
Dua mayat dengan keadaan mengenaskan kini tergeletak begitu saja di depan kediaman sang jenderal besar An.
Dua mayat itu, tidak lain dan tidak bukan adalah mayat sang selir pertama dan selir kedua dari sang Jendral besar An Changyi. Keadaan dua mayat selir itu sangat memperihatinkan. Banyak dari bagian tubuh mereka yang tidak lagi menyatu dengan badan.
Tidak heran jika pemandangan seperti itu menarik perhatian banyak orang. Karena saat ini, banyak sekali warga yang berkumpul dan mengerumuni kedua mayat itu dengan perasaan yang berbeda beda.
Ada yang penasaran, ada yang takut, dan ada pula yang merasa jijik.
Dengan tubuh yang terpisah pisah, tidakkah itu akan menjadi pemandangan yang sangat mengerikan?
Walaupun wajah kedua mayat itu rusak, namun itu masih bisa dikenali!...... apa lagi dengan sepucuk surat yang berada di atas tubuh selir pertama.
“Astaga!! itu sangat mengerikan, mengerikan!!.” Ujar seorang wanita yang baru datang dan melihat kedua mayat itu.
“Itu... itu bukanlah kedua selir jenderal?!!!.... astaga!! siapa yang berani melakukan hal semacam ini!!” Ucap seorang pria dengan tubuh yang sedikit berisi.
“Lihatlah, nasib mereka begitu malang!.... aku, tidak tega melihatnya. ” Ucap seorang wanita lanjut usia.
Di saat para warga tengah berkumpul dan membicarakan tentang betapa mengenaskan nya kematian kedua selir itu. Tiba-tiba, dari dalam kediaman, sosok sang Jendral besar An pun keluar dengan berlari.
Saat itu, hal yang pertama kali An Changyi lihat adalah banyaknya orang orang yang berkerumun di depan kediamannya. Kemudian, saat pandangannya terarah kebawah, tepatnya ke arah dua mayat yang tidak lain adalah selirnya.
An Changyi pun langsung terduduk lemas!!
Wajah sang Jendral besar yang selalu menunjukkan ketegasan, kini terlihat begitu pucat bak orang yang baru pertama kali melihat hantu.
pengurus Tang yang berada di belakang, dan melihat tuan nya yang terduduk lemas seperti itu pun segera bergerak dan membantu.
__ADS_1
“Tuan besar, kuatkan dirimu!.... lebih baik hal ini segera di selesaikan. tidak baik jika kejadian ini sampai menjadi bahan tontonan warga.” Ucapnya yang berusaha untuk mengingatkan An Changyi agar segera mengambil tindakan.
Walau mau diselimuti dengan keterkejutan, Namun An Changyi masih bisa mencerna setiap perkataan dari pengurus Tang barusan.
Pria tua itu benar!.... sebagai kepala keluarga, ia harus segera mengambil tindakan.
Dengan gontai, An Changyi berusaha untuk tetap berdiri dengan tegak. Kemudian, ia menoleh untuk menatap para pengawal yang berdiri di belakang. “Kalian, cepat bawa..... Jasat kedua selir ku kedalam!” Perintahnya dengan suara lirih dan raut wajah lesu.
Para pengawal itu pun dengan cepat ergerak ketika mendengar perintah langsung dari sang Jendral.
Tidak berselang lama, dari kejauhan, An Changyi dapat melihat sang istri sah yang tengah berlari menuju ke arahnya. “Suamiku!!... suamiku!! ” Teriak An yueyin.
“Istriku, tenangkan dirimu! ” Ucap An Changyi kepada An yueyin ketika melihat wajah istrinya yang begitu pucat dan gelisah.
An yueyin tidak mendengarkan, saat berada di jarak yang dekat, wanita itu langsung memeluk An Changyi dengan begitu erat. “Suamiku, semalam.... semalam, ada yang menyerang halamanku!!” An yueyin menangis, tubuhnya bergetar hebat karena rasa takut. “Mereka... mereka ingin membunuhku!!” Ucapnya masih dengan tangisan.
Cukup kedua sekiranya saja yang tiada, jangan sampai hal ini terjadi kepada sang istri sah.
An yueyin menggelengkan kepalanya, kemudian berkata. “Aku... baik baik saja!... beruntung saat penyerangan itu terjadi, Rui, pengawal itu datang dan menyelamatkanku sebelum aku___” Tiba tiba pandangannya secara tidak sengaja jatuh kearah kedua mayat selir. “Aaaaaa!!! apa itu!!! ” Teriaknya histeris.
Melihat ketakutan yang di alamat istrinya, An Changyi pun dengan segera menariknya dan membawanya kedalam dekapan. “Istriku tenanglah!..... jangan dilihat, itu terlalu mengerikan untukmu.” Ucapnya sambil mengalihkan pandangan An yueyin agar tidak menatap kedua mayat itu.
“Su... suamiku, aku juga mendengar kalau.... semalam penyerangan juga terjadi di halaman milik putri kita!! ” Ucap An yueyin.
Dan hal itu membuat An Changyi, untuk yang ketiga kalinya merasa terkejut. “Apa?!!!.... sekarang dimana... dimana putriku?!!. ” Tanyanya dengan panik.
Bahkan kabar yang baru saja ia dengar saat ini lebih membuatnya panik ketimbang kabar kematian kedua selirnya.
__ADS_1
"Aku harus segera menemuinya!! ” Ucap An Changyi, kemudian berbalik dan akan melangkah pergi.
Namun, belum sempat dirinya mengambil satu langkah. An Changyi terlebih dahulu di hentikan oleh sebuah suara. “Ayah!” Panggil seorang gadis yang kini tengah berlari kecil menuju ke arahnya.
“Xia’er, apakah kau baik baik saja?!! ” Tanya An Changyi dengan cemas.
Dengan raut wajah yang dipenuhi ketakutan. An Xia melangkahkan kakinya keluar dari kediaman untuk menemui ayahnya.
“Ayah, semua pelayan di kediaman ku.... mereka, tidak sadarkan diri! aku tidak tau kenapa tapi___” An Xia menggantung kata katanya pada saat pandangannya terarah kepada dua mayat selir. “Aaaah!!.... i.. itu!! bukankah itu!!” Ucapnya terbata bata dengan ekspresi terkejut.
Ari mata An Xia keluar, kedua tangannya terangkat untuk menutupi setengah wajahnya. “A.. Apa yang terjadi?!!.... ayah, ayah tolong katakan kalau itu bukan kedua ‘Ibu selir ku’!!! ” Ucapnya dengan isak kan tangis.
Raut wajah An Changyi kini terlihat begitu tidak berdaya saat melihat putrinya yang begitu sedih. “Xia’er, mereka berdua telah tiada! maafkan ayahmu ini yang tidak bisa menjaga kedua ibu selirmu! ” Ucapnya dengan penuh penyesalan.
An Xia menggelengkan kepalanya, sikap dan ekspresi di wajahnya itu menunjukkan kalau, gadis itu, tidak percaya dan tidak bisa menerima kematian kedua selir ayahnya.
An Xia terduduk lemas di tanah, salah salah satu tangannya menyentuh dadanya tepat dimana jantungnya berdetak. “Tidak!!! mereka belum mati!! belum mati!!! mereka masih hidup!!!” Teriaknya yang seolah olah dirinya adalah orang yang ditinggal mati oleh orang terdekat.
Dengan air mata kesedihan yang tentunya hanyalah kepura-puraan. An Xia dengan tubuh gemetar berjalan mendekat kearah mayat kedua selir.
“I... Ibu selir! ” Panggilnya dengan suara lirih dan penuh akan kesedihan.
Annchi yang melihat itupun bergumam dalam hati. “Ah! ini sudah waktunya untuk beraksi!! ” Teriaknya dengan girang di dalam hati, namun nampak berduka diluar.
Dengan cepat, Annchi berjalan mendekat dan menahan tubuh An Xia. “Nona, jangan!!.... tolong tenangkan dirimu!!” Ucapnya kepada An Xia dengan air mata yang membasahi wajah.
Seolah olah ia adalah pelayan yang tidak ingin sang majikan mengalami kesedihan.
__ADS_1
Melihat hal itu, An Xia tertawa dalam hati. “Ya ampun Annchi!! tak ku sangka kau juga punya keahlian!” Puji nya dengan perasaan bangga.