
Usai menghabiskan sebagian waktu untuk berendam dan bermanja manja dengan kaisar Zhuang yang tidak lain adalah suaminya sendiri, An xia pun kini tengah bersiap siap dengan di bantu oleh para pelayannya.
Annchi yang tengah sibuk menyisir dan merapikan rambut panjang An xia pun kini nampak terpaku dengan sebuah pakaian dengan sulaman indah. “Permaisuri, aku rasa yang mulia kaisar begitu memperhatikan mu!.... lihatlah pakaian ini! selain terlihat bagus, sutra yang di gunakan pun sangat berkualitas! ” Ucapnya yang merasa begitu kagum.
Mendengar ucapan Annchi barusan, para pelayan yang lain pun menjadi tertarik untuk melihat pakaian itu. “Permaisuri, pakaian itu memang terlihat indah!.... selera yang mulia kaisar memang begitu bagus, ia benar benar sangat mencintai istrinya. ” Ucapnya yang sebenarnya sedikit merasa iri dalam hati.
An xia yang mendengar pujian dari mulut para pelayan itu pun tersenyum bangga. Memang, suaminya itu begitu pandai dalam memanjakan sang istri.
Usai memakai pakaian yang telah di siapkan, sebuah mahkota berbentuk burung Phoenix pun terpasang apik di rambut An xia. Entah mengapa, ketika ia melihat mahkota itu An xia selalu merasakan sebuah kepuasan tersendiri. “Ah! tentu saja!..... aku memiliki kekuasaan di sini” Tiba tiba, ia tersenyum. Mungkin di mata semua orang senyuman itu terlihat indah, namun yang sebenarnya senyuman itu adalah pertanda bahaya. “Dengan begitu, aku bisa leluasa bermain dengan para penghianat itu!! ” Ucapnya lagi seraya tersenyum kepada pantulan dirinya di cermin.
“Permaisuri, anda terlihat sangat cantik dan memukau! ” Puji salah seorang pelayan ketika An xia telah selesai bersiap siap.
Dengan wajah yang terlihat ceria, Annchi pun menggenggam tangan An xia dan berkata. “Yang mulia permaisuri, biarkan aku yang membantu mu!..... pakaian mu terlihat berat, kau pasti kesulitan untuk berjalan. ” Ucapnya yang mengejutkan pelayan yang lain.
Lihatlah gadis pelayan itu, dia sama sekali tidak menaruh rasa sungkan terhadap sang permaisuri!!
Bahkan lebih anehnya, An xia sama sekali tidak marah dan justru berkata. “Annchi, aku harap sikap manis mu ini bukan karena kau menginginkan sesuatu dari ku! ” Ucapnya sambil terkekeh kecil, nada bicara yang ia gunakan itu terkesan seperti sebuah guyonan.
Wajah Annchi kini tersipu malu, ia sama sekali tidak menyangka jika majikannya itu dapat menebak dirinya dengan begitu tepat sasaran.
Pandangan Annchi pun melirik kearah para pelayan lain yang kini sedang menahan tawa. “Huh! pelayan pelayan itu menertawakan ku! ” Gerutunya dalam hati. kemudian, ia berkata. “Permaisuri, kau terlalu berfikir banyak tentangku!.... mana berani aku melakukan hal yang seperti itu?!!” Ucapnya yang berusaha mengelak dari tuduhan.
...»»————>❀<————««...
Suara indah dari senandung merdu itu dapat terdengar dari mulut An xia yang nampak bahagia ketika menikmati pemandangan di depan mata.
__ADS_1
Pasalnya, An xia saat ini tengah berada di sebuah taman yang penuh akan mawar mawar merah yang bermekaran dan nampak segar untuk dipandang.
Di saat ia melihat sekitar, tiba tiba pandangannya pun terpaku kepada sebuah mawar yang terlihat lebih indah dari yang lain. Merasa tertarik, An xia pun melangkah kan kakinya mendekat.
Sedangkan Annchi yang mengetahui keinginan majikannya itu pun segera berkata. “Yang mulia, jika kau ingin... maka aku bisa memetik kan nya untuk mu! ” Ucapnya seraya melirik mawar yang menarik perhatian An xia tadi.
An xia hanya menggelengkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Annchi, memetik mawar dengan tangan sendiri itu terasa lebih menyenangkan! ” Tangannya terulur dan menyentuh kelopak mawar itu dengan lembut. “Biarkan aku sendiri yang memetiknya! ” Ucapnya lagi.
Melihat betapa antusiasnya An xia terhadap mawar itu, Annchi pun hanya bisa menghela nafas panjang dan berkata. “Kalau begitu, berhati hatilah dengan dirinya!.... takutnya itu bisa melukai tanganmu, yang mulia. ”Ucapnya dengan ekspresi tak berdaya.
An xia pun menganggukkan kepalanya. Namun, saat ia akan memetik bunga itu dengan hati hati.... tiba tiba seorang pelayan pun datang dan berkata. “Yang mulia, nyonya dan kedua nona muda Shen telah tiba di istana! ” Ucapnya yang memberi tahu.
An xia yang awalnya fokus kepada bunga mawar itu pun sedikit terkejut dan secara spontan menoleh kearah pelayan tadi. Akan tetapi, saat ia ingin membuka suara tiba tiba sebuah duri secara tidak sengaja menusuk jarinya dan meneteskan darah.
“Uh! ” Terdengar suara An xia yang melenguh rendah. Bukan karena sakit, namun itu hanya karena ia merasa terkejut saja.
Kini, kata kata kaisar Zhuang saat pertama kali memerintahkan mereka untuk melayani An xia pun kembali berdengung di ingatan mereka. ‘Aku memerintah kan kalian untuk melayani permaisuri ku dengan sebaik mungkin!.... jika sampai ia tergores apalagi sampai meneteskan darah, maka nyawa kalianlah taruhannya!! ’
Teringat akan hal itu, mereka semua pun segera berlutut dan berkata. “Yang mulia, kami bersalah!... kami pantas di hukum! ” Ucap mereka secara serempak.
Tidak seperti para pelayan pelayan itu, Annchi kini justru dengan sigap membersihkan darah di jari An xia menggunakan sebuah sapu tangan. “Yang mulia, apakah kau baik baik saja? ” Tanyanya dengan raut wajah khawatir.
Melihat betapa hebohnya mereka, An xia pun terkekeh kecil. “Aku baik baik saja! ” ia melirik kearah para pelayan yang lain dan berkata. “Kalian bangunlah, aku tidak akan menghukum kalian! ” Ucapnya dengan sebuah senyuman lembut.
Mendengar itu, para pelayan pun saling memandang dan bangkit berdiri. Syukurlah permaisuri mereka itu memiliki hati yang begitu mulia.
__ADS_1
Di sisi lain, Annchi kini nampak heran dengan sikap lembut yang An xia tunjukkan. Jika itu orang lain, mungkin mereka akan percaya percaya saja jika wanita berpangkat permaisuri ini memang lah seorang yang baik.
Namun, bagi Annchi sifat lembut itu pasti memiliki artian dan maksud maksud tertentu.
Tidak berselang lama setelah itu, Suara dari seorang wanita lain pun dapat terdengar. “Wah wah!.... memang seperti yang di rumor rumor kan, permaisuri kita memang sangat baik hati. ” Ucapnya dengan bumbu bumbu pujian.
Mendengar itu, An xia pun segera menoleh kearah sumber suara tadi. Dan tepat saat An xia menoleh, ia pun dapat melihat seorang wanita paruh baya dengan gaya yang begitu kemayu.
Tidak hanya wanita paruh baya itu. di belakangnya, An xia juga dapat melihat dua orang gadis muda seusianya dengan dandanan bak seorang putri.
Terlihat begitu mewah dan berkilauan!
Melihat sikap lancang yang tidak memberikan salam hormat kepadanya terlebih dahulu, bukannya marah An xia kini justru tersenyum dengan begitu ramah. “Kalian pasti nyonya besar Shen dan kedua nona muda Shen! ” Ucap An xia yang sama sekali tidak terlihat seperti seorang yang merasa tersinggung.
Namun lain hal nya dengan para pelayan yang melayani An xia. Mereka semua kini dengan kompaknya melemparkan tatapan tak suka kepada ibu dan dua anaknya itu.
Sungguh besar nyali mereka hingga bersikap bak seorang penguasa di hadapan penguasa yang sesungguhnya!!
Bahkan dua orang gadis muda yang tidak lain adalah kedua nona muda dari keluarga Shen itu dengan beraninya menatap mata An xia secara terang terangan.
An xia yang melihat hal itu pun tertawa keras di dalam hati. “Inikah kedua gadis yang ingin bersanding sebagai selir suamiku?.... cih, benar benar tidak tau etika!.... anjing saja akan merasa ragu menikahi mereka. ” Gumamnya yang melontarkan segala macam hinaan dalam hati.
Namun lucunya, raut wajah An xia kini nampak begitu tenang dengan sebuah senyum tipis di bibir nya.
Secara diam diam, An xia pun melirik kearah Annchi dan memberikan sebuah kode melalui tatapan mata. Sedangkan Annchi yang mengerti itu pun segera berkata. “Nyonya dan kedua nona muda Shen, permaisuri kami mengajak kalian untuk menikmati secangkir teh bersama.... itu pun jika kalian mau! ”Ucapnya dengan sebuah senyum penuh arti.
__ADS_1
Seperti nya Annchi kini sudah mulai paham mengapa An xia bersikap begitu baik dan lembut kepada pelayan tadi.