Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kabar meninggalnya kedua pangeran.


__ADS_3

Pintu gerbang istana itu terbuka dan mempersilahkan sebuah kereta kuda untuk melintas dan masuk kedalam bersama dengan para prajurit yang mengikutinya.


Dan saat kereta kuda itu berhenti, Seorang pria yang tidak lain adalah kaisar Zhuang pun turun. Kemudian, ia membalikkan tubuhnya dan menjulurkan tangannya kearah kereta kuda tersebut.


Tidak berselang lama, sebuah tangan ramping yang nampak indah dengan jari jari lentik pun menyambut uluran tangan kaisar Zhuang dengan begitu lembut.


Sosok wanita cantik nan anggun itu turun dari kereta kuda dengan begitu hati hati. Jika di perhatikan dengan seksama, salah satu tangan wanita itu nampak sedang menyentuh perutnya. Seolah olah ia sedang melindungi sesuatu hal yang sangat berharga.


Tepat saat wanita itu berhasil menginjakkan kakinya di atas tanah, salah satu tangan kaisar Zhuang pun melingkar di pinggang ramping itu selagi tangan yang lain menggenggam salah satu tangan wanita cantik tadi.


Bagi sebagian orang, pemandangan seperti itu benar benar terasa seperti mimpi di siang bolong!


Mereka tentunya masih ingat bagaimana dingin dan kejamnya kaisar itu terhadap orang lain, bahkan dulu ia sama sekali tidak tertarik dengan seorang wanita manapun.


Namun lihatlah sekarang!.... kaisar itu bahkan memperlakukan sang permaisuri An dengan begitu lembut dan hati hati layaknya seseorang yang memperlakukan benda berharga yang rapuh.


Dari pemandangan yang penuh akan kasih sayang itu, beberapa orang pun berharap akan segera mendengarkan sebuah kabar baik!.... akan tetapi, di sisi lain juga terdapat seseorang yang mengharapkan kehancuran dari keharmonisan di antara pasangan suami istri itu.


Dari jarak yang cukup jauh, seorang mentri kini sedang mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ke arah sepasang suami istri yang begitu mesra itu. “Permaisuri An, aku bersumpah akan menyingkirkan mu dan memberikan posisi istimewa itu kepada salah satu putriku!! ” Gumamnya dalam hati.


Tiba tiba, kata kata kaisar Zhuang yang menegaskan hanya akan ada seorang wanita dalam hidupnya pun kembali berdengung di ingatannya. Dan hal itupun membuat rasa benci dalam dirinya semakin meningkat.


...»»————>❀<————««...


Sepasang suami istri itu kini berjalan dengan begitu santainya di bawah langit senja yang sebentar lagi akan merubah warnanya menjadi gelap.

__ADS_1


Dengan masih merangkul pinggang ramping sang istri, kaisar Zhuang pun berkata. “Apakah kau menyadari nya? ” Tanyanya secara tiba tiba.


Mendengar pertanyaan itu, An xia pun menoleh dan sedikit mendongakkan kepalanya guna menatap kearah kaisar Zhuang. “Apakah yang kau maksud adalah orang misterius di kerumunan tadi? ” Tanyanya balik, mencoba untuk memastikan apakah tebakannya itu benar atau salah.


Kaisar Zhuang menganggukkan kepalanya. Kemudian, dengan wajah datar dan dinginnya ia berkata. “Bajingan itu sudah berani masuk ke wilayah ku secara diam-diam!.... jelas sekali jika dia ingin menemui tikus tikus yang ia kirim untuk mengawasi ku.” Geramnya.


Menyadari amarah dalam diri sang suami, An xia pun mengusap usap dada bidang kaisar Zhuang dengan salah satu tangannya. “Suamiku, tenangkan dirimu!..... cepat atau lambat ia akan mati... entah di tangan mu atau di tanganku, tapi yang jelas ia tidak akan bertahan lama. ” Ucapnya yang berusaha menenangkan amarah kaisar itu.


Entah kenapa, secara ajaib amarah dalam dirinya itu tiba tiba menghilang begitu saja bagai debu yang tertiup angin. Mungkin satu satunya orang yang dapat menenangkan hati nya hanyalah sang istri.


Tiba tiba, kaisar Zhuang menarik tangan An xia dan memeluknya dengan begitu erat. Sedangkan An xia yang di peluk seperti itu pun hanya diam saja dan tersenyum.


“Jangan pernah meninggalkanku! Kau adalah satu satunya hal yang berharga bagiku, An xia.” Gumamnya yang berbisik di telinga An xia.


...»»————>❀<————««...


“Tidur lah!... setelah apa yang kita lakukan tadi, kau pasti kelelahan. ” Ucapnya dengan tatapan menggoda.


Mendengar ucapan suaminya itu, sontak wajah An xia pun bersemu merah. Bagaimana bisa seorang kaisar yang terkenal akan sikap dingin dan kejamnya itu memiliki sisi mesum?


Di saat An xia melamun, sebuah selimut tebal pun secara tiba tiba menutupi tubuhnya hingga sampai sebatas leher. “Jadilah gadis baik dan tidur lah! ” Perintah Kaisar Zhuang dengan lembut, kemudian ia mendaratkan sebuah kecupan penuh cinta di kening An xia. “Aku masih ada urusan sebentar!.... jadi kau beristirahat lah terlebih dahulu. ” Ucapnya lagi kemudian melangkah kan lakinya keluar dari ruangan itu.


Untuk beberapa lama, An xia hanya memandangi punggung suaminya itu yang secara perlahan menghilang dari balik dinding. Barulah setelah ia tidak lagi melihat keberadaan kaisar Zhuang, An xia pun memejamkan mata dan pada akhirnya terlarut dalam lautan mimpi.


...»»————>❀<————««...

__ADS_1


Di sisi lain, Langkah kaki lebar milik kaisar Zhuang itu membawanya masuk kedalam sebuah ruangan yang biasa ia gunakan untuk bekerja.


“Kau boleh keluar!!! ”Perintah Kaisar Zhuang dengan tegas kepada seseorang yang menyembunyikan dirinya di balik kegelapan.


Mendengar perintah itu, orang tersebut pun menampakkan dirinya dan berlutut di hadapan sang kaisar agung itu. “Bawahan di sini, yang mulia! ” Ucapnya dengan kepala yang tertunduk hormat.


Kaisar Zhuang hanya meliriknya dengan dingin, bahkan wajahnya saja terlihat begitu datar tanpa ekspresi. “Segera katakan apa urusanmu kemari! ” Perintahnya lagi dengan dingin.


Orang tersebut masih menundukkan kepalanya. Walaupun ini bukanlah yang pertama kali ia alami, namun aura mencekam dari diri kaisar Zhuang selalu berhasil membuat hatinya merasa takut.


Ketika sadar akan ucapan kaisar Zhuang barusan, orang tersebut pun segera berkata. “Yang mulia, bawahan ini ingin menyampaikan kabar bahwa sang putra mahkota baru saja meninggal pagi tadi! ” Ia memberi jeda, melirik raut wajah datar kaisar Zhuang untuk sekilas dan melanjutkan. “Bersamaan dengan itu, Li Guang Fu.... pangeran kelima dari Kerajaan barat juga telah terbunuh dalam perjalanannya. ” Ucapnya lagi.


Mendengar kabar itu, sudut bibir kaisar Zhuang pun terangkat dan membentuk sebuah seringai keji. “Pastikan semuanya bersih, jangan sampai ada bukti sekecil apapun!.... dan sekarang kau boleh pergi.” Ucapnya yang lagi lagi memberikan sebuah perintah.


Orang itu pun hanya menganggukkan kepalanya dengan patuh, kemudian melesat dan pergi entah kemana.


Dalam sekejap, ruangan itu pun terasa begitu sepi dan sunyi. Hanya ada sang kaisar Zhuang dengan senyum mematikan di wajahnya. “Akhirnya mereka mati, hanya tinggal bajingan itu saja yang harus aku bereskan!! ” Ucapnya yang bergumam dalam hati.


...»»————>❀<————««...


Saat kaisar Zhuang telah kembali ke kamarnya, ia dapat melihat beberapa pelayan yang kini tengah sibuk menyalakan lilin di beberapa sudut ruangan.


Sedangkan para pelayan yang melihat kedatangan kaisar Zhuang pun hanya membungkuk dan memberikan ucapan salam di dalam hati.


Tentu saja itu karena mereka tidak ingin mengganggu seseorang yang sedang tertidur lelap saat ini!....

__ADS_1


Kaisar Zhuang melambaikan tangannya, memberi isyarat kepada para pelayan itu untuk segera pergi dari ruangan tersebut. Barulah setelah para pelayan itu pergi, kaisar Zhuang pun melangkahkan kakinya mendekat kearah ranjang.


__ADS_2