
Melihat respon kaisar Zhuang terhadap perkataan nya tadi, An xia pun menghela nafas. Ia kini berfikir, daripada terus berdebat, mengapa tidak melakukan hal yang lebih penting dulu untuk saat ini?
Dengan sikap tenang, An xia kini menatap kearah kaisar Zhuang. Bisa di lihat bahwa suaminya itu saat ini benar benar marah terhadapnya, apalagi dengan tatapan tajam bak sebilah pedang yang tertuju kearahnya. “Sudahlah, sebaiknya kita menyelesaikan masalah tuan besar shen terlebih dahulu! ” Ucapnya sambil melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan.
Namun aura mencekam yang keluar dari dalam tubuh kaisar Zhuang pun membuat langkah kaki An xia terhenti.
Kemudian, ia membalikkan badannya dan berjalan mendekat kearah sang suami yang masih memasang raut wajah marah dengan tatapan tajam nya itu. “Baiklah.... ” ia kembali menghela nafas, berusaha untuk tetap tenang sembari berkata. “.... Setelah masalah ini selesai, kau bisa melakukan apa saja yang kau mau! ” Ucapnya dengan pasrah.
Mau bagaimana pun pria yang berdiri di hadapannya saat ini adalah seorang kaisar. Egonya pasti akan terluka jika ditolak secara mentah mentah seperti tadi.
Melihat sang suami yang masih diam tanpa mau mengatakan sesuatu kepadanya, An xia pun semakin dibuat bingung. “Jika sudah seperti apa yang harus aku lakukan? ” Gumamnya dalam hati.
Karena sudah tidak ada cara lain, An xia mendekatkan dirinya kearah kaisar Zhuang. Kemudian, dengan penuh keberanian ia mendaratkan sebuah ciuman panas di bibir suaminya itu.
“Berhentilah marah dan katakan sesuatu kepadaku.... ” Ia melingkarkan kedua tangannya dileher suaminya itu, berusaha untuk memperdalam ciuman di antara mereka. “.... Aku mohon! ” Lanjutnya yang benar benar mengambil keputusan untuk mengalah kali ini.
Sedangkan kaisar Zhuang yang sedari tadi hanya terdiam pun kini mulai tersenyum samar. Melihat sang istri yang begitu inisiatif dalam merayunya, bagaimana mungkin ia yang sebagai pria normal bersikap acuh tak acuh?
Lagipula kesempatan sebagus ini mana boleh di sia siakan, apalagi jika mengingat bagaimana sulitnya menggoda wanita di hadapannya itu!
Dengan sigap dan penuh semangat, salah satu tangan kaisar Zhuang pun melingkar di pinggang An xia selagi tangan yang lain menahan wajah cantik di hadapannya itu agar tidak menjauh. “Memohon lah sekali lagi!!.... ” ia tersenyum licik, kemudian berkata. “.... jika tidak maka aku akan melakukannya tanpa menahan diri sama sekali!!” Ucapnya lagi yang memberikan sebuah ancaman.
Mendengar hal itu, An xia pun kini menangis dalam hati. Awalnya ia hanya berniat untuk membujuk pria di hadapannya itu!.... namun siapa yang menyangka bahwa ia akan berakhir seperti ini?
“Suamiku, aku mohon!..... ” Ucapnya dengan suara yang terdengar lirih, bahkan tatapan matanya yang sayu itu benar benar terlihat begitu menggoda.
Merasa tak tahan dengan semua ekspresi menggoda yang istrinya itu tunjukkan, kaisar Zhuang pun membungkam mulut An xia dengan sebuah ciuman panas yang begitu menuntut.
__ADS_1
Merasa kurang dan masih menginginkan yang lebih, pria yang sudah dikendalikan oleh nafsunya itupun berusaha untuk membuat mulut An xia terbuka dengan beberapa gigitan kecil di bibir bagian bawah. “Jadilah gadis baik dan patuh!!” bisiknya dengan penuh penekanan.
Membuat An xia yang merasa di desak dan tidak berdaya itupun membuka mulutnya dengan pasrah, memberikan peluang besar kepada pria di hadapannya itu untuk melanjutkan aksinya.
Kedua lidah mereka pun kini saling beradu, menimbulkan suara decakan yang begitu menggoda di telinga. Apalagi jika di padukan dengan suara desahan indah yang keluar dari mulut An xia! ..... Membuat suhu dalam ruangan itu semakin meningkat.
Kaisar Zhuang kini tersenyum dalam hati. Melihat bahwa istrinya itu kini telah terbawa suasana, ia pun akhirnya menyadari satu hal. “Hem, rupanya butuh sedikit pancingan kecil untuk membuatmu setuju!.... ” Tangannya kini mulai berkeliaran kemana mana, membuat pakaian yang An xia kenakan menjadi sedikit berantakan. “.....Dengan begini kau selamanya tidak akan pernah lolos dariku!! ” Ucapnya lagi dalam hati.
Sedangkan An xia kini memejamkan matanya, dirinya yang telah dikuasi itupun hanya bisa pasrah dan menikmati semua permainan yang suaminya itu lakukan.
Entah kenapa ia kali ini benar benar terjerat, bahkan ia merasa bahwa semua sentuhan sensitif yang kaisar itu berikan benar benar membuatnya kehilangan akal sehat.
Akan sangat mustahil baginya untuk menolak saat ini!
“Uhh..... ”
Melihat bahwa istrinya kini benar benar telah larut dalam permainan yang ia buat, kaisar Zhuang pun segera menggendong tubuh ramping An xia dan membaringkan nya di atas ranjang.
“Kau juga menginginkan hal yang sama bukan?....” tangannya kini meraih ikat pinggang An xia, menariknya hingga benar benar terlepas. “.... Tenang saja, aku akan melakukannya dengan hati hati! ” Ucapnya lagi.
Namun di saat hal ‘itu’ akan benar benar terjadi, suara pintu yang diketuk dari luar pun terdengar secara bersama dengan suara panik dari seseorang.
“Yang mulia, tuan besar shen saat ini membuat keributan di aula istana!..... ia kini benar benar marah dan ingin segera dipertemukan dengan mu!!! ” Ucap dari kasim yang menyampaikan pesan yang serupa siang tadi.
Mendengar hal itu, kaisar Zhuang yang merasa terganggu pun kini menggertak kan giginya dengan kedua tangan yang terkepal erat.
Ia menatap kearah An xia yang berbaring di bawahnya itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, kemudian dengan nada penuh penekanan ia pun berkata.“Sepertinya yang kau katakan tadi memang benar!.... si tua bangka itu harus segera di urus secepat mungkin!!! ” Ucapnya yang terdengar begitu marah.
__ADS_1
...»»————>❀<————««...
Di tempat lain, beberapa penjaga kini tampak kewalahan dalam menghadapi sikap keras kepala dari tuan besar shen.
Pria paruh baya itu tampak begitu kesal saat ini, sedari siang ia sudah berlutut di depan pintu aula istana sembari menunggu kedatangan kaisar Zhuang.
Namun hingga malam hari, kaisar sialan itu masih tak kunjung menampakkan dirinya!!.... tidakkah itu sudah lebih dari cukup untuk menurunkan harga dirinya di mata banyak orang?!!
“Kalian semua menyingkir lah dari hadapanku!!!!.... biarkan aku menemui kaisar, ia harus tau perbuatan bejat apa saja yang permaisuri lakukan terhadap kedua putriku!!! ” Teriaknya dengan marah marah.
Ia kini sungguh tidak memperdulikan keadaan sekitar, kesabarannya kini benar benar telah terkuras habis akibat menunggu terlalu lama.
Melihat para penjaga yang masih berdiri tegak di hadapannya untuk menghalangi jalannya, tuan besar shen pun semakin tersulut emosi. “Beraninya kalian menghalangi jalan!!!.... apakah kalian tidak tau siapa diriku ini ha?!!! ” Ucapnya dengan nada membentak yang terkesan sombong.
“Apakah kau orang yang tidak tau diri?!!! ” Sindir dari seseorang yang sedang melangkahkan kakinya mendekat.
“Beraninya kau membuat keributan di istana ku, benar benar cari mati!!! ” Ucap dari seseorang yang tidak lain adalah kaisar Zhuang sendiri.
Melihat kedatangan sang pria agung, para prajurit pun membungkukkan badannya. Sedangkan tuan besar shen yang akhirnya bertemu dengan orang yang ia tunggu tunggu sedari tadi pun segera berkata. “Yang mulia, salahku yang datang secara mendadak!!.... namun apa yang akan aku sampaikan adalah sebuah hal yang sangat penting untuk kau ketahui!!! ” Ucapnya sambil berusaha keras untuk menahan amarah dalam dirinya.
Kaisar Zhuang yang mendengar hal itu pun mengerutkan dahinya, tatapan matanya yang dingin itu membuat suasana di sekitarnya menjadi begitu mencekam. “Hal penting apa yang membuat mu sampai bersikap lancang seperti ini?!!! ” Tanyanya dengan nada marah.
Membuat sang tuan besar shen yang melihatnya pun merasa terancam!
“Yang mulia!... ” Ia kini berlutut, menunjukkan rasa hormatnya sebelum berkata. “.... Yang mulai, aku kemari untuk meminta keadilan atas apa yang permaisuri perbuat terhadap kedua putriku!! ” Ucapnya dengan terus terang.
Kaisar Zhuang yang mendengar ucapan tuan besar shen pun semakin mengerutkan dahinya dengan tidak senang, dan dengan kesal ia pun berkata. “Memang apa yang bisa istriku perbuat kepada putri putrimu itu?!... ” ia bertanya, memandang sang tuan besar shen dengan tatapan yang begitu merendahkan. “.... permaisuri ku tidak ada hubungannya dengan kedua putrimu!.... masalah mereka bukan tanggung jawabnya, jadi jangan coba coba untuk mempersulit keadaan!!! ” Ucapnya lagi dengan begitu tegas.
__ADS_1
Terdapat nada penuh penekanan di setiap kata kata yang ia lontarkan.