Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
Kedatangannya!


__ADS_3

Dengan satu ibu jari dan satu telunjuk yang mengusap usap dagunya dengan postur layaknya orang berfikir. Di mata An Xia, An chen, adik kecilnya itu nampak begitu menggemaskan.


Begitu juga dengan kaisar Zhuang. Ia kini memperhatikan bagaimana cara An chen yang menyipitkan matanya dan menatap kosong kearah langit langit kamar. seolah olah bocah itu sedang membayangkan sesuatu yang sangat menyenangkan....


Hal itu kentara dengan jelas dari senyum aneh di wajah mungilnya!!


Merasa di perhatikan oleh dua pasang mata yang menatap dirinya dengan begitu intens. An chen pun menoleh, dan saat saat berikutnya ia tersenyum lebar dan memperlihatkan lesung pipi dan gigi taringnya yang runcing itu.


“Sudah aku putuskan!!” Seru bocah itu secara tiba tiba. Kemudian ia melirik kaisar Zhuang. “Kakak kaisar, aku.... aku menginginkan sebuah kediaman yang terletak di ibu kota kerajaan Han!!” Ucap An chen dengan begitu mantap.


Mendengar itu, baik An Xia dan kaisar Zhuang tidak bisa untuk tidak tertegun. kedua orang itu secara bersama menoleh dan saling memandang dengan heran seraya mengedipkan mata meraka berkali kali.


Dalam pikiran mereka, memang apa yang akan bocah itu lakukan?..... meminta sebuah kediaman?..... untuk apa?


Setelah beberapa saat. kaisar Zhuang pun kembali menatap kearah An chen, begitu juga dengan An Xia.


Dan dengan begitu mudah dan entengnya, kaisar Zhuang menganggukkan kepalanya. Mengiyakan apa yang An chen minta barusan.


“Baiklah, permintaanmu aku kabulkan!” Ucap kaisar itu tanpa rasa bimbang sedikitpun.


Bagi kaisar Zhuang, memberikan sebuah kediaman bukanlah lah yang besar. walau itu kediaman termewah di kekaisarannya sekalipun.


Mengetahui kalau permintaanya yang termasuk dalam kategori permintaan terberat di dunia itu dikabulkan dengan mudahnya oleh ‘Calon kakak ipar’.Kedua bola mata An chen pun berbinar.


“Terima__” Belum sempat An chen mengucapkan kata terimakasih, An Xia tiba tiba menyela.

__ADS_1


“An chen, adikku!” Panggilnya dengan suara yang lembut, memuat siapapun yang mendengarnya akan merasa terbang di udara. “Apa saja yang dipikirkan otak motormu itu sampai sampai meminta sebuah kediaman?!!.... apalagi itu di Kerajaan Han, mengapa bukan di sini?!! ” Tanya gadis itu dengan di sertai Pelototan tajam.


Melihat itu, Firasat dalam diri An chen pun meneriaki sinyal bahaya. “Kakak kedua, jangan salah paham!” Ucapnya dengan panik dan membuat An Xia menaikkan salah satu alisnya, sedikit merasa heran. “Kakak kedua, aku meminta itu hanya karena aku.... menyayangimu!! ” Ucapnya lagi dengan tatapan memelas.


Berharap dengan mulut madu dan mata anjing, ia bisa meredam amarah sang kakak kedua.


“Karena aku ya? ” Ucap An Xia dengan nada yang ditekan, terkesan begitu meragukan ucapan An chen barusan.


An chen pun menganggukkan kepalanya berulang ulang kali, kemudian ia berkata. “Jika kakak menikah dan pergi kesana__” Ucapan bocah itu tersendat di tengah jalan. “Tungu!!.... bagaimana dengan pangeran kedua?” Tanyanya dalam hati, lalu ia mendesah. “Ah! itu bukan urusanku, dan aku tidak perduli!! ” Gumamnya dengan acuh.


Sebelum melanjutkan perkataan yang terhenti tadi, An chen berdehem dua kali. “Cepat atau lambat kakak kedua akan pergi ke sana bukan?.... karena aku tidak ingin kakak kesepian dan merindukanku, maka aku akan menemanimu! ” Ucapnya dengan ekspresi wajah yang bersungguh sungguh.


Mendengar itu, An Xia pun mendecak kan lidahnya. “Cek!.... aku tau itu bukanlah tujuanmu yang sebenarnya, dasar bocah busuk!!” Ucapnya sambil melayangkan sebuah ketukan keras di kepala An chen menggunakan kipas lipat di tangannya itu.


Sedangkan kaisar Zhuang yang melihatnya pun semakin dibuat tertarik dengan seberapa dekatnya kedua kakak beradik yang satu ini.


“Baiklah, aku akan mengaku!” Ucapnya dengan lesu, sedikit terkesan sedang menggerutu.


“Ayah, dia hanya akan memperdulikan kakak pertama!.... mungkin setelah ini, kakak pertama lah yang akan menggantikannya!” Ia terdiam sejenak, kemudian menghela nafas berat. “Dibandingkan aku harus tinggal di sini sendirian bagai kain yang tak terpakai, lebih baik aku bersamamu saja! ” Ucap An chen dengan senyum manisnya.


Mendengar perkataan bocah itu, sudut kanan bibir kaisar Zhuang berkedut. Ia saat ini berusaha untuk tetap menunjukkan kewibawaannya dengan menahan tawa yang akan meledak. “Bocah ini!.... sebenarnya, mulutnya itu terbuat dari apa?!!” Ucap kaisar itu dalam hati.


Kemudian, An chen berdiri dari duduknya dan menggenggam kedua tangan An Xia dengan tangan mungilnya. Tatapan mata bocah itu begitu serius layaknya seorang pemuda yang akan mengungkapkan cinta. “Kakak kedua, percayalah!!.... apapun yang aku lakukan, itu hanya untukmu, dan demi dirimu!!” Ucapnya dengan tegas. “Yah! walau sebagian juga demi diriku sendiri.” Lanjutnya lagi namun dalam hati.


An Xia menghela nafa seraya berkata. “A-Zhu telah mengabulkan, lalu aku bisa apa?..... jika itu keinginanmu, maka aku tidak akan melarang! ” Ucapnya dengan pasrah, namun kemudian. “Jadi jangan salahkan aku jika suatu saat kakak tercinta ini akan memanfaatkan mu, adik! ” Gumamnya dalam hati, dan jangan lupakan senyum liciknya itu.

__ADS_1


Kaisar Zhuang yang sedari tadi menjadi pengamat interaksi antara dua orang itu, kini mengerti satu hal. “Dua orang ini bagai manusia dengan topeng wajah!..... sama sama memiliki sisi lain dari sisi yang lain.” Ucapnya dalam hati seraya menghela nafas.


...»»————>❀<————««...


Di malam harinya, seorang pria berparas tampan kini tengah menyelinap masuk kedalam kediaman An secara diam diam.


Siang tadi, pria itu mendapatkan kabar bahwa kediaman jenderal besar An kini tengah berduka atas kematian dua orang selir, dan kabar yang lainnya adalah....


Tunangannya, yaitu An Xia sangat merasa kehilangan dan bersedih.


Sosok pria itu adalah pangeran kedua Zhang Liang. Ia kini tengah menuju kearah kamar An Xia.


Pangeran itu ingin bertemu dengan sang nona pertama An. Karena tempo hari yang lalu ia tidak bisa bersama dengan gadis itu karena suatu urusan, maka sekarang ia memiliki kesempatan dengan memanfaatkan kabar duka saat ini.


Mungkin dengan kesedihan yang gadis itu rasakan saat ini, dirinya bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk menyediakan dirinya sebagai tempat sandaran atau bahkan pelukan.


...»»————>❀<————««...


Di sisi lain, An Xia kini duduk di pangkuan kaisar Zhuang dengan pakaian terbuka. Bahkan tubuhnya hampir tidak tertutupi!!!!..... begitu juga dengan kaisar Zhuang sendiri.


Di lantai, pakaian pakaian lengkap mereka tergeletak dan berserakan bagai kain lap yang tidak berguna.


Wajah An Xia Kini merona, kedua matanya terpejam erat selagi dirinya menikmati setiap kecupan dan sentuhan penuh cinta dari pria yang bersamanya saat ini.


“A-Zhu, jangan memberikan tanda di sana!!.... orang orang bisa melihatnya!! ” Tegur An Xia disaat kaisar Zhuang mencium dan menghisap lehernya dengan cukup kuat.

__ADS_1


Sedangkan kaisar Zhuang malah tersenyum dengan begitu puasnya. “Biarkan saja!.... biarkan semua orang tau kalau kau hanya milikku seorang. ” Ucapnya lalu mendaratkan sebuah kecupan mesra di bibir gadisnya itu.


“Sayang, kau__” Tiba tiba, ucapan kaisar Zhuang terhenti selama sesaat dan mencoba untuk menajamkan pendengarannya. “Ada seseorang yang datang! ” Bisik nya ketika mendengar adanya sebuah pergerakkan dari luar.


__ADS_2