
Dahi kaisar Zhuang kini berkedut akibat memikirkan penyebab apa sehingga membuat musuhnya itu sampai bisa menyukai istrinya.
Kaisar Zhuang akui kalau An xia memang memiliki paras yang begitu cantik. Namun untuk mencintai apalagi sampai menggilai istri dari pihak musuh itu seharusnya bukan karena paras saja!.....pasti ada hal lain yang membuat musuhnya itu tertarik pada wanitanya.
“Aku tidak perduli apa alasannya, tapi yang jelas ia telah berani berbuat lancang dengan menaruh hati pada istri kesayangan ku ini!!! ” Ucapnya dengan wajah datar, bahkan kata katanya barusan terkesan begitu dingin.
Kaisar Zhuang memeluk tubuh mungil An xia dengan kedua tangannya, kepalanya sedikit menunduk hingga ia dapat mencium aroma harum dari leher putih sang istri. “Sepertinya aku harus memperketat penjagaan di sekitarmu!” Gumamnya seraya memejamkan mata dan menikmati aroma menggoda pada tubuh An xia.
Mendengar ucapan suaminya itu, An xia pun menoleh ke samping dan berkata. “Untuk apa?.... kau tau sendiri kalau aku bisa menjaga diri dengan baik, tidak perlu sampai menambah penjagaan di sekeliling ku!.... tidak taukah kau kalau itu sangat mengganggu?” Ucapnya yang merasa tidak senang dengan keputusan suaminya barusan.
Salah satu tangan kaisar Zhuang membelai perut An xia yang hanya tertutupi oleh kain tipis dan longgar dengan lembut. Dan tindakan kaisar itu pun sudah lebih dari cukup untuk membalas ucapan An xia barusan.
“Bagiku, kau adalah yang paling penting!...” Ia sedikit mendongak kan kepalanya dan mendaratkan sebuah kecupan singkat di pipi An xia. “...sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, dan aku tidak akan membiarkan kesalahan sekecil apapun menghancurkan kebahagiaan kita!!” Ucap kaisar Zhuang dengan lembut, namun terdapat sedikit penekanan pada kata katanya.
Merasa kalau ia sudah kalah berdebat dengan pria yang tidak lain adalah suaminya itu, An xia pun menghela nafas pasrah dan berkata. “Sulit bagiku untuk melawan mu, dan kau tau akan hal itu! ” Gumamnya, kemudian ia memejamkan matanya secara perlahan. “Namun seperti biasa, aku tidak akan suka jika ada orang yang merusak permainan ku! ” Ucapnya dengan tegas.
Tidak perduli apapun yang kaisar atau suaminya itu lakukan, namun yang pasti ia akan sangat marah jika ada yang mengganggu permainannya.
Merasakan adanya sedikit rasa kesal pada nada bicara sang istri, kaisar Zhuang pun terkekeh kecil dan berkata. “Aku tau itu!.... kau bisa melakukan apapun yang kau mau, asalkan masih dalam pengawasan ku! ” Ucapnya kemudian membaringkan tubuh An xia dan kembali memeluknya.
“Jadi kau ingin tidur atau melanjutkan yang tadi?” Ucapnya dengan tatapan mata yang penuh akan arti arti tersembunyi.
An xia yang mendengar itu pun menatap suaminya itu dengan tatapan tajam. “Kau ingin membunuh ku? ” Tanyanya dengan ketus.
Apakah ia telah menikahi seorang monster?.... kenapa pria itu sama sekali tidak pernah lelah akan hal ini?!
Dengan ekspresi wajah terhibur akibat reaksi menggemaskan yang istrinya itu tunjukkan, kaisar itu pun tersenyum licik dan berkata. “Oh? aku ingat kau sendiri lah yang memancing ku!..... lalu kenapa jika aku menginginkan lebih? ” Tanyanya dengan kilatan misterius pada kedua pancaran matanya.
__ADS_1
Melihat hal itu, An xia pun memasang wajah memelas dan berkata. “Setidaknya kasihanilah diriku yang sedang mengandung anakmu ini!!!” Ia memeluk kaisar Zhuang dan membenamkan wajahnya pada dada bidang pria itu. “Mungkin lain kali, atau jika kau mau aku bisa mencarikan lima atau puluhan selir untuk memuaskan mu! ” Ucapnya dengan nada gurauan.
Kaisar Zhuang yang mendengar bahwa istri kecilnya itu kembali mengatakan hal yang tidak tidak pun mengerutkan dahinya dengan tidak senang. “Apakah kau sedang memancing ku lagi?.... aku rasa belakangan ini kau semakin nakal!!” Ucapnya yang sama sekali tidak mendapat respon dari An xia.
Merasakan bahwa istrinya itu terlalu diam, Kaisar Zhuang pun menundukkan kepalanya guna menengok An xia yang rupa rupanya telah tertidur dengan kedua mata yang terpejam erat.
Namun, saat melihat sudut bibir An xia yang sedikit terangkat dan nampak seperti sedang menahan senyum. Kaisar Zhuang pun langsung tau kalau istrinya itu sedang berpura-pura.
“Benar benar!.... sungguh mengherankan bagaimana bisa aku jatuh hati pada gadis seaneh ini?! ” Gumamnya dalam hati sambil mempererat pelukannya. “Tidur lah, kali ini aku akan melepaskan mu! ” Bisik nya kemudian menarik selimut tebal hingga menutupi tubuh mereka.
...»»————>❀<————««...
Sudut bibir An xia yang sedikit melengkung dan membentuk sebuah senyuman tipis itupun menjadi pemandangan indah bagi sebagian pelayan dan pengawal yang melihatnya.
Melihat permaisuri mereka yang tampak begitu bahagia di pagi hari, para pelayan itu pun dapat menyimpulkan bahwa sebentar lagi akan ada hal baik.
Bagi Annchi yang sudah begitu mengenal kebiasaan An xia, ia tentu kurang lebih dapat mengetahui jalan pikir majikan yang satu itu.
Terlihat An xia kini tengah bersantai di sebuah gazebo yang terletak di tepi kolam. Sedangkan Annchi hanya duduk diam di sampingnya dengan dahi yang berkerut dan sesekali menghembuskan nafas dengan kasar.
“Yang mulia! ” Panggil Annchi dengan nada merengek, dan hal itu pun berhasil membuat An xia menoleh dan menatap kearahnya. “Yang mulia, apakah kau yakin akan melakukan hal ini?.... Bagaimana jika yang mulia kaisar tau? dia pasti akan sangat marah padamu!! ” Ucapnya dengan wajah yang memelas, berharap dengan ekspresi nya yang sengsara itu dapat membuat sang majikan mengerti.
Namun bukannya menjawab, An xia justru menyodorkan sepotong kue kering kepada Annchi dan dengan santainya ia berkata. “Kau lapar? makanlah! ” Ucapnya sambil terkekeh kecil.
Melihat An xia yang sama sekali tidak menganggap serius ucapannya barusan, Annchi pun mendengus kesal dan berkata. “Yang mulia!!!! ” Panggilnya dengan nada yang sedikit meninggi, namun masih terkesan merengek dan memohon.
Merasa sedikit risih dengan bawahannya yang satu itu, An xia pun menghela nafas kasar dan berkata. “Dia tidak akan marah, aku bisa menjamin hal itu! ” Tangannya terjulur dan mengambil sepotong kue kering. “lagi pula ini hanya permainan!” Ucapnya lalu memakan sepotong kue tadi.
__ADS_1
“Tapi yang mulia kaisar pasti akan membunuhku jika terjadi sesuatu padamu!! ” Ucapnya dengan serius, sungguh ia masih sayang dengan nyawa.
Namun nampaknya An xia justru sama sekali tidak menghiraukan kata katanya dan malah sibuk menikmati rasa garing, gurih, manis, dan renyah dari sepotong kue yang ia makan tadi.
Tidak berselang lama, seorang pelayan pun datang dan berkata. “Permaisuri, kedua nona muda dari keluarga Shen ingin bertemu denganmu! ” Ucapnya yang kepada An xia.
An xia pun menoleh dan menatap pelayan itu dengan lembut, kemudian ia menganggukkan kepala dan berkata. “Bawa mereka kemari! ” Ucapnya yang memberi perintah.
Pelayan itu pun hanya menganggukkan kepalanya dengan patuh. Namun, sebelum ia sempat membalikkan badannya An xia pun kembali berkata. “Tunggu!.... Apakah yang datang hanya mereka berdua? ” Tanyanya yang merasa perlu tahu.
Untuk sesaat pelayan itu hanya terdiam dan menatap An xia dengan heran, namun kemudian ia menganggukkan kepalanya dan berkata. “Iya yang mulia, hanya mereka berdua yang datang! ” Ucapnya dengan senyum kaku.
Mendengar hal itu, An xia pun melambaikan tangannya dan mempersilahkan pelayan itu untuk pergi.
Beberapa saat kemudian, dua orang yang wajahnya begitu An xia kenal pun datang dengan senyum ramah yang nampak begitu palsu.
“Permaisuri, kami datang untuk memenuhi undangan mu kemarin! ” Ucap Shen min yue, sang nona pertama Shen itu.
An xia menganggukkan kepalanya, tak lupa juga ia mempersilahkan kedua mainannya itu untuk duduk dan mengobrol dengannya.
“Nona kedua Shen, bolehkah aku menanyakan sesuatu apada mu? ” Ucap An xia secara tiba tiba.
Merasa kalau dirinya di panggil, sang nona kedua Shen pun menoleh dan berkata. “Ya yang mulia? ” Balasnya dengan bingung, bingung karena tak tau apa yang akan An xia tanyakan padanya.
Sedangkan An xia yang melihat raut wajah bingung itu pun terkekeh kecil dan berkata. “Tidak perlu sampai segugup itu denganku, aku hanya ingin bertanya siapa namamu?” Ia meraih tangan gadis itu dan menggenggam nya dengan lembut. “Di pertemuan pertama kau lupa menyebutkan namamu padaku! ” Ucapnya lagi.
Mendengar hal itu, Annchi pun segera mengerutkan dahinya. Sepertinya ia baru sadar bahwa gadis dari keluarga Shen itu memang belum memperkenalkan diri. “Cih, di pertemuan pertama dia terlalu sibuk menjadi jalang hingga lupa menyebutkan namnya sendiri!!” Ucapnya dalam hati, dan tanpa sadar ia mendengus akibat kesal.
__ADS_1