
Tatapan mata kaisar Zhuang itu seketika menggelap di saat telinganya mendengar dengan jelas apa yang An xia katakan barusan.
Melihat hal itu, An xia pun tersenyum. Rupa rupanya suaminya itu telah terpancing dengan kata kata yang ia ucapkan tadi. “Aku rasa dia sangat menggilai ku, bagaimana jika suatu hari aku memilihnya?..... apakah kau akan menerima hal itu?! ” Tanyanya dengan senyum penuh arti di bibir merah menggodanya itu.
“Bersamanya? ” Tanya kaisar Zhuang dengan geraman marah.
Tiba tiba, tangan kaisar itu menarik pinggang ramping An xia hingga jarak di antara mereka hanya sebatas pakaian yang mereka kenakan saja. “Walaupun kau mati aku tetap tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dariku!!! ” Ucapnya dengan tegas.
Bahkan, kaisar itu kini tak lagi merasa ragu untuk memojokkan istrinya ke dinding dan menerkam bibir mungil yang baru saja mengeluarkan kata kata beracun nya tadi.
Sedangkan An xia yang di pojok kan di dinding seperti itu pun hanya pasrah dan dengan senang hati menyambut permainan suaminya itu dengan cukup lihai.
Kedua mata mereka sama sama terpejam, jantung mereka pun berdetak dengan cepat selagi bibir mereka kini menyatu dan menciptakan suara suara decak kan yang begitu menggoda.
Tangan An xia kini mendorong kepala kaisar Zhuang dari belakang untuk memperdalam ciuman mereka. Sedangkan kaisar Zhuang yang mengetahui apa yang istrinya itu inginkan pun semakin terpancing.
Setelah beberapa saat, kaisar itu pun melepaskan bibir An xia dan berkata. “Kau sendiri yang menginginkannya!....jadi jangan menyesalinya nanti.” Ucapnya kemudian kembali mendaratkan sebuah ciuman mesra di bibir itu.
Kaisar Zhuang sedikit menekan kepala An xia di dinding ruangan guna memudahkannya dalam menikmati setiap kelembutan dan rasa manis yang bibir mungil itu sajikan untuk nya.
Lidah mereka pun kini saling menyapa dan memberikan sentuhan sentuh lembut yang sungguh menggairahkan. Namun, di tengah permainan mereka.... An xia secara tiba tiba mendorong tubuh kaisar Zhuang dan segera melangkah pergi dari ruangan itu.
Melihat istrinya yang ingin kabur, kaisar Zhuang pun mengikutinya dan berkata. “Mau kemana?.... jika kau ingin kabur, maka itu akan sia-sia aja! ” Ucapnya dengan seringai licik.
Mendengar hal itu, An xia pun membalikkan badannya dan berkata. “Kau tidak berfikir akan melakukannya di sini bukan?” Wajahnya kini memerah, terlihat malu malu namun semakin menggoda bila di pandang. “Jika kau menginginkannya.... maka ikutlah dengan ku! ” Ucapnya lalu kembali melangkahkan kakinya.
...»»————>❀<————««...
__ADS_1
An xia melangkahkan kakinya menuju ke suatu tempat. Sesekali ia juga menengok ke belakang dan melemparkan sebuah senyuman menggoda kepada pria yang sedari tadi mengikuti langkahnya dari belakang.
Sembari terus melangkahkan kakinya mengikuti sang pujaan hati. kaisar Zhuang pun menatap An xia dengan tatapan penuh cinta dan kelembutan, namun jika di perhatikan... ada sebuah api membara dalam tatapan pria itu.
Sudah sangat jelas bahwa kaisar Zhuang saat ini benar benar menahan hasratnya yang ingin segera di salurkan.
Apalagi saat kedua matanya melihat dengan jelas bagaimana istrinya itu berjalan dengan pinggul yang melenggak lenggok seakan akan ia mengundangnya untuk segera memulai permainan.
Setibanya mereka di dalam sebuah kamar. An xia pun segera membalikkan badannya guna berhadapan dengan pria yang tidak lain adalah suaminya itu.
Kaisar Zhuang menutup pintu itu dengan rapat. Tidak perduli apakah suara suara ambigu nanti akan terdengar hingga luar, namun setidaknya ia dan istrinya tidak akan terganggu dengan seseorang yang masuk ruangan tanpa izin.
Setelah memastikan bahwa pintu tertutup rapat, kaisar Zhuang pun melangkahkan kakinya mendekat kearah An xia dengan tatapan lapar.
An xia yang melihat tatapan lapar bak serigala buas yang akan memangsa nya itu pun melangkah mundur. Bukan untuk menghindar apalagi kabur, namun ia memancing kaisar Zhuang untuk mendekat ke arah ranjang.
Dan saat ia sudah berada di dekat ranjang, kaisar Zhuang pun mendorong tubuhnya hingga ia terjatuh dan terbaring terlentang di atas ranjang tadi.
Salah satu tangan kaisar Zhuang terjulur dan mengusap pipi An xia dengan lembut. “Percayalah aku tidak akan membiarkannya merebut mu dariku! ” Ia menundukkan kepalanya, mencium dan menghirup aroma wangi di leher putih itu dalam dalam. “Kau adalah milikku, dan akan selamanya menjadi milikku! ” Ucapnya lagi dengan begitu tegas.
Mendengar itu, An xia pun menoleh dan menatap mata kaisar Zhuang dengan tatapan mata sayu. “Aku menginginkan mu saat ini!” kedua tangannya ia lingkaran di leher kaisar Zhuang dan menariknya agar semakin mendekat. “Berikan kepadaku! ” Ucapnya lagi dengan suara lirih, lebih terdengar seperti bisikkan yang menggoda.
“Jika memang itu yang kau inginkan, maka kaisar ini akan dengan senang hati memberikannya kepadamu!” Balasnya dengan suara yang tidak kalah menggoda.
Ruangan tanpa penerangan itu terlihat begitu gelap, apalagi dengan pintu dan jendela yang tertutup dengan begitu rapat. Suasana yang semula nampak sepi itu pun kini telah di ramaikan dengan suara suara merdu dari desahan desahan yang memabukkan akal.
Kabut asmara pun perlahan mulai tercipta dengan seiring berjalannya tragedi di antara dua sejoli yang sedang memadu kasih itu. Menuntun mereka untuk semakin larut dalam gairah masing-masing.
__ADS_1
...»»————>❀<————««...
Cahaya rembulan kini bersinar dengan terang di tengah malam yang sunyi setelah berakhirnya sebuah tragedi penuh kasih tadi.
Suara serangga malam pun samar samar dapat terdengar dan mewarnai kesunyian malam yang di iringi dengan hembusan angin sejuk yang menerpa dedaunan pohon yang rindang.
Sepasang mata yang awalnya terpejam kini perlahan terbuka dan memperlihatkan rasa letih pada kedua pancaran mata tersebut.
Walaupun ia masih belum sepenuhnya sadar, namun An xia kini dapat merasakan adanya sepasang tangan yang memeluk tubuhnya dengan begitu erat.
An xia yang merasa terganggu akibat pelukan kaisar Zhuang yang terlalu kuat itu pun menggeliat dan berusaha menyingkirkan tangan tangan itu darinya.
Sedangkan kaisar Zhuang yang merasakan pergerakan kecil itu pun ikut terbangun dan mendapati bahwa sang istri yang saat ini berusaha melepaskan diri dari pelukannya. “Apa yang kau lakukan? ” Suaranya yang sedikit serak itu terdengar menggelitik di telinga An xia. “Ini masih sangat larut, sebaiknya kau kembali tidur! ” Ucapnya lalu mendaratkan sebuah kecupan lembut di kening An xia.
Masih dengan ekspresi wajah yang terlihat letih, An xia pun menatap kaisar Zhuang kemudian berkata. “Aku haus! ” ucapnya dengan sedikit nada manja.
Kaisar Zhuang yang mengerti itu pun segera turun dari ranjang dan mengambilkan segelas air untuk menghilangkan rasa haus yang mengganggu tidur istrinya itu.
“Duduklah dan minum air ini! ” Perintahnya dengan lembut seraya membantu An xia untuk bangkit dan terduduk.
An xia menerima air itu dan dengan perlahan meminumnya. “Terimakasih! ” Ucapnya setelah menghabis air tersebut.
Kaisar Zhuang hanya menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Sekarang kau ingin tidur? ” Tanyanya.
An xia menggelegar kan kepalanya, entah kenapa ia saat ini merasa enggan untuk tidur kembali. Dan dengan santai, An xia pun menyenderkan kepalanya di dada bidang kaisar Zhuang. “Aku heran!... ” Ucapnya secara tiba tiba.
Mendengar itu, kaisar Zhuang pun menundukkan kepalanya dan menatap ke arah wajah cantik yang saat ini juga sedang menatapnya itu.“Soal apa? ”Tanyanya dengan alis kanan yang terangkat.
__ADS_1
“Apakah kau tidak merasa heran?.... bagaimana bisa Raja itu menaruh hati padaku sedangkan ia sama sekali belum pernah bertemu apalagi mengenal ku secara langsung!? ” Tanyanya yang benar benar merasa heran akan hal ini.
Tidakkah seharusnya raja itu membencinya sama sepertinya ia membenci kaisar Zhuang?.... lalu bagaikan bisa raja itu malah menaruh hati pada istri dari musuh terbesar nya sendiri?