Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
pelayan tak tau diri!


__ADS_3

Sosok dalam cermin itu pun tersenyum. Dan entah mengapa, Shen min yue merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam senyuman tersebut. “Yang aku inginkan sama dengan yang kau inginkan! ” Jawabnya dengan masih tersenyum misterius.


Shen min yue yang mendengar jawaban itu pun mengerutkan dahinya, merasa sedikit bingung dengan setiap kata kata yang bayangannya itu ucapkan. “Apa maksud mu?..... aku sama sekali tidak mengerti! ” Ucapnya dengan tatapan mata yang menggambarkan keseriusan.


Sosok itu pun mendekatkan wajahnya, kemudian ia berkata. “Kaisar Zhuang dan kehancuran adikmu, Shen Gao Yang! ” Ia tersenyum, lalu kembali berkata. “Benar bukan?.... jika itu benar, maka kau harus menuruti semua kata kataku! ” Ucapnya lagi.


Shen min yue terdiam untuk beberapa saat, otaknya kini tengah berfikir.... apakah ia harus menuruti perintah dari sosok khayalan di depannya ini atau tidak.


Dan setelah menghabiskan waktu untuk merenungkan pilihannya, Shen min yue pun akhirnya berkata. “Aku akan melakukan apapun!... apapun asal aku dapat menjadi selir kaisar dan menyingkirkan adikku! ” Ucapnya dengan tatapan yang penuh akan ambisi.


Masih dengan senyuman penuh arti yang sama, sosok itu pun membuka mulutnya dan berbisik. “Pertama tama, kau harus menyingkirkan adikmu dulu!..... dia adalah penghalang terbesarmu saat ini! ”


“Bagaimana caranya?!! ”


“Akan aku beritahu! ”


...»»————>❀<————««...


Di tempat lain saat ini, bau bau asap yang begitu menyengat pun dapat tercium dari tumpukan bekas kayu bangunan yang roboh dan hangus akibat kobaran api yang cukup besar.


Asap hitam pun masih dapat terlihat dengan jelas, apalagi wajah wajah panik yang sedari tadi berusaha mati matian untuk memadamkan api.


Sosok Raja Bai Zhen kini berdiri tepat di depan tumpukan kayu bangunan yang telah hangus terbakar. Dari tatapan matanya, ada sebuah kilatan pembunuh yang memancar akibat rasa marah dan benci.

__ADS_1


Salah satu penjaga berjalan mendekat kearahnya, wajah penjaga itu tampak kusam dan penuh akan debu. Ada perasaan panik yang tergambar di wajahnya, namun disisi lain ia juga sedikit merasa lega. “Yang mulia, api telah berhasil di padamkan, namun.... ” Ia terdiam untuk sesaat, sedikit merasa ragu untuk melanjutkan kata katanya. “..... Namun, kami tidak dapat menemukan lukisan itu! ” Ucapnya dengan kepala yang menunduk takut.


Mendengar ucapan dari penjaga itu, Raja Bai Zhen pun mendengus. Kemudian ia berkata dengan nada mengejek. “Tentu saja lukisan itu tidak ada!.... seseorang jelas jelas telah mencurinya dariku!!! ” Ucapnya yang membuat sebagian orang yang mendengarnya merasa terkejut.


Bukankah penjagaan di istana sudah di perketat?..... namun bagaimana bisa ada pencuri yang masuk hingga dapat mengambil benda kesayangan dari sang raja?!


Sang penjaga yang juga mendengar hal itupun menelan air liur nya sendiri dengan kasar, kemudian ia berkata. “Ta... Tapi siapa orang yang berani melakukan hal itu?! ” tanyanya dengan gugup.


Raja Bai Zhen yang mendengar pertanyaan itu pun melirik penjaganya sekilas, lalu ia berkata dengan nada mengerang. “Kaisar Zhuang!!... ” Kedua tangannya terkepal erat di saat mulutnya menyebutkan nama yang paling ia benci. “..... orang yang mendalangi semua ini sudah pasti Kaisar sialan itu!!! ” Geramnya lagi.


Kedua mata Raja Bai Zhen kini menatap sekeliling bangunan yang sebagiannya telah roboh dimakan oleh kobaran api yang begitu besar. beberapa kayu yang roboh pun terlihat hangus, dan hal itu pun membuat amarah dalam dirinya semakin memuncak.


“Kau mencuri benda kesayanganku?!” ia membalikkan badannya, kemudian melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu. “hmm, maka baiklah!..... jika kau mencuri lukisan itu, maka aku akan mencuri permaisuri mu.... tepat di hadapan matamu sendiri!! ” Gumamnya lagi sebelum benar benar pergi dari tempat itu.


Salah seorang penjaga yang melihat kepergian Raja Bai Zhen pun berkata kepada yang lain. “Yang mulia kini benar benar bermusuhan dengan Kaisar han! ” ia menundukkan kepalanya, merasa takut dengan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi. “Ba... Bagaimana jika ia tidak bisa mengalahkan Kaisar itu?..... jika ia kalah, maka kita juga akan mati bersamanya! ” Ucapnya lagi.


Bila ada sebuah kerajaan yang berani menentang dirinya, maka cepat atau lambat kerajaan itu akan hancur hingga tak tersisa sedikit pun.


Namun, tanpa mereka semua sadari.... sosok Raja Bai Zhen yang diam diam mendengar itu semua pun semakin mengepalkan tangannya dengan begitu kesal. “Apakah mereka kini mulai meremehkan diriku?!!.... cih, jika aku tidak bisa memenggal kepala Kaisar itu, maka aku rela mati dengan cara apapun!!! ” Gumamnya, kemudian melangkahkan kakinya dan benar benar pergi dari tempat itu.


...»»————>❀<————««...


Suara gesekan dari sapu lidi yang digunakan untuk membersihkan taman istana oleh para pelayan pun dapat terdengar dan meramaikan suasana pagi yang cerah itu.

__ADS_1


Salah seorang pelayan yang merasa bosan dengan kegiatannya pun menghela nafas berat, kemudian ia melirik pelayan lain yang tampak begitu giat membersihkan jalanan yang tertutupi oleh daun daunan kering yang berguguran.


Sembari merenggangkan tubuhnya yang terasa penat, pelayan itu pun berkata dengan malas. “huh, ini sangat melelahkan!.... andaikan yang mulia Kaisar menghabiskan satu malam saja denganku, maka aku akan di angkat sebagai selir dan hidup dengan nyaman setiap saat!! ” Ucapnya dengan angan angan yang entah datang dari mana.


Mendengar hal itu, pelayan yang lain pun berkata. “Cih! lihatlah dirimu yang rusuh itu!!.... mana mungkin yang mulia kaisar tertarik padamu selagi ada permaisuri An yang jelas terlihat lebih cantik! ” Ucapnya dengan nada ketus, sedikit merasa jengkel dengan celotehan pelayan tadi yang terdengar mengada ngada.


Merasa jengkel dengan pelayan itu, pelayan yang tadi pun sontak berkata dengan nada yang lebih tinggi. “Hemp!.... dia hanya seorang wanita yang beruntung!!.... jika aku bisa__”


“Kau bisa apa?!! ” Tiba tiba suara yang begitu dingin itu terdengar dan mengagetkan semua orang yang ada di sana.


Sang pelayan yang juga mendengar suara itupun seketika menoleh kebelakang. Dan secara kebetulan, kedua matanya pun bertatapan langsung dengan sepasang mata hitam kecoklatan yang tampak menakutkan dengan tatapan setajam belati.


Melihat siapa sosok yang berdiri di hadapannya itu, pelayan tersebut pun segera berlutut dengan tubuh yang gemetar ketakutan. “Ya... Yang mulia permaisuri!! ” Ia menundukkan kepalanya, merasa benar benar takut dengan tatapan mata yang An xia berikan. “A... Aku telah lancang, tolong maafkan aku! ” Ucapnya dengan masih menundukkan kepala.


Mengingat kalau sosok permaisuri di hadapannya ini terkenal dengan hati yang begitu mulia, pelayan itu pun kembali berkata. “Permaisuri, kau ada wanita yang penyabar!.... tolong maafkan diriku yang hanya seorang pelayan rendah ini!! ” Ucapnya dengan raut wajah memelas.


Tidak hanya itu, pelayan itu bahkan dengan beraninya memeluk kaki An xia dengan harapan bahwa wanita bergelar permaisuri itu dapat memaafkan kesalahannya.


Namun, harapannya itu seketika hancur dikala An xia berkata. “Lantas apakah karena itu kau dapat bersikap lancang?!! ” Ucapnya dengan suara yang mulai meninggi.


Mendengar hal itu, pelayan itu pun semakin mengeratkan pelukannya sembari menangis. “Permaisuri, tolong maafkan aku!.... maafkan aku!... maafkan aku!! ” ucapnya yang benar benar memohon belas kasih.


Sedangkan An xia yang melihat itu pun menjadi semakin muak. Dengan tatapan matanya yang semakin tajam, aura di sekeliling nya pun semakin mencekam. “Hemp!! rupa rupanya aku selama ini terlalu lembut terhadap kalian. ” Ia menendang pelayan itu, menjauhkan manusia tak tau diri itu agar tidak mengotori pakaiannya. “Dengan berani kau berkata begitu lancang tentang kaisar!!....maka sekarang kau tanggung sendiri akibatnya!!! ” Ucapnya lagi.

__ADS_1


Annchi yang berdiri di samping An xia pun menganggukkan kepalanya, kemudian ia berkata. “Yang mulia, pelayan ini memang pantas mendapat hukuman!.... ” Ia melirik pelayan tadi dengan senyum penuh arti. “..... Aku yakin, lima puluh cambukan dan di tambah dengan memotong lidahnya adalah hukuman yang tepat untuk membuat nya jera! ” Ucapnya lagi sembari menahan tawa.


Mendengar hal itu, An xia pun tersenyum puas. Kemudian dengan santainya ia berkata. “Laksanakan! ”


__ADS_2