sosok kaisar Han. “Xia'er, menikah dengannya tidak akan menjamin kebahagiaanmu!..... Belum tentu kaisar itu akan mencintai mu bukan? .... Lebih baik kau bersamaku, menjadi seorang selir tidak ada bedanya dengan istri sah!!” Ucap pangeran kedua yang berusaha untuk membujuk An Xia.

__ADS_1


“Pangeran, sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi menjadi selir mu!!..... Lebih baik aku menikah dengan seorang petani dari pada harus menjadi selir. ” Ucapnya dengan tegas dan tanpa ada keraguan sedikitpun.


__ADS_2