Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Menginap...


__ADS_3

Saat An xia akan kembali pulang, tiba tiba langit turun hujan, haripun juga sudah malam, Karena An xia malas terkena air hujan di malam malam seperti ini, akhirnya ia memutuskan untuk menginap di penginapan itu.


“Wah wah, sepertinya aku akan menginap di sini untuk semalam...”Gumam An xia pelan namun masih bisa di dengar oleh Rui dan Annchi.


“Nona, apakah anda akan menginap di sini?...” Tanya Annchi dengan mata berbinar.


An xia menatap Annchi dengan senyum lembut.“Sepertinya begitu, tadinya aku ingin pulang dan akan menjemput kalian keesokan hari...” Ucap An xia sambil memasang wajah yang terlihat pasrah.“Tapi karena hujan, aku akan menginap di penginapan ini dan akan pulang ke kediaman esok hari bersama kalian...”Ucapnya lagi.


Annchi yang mendengar itu merasa senag, walaupun dirinya baru beberapa jam bertemu dengan An xia, Tapi Annchi sudah sangat menyayangi An xia sampai tidak ingin jauh jauh darinya.


“Annchi, aku akan tidur bersama denganmu di kamar sebelah!...”Ucap An xia yang tidak ingin menyewa kamar lagi dengan alasn berhemat.


Annchi hanya membalas dengan anggukan, kemudian An xia bersama dengan Annchi keluar dari kamar itu menuju kamar yang ada di sebelah.


Saat An xia dan Annchi sudah berada di dalam kamarnya, An xia berniat untuk membersihkan diri sebelum tidur.


“Annchi, kau tidurlah lebih dulu, aku ingin mandi sebentar!..”Ucap An xia kemudian langsung pergi menuju kamar mandi.


Setelah beberapa lama, akhirnya An xia keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai pakaian tipis berwarna putih.


An xia melihat Annchi yang sudah tertidur pulas di lantai dengan hanya beralaskan selimut saja.


“Kenapa anak ini tidur di lantai?...” heran An xia saat melihat Annchi yang tertidur di lanati.


Tanpa basa basi, An xia menggendong tubuh kurus Annchi untuk tidur di ranjang berama denganya.


Lagipula mereka sama sama wanita bukan?.... jadi itu tidaklah masalah jika mereka tidur seranjang.


An xia merebahkan dirinya di samping Annchi, An xia memejamkan matanya berusaha untuk tertidur. Sebenarnya An xia adalah tipe orang yang sangat sulit untuk terlelap saat tidur kalau tidak sedang dalam keadaan lelah.


Perlahan tapi pasti, An xia akhirnya tertidur bersama dengan Annchi yang juga sudah tertidur sedari tadi.







Pagi sudah tiba, walaupun matahari hanya menampakkan sebagian dari dirinya, dan langit masih terlihat gelap.


An xia membuka matanya, ia kemudian berjalan menuju kamar mandi, Dan tak lama setelah An xia memasuki kamar mandi, Annchi terbangun dari tidurnya.


Saat Annchi membuka matanya dan ia sudah sadar sepenuhnya dari tidur, Annchi mengerutkan dahinya saat merasa temapat yang ia tiduri rasanya sangat empuk.


Annchi kemudian menyadari satuhal. ia tidaklah tidur di lantai, namuan saat ini ia sedang tertidur di atas ranjang.

__ADS_1


Annchi langsung terduduk bangun. “Tunggu!!....Kenapa aku bisa tertidur di atas ranjang, apakah nona yang membawaku tidur di sini?!!!!...” Tanya Annchi panik di dalam hati.


An xia keluar dari kamar mandinya, ia mendapati Annchi yang sedang melamun.


“Apa yang kau pikirkan Annchi?...” Tanya An xia tiba tiba yang berhasil mengejutkan Annchi.


Annchi menoleh dan menatap An xia. “ Nona, bagaimana bisa saya berada di sini?...” Tanya Annchi kepada An xia.


“Aku melihat kau tertidur di lantai, dan kau bisa masuk angin jika tidur di lantai seperti itu, karena itulah aku mengangkatmu untuk tidur di ranjang bersamaku.” Ucap An xia menjelaskan dengan santai.


“Apa?!!!...Nona, anda mengangkatku?!!!...” Tanya Annchi heboh dan hanya di balas anggukan oleh An xia.


Annchi dengan cepat turun dari ranjang dan berlutut di hadapan An xia. “ Nona, mohon beri hukuman kepada budak ini karena sudah menyusahkan nona!!...”


“Bagunlah, aku tudak punya waktu untuk menghukummu!... kita harus cepat cepat pergi menuju kediaman Jenderal sebelum hari benar benar pagi!!!...” Ucap An xia sambil mengeringkan rambutnya dengan kain.


 


Dan kini An xia bersama dengan Rui dan Annchi sudah bersiap untuk pulang ke kediaman jenderal.


Walaupun saat ini An xia menggunakan pakaian laki laki, tapi An xia membiarkan rambutnya tergerai sehingga ia tidak lagi tampak seperti seorang laki laki.


Setelah lama berjalan, akhirnya mereka betiga sampai di depan gerbang masuk kediaman Jenderal besar An, terlihat juga ada dua orang pengawal yang menjaga di samping kanan dan kiri gerbang.


Melihat itu, An xia langsung bersikap seperti layaknya nona muda bangsawan pada umumnya.


An xia berjalan dengan begitu anggun dan berwibawa, dan hal itu mampu membuat Rui dan Annchi merasa tertegun dengan perubahan nona mereka ini.


Kedua penjaga gerbang yang melihat kedatangan tiga orang itu, mengernyit saat melihat salah satu dari ketiga orang itu yang terlihat sangat tidak asing di mata mereka.


Saat ke tiga orang itu mendekat, alangkah terkejutnya mereka saat melihat wajah salah satu dari ketiga orang itu dengan jelas.


“No...nona pertama!!...apa yang anda lakukan di sini?!!...”Tanya salah satu penjaga dengan tekejut.


An xia menatap kedua penjaga itu dengan memasang senyum tipis yang memperlihatkan keanggunannya.“Buka gerbangnya, aku ingin masuk!!...”Ucap An xia lembut kepada dua penjaga itu dengan tetap bersikap anggun.


Tanpa bertanya lagi, kedua penjaga itu membuka gerbang kediaman An untuk mempersilahkan nona muda kediaman itu masuk.


An xia bersama dengan Rui dan Annchi memasuki kediaman itu, saat mereka masuk hanya terlihat sedikit pelayan yang terlihat, dan beruntung keluarga An xia masih terlelap dalam tidurnya, sehingga tidak ada dari mereka yang akan melihat An xia yang sedang menggenakan pakaian pria.


Sampailah mereka di paviliun milik An xia, saat An xia memasuki halaman paviliunnya, terlihat para pengawal dan pelayan yang berjaga semalam terkejut dengan kedatangan An xia.


Di fikiran mereka, Kapan nonanya itu keluar dari kamar?.... bagaimana nonanya itu bisa berada di luar kamar padalhan mereka tidak melihatnya keluar?..... dan mengapa nonanya berpakaian seperti laki laki, serta siapa dua orang yang berjalan di belakang nonanya itu?....


Pikiran mereka dipenuhi oleh banyakanya pertanyaan pertanyaan tenatang An xia.


An xia melirik salah satu pelayan yang berada di depan pintu kamarnya.“Kau, kemarilah!!!...” Perintah An xia kepada pelayan itu.


Pelayan itu patuh, ia segera menghampiri nonanya itu. “Ya nona, apa yang bisa pelayan ini bantu?...” Tanya pelayan itu dengan begitu sopan.

__ADS_1


“Bawa mereka ke kamar yang ada di belakang kediamanku!!!...”Perintah An xia kepada pelayan itu.


“Baik, nona!...” Jawab pelayan itu dengan patuh.


Setelah itu, pelayan yang di perintahkan An xia tadi menunjukan jalan kepada Rui dan Annchi.


An xia kemudian berjalan memasuki kamarnya, namun sebelum itu, An xia berhenti tepat di hadapan salah satu pelayan yang lain.


“Pastikan semua orang yang melihatku berpakaian seperti ini membungkam mulutnya!!!...” Perintah An xia dengan wajah datar dan tatapan dingin kepada pelayan itu.


Pelayan itu mengangguk, dan tanpa basa basi pelayan itu pergi untuk melaksanakan tugasnya.


An xia pun masuk ke dalam kamarnya, kemudian ia mengganti pakaian prianya dengan pakaian seorang wanita.


Karena hari masih terlalu pagi, An xia memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berjalan jalan mengelilingi kediaman seraya menikmati segarnya udara di pagi hari.


Setelah lama berjalan jalan, akhirnya langit sudah mulai lebih terang. Saat ditengah perjalananya, An xia melihat An changyi yang sudah terlihat rapih.


An xia berjalan mendekati ayahnya itu untuk menyapa.“ Ayah!...” Panggil An xia dari kejauhan.


An changyi menoleh saat mendengar suara An xia.“Xia'er, kau sudah bengun sepagi ini?” Tanya An changyi kepada putrinya itu.


An xia mengangguk, kemudian ia menatap ayahnya itu.“ Ayah, ada sesuatu yang ingin putrimu ini bicarakan...” Ucap An xia yang menampilkan ekspresi wajah yang ragu ragu.


Melihat putrianya yang seperti itu, An changyi menepuk bahu An xia pelan. “Katakan saja apa yang ingin kau katakan, tidak perlu ragu!!..” Ucap An changyi dengan lembut.


An xia menatap ayahnya itu dengan senyum lembut. “ Ayah, aku baru saja membawa ke sini dua orang untuk menjadi pelayan dan pengawal pribadiku, apakah ayah tidak keberatan dengan keputusan putimu ini?...” Tanya An xia dengan wajah memelas.


Karena melihat wajah putrinya yang memelas itu, An changyi tidak tega untuk mengatakan keberatan kepada putri kesayangannya ini.


“Ayahmu ini tidak mungkin keberatan, kau bisa melakukan apapun yang kau mau, asalkan itu bukan hal yang salah...” Ucapnya dengan lembut kepada An xia.


An xia menatap ayahnya itu dengan mata binar. “Putrimu ini berterimakasih atas kebaikan Ayah!...” Ucapnya dengan senyum manisnya.


“ *Hanya butuh wajah memelas saja untuk mendapat persetujuan dari Jenderal ini*!!!...” Ucap An xia sambil tersenyum licik dalam hati.


Kemudian An xia melihat ayahnya itu yang sepertinya sedang terburu buru. “ Putrimu ini lihat kalau ayah saat ini sedang terburu buru, hal apakah yang membuat ayah sampai terburu buru seperti itu?...” Tanya An xia dengan sikapnya yang sangat sopan.


“Ayahmu ini akan pergi ke istanah untuk menghadiri rapat penting, ini mengenai penyerangan yang waktu itu...” Jawab An changyi.


Lalu An changyi melihat langit yang semakin lama semakin terang. “ Sepertinya aku harus berangkat sekarang juga!!...” Ucapnya lagi.


An xia menundukkan kepalanya, kali ini ia sedang berpura pura merasa bersalah. “Kalau begitu, maafkan putrimu ini yang sudah membuang buang waktu ayah yang berharga...” Ekspresi wajah An xia begitu terlihat alami.


Entah mengapa saat ini yang merasa bersalah adalah An changyi. “Bukan begitu, Ini bukan salahmu, ayah tidak bermaksut untuk membuatmu merasa bersalah seperti itu!!!...” Ucap An changyi dengan perasaan bersalah.


An xia mengangguk, kemudian ia berkata. “Putrimu ini mengerti, kalau begitu putrimu ini ingin pamit untuk kembali ke kamarnya...” Ucap An xia yang berpamitan.


“ Baiklah kalau begitu, ayahmu ini juga harus pergi!!..” Ucap An changyi.

__ADS_1


Setelah itu, An xia berjalan kembali ke paviliunnya. Saat sudah berada di depan pintu kamar, An xia menyuruh pelayannya memanggil Rui dan Annchi untuk ke kamaranya karena An xia ingin membicarakan sesuatu.


 


__ADS_2