Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Secepat itu?!!


__ADS_3

Kaisar Zhuang tau betul apa yang An xia katakan itu bukanlah kesalahan. Gadis ini adalah orang yang begitu kuat walaupun dari luar ia tampak lemah dan rapuh.


Namun tetap saja!!.... kaisar Zhuang akan secara alami merasakan rasa khawatir terhadap gadis yang ia cintai, apalagi kalau gadis itu saat ini tengah mengandung anak pertamanya.


“Apapun yang kau katakan, aku akan tetap memperketat penjagaan di sekitarmu!! ” Ucap kaisar itu dengan tegas, terdengar seperti sebuah perintah yang tidak ingin ada bantahan.


An xia menatap kearah kaisar Zhuang dengan mata yang berkedip kedip beberapa kali akibat rasa tertegun. “Apakah dia baru saja memerintah ku? ” Gumamnya dalam hati. “A-Zhu, aku tidak ingin__” Sebelum An xia menyelesaikan ucapannya, kaisar Zhuang terlebih dahulu menyahut.


“Tidak ada bantahan!! ” Ucapnya tegas dan dengan tatapan tajam.


Sadar kalau ia tidak akan pernah bisa melawan laki laki yang satu ini, An xia hanya bisa menghela nafas dan berkata. “ Terserah, tapi seperti biasa aku tidak akan terima jika ada yang mengganggu!! ” Tegasnya.


Melihat interaksi di antara dua orang itu, Tuan Eiji dan dua tuan muda dari keluarga Qiao dan Han itu pun hanya bisa menghela nafas diam diam di dalam hati.


Apakah keberadaan mereka bertiga saat ini di anggap sebuah debu tak terlihat oleh dua orang itu?.... entah mengapa, situasi saat ini membuat mereka merasa sedikit canggung untuk membuka suara.


Han Dong memutar bola matanya karena merasa jengah akan keadaan yang ia alami saat ini. “Seseorang, siapapun itu!..... tolong hentikan situasi memuakkan ini!!! ” Gumamnya dalam hati.


“Kakak kedua! ” Tiba tiba, dari arah lain suara seorang bocah pun terdengar dan menarik perhatian semua orang.


Terlihat saat ini sosok An chen bersama dengan Izayoi tengah melangkahkan kakinya menuju orang orang itu.

__ADS_1


Pandangan An chen kini tertuju kepada sang kakak kedua dan sang kakak kaisar. Dengan begitu sopan, ia membungkukkan badannya dan berkata. “An chen memberikan salam kepada kakak kedua dan kakak kaisar!” Kemudian, pandangannya pun beralih untuk menatap kearah tiga sosok tak dikenal. “.... Begitu juga dengan ketiga tamu terhormat! ” Ucapnya lagi.


Han Dong menatap lekat kearah An chen, matanya kini menatap bocah laki-laki itu dari atas sampai bawah. “Hei, Qiao Feng!... apakah kau merasa kalau bocah ini mirip dengan seseorang? ” Tanyanya dengan berbisik kepada sang tuan muda Qiao yang duduk di sebelah nya.


Mendengar pertanyaan dari Han Dong, tuan muda Qiao Feng pun berkata. “Tidakkah kau mendengar dia memanggil nona pertama An dengan sebutan kakak kedua?! ” Tanyanya balik, seolah olah ia kini berbicara dengan seorang idiot.


Sedangkan An xia yang melihat kedatangan adik laki-laki nya itupun tersenyum dan berkata. “An chen, ada apa? ” kemudian pandangannya beralih untuk menatap sosok gadis mungil di belakang punggung An chen. “... Dan siapa gadis yang kau bawa itu? ” Tanyanya dengan lembut.


Mendengar pertanyaan dari sang kakak kedua, An chen pun menarik Izayoi yang bersembunyi di balik punggung nya untuk berdiri di samping nya. “Dia gadis hilang yang aku temukan di jalan! ” Ucapnya dengan begitu singkat dan tanpa perasaan.


Kemudian, pandangan An chen pun kini melirik tuan Eiji. “Apakah dia kenalan mu.... tuan Eija?” Tanyanya.


Sedangkan Tuan Eiji kini hanya bisa menatap kearah putrinya itu dengan heran. “Bagaimana putriku biasa ada padamu?.... dimana pelayan yang aku tugaskan untuk menjaganya?!! ” Tanyanya dengan sedikit nada marah.


Mendengar nada kurang mengenakkan itu, tuan Eiji pun segera melemparkan tatapan tidak suka kepada An chen. “Hem, kalau begitu aku harus mengucapkan terimakasih kepadamu!” Ucapnya dengan ketus.


Melihat situasi tegang antara kedua orang itu, An xia pun terkekeh pelan dan berkata. “Sudahlah!.... An chen, hal apa yang membuatmu kemari? ” Tanyanya.


An chen yang di tanya itupun segera menoleh kearah An xia, kemudian menjawab. “Aku sudah menemukan beberapa orang untuk ku bawa ke kediaman, sisanya aku serahkan kepada kakak kedua dan Rui! ” Ucapnya yang memberitahukan.


An xia pun menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. “Baiklah kalau begitu, aku akan menemui mereka setelah hari pernikahan berlangsung! ” Ucapnya dengan santai.

__ADS_1


Sedangkan tuan muda Qiao Feng yang mendengar tentang hari pernikahan pun segeran menoleh dan berkata. “Kalau aku boleh tau... kapan hari pernikahan kalian itu? ” Tanyanya dengan penasaran.


Saat An xia ingin menjawab, tiba tiba kaisar Zhuang pun menyela. “Besok!... hari pernikahan akan dilaksanakan esok hari!! ” Jawabannya dengan dingin.


Mendengar itu, ketiga orang tertentu pun membelalakkan matanya karena rasa terkejut yang tiba tiba menyerang. “Besok?!!.... Tidakkah itu terlalu cepat?!! ” Tanya tuan Eiji dengan sedikit berseru.


Han Dong pun menganggukkan kepalanya seolah olah ia merasa setuju dengan pertanyaan tuan Eiji barusan. “Kenapa kalian begitu terburu-buru?.... aku kira pernikahan akan diadakan beberapa hari lagi!! ” Ucapnya dengan masih memasang wajah terkejut.


Masih dengan wajah datar nan dingin yang selalu setia terpampang di wajah nya, kaisar Zhuang pun menjawab. “Situasi saat ini semakin berbahaya, dan karena itulah pernikahan harus segera di laksanakan!!.... apakah kalian ada masalah? ” Tanyanya dengan penuh penekanan.


...»»————>❀<————««...


Langit-langit yang telah berubah warna menjadi gelap dengan taburan bintang bintang yang menguasai nya pun seolah olah menandakan bahwa hari telah berganti malam.


Dan dari sisi jendela kamar, An xia pun kini menatap kosong kearah langit. Sebentar lagi ia akan menjadi seorang istri sekaligus seorang permaisuri dari kaisar di Kerajaan besar ini.


Memikirkan hal itu saja sudah membuat jantung An xia berdebar dengan kencang, merasa begitu tidak sabar untuk menunggu hati esok!


Tiba tiba, pintu kamar yang tadinya tertutup pun sekarang terbuka. Memperlihatkan sosok gagah seorang kaisar dengan mahkota di kepalanya.


Pandangan mereka kini bertemu, sang kaisar yang melihat gadisnya masih terjaga di malam hari pun mengerutkan dahi dan berkata. “Kau belum tidur?... ” Ia melirik kearah jendela dan melihat suasana malam yang begitu gelap. “.... Ini sudah malam, mengapa kau masih belum tidur? ” Tanyanya lagi sambil berjalan mendekat.

__ADS_1


Melihat itu An xia pun segera melemparkan dirinya kedalam pelukan pria yang akan segera menjadi suaminya itu. “A-Zhu, anakmu ini merindukan ayahnya!” Ucapnya dengan sedikit nada manja.


Dan Entah mengapa perilaku An xia yang seperti itu selalu membuat sang kaisar merasa begitu senang. “Benarkah?... ” Ia mengangkat tubuh mungil itu dengan begitu mudah dan segera membawanya keatas ranjang. “.... Tidurlah, Besok akan sangat melelahkan!... kau harus mempersiapkan diri mu dengan baik!!” Ucapnya dengan begitu lembut.


__ADS_2