
Langkah kaki cepat namun kecil kini terdengar berjalan menuju ruang keluarga An. Nampak di sana saat ini An yueyin dan An xia begitu terburu-buru dengan sesuatu yang telah menunggu.
Dalam hati, An xia saat ini begitu bahagia. Apa yang ia tunggu tunggu akhirnya datang juga. “Semoga saja itu memang darinya! ” Gumamnya dengan penuh harap.
Saat telah berada di luar ruang keluarga, An Xia dapat melihat banyaknya hadiah hadiah yang bertumpuk kan. “Semua ini... ” Belum sempat ia menyelesaikan kata katanya, tiba tiba suara berat An Changyi pun terdengar dan memotong.
“Xia'er, kau kemarilah! ” Ucapnya yang memerintahkan untuk mendekat.
An Xia pun menurut, dan dengan pasti ia melangkahkan kakinya mendekat ke arah An Changyi. “Ayah, ada apa?.... ” kemudian ia melirik ke arah tumpukan hadiah tadi. “... Dan apa itu semua? ” Tanyanya dengan heran.
An Changyi bingung harus menjawab apa. Lantaran situasi yang di hadapi kini terasa begitu.... ‘Lucu’.... iapun sedikit kesulitan untuk menjelaskannya.
Alhasil, tanpa banyak bicara jenderal itupun memberikan beberapa surat kepada An Xia. “Bacalah, dan pilih salah satu di antara mereka! ” Perintahnya kepada putrinya itu.
Sedangkan An Xia yang di perintah itupun sedikit mengernyitkan dahi. Kepalanya kini menunduk dan menatap ke arah surat surat itu dengan heran. “Kenapa ada begitu banyak surat?... ” Gumamnya lalu mengambil surat surat itu dan membacanya satu persatu. “... I.. ini bukan dari A-Zhu!!..... semua surat dan hantaran ini adalah kiriman dari orang lain. ” Gumamnya lagi dalam hati yang sedikit merasa kecewa.
An Changyi yang secara tidak sengaja melihat ekspresi pahit di wajah putrinya itupun mengerutkan dahinya dengan heran. “Xia'er, ada apa?.... ” kemudian ia melirik surat surat di tangan An Xia dan tersenyum. “... lihatlah, baru satu hari dan banyak sekali para tuan muda yang mengirimkan lamaran untukmu!.... tidakkah kau senang? ” Tanyanya.
An yueyin pun mendekat dan mengangguk setuju, lalu wanita itu berkata. “Xia'er, putriku!... pilihlah salah satu di antara mereka yang kau sukai!! ” Ucapnya lalu kemudian ia mengambil sebuah surat. “Lihatlah, dia adalah putra saudagar kaya yang terkenal sangat tampan!.... bagaimana jika kau memilihnya? ” Ucapnya yang menawarkan seorang pria kepada putrinya sendiri.
An Xia menghela nafas, ia menatap semua surat surat itu tanpa minat sedikitpun. “Mereka adalah pria yang baik dan hebat, namun aku___” Sebelum An Xia selesai mengutarakan keinginannya untuk menolak.
__ADS_1
Tiba tiba seorang pengawal yang bertugas untuk menjaga pintu masuk kediaman An datang dan berteriak dengan raut wajah tegang. “Tuan besar!!... Tuan besar!! ” Teriaknya yang memanggil manggil An Changyi.
Melihat kepanikan di wajah pengawal itu, An Changyi dengan segera keluar dan menghampirinya. “Ada apa?.... kenapa kau berteriak seperti itu?!! ” Tanyanya dengan sedikit nada teguran.
Sedangkan pengawal tadi yang merasa mendapat teguran pun segera berlutut dan berkata. “Tuan besar, maafkan aku!.... namun, utusan dari... dari Kerajaan han saat ini berada di depan kediaman!! ” Jelasnya yang berhasil membuat mata An Changyi terbelalak lebar.
An Changyi melangkahkan kakinya mendekat ke arah pengawal itu dan menepuk bahunya agar sang pengawal berdiri. “Ka.... katakan kepadaku, apakah itu utusan dari Kaisar Han?!! ” Tanyanya dengan tubuh yang sedikit gemetar.
Pengawal itu menganggukkan kepalanya, kemudian ia kembali berkata. “Di luar sana ada kasim kepercayaan kaisar Han, ia menunggu ijin darimu untuk bertemu dan menyampaikan sesuatu!” Ucapnya yang menjelaskan kepada An Changyi.
Sedangkan An Changyi saat ini tengah termenung dan memikirkan sesuatu. Hal pertama yang terlintas dalam pikirannya saat mendengar kata ‘Utusan dari kaisar Han’ adalah sebuah pengumuman perang.
Memikirkan itu, jantung An Changyi pun berdetak kencang tak karuan. Kerajaan Han adalah Kerajaan besar yang selalu di takuti oleh Kerajaan Kerajaan yang lain.
Punggung An Changyi kini terasa begitu dingin, Ia tau betul bagaimana mengerikannya Kerajaan Han itu. Semua Kerajaan yang berperang dengan Kerajaan itu akan hancur tak tersisa.
“Disaat seperti ini, haruskah ada perang?” Gumamnya yang menatap nanar ke arah langit yang tidak terlalu cerah itu.
Sadar kalau bukanlah hal baik untuk membiarkan utusan dari Kerajaan Han berdiam diri di luar, An Changyi pun melirik ke arah pengawal yang tadi dan berkata. “Se... segara persilahkan mereka masuk!” perintahnya dengan wajah yang begitu pucat.
pengawal tadi pun mengangguk dan segera pergi.
__ADS_1
Sedangkan An Xia yang mendengar kalau utusan dari Kerajaan Han telah datang pun tersenyum lebar dalam hati. Namun, saat melihat raut wajah tidak enak dari ayahnya itu, An Xia pun mengerutkan dahinya karena merasa heran. “Mengapa reaksinya seperti itu? ” kemudian ia melirik ke arah orang orang sekitarnya yang juga terlihat cemas dan takut itu. “Sebenarnya apa yang mereka pikirkan?!! ” Tanyanya dalam hati.
Tidak berselang lama, seorang utusan dari Kaisar Han beserta beberapa orang yang lain pun datang dan menghadap An Changyi.
Dan saat An Changyi akan menyambutnya, tiba tiba utusan itu terlebih dahulu membungkukkan badannya dengan begitu rendah seraya berkata. “Salam kepada jenderal besar An! ” Kemudian ia melirik kearah An Xia dan kembali membungkuk. “Begitu juga dengan nona pertama An, yang rendah ini memberikan salam!! ” Ucapnya dengan begitu sopan dan merendah.
Membuat semua angan angan An Changyi tentang peperangan yang akan terjadi pun seketika sirna dan hilang di bawa angin. “Ke... Kasim, kau terlalu sungkan!.... jangan membungkuk seperti itu, aku merasa tidak enak lantaran kau adalah utusan dari Kaisar Han. ” Ucap An Changyi dengan sebuah senyuman kaku.
Kasim itupun menurut dan kembali menegakkan tubuhnya, kemudian ia melirik ke arah belakang. Tepatnya, kasim itu kini sedang mengisyaratkan sesuatu kepada para perajurit di belakangnya.
Sedangkan para perajurit yang mengerti itupun segera membawa puluhan peti berukuran besar dan meletakkan nya di hadapan An Changyi.
Melihat itu, An Changyi mengerutkan keningnya dengan bingung. “Apa yang sedang mereka lakukan?.... dan apa isi dari peti itu?.... mayat?! ” Tanyanya yang menerka nerka dalam hati.
Namun, saat peti peti itu di buka dan memperlihatkan isinya kepada An Changyi dan lain..... semua orang pun tidak bisa menahan diri untuk tidak menjatuhkan rahangnya.
An Changyi yang melihat isi dari puluhan peti peti itu serasa ingin pingsan. “Kasim, apa maksud dari semua ini? ” Tanyanya yang terdengar sedikit panik.
Kasim yang tadi pun mengeluarkan sebuah gulungan merah dengan sulaman benang emas berbentuk lambang dari Kerajaan Han, kemudian kasim itu membuka gulungan tersebut dan membacakannya di hadapan An Changyi. “Di sini tertulis, bahwa Kaisar kami mengajukan sebuah lamaran pernikahan untuk menikahi nona pertama dari kediaman jenderal besar An! ” Setelah membacakan itu, kasim pun berjalan mendekat ke arah An Xia dan menyerahkan gulungan tadi.
An Xia pun menerima gulungan tersebut dan menatap kearah peti peti tadi. “Dia... Apakah dia berfikir untuk menjadikan kediaman An sebagai gudang harta?!! ” Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, An Changyi kini terdiam bagaikan patung. Mendengar kalau sang kaisar Han yang begitu terkenal dan sangat di segani oleh Kerajaan Kerajaan lain....kini mengajukan lamaran pernikahan untuk menikahi putrinya, An Changyi serasa ingin sekali muntah darah saat ini juga.
Setelah tersadar dari rasa terkejut itu, sang Jendral besar itupun menoleh ke belakang dan menatap An Xia, sang putri kesayangan dengan tatapan rumit. “Pu... putriku, dukun mana saja yang telah kau datangi ?! ” Gumamnya dalam hati.