
Jika ombak di laut menenggelamkan, maka semburan api An Xia lebih mematikan dan menghanguskan.
Dengan botol berisi minyak tanah di tangan kanan dan obor di tangan kirinya, gadis itu mampu menciptakan sebuah keajaiban bagai seekor naga yang menyerang musuh menggunakan nafas api.
Gadis itu memang tidak terduga, entah dari mana sumber pemikiran gadis itu. Tapi yang jelas, kegilaan gadis itu sudah berada di puncak kejayaannya.
Melihat apa yang An Xia lakukan, kaisar itu hanya bisa terdiam selagi tatapannya terus terpaku kepada sosok An Xia.
Seorang gadis dari kediaman An itu....... adalah sesuatu!!
Pertama, kaisar itu mengenal An Xia sebagai gadis licik nan cerdik seperti ular. Namun yang tidak di sangka sanga, ular itu ternyata adalah seekor naga betina?
Kaisar itu perlahan menyentuh dadanya yang berdebar dengan kencang. “Selama ini..... aku mencintai seorang siluman? ” Gumamnya dalam hati.
Kemudian pandangan kaisar itu melirik keadaan para perajurit yang terkena semburan api An Xia.
Mengerikkan!!
Keadaan mereka kini tidak lebih seperti tikus bodoh yang terbakar oleh api yang mereka sulut sendiri. Lalu, pandangannya kembali untuk menatap gadis jelmaan itu.
Beberapa perajurit yang lainnya maju untuk menyerang. Namun, An Xia lagi lagi menggunakan nafas apinya untuk melawan mereka.
Wuuusssss!!!
Kobaran api yang begitu besar itu membakar kulit para perajurit, dan hal itu membuat pasukan mereka tak berdaya di hadapan An xia yang bagaikan seekor naga ilahi utusan para dewa.
Para perajurit itu tidak bodoh. Mengetahui yang mereka lawan bukanlah manusia, merekapun memutuskan untuk mundur dan bersembunyi dari amukan si jago merah yang berasal dari gadis cantik itu.
Seorang perajurit pun berteriak kepada yang lain. “Mundur!!!..... Selamatkan diri kalian dari siluman itu!!! ” Saat mendengar teriakan perajurit itu, perajurit yang lainpun langsung bergegas meninggalkan tempat itu dengan beberapa luka bakar yang cukup parah di kulit mereka.
Tempat yang tadinya ramai pun kini terlihat sepi saat para perajurit itu telah pergi. Kini yang bisa An Xia dengar hanyalah suara serangga malam yang sedang bernyanyi.
An Xia pun tersenyum dengan penuh kepuasan saat melihat lawannya telah kalah dan melarikan diri seperti seekor anjing yang terkena pukulan tongkat.
Kemudian gadis itu menoleh ke samping untuk melihat kaisar. “Bagaimana___” Ucapan An Xia tersendat untuk beberapa saat, kemudian ia kembali berkata. “Kenapa kau menatapku seperti itu?!! ” Gadis itu bertanya dengan nada kesal saat melihat tatapan bodoh dari kaisar.
Kaisar itu masih diam dan menatap An Xia dengan tatapan aneh. Ia ingin menjawab pertanyaan gadis itu, namun rasa terkejut di hatinya seolah olah menjadi gembok yang mengunci mulutnya.
Karena tidak ada jawaban, An Xia pun melangkahkan kakinya mendekat kearah Kaisar itu.
__ADS_1
Plak!!
Sebuah temukan keras dari telapak tangan An Xia mengenai kedua pipi Kaisar itu. Dan hal itu berhasil menyadarkan Kaisar itu dari lamunannya.
Dengan kedua tangan yang masih berada di pipi Kaisar, An Xia berkata. “sadarlah!!! ” ucapnya dengan suara keras. “Apakah kau berfikir aku siluman?..... jangan konyol!!! aku masih manusia!!! ” Ucapnya yang mengetahui isi dari pikiran Kaisar itu.
Kaisar itu merasakan rasa panas di pipinya akibat tepukan keras dari kedua telapak tangan gadis kesayangannya. Kemudian ia menggenggam kedua tangan An Xia selagi matanya menatap mata An Xia dalam dalam.
“Walaupun kau siluman aku akan tetap mencintaimu!! ” Kemudian, ia mencium kedua tangan An Xia. “Namun, harus aku akui kalau kegilaan dalam dirimu itu tiada duanya!! ” Ucapnya dengan bangga seolah olah kegilaan adalah sebuah berkah.
...»»————>❀<————««...
Di bawah gelapnya malam, An Xia bersama Kaisar itu melesat dengan cepat menuju penginapan.
Jika saja gerakan mereka sedikit lambat, mungkin orang orang dapat melihat betapa menakjubkannya mereka. Namun, sayang sekali gerakan mereka begitu cepat seperti sebuah bayangan setan yang melintas di tengah gelap gulita nya malam hari.
Walaupun gerakan mereka sangat pecat. Namun, seorang pemuda dengan pakaian berwarna merah menyala secara tidak sengaja matanya menangkap sosok An Xia yang melintas tepat di atas atap perumahan.
Walapun hanya sekilas, namun gambar An Xia sudah terekam dengan jelas oleh matanya.
Kulit seputih salju yang bersinar akibat pantulan cahaya bulan, rambut hitam panjang yang menari nari akibat terpaan angin, dan pakaiannya yang berwarna putih itu berkibar dengan indah.
Membuatnya nampak bak seorang dewi rembulan yang turun dari kayangan ke bumi di malam hari!!
“Tuanku! ada apa? ” Tiba tiba suara manja dari seorang wanita penghibur membuyarkan lamunan nya.
Pemuda berpakaian merah menyala itu menoleh dan menatap seorang wanita penghibur dengan riasan berlebih dan pakaian terbuka.
Penampilan wanita penghibur itu dengan sosok gadis yang ia lihat barusan jelaslah berbeda!!....
Padahal dulu ia selalu tertarik untuk bermain dan menikmati keindahan dari seorang wanita penghibur. Namun, setelah melihat sebuah kecantikan alami dari sosok gadis yang ia lihat tadi....
Wanita penghibur itu kini nampak seperti lumpur kotor di matanya, benar benar menjijikkan!!
Wanita penghibur itu kini bergelayut manja di lengannya, baginya itu sudah hal yang bisa. Dan bahkan tidur bersama para wanita penghibur pun sudah sering ia lakukan.
Ya, memang dulu ia suka!!.... namun sekarang ia merasa bosan bermain dengan para wanita penghibur ini, kini ia menginginkan mainan baru.
Dengan manja, Wanita penghibur itu merabah dada bidang pemuda berpakaian merah. Wanita penghibur itu tau kalau pemuda itu menyukai hal yang seperti ini.
__ADS_1
Dan ia tau kalau pemuda itu cukup kaya, karena itulah ia menggodanya!!
Namun, tangannya di tepis dengan begitu kasar oleh pemuda itu. “Jangan menyentuhmu lagi!!! aku sudah bosan denganmu!! ” Setelah mengatakan itu, pemuda itu melesat pergi begitu saja dan meninggalkan wanita penghibur itu sendirian.
...»»————>❀<————««...
Di penginapan saat ini, An Xia sedang sibuk membersihkan mulutnya dari sisa sisa minyak tanah yang masih menempel.
Kaisar pun sedari tadi terus menerus memperhatikan An Xia, entah sudah berapa kali gadis itu berkumur sampai sampai Kaisar itu merasa telah di abaikan oleh gadis itu.
Karena merasa kesal, Kaisar itupun berjalan mendekat kerah An Xia dan memeluk gadis itu dari belakang.
“A-Zhu!! apa yang kau lakukan? ” An Xia bertanya saat Kaisar itu secara tiba tiba memeluknya.
Masih dengan memeluk An Xia, Kaisar itu berkata. “Sudah tidak ada bau minyak di mulutmu!! kenapa kau masih terus berkumur dan mengabaikan suamimu ini? ” Ia bertanya sambil menghirup aroma wangi di leher An Xia.
An Xia merasakan geli di lehernya saat Kaisar itu mencium leher nya. “A-Zhu, hentikan!! ” Ucapnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Kaisar itu.
Kaisar itu nampaknya tidak memiliki niat untuk melepaskan An Xia dari pelukannya. “Kau tidak bisa lari lagi dariku!! ” Ucap kaisar itu, lalu ia membalikkan tubuh An xia untuk berhadapan dengannya.
An xia mendengus kesal, kemudian berkata. “ Sudah kubilang le___ emm!! ” Sebelum An xia selesai berbicara, tiba tiba kaisar itu membungkam mulut gadis itu dengan sebuah ciuman manis.
Mata An cia terbelalak kaget. Lagi lagi kaisar itu menciumnya. Akal gadis itu ingin memberontak, namun hatinya menghianati akalnya...... hati kecilnya itu sama sekali tidak menolak.
Entah karena akalnya benar benar kalah dengan hatinya, An xia pun membalas ciuman itu.
Berfikir kalau hal itu adalah sebuah persetujuan. Kaisar pun menggendong An Xia dan melemparnya ke atas ranjang.
“Uh!!” An Xia meringis saat merasakan tubuhnya terbanting di atas ranjang.
Saat An Xia ingin bangkit dari ranjang, kaisar itu buru buru menindih tubuh mungil gadis itu. Dengan tatapan mata yang berkabut dan wajah yang mulai merona, kaisar itu berbisik di telinga An Xia.
“Panggil namaku!! ” Perintahnya.
“A-Zhu! ” An Xia memanggil.
Setelah An Xia mengatakan hal itu, sebuah kejadian yang tak terduga pun terjadi.
Di malam itu, keduanya larut dalam perasaan masing masing. Mereka bedua benar benar melakukannya!!.... mereka berdua melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan.
__ADS_1
Malam yang dingin dengan sinar rembulan yang tidak terlalu terang itu.... Menjadi saksi bisu atas bercampurnya dua tubuh dan berpadunya dua jiwa.
Pakaian yang berserakan di mana mana, bekas bekas tanda kepemilikan di sekujur tubuh, dan berjak darah yang mewarnai ranjangpun menjadi bukti nyata atas apa yang mereka lakukan di malam itu.