
Dari arah belakang, sosok Fai dan Annchi pun muncul bersama dengan beberapa budak yang baru saja mereka beli.
An chen sedikit membalikkan tubuhnya untuk menengok orang orang tersebut, wajahnya yang polos kini nampak dengan sebuah ekspresi yang begitu misterius.
“Kalian! ” panggilnya dengan nada ringan.
Para budak yang baru saja di beli itupun segera menoleh dan menatap ke arah An chen untuk sekilas sebelum kembali menunduk.
Sedangkan An Chen yang melihat mereka menundukkan kepala pun terkekeh. “Kalian, apakah kalian tau mengapa aku membawa kalian kesini? ” Tanyanya dengan nada bicara yang terdengar santai.
Orang orang berkulit hitam itupun saling melirik satu sama lain sampai pada saat salah satu di antara mereka maju selangkah dan berkata. “Kami tidak tau, tuan muda! ” Jawabnya dengan bahasa Mandarin yang terdengar lumayan fasih.
Senyum di wajah An chen sampai saat ini masih tetap utuh, ia membalikkan badannya dan menatap orang yang berbicara tadi. “Jangan menundukkan kepala jika kalian tidak mau kepala kalian terputus!! ” Ucapnya dengan tegas.
Mendengar itu orang orang berkulit hitam itu tadi pun bergidik ngeri, sedari awal mereka sudah tau kalau bocah laki laki di hadapannya ini... tidak sederhana.
Sadar kalau An chen baru saja memberikan sebuah ancaman kepada mereka, merekapun dengan segera mendongakkan kepalanya.
“Tuan muda, kami semua adalah pelayanan!.... silahkan memberi perintah. ” Ujar seorang yang lain dengan begitu merendah.
An chen pun menggelengkan kepalanya, kemudian bocah laki laki itu berkata. “Siapa yang bilang kalian akan menjadi pelayanan?..... asal kalian tau aku membawa kalian kemari adalah untuk dijadikan seorang prajurit!! ” Jelasnya.
Mendengar itu, mata merekapun seketika berbinar. Menjadi seorang prajurit itu sama saja menjadi seorang pejuang!.... sebuah posisi yang lebih membanggakan ketimbang menjadi seorang pelayan.
An chen ingin mengeluarkan kata kata lagi. Namun, sebelum mulutnya sempat terbuka dan mengeluarkan suara.... tiba tiba dari kediaman, suara seorang pria pun terdengar dan menyela.
“Tuan muda kelima, anda telah datang kemari rupanya! ” Ucap orang itu.
Merasa di panggil, An chen pun segera menoleh untuk menatap. orang yang sedang berbicara dengannya barusan. “Rui, kau disini?... mengapa dan sejak kapan? ” Tanyanya dengan heran.
__ADS_1
Nampak saat ini Rui menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal dengan ekspresi canggung di wajahnya. “Sebenarnya.... nona pertama memilihku untuk menjadi orang yang melatih pasukan disaat ia tidak bisa memberi bimbingan! ” Kemudian pandangan Rui pun beralih untuk menatap sekumpulan orang orang yang An chen bawa tadi. “... Nah!.... Kalian pasti orang yang tuan muda pilih bukan? ” Tanyanya.
Mereka tidak menjawab, namun hanya menganggukkan kepalanya dengan kaku.
Melihat itu, Rui pun segera berkata. “Kalau begitu kalian ikutlah denganku!... aku akan mengantar kalian ke kamar yang telah di siapkan! ” Ia memberi jeda untuk memberi kesempatan bagi dirinya mengambil nafas. “... Setalah acara pernikahan selesai, ia sendirilah yang akan melatih kalian dibawah bimbingannya.... sementara nona kami tidak ada, akulah yang akan melatih kalian! ” Ucapnya panjang lebar.
Mereka semua menganggukkan kepalanya dan berkata. “Baik, kami siap menerima perintah! ” Ucap mereka dengan serempak.
Rui pun menganggukkan kepalanya dengan begitu puas, kemudian ia membalikan badannya dan segera melangkah pergi diikuti oleh orang-orang tadi.
Sedangkan An chen yang melihat kepergian merekapun hanya bisa terdiam kaku dengan sudut mata yang berkedut akibat rasa kesal. “Rui sialan!!.... orang yang seharusnya menjelaskan semua hal kepada mereka adalah aku!!!! ” Gumamnya yang memaki dalam hati.
Annchi yang melihat wajah suram An chen pun sedikit mendekat dan berkata. “Tuan muda, apa yang sedang anda pikiran? ” Tanyanya dengan penasaran.
An chen tidak menjawab. Namun, ia langsung pergi keluar dari kediaman tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Melihat itu, Annchi dan Fai pun segera mengikutinya. “Tuan muda, anda ingin kemana?! ” Tanya dua orang itu dengan kompak.
...»»————>❀<————««...
Sedangkan di sisi lain saat ini, seorang pelukis kini nampak sedang begitu fokus untuk melukis sosok cantik bak dewi dari arahan seseorang.
Pelukis itu adalah pelukis ahli yang sangat terkenal, sedangkan orang yang kini mengarahkannya untuk melukis wajah seorang gadis cantik adalah orang dengan kedudukan tinggi.
Walaupun bukan seorang kaisar, namun orang itu adalah seorang raja!
Dengan hati hati dan teliti, sang pelukis itu menorehkan cat kepada sebuah kertas sehingga perlahan demi perlahan membentuk wajah seorang gadis yang begitu menawan.
Dalam hati, sang pelukis yang melihat ke cantik kan gadis dalam lukisan nya pun bergumam. “Apakah sosok gadis ini benar nyata adanya?.... dia lebih seperti sosok dewi dari kayangan! ” Gumamnya yang menganggap bahwa sosok di lukisan itu hanyalah sebuah objek ilusi.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, lukisan sosok gadis itupun akhirnya telah jadi.
Melihat itu, sosok pria dengan pangkat seorang raja pun berjalan mendekat dengan binar di matanya.
Tangan raja itu terulur, karena cat pada lukisan masih basah dan ia takut merusak lukisan itu.... maka tangannya pun hanya bisa mengambang di atas permukaan kertas.
Bibir Raja Bai Zhen itu terbuka dan tertutup, seolah olah saat ini ia sedang bergumam tanpa suara dengan diri sendiri. “Mirip, benar benar sangat mirip dengannya!” Gumamnya dengan rasa kagum.
Kemudian, pandangan Raja Bai Zhen pun beralih untuk menatap kearah sang pelukis. “Sang ahli pelukis, tidak heran gelar itu di sandang olehmu! ”Ujarnya kemudian sebuah senyum penuh arti pun terlukis di wajahnya. “Ambillah upah dari kerja kerasmu ini! ”Ucapnya lagi seraya memberikan sekantung koin emas.
Nampak sang pelukis saat ini tengah menatap sekantung koin emas itu dengan mata yang berbinar.
Tangganya pun terulur untuk menerima sekantung koin emas tersebut. Namun, saat tangannya benar benar terulur.... tiba tiba sebuah pedang yang terayun dari arah samping pun mengenai tangannya hingga putus.
Sontak, sang pelukis tadi pun menjerit kesakitan dengan darah yang mengalir dan membasahi lantai istana.
Selagi sang pelukis menjerit kesakitan, Raja Bai Zhen pun kini menatapnya dengan sebuah senyum mengerikan. “Itu adalah hadiah tambahan dariku!.... ” Pandangan nya pun kini beralih untuk menatap sosok gadis dalam lukisan. “... Lukisan yang begitu indah, tidak akan aku biarkan ada duplikat yang sama!! ” Ucapnya lagi.
Raja Bai Zhen melirik pengawalnya yang tadi menebas tangan sang pelukis dan memberikannya sebuah isyarat.
Sang pengawal yang mengerti pun segera menyeret pelukis tadi untuk segera pergi dari ruangan itu dan membiarkan sang raja menghabiskan waktu berdua saja dengan lukisannya.
Setelah pengawal dan pelukis tadi pergi, Raja Bai Zhen pun kini menatap dengan penuh hasrat kepada sosok gadis cantik dalam lukisan.
Sosok gadis dalam lukisan itu nampak terbang di bawah cahaya bulan, rambut panjang gadis itu dilukiskan dengan indah sehingga terlihat menyerupai selendang sutra yang berkibar dengan indahnya akibat terpaan angin.
Semenjak pandangan pertama, Raja Bai Zhen itu pun telah jatuh hati kepada kecantikan gadis itu. Bayang bayang wajah gadis itupun tidak pernah hilang dari pikiran serta hatinya.
“Hei gadis, siapa kau?!.... dan dimana kau saat ini berada?!! ” Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Raja Bai Zhen itu menutup matanya, mencoba untuk memutar kembali ingatannya di saat ia pertama kali melihat sosok gadis yang melesat dengan cepat di malam hari.
Tangannya kini menyentuh tempat di mana jantung nya berada, dirasakan nya detak jantung yang begitu kuat dan seolah olah meronta ingin keluarga. “Kau telah mengganggu pikiranku, maka bersiaplah untuk menjadi milikku.... wahai gadis cantik!! ” Gumamnya lagi pada sosok dalam lukisan.