Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Hampir saja!!


__ADS_3

Wajah sedih dengan disertai air mata itu. mampu membuat semua orang yang melihatnya merasa kasihan, mereka seolah olah dapat merasakan kesedihan yang sama dengan apa yang gadis itu rasakan.


Dalam pikiran mereka. Nona pertama An, atau An Xia, sangatlah menyayangi kedua selir itu layaknya seperti ibu kandungnya sendiri.


“Sungguh gadis yang malang!.... dia begitu baik, namun harus kehilangan dua ibu sekaligus. ” Ucap seorang wanita yang menatap kasihan kepada An Xia.


Seorang wanita yang ada di sampingnya dan mendengar ucapan wanita yang tadi pun mengangguk. “Nona pertama An sangatlah baik!.... walaupun mereka hanyalah selir, tapi dia sangat menyayanginya! benar benar berhati mulia!” Ujarnya sambil menyeka air matanya yang hampir jatuh itu.


“Siapa yang melakukan hal sekejam ini!!.... lihatlah, mereka membuat gadis malang itu mengais!” Ucap seorang pria dengan geramnya.


“Kau benar, orang yang melakukan ini semua benar benar kejam!! tidak bisa di maafkan!!” Sahut pria lain yang tidak kalah geramnya dengan kematian kedua selir itu.


Sedangkan An Changyi yang melihat kesedihan putrinya itupun berjalan mendekat. “Xia’er, tenangkan dirimu! jangan menangis seperti ini!.” Ucapnya sambil memeluk tubuh putrinya itu.


Dalam pelukan An Changyi, An Xia masih belum menghentikan tangisnya. “Ayah, mereka belum mati!!... mereka.... mereka pernah bilang kalau mereka sangat menyayangiku dan tidak akan meninggalkanku!!” Ucapnya dengan sedikit memberontak di dalam pelukan ayahnya itu.


Melihat itu, An yueyin pun mendekat. “Xia’er, Kembalilah ke kamarmu!.... biarkan ayahmu menangani masalah ini. ” Tangan An yueyin terulur dan mengusap air mata yang membasahi wajah cantik putrinya itu. “Xia’er, jika kita terus membiarkan kedua ibu selir mu dalam keadaan seperti ini, hal itu sama seja menyiksa mereka dalam kematian!” Ujarnya dengan lembut.


Kemudian, wanita itu melirik kearah pelayan pribadi putrinya. “Annchi, antar nona mu kembali ke kamarnya!” Ucap An yueyin yang memberi perintah.


Annchi pun menganggukkan kepalanya dengan patuh. “Baik nyonya!” Kemudian ia melirik An Xia dengan mata yang berair. “Nona.... mari! ” Ucapnya lagi dengan suara serak.


Mendengar itu, An Changyi pun melepaskan putrinya dari pelukannya. “Xia’er, tidak apa apa....kau, pergilah!” Ucapnya dengan lembut dan dibalas dengan anggukan lemah dari An Xia.


Dalam hati, An Xia menghela nafas. Baginya bersandiwara seperti ini cukup melelahkan, namun dampak dari sandiwaranya itulah yang menyenangkan.


Sebelum gadis itu melangkahkan kakinya untuk kembali ke kamarnya. Ia terlebih dahulu menoleh kearah kedua selir. Hemp!! bersyukurlah karena aku masih berbaik hati dengan tidak menjadikan mayat kalian sebagai makanan anjing liar!!” Ucapnya dengan begitu sinis dalam hati lalu melangkah pergi.


Sungguh sifat yang jauh berbeda dengan apa yang ia tunjukkan di hadapan semua orang!!!


Di sisi lain, An yueyin saat ini juga tengah menatap kedua mayat selir itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Dalam hati, An yueyin merasa turut berduka atas kematian mereka. Namun, di saat yang bersamaan, dirinya juga merasakan perasaan lega.

__ADS_1


An yueyin tidak tau mengapa perasaan lega itu bisa hinggap di hatinya ketika dirinya melihat sebuah kematian yang begitu mengerikan.


Mungkinkah karena mereka adalah wanita wanita yang menjadi benalu bagi rumah tangganya?..... dan karena itukah dirinya merasa lega?


Mungkin saja!!


Bukankah dengan kematian kedua selir itu, satu satunya wanita yang dimiliki oleh suaminya hanya dirinya seorang.


Perlahan dan tanpa sadar, sebuah senyum tipis pun terbit di bibir An yueyin. Entah apa maksud dari senyuman itu, tidak ada yang tau!


Namun tak berselang lama, tiba tiba senyum itu menghilang dalam sekejap disaat pendengarannya menangkap suara seorang pemuda yang berteriak ke ayahnya. “Ibunda!!” Panggil sang pemilik suara dari kejauhan.


Saat An yueyin menoleh, ia bisa melihat dua orang laki laki dengan usia yang berbeda sedang berlari kearahnya.


“Putraku, An zhuting, An chen. Mengapa kalian kemari?” Tanya An yueyin.


An zhuting, sang anak pertama pun menjawab. “Aku kemari untuk melihat apa yang terjadi dengan kedua ibu selir! ” Kemudian ia melirik kearah seorang bocah laki laki di sebelahnya. “Begitu juga dengan An chen. ” Ucapnya lagi.


Mendengar perkataan putranya itu, An yueyin melirik kearah dimana mayat kedua selir itu tergeletak. “Mereka ada di sana! ” Tunjuk nya dengan ekspresi wajah tak berdaya.


Sedangkan An Changyi yang melihat kedatangan kedua putranya itu segera berkata. “An zhuting, kemarilah!..... ada sesuatu yang perlu ku bicarakan kepadamu.” Kemudian, pandangannya terarah kepada putranya yang paling kecil. “An chen, mengapa__ kenapa kau kesini?!!.... cepat pergi!!” Usir nya dengan tegas.


An chen, putranya itu masih terlalu muda dan juga belum pantas untuk melihat hal yang mengerikan seperti ini.


Daripada pemandangan mengerikan itu mengakibatkan dampak buruk bagi putra kecilnya, lebih baik An Changyi segera menyuruhnya pergi.


An chen yang masih ingin melihat itupun merasa enggan untuk pergi. “Tapi ayah, aku masih ingin___” Sebelum bocah itu sempat menyelesaikan ucapannya, An yueyin lebih dahulu menyela.


“An chen, putraku. Apakah kau tidak dengar?.... ayahmu telah menyuruhmu pergi, maka jangan membantah! ” Perintahnya dengan lembut. Namun, saat melihat putra kecilnya itu masih terdiam, An yueyin pun menambahkan. “Kakak keduamu saat ini sedang bersedih. tidak kah kau ingin menghiburnya?”


Sebagai seorang ibu, An yueyin tau betul kalau putranya yang satu itu sangat menyayangi An xia semenjak gadis itu mengajarinya bagai mana cara memanah yang benar tempo hari yang lalu.


Sesuai dugaannya, An chen kini memasang wajah terkejut dan khawatir saat mendengar perkataan An yueyin barusan.

__ADS_1


“Dimana kakak kedua sekarang?!! ” Tanya An chen dengan sedikit berteriak.


“Di kamarnya!” Jawab An yueyin singkat.


Setelah mendengar jawaban yang ia butuhkan, An chen pun segera mengambil langkah seribu untuk segera menemui An Xia, sang kakak tercinta.


...»»————>❀<————««...


Di sisi lain, saat An Xia baru saja menginjakkan kakinya masuk kedalam kamar. Dari arah samping sebuah tangan kekar menarik dan mengangkat tubuhnya secara tiba tiba.


Mata An Xia terbelalak, begitu juga Annchi yang secara tidak sengaja melihat detik detik dimana sang kaisar Zhuang dengan romantis mengangkat tubuh nonanya dan menggendongnya ala pengantin.


Annchi tersipu malu. karena tidak ingin menggangu dan menjadi duri dalam daging, ia pun memutuskan untuk segera pergi dari kamar itu.


Di saat Annchi telah menghilang pergi. An Xia pun segera membuka suara. “A-Zhu, apa yang kau lakukan?!!” kemudian pandangannya terarah kepada pintu yang masih terbuka. “Bagaimana jika ada yang melihatnya?!! ” Tanyanya dengan sedikit mendesis.


“Hem? biarkan saja!” Balas kaisar Zhuang dengan acuh.


Kemudian, dengan lembut ia mendudukkan tubuh An Xia di pinggiran ranjang selagi dirinya berlutut di hadapan gadis itu dan mencium perut di mana anaknya tumbuh saat ini.


“Bagaimana perasaanmu saat ini?” Tanya kaisar Zhuang secara tiba tiba.


An Xia mengernyitkan dahi, sedikit merasa bingung dengan pertanyaan barusan. “Aku.... baik! ” Ucapnya dengan sedikit ragu. “Dan, kenapa kau tiba tiba menanyakannya? ” Ia bertanya balik.


Bukannya menjawab, kaisar Zhuang justru tersenyum. tangannya kemudian terulur dan menangkup kedua sisi wajah An Xia. “Kau sangat cantik, aku mencintaimu! ” Ucapnya yang semakin membuat An Xia merasa terheran heran.


Dalam hati, An Xia bertanya. apakah kaisar di hadapannya ini sedang mabuk atau....


“A-Zhu, apakah kau sedang merayu ku? ” Tanya An Xia dengan alis kanan yang terangkat.


“Masih bertanya! bukankah itu sudah jelas?!” Balas kaisar Zhuang dengan ketus, kemudian salah satu ibu jarinya menyentuh bibir An Xia dengan lembut. “Aku menginginkannya! ” Ucapnya lalu semakin mendekatkan wajahnya.


An Xia yang menyadari kalau kaisar itu ingin menciumnya pun hanya diam dan menutup matanya untuk bersiap siap menerima ciuman.

__ADS_1


Namun, saat kedua bibir itu hampir bertemu, tiba tiba teriakkan seseorang pun terdengar dan mengejutkan dua orang yang ingin berciuman tadi.


“Kakak kedua!!!”


__ADS_2