Sicantik Ternyata Seorang Sikopat

Sicantik Ternyata Seorang Sikopat
pengganggu!


__ADS_3

Selang beberapa saat, An xia dapat mendengar suara langkah kaki berat milik seorang pria yang berjalan mendekat menuju kamar ini.


Mendengar bahwa para pelayan yang ada di luar memberikan salam kepada pria tersebut, lalu kemudian langsung pergi meninggalkan tempat ini.... An xia pun bisa dengan pasti menebak bahwa pria itu sebenarnya adalah kaisar Zhuang, suaminya.


Pintu kamar yang tadinya tertutup kini perlahan terbuka oleh sepasang tangan kekar. Mendengar suara pintu yang di buka, An xia pun segera mendongakkan kepalanya dan menatap kearah mata sang sumi yang kini juga menatap kearah nya.


Dengan langkah pasti, kaisar Zhuang pun mendekat kearah ranjang tepat dimana sang istri berada.


Dilihatnya suasana kamar ini yang indah dengan bunga bunga mawar. Dari wewangian yang tercium, kaisar Zhuang pun tau dengan jelas bahwa wewangian ini bukanlah pewangi biasa...


Melainkan wewangian yang biasa digunakan untuk meningkatkan hasrat bagi pasangan pengantin saat malam pertama.


Kaisar Zhuang menghentikan langkah kakinya ketika ia telah berada di hadapan sang istri, Tangannya pun kini terulur dan membuka kain merah yang menutupi kepala sang istri.


“Kau sangat cantik, istriku! ” Ucapnya saat melihat wajah sang istri tercinta.


Dengan senyuman menawan di bibir nya, An xia pun berdiri dan memeluk tubuh kekar sang sumi dengan manja. “Aku sangat mencintaimu, suamiku! ” Ucapnya yang berbisik tepat di telinga kaisar Zhuang.


Sedangkan kaisar Zhuang yang merasakan hembusan angin hangat dan suara bisikan yang terdengar begitu menggoda, hasrat dalam dirinya pun saat ini semakin meningkat.


Dengan cepat namun lembut, ia membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang lalu kemudian menindihnya. “Sayang, aku rasa kau saat ini sedang menggodaku ya?.... maka jangan mengeluh bila aku tidak melepaskan mu malam ini!!” Ucapnya dengan suara berat, begitu tidak sabar dengan hasrat yang tertahan.


An xia pun tersenyum, kemudian kedua tangannya menarik Kepala kaisar Zhuang hingga kedua bibir mereka kini bersatu.


Merasakan sentuhan lembut di bibirnya, kaisar Zhuang pun menganggap bahwa sang istri saat ini talah mengundang nya kedalam permainan.


Menyadari hal itu, kaisar Zhuang pun dengan tidak sabaran melepas ikat pinggang sang istri sehingga lapisan baju bagian luarnya pun terlepas.


Masih dengan bibir yang saling bertautan, kaisar Zhuang pun kini semakin menekan tubuh mungil di bawahnya itu. Kemudian, salah satu tangannya kini mengunci kedua tangan An xia di atas kepala.


Setelah puas menjelajahi bibir manis istrinya, kaisar Zhuang pun kini beralih untuk memangsa leher putih yang nampak menggoda itu.


Namun, belum sampai bibir nya menyentuh leher itu dan menikmati keharumannya..... Tiba tiba suara dentingan pedang pun terdengar dari luar.

__ADS_1


Tidak hanya suara dentingan pedang, melainkan suara teriakkan pun juga terdengar bersamaan dengan suara dentingan pedang tersebut.


Baik kaisar Zhuang maupun An xia yang mendengar itupun segera menghentikan kegiatan mereka.


Pancaran mata yang tadinya di penuhi oleh kabut gairah itupun kini berubah menjadi tatapan tajam nan membunuh.


Kaisar Zhuang melepaskan cengkraman nya di kedua tangan An xia, kemudian ia bangkit berdiri dan mengambil pedangnya yang terdapat di sudut ruangan.


Sedangkan An xia kini kembali merapikan pakaiannya yang hampir terlepas dengan terburu buru. “Bajingan sialan!!!.... siapa yanga berani mengganggu di saat saat yang seperti ini!!! ” Makinya dengan aura pembunuh yang begitu lekat mengelilingi tubuhnya.


Sebelum pergi keluar, kaisar Zhuang pun terlebih dahulu menoleh dan menatap sang istri. “Tetaplah di sini, biar aku saja yang menangani parasit itu!!” Ucapnya tegas lalu melangkah pergi.


Saat pintu kamar terbuka, kaisar Zhuang pun bisa dengan kelas melihat para penjaga bayangannya yang kini tengah beradu pedang dengan sekelompok pembunuh bayaran.


Mengingat bahwa kegaduhan inilah yang membuatnya gagal memakan sang istri, jiwa iblis dan hasrat membunuh yang ia keluarkan pun semakin pekat.


Membuat bulu kuduk sebagian orang yang merasakannya pun merinding.


Kaisar Zhuang melangkahkan kakinya dan mengayunkan pedang nya kearah para pembunuh bayaran itu.


Suara dentingan pedang dan bau bau amis dari darah yang mengalir akibat luka yang dihasilkan dari torehan pedang pun membuat suasana malam ini menjadi semakin mencekam.


Seorang pria dengan penampilan serba hitam bak bayangan kini tengah berdiri dan mengintai di atas sebuah pohon dengan busur dan anak panah di tangannya.


Pria tersebut kini telah bersiap siap untuk melepas dan melesatkan anak panah nya.


Kali ini tujuan dari sasarannya bukanlah sang kaisar, namun yang menjadi tujuannya saat ini adalah nyawa sang permaisuri!!


Di sisi lain An xia yang merasa pemasaran dengan situasi di luar kamar pun melangkahkan kakinya keluar. Dan saat melihat pertarungan itu, amarahnya pun semakin memuncak.


Sedangkan sosok pria yang berada di atas pohon yang melihat kemunculan targetnya pun segera mengarahkan anak panahnya untuk di lesatkan kearah An xia yang sebagai target itu.


Namun, saat kedua matanya melihat wajah cantik bak dewi yang begitu familiar.... ia pun segera membatalkan serangannya dengan raut wajah yang menggambarkan keterkejutan.

__ADS_1


“Di... Dia... Dia gadis dalam lukisan??!!! ” Gumamnya dengan setengah berseru.


Sosok pria itu kini benar benar tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut nya. Bagaimana tidak?!!.... gadis dalam lukisan yang begitu di cintai oleh rajanya ternyata nyata dan bukan khayalan.


Tidak hanya itu, ternyata gadis yang selama ini di puji puji dengan penuh cinta oleh sang raja adalah permaisuri dari kaisar Han, musuh bebuyutan rajanya.


Mengetahui siapa gadis itu, ia pun tidak ingin mengambil resiko dan segera berseru kepada parah pembunuh bayaran yang tersisa. “Mundur!!!....kita segera pergi dari sini!!! ” Teriaknya.


Para pembunuh bayaran yang hanya tersisa sedikit itupun segera melesat pergi bersama dengan sosok pria tadi.


Sedangkan An xia yang tidak terima jika musuhnya pergi begitu saya itu pun segera mengeluarkan jarum emas dari balik bajunya dan melemparnya hingga mengenai beberapa titik di tubuh pihak musuh.


Melihat serangannya telah mengenai sasaran dengan begitu tepat, An xia pun tersenyum dengan begitu puas. “Hem, pergilah!.... dan temui tuan kalian! ” Gumamnya dengan seringai keji.


Di sisi lain, kaisar Zhuang yang melihat aksi istrinya yang menggunakan jarum emas untuk menyerang lawan pun segera melangkah dan menghampiri nya.


“Permaisuri An!! ” Panggilnya dengan nada penuh penekanan.


Sedangkan An Xia yang merasa di panggil itupun segera menoleh dan menatap ke arah sang suami yang kini tengah melangkahkan kakinya menuju ke arahnya.


Melihat raut wajah tidak suka dari kaisar Zhuang, An xia hanya bisa tersenyum kaku dan segera melangkah masuk kedalam kamar.


Sebelum dirinya ikut masuk kedalam kamar menyusul sang istri, kaisar Zhuang terlebih dahulu menoleh kearah para penjaga bayangan. “Bereskan semua ini, dan perketat penjagaan di sekeliling permaisuri ku!! ” perintah nya dengan tegas, kemudian. “.... sementara itu aku akan memberi sedikit hukuman kepadamu, istriku! ” Lanjutnya dalam hati.


Sedangkan An xia yang saat ini berada di dalam kamar nampak sedikit panik. “Bagaimana bisa dia melihatnya?!! ” Gumamnya dalam hati.


Padahal saat itu An xia sangat yakin bahwa suaminya tidak sedang menatap ke arahnya, lalu bagaimana bisa ia ketahuan.


Sudah cukup kedua belati kesayangannya yang di sita, apakah jarum emas dan perak nya juga akan di sita?


“Apa yang sedang kau pikiran?! ” Tiba tiba suara seorang pria pun terdengar dan mengejutkan nya.


Mendengar suara itu, An xia pun menoleh dan berkata. “Suamiku, untuk masalah jarum itu... bisakah kita tidak membicarakan nya? ” Tanyanya dengan raut wajah yang memelas.

__ADS_1


Sedangkan kaisar Zhuang sama sekali tidak menghiraukan ucapan An xia dan segera menutup pintu lalu menguncinya rapat rapat.


Setelah itu, kaisar Zhuang pun segera bergerak dengan cepatnya menuju kearah An xia. “Hem, seorang istri yang menyembunyikan rahasia dari sang sumi!.... hukuman apa yang bisa ku berikan kepadanya? ” Tanyanya dengan tatapan penuh arti.


__ADS_2